
Fisha memikirkan Awan dengan gelisah, karena telepon yang terputus tiba-tiba, ia pun berbaring namun ia tak bisa memejamkan mata karena ia begitu gelisah, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, sejak habis teleponan bersama Awan tadi sesudah sholat isya', ia mengecek handphone-nya berulang kali berharap Awan menghubunginya kembali, tapi yang ditunggu tak kunjung hadir, hanya sekedar chat pun tak ada, lalu Fisha pun berusaha menghubunginya namun nihil tiada jawaban, nomernya juga tak aktif dan dialihkan terus menerus.
“Kemana kamu Hon? Aku sungguh khawatir padamu, apa jangan-jangan Bella mengganggumu? Aihhh kenapa serem sekali wanita itu? Aku gak habis fikir dengan wanita itu, kenapa dia terobsesi sekali sih sama kamu Wan, banyak kan pria lain di dunia ini? Kenapa harus Awan?” ucap Fisha bertanya-tanya dengan dirinya sendiri sambil memainkan tangannya yang sedikit bergetar.
Fisha memainkan handphone-nya lalu memainkan game peternakan seperti biasanya, namun hatinya tetap tak tenang karena pikirannya hanya terpacu pada pujaannya itu, ia pun mengeluarkan game-nya karena ia sungguh sangat kacau dan bad mood hari ini.
Ia lalu membuka chatnya yang berisi chat dari Awan biasanya, dan berusaha mengechat Awan dengan panjang kali lebar kali tinggi dengan nada yang sangat mengkhawatirkan.
📤 Hon, kamu kenapa? Apa sakit? Atau kenapa? Apa Bella mengganggumu lagi? Aku sungguh akan membunuhnya kalau ia benar-benar menyentuh sehelai rambutmu sekali pun, hubungi aku ya nanti, aku sungguh sangat khawatir, handphone-mu juga tak aktif pula sih hiks, hiks.😭
Di kamar Awan.
Awan menggelengkan kepalanya lalu tertawa terbahak-bahak dikarnakan handphone-nya mati kehabisan batrei, ia pun segera mengecasnya dengan cepat agar segera bisa hubungi Fisha lagi.
“Aduh, bisa-bisanya handphone mati disaat seru-serunya berduaan bersama Fisha, jelasnya ia sangat khawatir ini, sebentar masih belum nyala, tunggu masuk sedikit lalu aku akan menghubunginya.” Awan mengecek handphone-nya berulang kali, setelah sudah terisi sedikit ia langsung mengaktifkan handphone-nya, ia pun sangat terkejut setelah membaca pesan Fisha yang panjang kali lebar dan sungguh lucu menurutnya.
Aduh Sayangku ini, dia sekarang sungguh sangat mencintaiku, segitunya dia khawatir padaku, sampai chat pun emoji menangis dan galau berat seperti itu, sudah melow tuh bucin akut juga dia tertular olehku haha, sehati jadinya. Batin Awan.
Awan lalu dengan secepat kilat memencet kontak nomor bertulisan nama Fisha dan menekan tombol hijaunya dengan tersenyum dan menahan tawanya karena kelucuan Fisha kesayangannya itu.
Fisha yang masih memainkan handphone-nya dengan gelisah itu, ia pun terkejut seseorang yang ditunggu dengan gelisah dari tadi dengan nafas yang memburu menghubunginya, ia pun menggeser tombol hijaunya dengan cepat dalam beberapa detik.
“Assalamu'alaikum, widih cepet amat Sayang, ngangkatnya,” goda Awan dengan menahan tawanya.
“Wa'alaikumsalam, hallo siapa ini ya? Apa kita saling kenal? Yang punya telepon sudah tidur dari tadi, nanti saja hubungi dia lagi 7 jam ke depan,” goda Fisha dengan sewot karena jengkel di hatinya.
“Haha, jangan gitu Ney, aku bukannya sengaja tadi matiin telpon, tapi batreiku lowbatt jadi ya mau tak mau ya tertunda telponnya Sayang, aku ya khawatir ini langsung aku cas secepat kilat, ini saja telponnya sambil ngecas haha,” jelas Awan bercerita sambil tertawa terbahak-bahak.
