Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Kejelasan


__ADS_3

“Pergi ...! Pergi dari sini ...! Ke ... kenapa kau ada di sini!” teriak Fisha dengan rasa takut di hatinya, dia menutup matanya serta memeluk badannya sendiri dengan kedua tangannya yang bergetar hebat, untuk melindungi tubuhnya yang melemas. Awan yang melihatnya dia dengan cepat mendekatinya dan merengkuh tubuh Fisha agar tidak jatuh terjerembah, lalu dia mengelus-elus Fisha seperti bapak kepada anaknya, menyalurkan hawa murni berupa ketegaran tanpa sepatah kata apapun, dan ia tak memperdulikan semua orang yang menatapnya.


Ibu pun menghampiri mereka dengan membawa minuman susu coklat untuk Fisha, karena itu adalah kesukaan Fisha dan biasanya membuat Fisha apapun permasalahannya dia bisa agak tenang karena susu coklat itu.


“Ini Nak, minum.” Ibu menyodorkan gelas yang berisi susu coklat itu dengan wajah yang khawatir. Lalu Fisha membuka matanya dan menerima susu coklat itu, ia pun meminumnya dengan cepat dan habis. Dan benar ternyata susu coklat itu ampuh membuat Fisha sedikit tenang, ia pun membuka suaranya.


“Bu, Kenapa ibu mengundang dia, di-dia adalah ... orang jahat! Hiks, hiks, hiks, dia Be-Be ...,” ucap Fisha dengan terbata dan menggantungkan kalimatnya karena lidahnya kelu, dia menangis tersedu-sedu, membuat ibu dan Awan yang melihatnya merasa tersayat hatinya, mereka pun ikut berkaca-kaca dan menahannya agar Fisha tidak semakin syok.


“Jangan menangis Sayang! Ibu minta maaf, Ibu tidak tau apapun yang kamu maksud, semua yang ibu undang kan tetangga kita!” ibu menjelaskan panjang lebar dengan suara lirih menahan hati yang bergejolak merasakan kesakitan putrinya.


Te-tetangga? Apa?! Tetanggaku orang jahat? Setan terkutuk? Apa yang harus aku lakukan ya Allah, aku sangat takut. Sejak kapan mereka jadi tetanggaku? Apa mereka mengikutiku? Hiks. Batin Fisha, dia semakin kalut.


Fisha pun menangis semakin kencang, membuat ibu menatapnya dengan campur aduk menjadi satu, lalu ibu menatap Awan dengan sendu dan menaikkan alisnya tanda jelaskan! Begitu kodenya, Awan yang tau arti tatapan ibu, dia menatap ke arah Sesil, agar Sesil saja yang menjelaskannya karena Awan menenangkan Fisha, beliau mengangguk dan beranjak menghampiri Sesil, tapi belum sempat Ibu menghampiri Sesil, Sesil pun sudah mendekat dengan wajah yang cemas akan semuanya.


Ibu pun menatap Sesil dengan tatapan penuh arti, Sesil yang ditatap dia mengerti, lalu dia mengajak Fisha masuk ke kamar, kamarnya Fisha berada di atas sehingga mereka harus menaiki tangga dulu.


Awalnya Fisha menolaknya, namun bujukan dan rayuan Sesil yang mematikan, membuat Fisha akhirnya menyerah dan mengiyakannya, mereka pun masuk ke kamar dan Sesil membantu membaringkan tubuh Fisha di atas kasur, Sesil mengelus puncak kepala Fisha dan tersenyum lalu berpamitan untuk ke bawah melanjutkan acara, Fisha pun mengangguk dengan tatapan kosong.


Syukurlah Fisha sudah agak tenang, aku sangat lega, tapi aku takut dia menjadi pendiam seperti ini! Nanti setelah ini aku pasti menghiburnya dengan sekuat tenagaku. makasih ya Allah atas kemurahan hati-Mu selalu, akhirilah masalah Fisha ya Allah. Batin Sesil.


Sesil pun menuruni tangga dengan cepat, karena dia tau sedang ditunggu semuanya, mereka semua memandang Sesil dari kejauhan dengan tatapan bermacam-macam. Akhirnya Sesil pun sampai di depan mereka semua dengan wajah tanpa expresi, dan perkumpulan pun dimulai.


“Sil, gimana Fisha?” ucap ibu dengan cemas.


“Sudah agak tenang Bu, dia mungkin sudah tidur sekarang,” jawab Sesil.

__ADS_1


“Sebenarnya Fisha kenapa? Terus maksudnya orang jahat, orang itu siapa? Ibu kurang paham dengan semuanya.” Sesil yang mendengar pertanyaan Ibu, dia menoleh ke semua sahabatnya, mereka semua mengangguk menyetujui agar Sesil menjelaskannya.


