Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Terima? Jadian?


__ADS_3

Sementara di dalam kelas raut muka sepasang insan bertatapan dengan nada-nada keseriusan muncul, juga letupan jantung seperti genderang yang siap perang memporak-porandakan pikiran, naungan, hati, perserikatan, perdamaian serta inayah yang bergejolak bercampur menjadi satu, juga dengan harap cemas ditolak atau diterima.


Menunggu jawaban, menunggu, tik tok tik tok


1 ... 2 ... 3 ... hening.


Sedangkan di luar, keempat orang percabaian mengintip di balik jendela dengan tatapan yang serius, niat hati tadi ke kantin karena lapar, tapi karena rasa kepo penasarannya yang menggebu hingga di ujung tanduk muncul, mereka pun gak jadi ke kantin malah mengintip dengan bisikan-bisikan harap cemas sambil senyum-senyum gak sabar akan jawaban Fisha.


Awan mencoba memecah keheningan di depan Fisha dengan berdehem dan bergumam. “Patriot percintaan, setia berkorban untukmu.”


Sedangkan yang mendengarkan di jendela geleng-geleng kepala, merasa Awan tidak waras otaknya gesrek, kok tidak to the poin aja begitu menurut mereka.


“Sasa jatuh ke lubang, gak nyambung, Bang,” ucap Sesil berbisik kepada Sasa sambil mengintip terus, memantun agar tak sepi, rasanya dia diam sedikit saja lidahnya kelu dan memanas, sudah bawaan sejak lahir bawelnya, Sasa pun terkekeh dengan pantun Sesil dan memukul kepala Sesil.


“Ehem gimana Fish? Apa kamu terimaku?” ucap Awan memandangi Fisha dengan harap cemas.


“Emmm gimana apanya ya, emmm gimana ya?” Fisha berfikir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Awan, emmm aku lapar ayok ke kantin yuuk,” lanjutnya dengan bergelayut manja di bahu Awan dan beranjak berdiri dan ingin pergi.


Aduh aku meleleh , jujur aku juga cinta sama kamu, rasanya aku ingin ke kutup utara saja dan bersembunyi lamaaaa agar hatiku membeku dan tidak melow lebay seperti ini, aku harus gimana? Jaim dong seorang Fisha dengan mudahnya menerima? Fix aku harus mengulurnya sampai aku siap, kalau ketahuan master percabaian berlevel, mati aku, jelasnya dibully dibuang ke dasar lautan paling dalam, kan serem. Batin Fisha


“Hey, terus apa jawabannya?” tanya ulang Awan dengan memelas karna sudah tak sabar merasa dipermainkan oleh Fisha, dia pun gemes pengen meremas-meremas pipi Fisha rasanya.


“Aduh jawabannya ntar wes setelah makan, aku kalau laper gak bisa mikir.” Fisha tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya. Awan pun terpaksa mengiyakan karna dia gak mau Fisha pingsan karna maagnya kambuh.


Adapun yang di luar dan yang mengintip semuanya kesal hatinya memanas seperti berada di puncak gunung berapi, niat mereka gak ke kantin agar tau moment keajaiban dunia dengan bersatunya percabaian berbentuk dunia persilatan dengan perpaduan yang pas, eh nyatanya gagal dikarnakan kekonyolan Fisha yang polos haqiqi tentang perut belum diisi sesajen itu, miris sekali.


Siapa yang menembak dan ditembak, mereka pun yang heboh, emang ya perpaduan pertemannya mereka kental manis semanis susu bendera.


Akhirnya mereka berjalan duluan mendahului Fisha dan agar tak ketahuan yang ngintip tadi. Lalu terjadilah pengobrolan unfaedah.


“Fisha itu gimana sih, apa dia niat mengulur karena jaim atau apa sih!” ucap sesil dengan nada sekesal mungkin.


“Hey kenapa jadi kamu yang sewot sih, biarlah itu urusan mereka,” jawab Alby dengan mengibaskan rambutnya, sesil melirik dan membatin dengan memutar kedua bola matanya.


Idih kenapa dia, apa itu! Kenapa rambutnya dikibaskan, apa lagi tebar pesona ya dia, apa dia playboy cap kuda terbang ya, yang mencoba bikin orang terbang melayang ke udara, ih gak ngefek banget buat aku keles.


“Iya tuh aku juga sebel sama Fisha, Kebanyakan makan sajen apaan dia, mungkin kebanyakan Balsem dia jadi suka mengulur waktu hingga memanas, kan panas tuh balsem.” Sasa menimpali sambil menggaruk hidungnya dan ketawa.

__ADS_1


“Kamu ini ada-ada aja.” Ares mengurut pangkal hidungnya dengan diiringi senyuman menawan.


“Eits, tapi tunggu, misal Fisha gak suka dia, ya kasihan dong Awan sianida hmmm,” ucap Sesil memelas, mereka pun sudah memesan makanan masing-masing dan berhadapan dengan makanannya tersebut.