“Hey gak ada yang lucu tau! Aku khawatir tau setengah mati, malah kamu ketawa hih,” ucap Fisha serius dengan suara menggeretak.
“Iya maaf dech Sayangku, oh ya besok jadi berangkat ke Malang Sayang? Jam berapa? Salam ya buat semuanya,” ujar Awan bertanya dengan memberondong pertanyaan.
“Iya gak apa, aku juga cuma bercanda juga tadi, jadi dong Hon ke Malangnya besok sore, lusa kan sudah OSPEK, jadi segera berangkatnya biar gak capek, iya nanti aku salamkan ke semuannya.” Fisha membalas semua pertanyaan Awan.
__ADS_1
“Oh yaudah, istirahat yuk udah malam Ney, aku sungguh sangat mengantuk sekali,” huaaaam (suara menguap dengan keras) membuat Fisha tertawa.
“Tapi aku gak bisa tidur, nyanyiin dong ...,” pinta Fisha dengan nada manjanya.
Idih sejak kapan Fisha manja begini, imut sekali sih, aku harus nyanyi apa nie, aku kan gak bisa nyanyi, suaraku campur aduk hancur kayak kompor meledak kalau aku nyanyi, tapi aku gak bisa menolaknya, apa aku harus menyanyi kodok ngorek saja atau bintang kecil atau Fisha bobok? Haha sungguh memalukan kalau aku sudah membuka pita suaraku.
“Haha aku harus nyanyi apa nie, jangan ketawa ya kalau denger suaraku yang merdu ini,” Fisha yang mendengar kesombongan Awan dia menahan tawanya.
“Baiklah nyanyi apapun yang penting jangan matiin sampai aku tertidur pulas, oke!
“Siap! Dengarkan! Tes tes ahem ....”
Awan memulai suaranya yang fals dan benar suaranya memecahkan gendang telinga Fisha, Fisha berusaha menahan tawannya dan sesekali menjauhkan handphone-nya dari telinganya karena menghargai usaha Awan menyanyi.
🌹 Awan bernyanyi🌹
**Tersenyum dan hanya bisa tersenyum
Menikmati indah cinta tulus darimu
Kau tetap sempurna dan berarti bagiku
Kini kusadari penantianku hanya padamu
Meskipun 'ku jauh 'ku tetap mencintaimu
Tak akan berakhir cinta sejati dariku
Meskipun tak bisa kugenggam erat tanganmu
Cinta ini tetap menjadi milikmu
Suatu saat jika 'ku bersamamu
__ADS_1
'Kan kujaga dirimu hingga di ujung waktu
Kini kusadari penantianku hanya padamu
Meskipun 'ku jauh 'ku tetap mencintaimu
Tak akan berakhir cinta sejati dariku
Meskipun tak bisa ku genggam erat tanganmu
Cinta ini tetap menjadi milikmu**
(Cassandra-Tetap menjadi milikmu).
Fisha pun tersenyum dan tersentuh dengan nyanyian Awan, ia pun menitikkan air mata terharu, lalu lama-lama ia tertidur dan menjatuhkan handphone-nya di atas bantalnya.
“Ahem sudah.. Haha, gimana? Enak kan? Tertawalah kau sepuasnya Ney, emang aku gak bisa nyanyi, jadi ya begitulah,” ucap Awan dengan suara yang ngos-ngosan habis menyanyi, karena tak biasa bernyanyi.
“Eh kok hening, apa sudah tertidur? Halo Ney? Kamu tidur? Haha beneran? Aduh berarti suaraku merdu sekali ya sampai kamu pun tertidur karena bosan, yaudah mimpi indah sayangku, lophyupolepel unch my princes.
Awan pun menutup telponnya lalu menaruhnya di atas meja, ia pun ikut memejamkan matanya sambil tersenyum kasmaran, lalu bermimpi indah.
-----------
Note :
Yang hadir yuuuk senam jempolnya agar tidak kaku ... ❤
Dukung terus ya Kakak kesayangan, aku akan selalu hadir 2/3 up apabila tiada halangan, harap dukung penuh ... 😘
Makasih barokallahu buat kalian semua ...
Mampir juga di ceritaku kedua ...
__ADS_1
*Pangeran Gayung & Putri Tidur ...
Sama serunya dengan cerita ini, namun di situ dengan supernaturalnya😍