“Itu Bu ... anu ... dia syok gara-gara dia ketemu orang itu ... dia adalah ... Bella yang membuat Fisha celaka,” ucap Sesil dengan ragu dan terbata. Ibu yang mendengarnya dia melongo dan melemas, hampir dia lunglai dan jatuh, namun Sasa memegangi ibu dengan erat.


“Apa ...! Jadi tetangga baruku itu adalah mereka? Tidaaaaak bagaimana ini!” ibu berteriak karena syok, lalu Alby dengan cepat mengambilkan air minum untuk ibu, dia pun memberikan kepada ibu dan ibu pun menerimanya dan meneguknya sedikit karena masih terguncang.


Lalu ibu pun melepaskan tangan Sasa, membuat Sasa mengernyitkan dahi menatap heran ibu.


“Kenapa Bu, apa ibu mau sesuatu? Lapar misalnya?” Sasa berusaha mencairkan suasana, namun alhasil dia diabaikannya, ibu menghampiri Awan deng menatapnya dalam, Awan yang ditatap dia tersenyum dan mengangguk, paham kode ibu dan siap mendengarkan apa yang di bilang ibu.


“Nak Awan, bantu Ibu panggil mereka ya? Ibu pengen segera tuntas, bahkan pengen menyeret mereka, geregetan Ibu.” Awan yang mendengarkan perintah ibu dia lalu mengangguk dan berlalu pergi.


----------


🌺Di ruang Syukuran🌺


Ayah yang melihatnya, beliau semakin gusar dan bingung, sebenarnya ada apa dengan semua ini, begitu pikirannya, dia sangat khawatir kepada putrinya, namun beliau tidak mungkin meninggalkan acara tersebut, ibu tadi berpesan kepada ayah untuk mewakilinya agar acara berjalan dengan lancar, ayah pun pasrah dan menahannya, acara pun sebentar lagi selesai, Farsi yang melihat ayahnya melamun, dia mendekat dan mengelus pundak ayahnya agar tenang, ayah pun tersenyum dan menyelesaikan acara bersama Farsi.


Acara pun berjalan dengan baik, terakhir ayah membagikan bingkisan kecil kepada semuanya, mereka pun berterima kasih, ayah pun mengiyakannya dan beliau meminta maaf pada semuanya atas ibu yang tidak bisa sampai akhir menemani acara, mereka pun mengerti dan pamit pulang, acara pun selesai, lalu ayah dan Farsi dengan cepat menghampiri mereka dan ikut bergabung.


-------------


🌺Di ruang Keluarga🌺


Mereka pun saling terdiam dan melirik, ibu pun menatap tajam kepada kedua orang itu, sedangkan mereka yang ditatap nyalinya menciut, dan mereka menunduk dengan penyesalan yang amat dalam. Ibu pun membuka suara.

__ADS_1


“Maaf apa kamu yang bernama Bella? Dan untuk apa kamu ke mari? Bukannya kamu di penjara?” tanya ibu panjang lebar.


Dia mau menjelaskannya namun ibu menyela dengan pertanyaannya lagi.


“Apa yang kalian inginkan? Apa kalian kurang puas hah! Karna Fisha anakku masih hidup? Hah ...!” teriak ibu hingga ke ubun-ubun kemarahannya memuncak.


“Sebentar, dengerin dulu ucapanku Bu,” ucapnya dengan menahan takut. “Aku bukanlah Bella, aku adalah ..., ” sambungnya namun terputus karena di sela Awan.


“Apanya yang bukan, emang kamu hantu? Orang mirip gitu, kecuali kalau kalian adalah saudara kembar, Apa kalian saudara kembar?” tebak Awan dengan serius.


“Emmm iya aku saudara kembarnya Bella, aku kakaknya,” ucapnya lirih menundukkan kepalanya. Semuannya pun terkejut dibuatnya, dikira mereka Bella keluar dari penjara karna wajahnya dia pun sama persis.


“Apa ...!”


Brukkk ....


------


Note ;


Maaf up-nya malam menjelang pagi kakak-kakak kesayangan, dikarnakan aku agak kurang fit terus naskahnya hilang, jadi bertapa mikir ulang lagi akunya .... 😭🙏


Aku pasti akan selalu up demi kalian, meskipun 1 episode per-hari, jadi hargailah aku ya kak, dukung aku terus ....


Senam jempolnya agar gak kaku, tekan like, komen kritik dan saran juga bantu vote. 😘

__ADS_1


Maaf kalau typo dan ada yang kurang bisa memahami kata-kataku, masih jauh dari sempurna, penulis receh, salam sayangku lophyupolepel. ❤


__ADS_2