Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Berjuanglah! Ikanku


__ADS_3

Dokter pun keluar dengan keringat yang membanjiri wajahnya, wajahnya saat ini tidak bisa diartikan, “haaaah”, dokter pun menghela nafas panjang dengan mengusap-usap wajahnya.


Semua yang melihatnya pun berlalu mendekat ke arah dokter dengan harap-harap cemas, Ibu pun memulai bicara.


“Gimana dok keadaan putriku, apa baik-baik saja dokter? Haaaah.” Wajah panik ibu dengan menghela nafas panjang bergemuruh di dada, Ibu pun menyentuh dadanya karna tegang.


Awan yang melihat dari kejauhan dia bersiap dengan hal yang menimpa baik atau pun buruk, dalam hati dia berkomat-kamit untuk berdo'a. Mereka semua menatap dokter dengan cemas yang begitu dalam.


“Alhamdulillah Fisha bisa terselamatkan Bu, berkat doa dari kalian semua dan mukjizat dari Allah, hanya saja--” dokter memutuskan ucapannya membuat semuannya penasaran dan gusar.


“Hanya saja kenapa Dok?” Ayah menimpali dengan menarik kerah baju dokter dan menggoyangkan tubuhnya karna tak sabar.


“Hanya saja dia masih tetap belum sadarkan diri, tapi sungguh ada keajaiban aneh,” dokter menggelengkan kepalanya menatap semuanya, membuat semua orang berdebar harap-harap cemas. “Anehnya setelah selesai melakukan CPR tadi, Fisha bergumam memanggil nama seseorang lalu pingsan dan sampai sekarang belum sadarkan diri lagi, barangkali dengan panggilan orang itu dia bisa benar-benar pulih,” sambungnya dengan wajah yang serius penuh penekanan dalam kalimat orang itu.


Mereka semua mengernyitkan dahi menebak-nebak siapa orang itu, tapi tetap mereka tidak mau salah sangka, lalu kakek pun membuka pertanyaan kepada dokter.


“Siapa dok orang itu? Siapa namanya,” ucap kakek dengan melipat kedua tangannya dan menaikkan kedua alisnya.


“Dia tadi namanya A--A siapa tadi ya.” Dokter mengingat-ingat tapi alhasil tak ingat alias lupa, dia langsung memanggil susternya yang membantunya tadi dan suster pun menghampiri dokter tersebut dengan wajah yang bertanya-tanya, dia pucat pasi karna dikira dia melakukan kesalahan, dia menundukkan pandangannya.


“Sus, Suster,”


“Iya Dok, ada yang bisa saya bantu?”


“Siapa tadi nama yang dipanggil pasien bernama Fisha tadi.”


“Emmm namanya Maz A-- Maz Langit kayaknya,” ucapnya sambil mengingat-ingat namanya. Mereka semua bertanya-tanya langit siapa begitu batinnya.


”Eh bukan Dokter, tapi Maz Awan, iya Maz Awan aku ingat, kalau begitu saya permisi dok mau bertugas kembali.”


“Oh iya Sus, silahkan, makasih Sus.” Suster pun mengangguk mengiyakannya dan berlalu meninggalkan dokter dan lainnya.

__ADS_1


“Kalau gak ada hal lain yang perlu ditanyakan lagi saya permisi ya Bu dan lainnya, mari,“ sambung dokter tersenyum, lalu mengangguk dan menundukkan kepalanya pemberian rasa hormat.


Mereka semua pun menoleh ke Awan dengan tatapan yang bermacam-macam yang tak bisa di artikan dan membatin dalam hati masing-masing, membuat nyali Awan menciut dan dia menundukkan kepalanya, tapi dia tersenyum tipis dan tidak ada yang mengetahuinya


Ya Allah ya Tuhanku, aku bersyukur karna aku yang disebut oleh Fisha, aku sangat bahagia, apa ini benar-benar jalan takdir awal terbaik untukku? Apa dia benar-benar mencintaiku? Apa nanti kalau aku memanggil, dia akan bangun? Tolong permudah jalanku ya Allah Amin. Batin Awan, dia meneteskan air mata, rasanya bahagia juga sedih, bahagia karna dia disebut dan beban dalam hatinya yang seperti batu mencekam dadanya tadi sedikit melonggar, sedih karna Fisha belum sepenuhnya sadarkan diri.


Ibu pun membatin juga.


Astaghfirullah hal adzim, ya Allah anakku gitu amat, di ujung tanduk nyawanya masih sempet-sempetnya manggil nama orang lain bukan ibunya sendiri, apa-apaan itu, yang dipanggil dia lagi yang menyebabkan semua ini, dasar Fisha anak nakal, apa kamu sangat mencintai pemuda ini hingga kamu sampai segitunya, Nak.


Ibu melirik Awan dan tersenyum sinis, sedangkan ayah dan kakek tersenyum, Sesil sedari tadi diam, dia memulai bicara.


“Ehem, dasar Fisha! Dia begitu berarti sangat mencintai Awan Bu, dia bucin sama Awan, begitu pun sebaliknya.”


