
Waktu menunjukkan pukul 15.00 sore, Fisha dan Awan pun kembali pulang dengan menaiki taxi online, mereka pun saling melirik lalu memandang dan saling bertukar mengusap wajah satu sama lain dengan penuh perhatian.
“Sakit ya Sayang ...,” ucap Awan dengan mengusap memar yang ada di wajah Fisha dengan pelan, Fisha pun menggeleng, dia pun memandang Awan dengan penuh cinta.
Aku sangat bangga dengannya, dia berani bertaruh nyawa hanya untukku, Tuhaaan aku mohon semoga kita berjodoh, amiiiin. Batin Fisha.
“Kamu yang sakit Hon, lihat wajahmu lebih hancur dari pada wajahku tau, apa sakit sekali?” balas Fisha dengan meniup-niup wajah Awan karena dilihatnya wajah Awan sangat menggenaskan yang dirasa Fisha perih karena luka goresan yang banyak, Awan pun merasa bersyukur karena diperhatikan dan dia tersenyum dengan sangat sumringah.
“Kenapa kamu tersenyum, apa ada yang aneh dengan wajahku?” sahut Fisha dengan menatap Awan dengan heran dan mengusap-usap mukanya karena malu.
“Tidak Ney, kamu cantik sekali,” puji Awan sambil masih tetap tersenyum, sedangkan Fisha memalingkan wajahnya dan bersandar di kursi taxi, ia pun menahan senyumnya dengab wajah yang memerah.
“Heleh, belajar gombal dari mana kamu? Kok semakin pintar sekarang?” tanya Fisha sambil memukul pelan bahu Awan, dia pun salah tingkah karena rayuan maut Awan itu.
“Belajar dari langit, dibilang dari langit kok,” goda Awan semakin gencar hingga dia terkekeh sendiri karena ucapan konyolnya sendiri.
“Maksudnya? Gak jelas kamu sekarang Hon, langit Hongkong atau langit google haha, jelas belajar dari google, iya kan ngaku! Biasanya gitu.” Fisha menggelitik Awan dengan menyeluruh, hingga Awan geli dan tertawa terbahak-bahak.
“Haha tau aja kamu, 100 untuk kamu Baby,” jawab Awan dengan tatapan mesumnya.
“Baby baby emang aku bayi, haha jangan panggil aku baby aku sungguh geli, melow sekali, aku sudah dewasa tau ...,” pekik Fisha dengan pura-pura cemberut dan melipat kedua tangannya dibahu, membuat Awan berkesempatan bergelayut manja di bahu Fisha.
“Kamu ini apa-apaan sih, tuh lihat malu sama pak supir yang lihat kita,” lanjutnya dengan menunjuk ke arah pak supir di depan yang sibuk mengemudi, supir yang mendengar Fisha menyebutnya beliau melirik di kaca kemudi dan tersenyum.
__ADS_1
“Halo Pak, gak apa kan Pak, kan cinta yang penting kita gak ngapain kan hanya bercanda, iya kan Pak?” rengek Awan dengan nada semanis mungkin.
“Iya Nak, gak apa asalkan tak boleh mesum saja hahaha,” canda pak supir dengan tertawa terbahak-bahak. Fisha pun malu dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, sedangkan Awan memandangi Fisha yang wajahnya merah seperti tomat itu.
“Wadao, ya enggak lah Pak, kita anak yang baik, sembarangan aja, mesum apa dosa, belum halaaaal haha.” Awan menekankan halal dengan nada yang fasih, membuat Fisha memukul kepala Awan pelan dan tertawa keras, Awan yang diketawain itu dia senang sekali karena membuang sang pujaannya tertawa senang. Hatinya pun berdesir melihat Fisha ceria seperti itu.
Mereka pun akhirnya sampai di depan rumah Fisha, Awan pun merogoh dalam kantongnya lalu membayar uangnya dan taxi pun menghilang dari pandangannya, Fisha pun menyuruh Awan turun dan mampir untuk makan bersamanya dan keluarganya, karena waktu baru menjelang sore, belum sampai malam begitu menurut Fisha jadi dia menyuruh Awan wajib mampir, Fisha akan memasak buat Awan dengan menu spesial, Awan pun sangat senang pastinya dan patuh terhadap keputusan Fisha itu.
