Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Penyatuan


__ADS_3

❤Mengandung 18+, yang belum cukup umur dilarang membaca😂😂😂❤


*


*


*


Selesai melakukan ijab qobulnya Even yang sedari tadi ingin mendekat ke arah Fisha namun ia tahan karena ulah papa-nya yang mengejeknya. Ia pun tak peduli lagi dan langsung mendekati Fisha tanpa mendengar teriakan dari semuanya yang ngiler melihat ke romantisannya. Even lalu dengan cepat mencium kening Fisha hingga lama sambil menghayatinya. Fisha yang malu dilihat semuanya ia hanya tersenyum dengan canggungnya.



“Hellooo sudah, sudah! Nanti saja kenapa di kamar berdua sana! Mentang-mentang sudah sah hmmm," ledek Alby dengan mencebikkan bibirnya sambil memalingkan wajahnya.


“Haha iya nih, gak kasihan apa kalian dengan kami yang jomblo ini, hmmm," sahut Sesil yang juga tak terima. Membuat Even melepaskan ciumannya lalu menatap semuanya dengan bergantian disertai tatapan tajamnya.


“Hey bilang saja kalian iri! Dasar haha, pergi sana kalian berlibur, jangan mengganggu kita pacaran," usir Even mengibaskan kedua tangannya berniat mengusir semuanya. Mereka yang merasa diusir dengan cepat memukul Even bergantian.


“Eh dasar anak nakal! Ayo kita keluar saja, di sini lama-lama panas dah karena terkena asap cinta," ejek Papa Even menggoda anak dan menantunya. Sebelum Mereka pergi , mereka saling menjabat tangan sepasang kekasih halal itu dengan kado yang dIbawa masing-masing. Even dan Fisha menerimanya dengan hati yang sumringah lalu mengucapkan terimakasih. Mereka mengangguk lalu melambaikan tangannya.


“Maz, ayo kita ikut saja ya jalan-jalan bersama mereka nanti sore, besok kan semuanya sudah pulang, aku ingin seru-seruan bersama mereka," pinta Fisha dengan nada yang sangat halus. Even mendengar suara halus Fisha dadanya berdesir lalu ia mengelus-elus puncak kepala Fisha.


“Eh ... kamu apa tak apa-apa Sayang? Bukannya kamu sakit?" Fisha hanya menggelengkan kepalanya sambil meraih tangan Even disertai wajah yang memelas.


“Baiklah, yang penting bilang ya kalau kecapekan kita pulang duluan," pesan Even kepada Fisha. Fisha senang mendengarnya ia lalu merengkuh pergelangan tangan Even dengan sangat erat.


“Terimakasih Maz," ucap Fisha dengan wajah dibuat seimut mungkin.


“Sama-sama Sayangku," balas Even disertai senyuman nakalnya. Ia yang sudah tidak tahan melihat wajah Fisha yang menggemaskan itu dengan cepat Even membantu Fisha untuk duduk dan bersandar di dinding ranjang, lalu Even semakin mendekat ke arah wajah Fisha hingga jarak hanya sekitar satu sentimeter saja, dengan nafas yang memburu dan bergemuruh Even menyapukan ke seluruh wajah Fisha dengan satuan lembut. Fisha pun ikut menderu sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang.

__ADS_1


Even yang sudah tak tahan lagi ia langsung menyatukan bibirnya ke bibir Fisha yang ranum itu, ia lalu menyesapnya dengan lembut sambil memberi gigitan kecil hingga Fisha yang juga menikmatinya ia pun membalasnya, sambil saling menjulurkan lidahnya dan saling bertukar saliva berulangkali.


Hingga mereka yang kehabisan nafas dengan cepat mereka melepaskan pangutannya dan tarik ulur juga menghirup nafasnya kembali. Lalu saat mereka mau menyatukan kembali dan Even mulai meraba kedua gunung kembar Fisha, dengan cepat Even memasukkan tangannya ke dalam baju rumah sakit yang dipakai Fisha, namun belum sempat mereka menyelesaikannya suster pun masuk tanpa mengetok pintu.