“Kamu bahasanya selalu bahasa alien ya ada aja yang dibahas. Terus apa itu sianida?” Alby bertanya dengan tatapan menyelidik dan menggemaskan, membuat Sesil melirik dan mengernyitkan dahinya.


Haish sejak kapan tawon kumbang di taman menatapku aneh seperti itu, aneh sekarang dia. Batin Sesil


“Aduduh bodoh kupdate kamu kurang update, jadi cowok gak gaul amat sih hih. Sianida ya racunlah tapi bisa dipanjangkan dengan sia-sia nungguin dia, paham?” Sesil ketawa dan geleng-geleng kepala.


“Oh baru tau aku,” ucap Alby dengan malu karena dicelah.


“Udah jangan dilanjutkan! Kau begitu bodoh, sana kursus ke perguruan bahasa kegaulan pada Sasa, Sasa juga joss sama denganku dan Fisha.” Geram sesil dengan mengeratkan tangannya tanda gemas.


Aduh anak ini makhluk apa kok bawel sekali, tapi kalau dilihat terus imut juga, hey Alby sadar! Kamu gila ya! Peri mana tadi yang berani ngomong, hey hati jangan menjerumuskan aku ke lembah hitam ya, cukup Awan saja. Batin Alby


“Diam! Fisha dan Awan mendekati kita!” bentak sesil dan tersenyum manis kepada mereka.


Semuannya saling mempersilahkan duduk dan alhasil mereka bergabung, jadilah geng master percabaian berlevel lengkap isinya tanpa kehilangan induknya satu pun.


Mereka hening karna memang sudah terlalu lapar, Awan melirik Fisha, Fisha yang sadar dilirik dia pun melirik balik, mereka saling bertatap dan tersenyum, sedangkan lainnya yang melihat mereka pun menepuk kening masing-masing, dalam batin mereka kenapa kalau saling suka pura-pura dan cuek, Fisha jaim bener sampai ke akar.


Bel berbunyi tiba masuk kelas, 2 jam pun berlalu, jam pelajaran usai, tiba saatnya pulang. Fisha beranjak dari duduknya, Awan menarik dan menggenggam tangannya menagih jawaban yang membuatnya penasaran.


Fisha berbisik. “Nanti ya di rumah aja, aku chat, aku malu.” sambil menahan malu wajahnya merona seperti tomat.


“Beneran ya, Awas kalau bohong,” ucap Awan, Fisha mengangguk dia berlari terbirit-birit hingga ngos-ngosan takut ditinggal trio cabai cewek di parkiran.


Mereka saling mengayuh dan sampai di rumah. Tiba di rumah Fisha seperti biasa menyelesaikan ritualnya, setelah sholat dhuhur dia berselonjoran di kamar dan membayangkan kata-kata cinta tadi, dia tersenyum dan bergumam lirih.


“Dia gak romantis sama sekali, tapi dia unik, pengen rasanya aku musiumkan, apa aku terima aja ya, tapi tunggulah biar dia memohon lagi biar oke sebagai seorang wanita aku.” Fisha ketawa dan berdiri lalu berkacak pinggang merasa menang.


Dia menyetel musik lagi-lagi lagunya menggambarkan rasa di hatinya yang indah, tanpa berkata dia menunggu chat masuk, sang dewi cinta ternyata berpihak padanya dan mengabulkannya, keberuntungan menyelimutinya, yang ditunggu tunggu pun datang.


Uhu ... uhu ... uhu ...


Notif masuk...

__ADS_1


📤 Gimana Beibh, apa jawabannya?


📥 Hem apa ya enaknya.


📤 Aduh jangan bikin aku mati penasaran Beibh.


📥 Ihh bab Beb, Bebek?


📤 Haha maunya dipanggil apa? Bagaimana kalau kamu panggil aku Hon, aku panggil kamu Ney jadi gabungan dari Honey, bagus kan?


📥 Bagus apanya aku belum balas perasaanmu lho ya 😜


📤 Aku tau kamu juga menyukaiku, aku kan sakti tau semuanya haha.


📥 Idih masak? yaudah ide bagus namanya aku setuju.


📤 Jadi jawabannya?


📥 Iya aku mau jangan nanyak terus, aku bukan tipe melow😅


📤 Yesss Hon♥Ney 💋


Ihh namanya imutnya. Batin Fisha, dia tersenyum terpejam lalu masuk ke alam mimpi berfatamorgana ria.


Dan akhirnya .... hening .... dengan hati yang tenang.


Yeyeye jadian, selamat ya Fisha dan Awan, sulit sekali sih rasanya tinggal jadian aja haha, ucapkan selamat kakak untuk mereka,


Kisah cinta pun dimulai❤


---------


Note:


Dukung terus karya recehku ....


Klik Like, komen dan vote jika berkenan.

__ADS_1


Bantu vote ya kakak-kakak sayangku 😍, lophyupolepel❤💋


__ADS_2