--------
Tok, tok, tok ....
“Assalamu'alaikum Bu ....” Fisha mengetok pintu dengan muka yang semringah.
“Wa'alaikumsalam ....” Ibu menjawab salam dari dalan, beliau lalu membuka pintu, beliau pun terkejut dan menatap mereka dengan penuh tanya, mereka yang ditanya hanya cengengesan tanpa menjawab.
“Ibu, Sayangku ... tidak bisakah Ibu mengajak kita masuk? Dan aku akan menjelaskannya di dalam? Kita sungguh caaaapek sekali,” jawab Fisha dengan nada mendayu-dayu berusaha merayu ibu agar segera diperbolehkan masuk, ibu mengangguk lalu mengajak mereka untuk masuk dan siap untuk mendengarkan semua penjelasan dari mereka.
Fisha pun menjelaskan panjang lebar kronologinya seperti apa dan secara detail, ibu yang mendengarnya pun tanpa disadari air matanya menetes dan tersenyum menatap Awan, beliau lalu memeluk Awan dan mengucap terimakasih, Awan pun jadi tak enak namun dia pun membalas pelukan ibu.
“Sudah, sudah! Pelukannya jangan lama-lama Bu, kasihan Awan jelas agak sakit tubuhnya.” Fisha melerai pelukannya dengan tersenyum, Awan dan ibu pun tertawa terbahak-bahak.
“Bilang saja kamu iriiii Sayaaaang,” ejek ibu, Fisha yang diejek dia manyun dan beranjak mau pergi.
__ADS_1
“Ndak siapa yang iri Bu yeeek,” Fisha menjulurkan lidahnya kepada ibunya dengan manis.
“Aku mau masak Bu, untuk Awan menu spesialnya nasi goreng, dia sangat suka, iya kan Hon?” ucap Fisha dengan menaik turunkan alisnya.
“Iya dari mana kamu tau?” jawab Awan.
“Aku gitu lhooo Fishaaa, apa yang aku enggak tau darimu haha,” Awan yang mendengarnya dia menahan tawa, sedangkan ibu melempar sandal rumahannya ke arah Fisha, Fisha yang dilempar ia ketawa dan menuju ke arah dapur.
“Dasar bucin akut ...!” ucap ibu dengan berteriak mengejek.
“Sudah sana bantuin Nak, kalau mau masak berdua boleh, sana haha mumping lagi bucin dan kasmaran sana haha,” ejek ibu semakin gencar, sedangkan Awan dia tersenyum lalu berjalan menyusul Fisha.
Mereka benar-benar saling mencintai dengan dalam, Awan sangatlah tulus kepada putriku, aku sungguh tersenyum, Tuhan buat mereka berjodoh dan bahagia selalu ... Batin ibu. Ibu pun berlalu pergi menuju ke kamarnya, tanpa mengurus pasangan yang dimabuk kepayang itu.
Mereka pun masak bersama dengan heboh dan saling cinta dengan indah, hingga dapur benar-benar berantakan, setelahnya mereka pun membersihkan dapurnya, dan makan bersama dengan bunga di hatinya, Awan pun setelahnya berpamitan untuk pulang karena jam menunjukkan pukul 16.30, dia berencana sholat ashar di rumah saja, padahal Fisha dan ibu menyuruhnya sholat di situ, tapi ia menolak karena dirasa badan sudah lengket, ibu dan Fisha pun mengiyakannya.
-----
Note:
Tinggalkan jejak kalian kakak-kakak kesayangan ... ❤❤❤
Maafkan up kemalaman dikarnakan weekend agak sibuk ya dengan dunia sebenarnya.
__ADS_1
Yang kenceng dukungannya agar aku semakin sayang, dan Allah pun membalas dengan kasih sayang melimpah ruah karena kalian dermawan unch.
Semangatku ada di kakak-kakak semuanya lophyupolepel .... 😍😘💋