Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Pelukan Rindu


__ADS_3

Sore hari Awan yang sedang berada di kamarnya ia gelisah dan gundah, ia sangat merindukan kekasihnya itu, ia duduk dan berdiri lalu duduk kembali di tepi ranjang dengan risau, lalu ia mengambil handphone-nya yang berada di atas meja kamarnya dan mengechat pujaannya itu.


Ney❤


📥 Sayang lagi apa? Sibuk gak?


Hening tiada balasan, lalu Awan mengechat Fisha kembali.


📥 Sayang ... Aku rindu kamu ....


Tetap tak dibaca dan tak dibalas, membuat Awan bertanya-tanya dan Ia pun berusaha menghubungi Fisha tapi lama dan tak diangkatnya, membuat Awan semakin penasaran dan gusar.


“Ke mana ya si Ney? Apa kuliah? Tapi gak mungkin udah jam segini, apa si kampret itu mendatanginnya? Aduh, aku jadi kepikiran takut direbut sama si kampret itu,” jelas Awan berbicara dengan dirinya sendiri.


“Hmmm apa aku ke Malang saja ya? Besok kalau tugas di sini udah selesai, aku pindah ke Malang saja kuliahnya, rasanya aku gak akan tahan dan tak bisa jauh dengannya, iya aku sebaiknya sekarang ke Malang! Jogja-Malang mah kecil,” lanjut Awan, ia berdiri lalu bersiap-siap dengan rapinya, lalu mengambil kunci mobilnya di atas meja dan berlalu pergi dengan tampilan yang tampan.


Mama Zara dan Papa Aldi yang duduk santai di kursi dan melihat anaknya tampan dan rapi juga sangat wangi, mereka menatap Awan penuh selidik.


“Hey, mau ke mana anak Mama?” tanya mama Zara dengan lembut dan mendekat ke arah anaknya.


“Iya udah sore tumben, biasanya ya udah rebahan di kamar saja,” sahut papa Aldi dengan membaca korannya.


“Hehe, Awan mau pergi ke Malang Pa, Ma, boleh ya?” izin Awan dengan mendekat ke arah papanya.


“Mau ngapain? Pasti karena cewek lagi! Lama-lama Papa nikahkan saja kalian! Biar gak ribet, Jogja-Malang kok seperti kilat saja!” celoteh papa Aldi panjang lebar.


“Lagian tumben bilang dan izin, biasanya tetap saja berangkat meskipun gak diizinin,” lanjut papa Aldi.


“Iya Nak, kan udah sore, apa gak besok saja? Mama kan khawatir, masih banyak hari Sayang? Besok aja ya ...,” rayu mama Zara agar anaknya menurutinya.


“Gak bisa Ma, aku juga ada perlu sama seseorang dan pengen ngrumpi bersama sahabat-sahabatku,” tolak Awan dengan berbagai macam alasan dan ia pun tersenyum.

__ADS_1


“Sudah Ma, biarkan saja, anak bandel dia, haha, ya sudah hati-hati sana, pulang jangan malam-malam!” perintah papa Aldi.


“Siap Ma, Pa, Awan berangkat ya ....”


“Oh ya Ma, Awan nitip kunci ini ya, ini lemari khusus Awan, banyak barang berharga di situ, Mama harus simpan baik-baik ya, nitip sebentar! Ini kuncinya,” Awan menyerahkan kunci kepada mamanya, firasatnya gak enak, gara-gara Fisha tak merespon chat juga telvonnya, ia takut terjadi apa-apa pada pujaannya tersebut jadi ia bergegas pergi ke Malang.


“Kenapa gak kamu bawa aja? Biasanya gak pernah nitip ke kita?” sahut papa Aldi, Awan hanya menatap papa dan mamanya sambil tersenyum, mama menerima kunci dari Awan sambil mengernyitkan dahi bingung dengan sikap anaknya tersebut.


“Bye Pa, Ma, assalamu'alaikum ... Awan selalu sayang kalian, kalian is the best,” Awan mencium papa mamanya, lalu berlalu pergi dan mengangkat kedua jari jempolnya ke arah orang tuanya, lalu ia melambaikan tangannya.


Tumben Awan tingkahnya aneh sekali, kenapa firasatku sangat tidak enak ... gara-gara ulah Awan ... semoga semua ini salah ... jaga dan lindungi Anakku dan semua sahabatnya Tuhaaan. Batin mama Zara.