“Aku pun sependapat, mereka emang casingnya berantem melulu, tapi nyatanya kuat sekali seperti ikan tak bisa hidup tanpa air.” Alby menimpali Sesil, sedangkan Sasa dan Ares mengangguk dan tersenyum tipis membenarkan ucapan Sesil dan Alby.


Ibu pun yang mendengarkannya dia mengheningkan cipta memikirkan omongan mereka semua, sedangkan kakek, nenek, ayah, Farsi dia diam, tidak ingin ribut takut terjadi hal semacam tadi, Fisha drop gara-gara ributnya Ibu dan Awan tadi, biar keputusan ada di tangan Ibu begitu menurut mereka.


“Awan, ternyata kamu sangat berarti untuk anakku, dia membutuhkanmu, ibu gak ingin egois dan membuat Fisha drop seperti tadi, mungkin tadi Fisha mendengarkan kita berantem dia kecewa lalu drop,” ucap ibu dengan meraih tangan Awan. “Ibu mau kamu menemani Fisha, bangunkanlah dia, buat dia kembali,” lanjutnya dengan mengusap tangan Awan.


-----------------------


Awan pun ingin menjawab pertanyaan ibu namun kepalanya berkunang-kunang sangat berat, lidahnya kelu, dia sejak sore tadi sampai malam ini tak makan apapun dan minum apapun , dia hanya menangis dari tadi sampai air matanya mengering karna memikirkan pujaannya tersebut karna dia sangat mencintainya hingga dia melupakan kesehatannya sendiri, akhirnya dia terkulai lemas dan tak sadarkan diri.


Ibu pun kaget bukan main dia histeris dan berteriak.


“Yah Ayah, tolongin Yah, ayo cepat kita bawa ke ruang kesehatan untuk di periksa,” ucap Ibu dengan nada khawatir.


Aduh kisah cinta mereka tulus sekali seperti drama korea, aku meleleh dibuatnya, kapan aku seperti itu. Batin Sesil.


Ayah pun langsung membopong Awan dan diletakkan ke dalam ruang kesehatan, dokter pun memeriksanya lalu mencairnya.

__ADS_1


“Kenapa ini Dok?” tanya ibu dengan panik, beliau campur aduk, belum sembuh Fisha sekarang Awan begitu pikirnya.


“Tak apa Bu, dia hanya maag nya kambuh karena belum makan terus kekurangan cairan dan stres memicu salah satunya jadi dia tak sadarkan diri, ini sudah saya infus, dia belum sadar karna pengaruh obat, nanti juga bangun beberapa menit lagi,” jawab dokter panjang lebar. Ibu hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih lalu dokter permisi.


Awan pun tertidur karna pengaruh obat dalam mimpinya Fisha tersenyum dan mengedipkan matanya dan berkata.


“Awan kamu ngapain di situ, ayo ikut aku, aku gak suka di tempat ini, ayo bangun, kalau gak mau yaudah aku tinggal ya bye.”


Awan lalu tiba-tiba terbangun dan melihat sekitar, dan dia ditemani oleh Alby dan Ares, lainnya di ruang Fisha.


“Kenapa aku ini? Ish kepalaku pusing sekali.” Desis Awan dan beranjak dari tempat tidur.


“Hey mau ke mana kamu?” ucap Alby dengan menghadang Awan.


“Ke Fisha, mau membangunkannya, aku gak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, aku merindukannya,” jawab Awan dengan mengambil cairan infus dan membawanya melaju.


“Eh tapi kamu kan masih sakit,” ucap Ares, tapi Awan dia tidak memperdulikannya, dia tetap berjalan dan menyeret kakinya, sampailah dia di kamar Fisha, mereka semua di buat heran olehnya karna masih sakit, tapi mereka mengerti keadaanya, mereka pun keluar meninggalkan Fisha dan Awan, mereka tau situasi dan kondisi jadi mereka memberi ruang untuk berdua sebentar.


Awan pun mendekat ke Fisha dan tangan kanannya menggenggam tangan Fisha, tangan kirinya membawa cairan infus tadi, dia sebenarnya masih lemah kepalanya masih sakit berdenyut kencang, hanya saja demi Fisha apapun dia lakukan.


“Bangunlah! Neyku, sayangku, Fisha, bangunlah! Berjuanglah Ikanku, aku disini menantimu, bangunlah! Memulai kisah kita, aku mohon!” ucap Awan dan cairan bening pun menetes jatuh ke pipi Fisha, lalu dia menghapusnya, dia harus kuat demi Fisha agar semangat.


“Berjuanglah Ikanku, ayo! Aku di sini dengan sejuta tatapan mesumku datang, kamu suka kan?” lanjutnya.


Awan menunduk dia melemas kepalanya berdenyut, tangannya mau terlepas dari genggaman Fisha, lalu ....


-----------------------


Note :


Klik like, komen kritik dan saran, bantuin vote ya kakak-kakak kesayangan unch lophyupolepel, penasaran? yuuuk selalu tunggu dan lanjutkan ceritanya, makasih sudah mampir di karya recehku, tanpa kalian aku tak bisa apa-apa .... 😍😘❤

__ADS_1


Klik ⭐⭐⭐⭐⭐🙏🤗


__ADS_2