-----------


Di kos ternyata Fisha sedang asyik menonton televisi bersama teman-temannya di bawah, ia melupakan handphone-nya yang berada di atas meja di dalam kamarnya, lalu Fisha pun merasa capek dan mau mandi, ia pun naik ke kamar, kamarnya yang berada di atas, lalu ia duduk di tepi ranjang dan ia mengecek handphone-nya ternyata ada pesan dan panggilan tak terjawab dari Awan.


“Aduh, bodohnya aku tadi tak membawa handphone, bisa-bisa Awan khawatir terus sampailah di sini, dia kan begitu sangat lebay, aku harus segera menghubunginya dan mencegahnya kalau ia mau ke sini, mending VC saja, kasihan jauh terus menerus ke sini capek,” Fisha menekan nomor Awan dan menelvonnya, tapi tak diangkatnya, ia mencoba berulang kali tapi tetap tak diresponnya.


Awan yang ada di mobil sambil masih memutar kemudi dan melihat Fisha telvon, ia tersenyum dan sengaja tak mengangkat telvon Fisha, karena ia tak mau Fisha mengomelinya dan rencana ke Malang untuk kangen-kangenannya gagal karena itu.


beberapa jam kemudian menunjukkan pukul 5 sore, Fisha sudah rapi dan bersolek natural dengan kecantikan yang terpancar, ia pun turun ke bawah, bukan karena menunggu Awan, tapi ia merasa gerah di kamar jadi ia putuskan untuk duduk di luar kos mencari udara sore yang sejuk.


Dan benar tebakan Fisha, Awan pun sampai dengan menatap ke arah Fisha sambil tersenyum mengalahkan mentari, ia pun menatap Fisha dengan penuh cinta lalu mengedipkan matanya, dan Awan mendekat lalu merentangkan kedua tangannya, karena pas waktu sepi, Fisha pun tak menolaknya, ia pun membalas pelukan Awan, dan Awan mencium kening Fisha lama sekali, bagaikan Fisha tersihir dan tak menolaknya, dan entah seperti ada yang akan hampa setelah ini, rindunya pun berguguran. Dan seperti tak akan terulang kembali kisah ini.


Kenapa dengan hatiku ... ada apa? Batin Fisha.


Awan pun semakin mempererat pelukannya, Fisha yang merasa tercekat, ia pun memberontak dan Awan mengendurkan pelukannya dan tersenyum.


“Sebentar saja, kita gak akan berpelukan lagi nanti,” ucap Awan yang masih memeluk Fisha, Fisha pun tak menolaknya.


“Maksudnya? Kita kan ketemu selalu Sayangku? Udah lepaskan besok lagi, nanti ada yang lihat malu,” balas Fisha.

__ADS_1


“Haha, tiada maksud, kan emang kita gak pernah pelukan Ney, jadi kan sekali ini, nanti lagi setelah menikah, hasrat aku ini aku jaga segenap jiwa untukmu, gak akan aku macam-macam Sayang? Begitu maksudnya,” Fisha yang mendengarnya ia menitikkan air mata terharu lalu memeluk Awan lagi.


“Ayo katanya sudah, ayo kita kencan!” ajak Awan sambil menggandeng Fisha dan berlalu pergi dengan tersenyum indah di wajahnya.


Aku sangatlah bahagia Tuhaaan, aku mohon jagalah Fisha selalu ... untukku ... Batin Awan.


Mereka pun lalu masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya, Awan memarkirkan mobilnya di area kampus, karena kos Fisha tak muat kalau mobil harus masuk ke dalam karena gangnya yang sempit.


Seseorang yang melihat kemesraan mereka berdua menyeringai dan sangat kesal, lalu menelvon anak buahnya.


“Hallo ...? Bagaimana?” ucap seseorang itu.


“Sudah selesai Bos, tinggal ditunggu saja kelanjutannya,” suara seseorang dari sebrang sana.


Di jalan Awan dan Fisha saling tatap menatap dengan lembut dan penuh cinta, tiba-tiba ada ibu berlalu lalang di jalan, Awan pun berusaha menghentikan mobilnya.


“Kenapa ini ... aduh ....”


“Hon ... awas ... itu ... aaaaaaaaa ....”


-------


Note :



Happy reading ...


Jangan lupa like\-nya yaaaa ... 👍🙏💋


Salam sayang dariku ... terimakasih .... 😘

__ADS_1


 


 


__ADS_2