Membuat Even mendengus kesal dan kelabakan hingga dirinya malu sambil berpura-pura mengusap-usap wajahnya dengan kasar. Fisha pun demikian ia menutupi mukanya dengan rasa malu di wajahnya. Even hanya menahan tawanya disertai tatapan tajamnya ke arah suster itu.


“Eh maaf Pak Even saya tidak tau kalau kalian begituan, saya ke sini hanya mengecek kondisi Ibu Fisha, sepertinya ia sudah membaik, kalau begitu saya permisi," ucap suster menyesal karena tak mengetok pintu terlebih dahulu.


“Oke, lain kali kalau mau masuk, ketok pintu dulu, meskipun sama siapapun itu, dasar gak sopan!" sentak Even disertai nada yang sedikit meninggi.


“Baiklah Pak," balas suster sambil berlalu pergi. Fisha yang melihat suster sudah pergi ia lalu tertawa terbahak-bahak karena dirasa lucu itu.


“Haha menjengkelkan Sayang ... kamu malah ketawa sih! Hmmm." Even memanyunkan bibirnya. Fisha memukul pelan bahu Even.


“Eh ... Ibu Fisha? Apa! Ibu? Semuda ini hmmm, kalau kamu cocok Pak Even, aku semuda ini Ibu dasar!" gerutu Fisha membuat Even tertawa.


“Sayang, gimana kalau kita lanjutkan yang tadi itu, kan sudah halal," rengek Even, wajahnya memelas menjadikan Fisha tak tega, namun Fisha mau tak mau haru menolaknya karena ini rumah sakit takut nanti kepergok lagi dan malu, begitu menurut Fisja.


“Apa saja? Bahkan 5 ronde atau seharian sekalipun?" goda Even yang langsung disambut oleh Fisha dengan tatapan membunuh. Mereka lalu saling bercanda dan tertawa terbahak-bahak.


-----


Beberapa jam kemudian. Tiba waktunya sore hari keluarga Even dan Fisha pun berniat berkemas dan pulang ke rumah masing-masing untuk besok pagi, setelah itu mereka berjalan-jalan sebentar untuk mengelilingi kota Makassar menurut mereka.


Fisha yang menurutnya sudah sembuh ia pun pulang dari rumah sakit dan ikut jalan-jalan bersama mereka dengan rasa senangnya. Even membantunya dengan cepat dan memapah Fisha dengan romantisnya.


Mereka lalu berjalan bersama di sore hari ke pantai Losari dengan saling bergandengan tangan sambil sama-sama saling tersenyum riang.


Fisha yang ingin berfoto bersama Even, ia pun menggandeng tangan Even dan menjauhi mereka semua, berniat menyendiri dan bermesraan. Even dengan rasa cintanya ia lalu menghadap ke arah Fisha lalu mengutarakan semua apa yang dirasakannya.

__ADS_1



“Fisha Sayang, aku sangat mencintaimu," ungkap Even mengutarakannya dengan sangat tulus. Fisha hanya tersenyum dan mengangguk karena merasa beruntung.


“Iya Maz aku tau, aku juga sangat mencintaimu Sayang, ayo kita berfoto ya Sayang," ujar Fisha merengek dan memelaskan wajahnya.


“Iya ayo, wajahnya gitu amat sih Sayang haha." Even meledek Fisha lalu mereka berdua berfoto selfie banyak sekali. Setelah itu keduanya mendekati keluarganya dan foto bersama.


“Ayo pulang!" ajak Even kepada semuanya. Mereka menolak karena merasa belum puas.


“Kalian pulang saja, sepertinya Fisha kelelahan, dan juga istirahat yang nyenyak ya, jangan dikasih ronde banyak-banyak anak Ibu," ucap Lani memperingati Even. Semua hanya tertawa dan saling meledek kedua pasangan itu. Dengan cepat Even menggandeng Fisha dan berjalan dengan cepat tanpa menghiraukan ledekan mereka lagi.


Saat Even dan Fisha sampai di hotel dengan cepat Even mendorong Fisha pelan hingga ia terpojokkan dan terhimpit tak bisa bergerak. Fisha yang rasanya ingin memberontak namun apalah daya ia yang mungil itu. Lalu Even mendekati wajah Fisha dan menyatukan bibirnya pelan. Ia yang semakin menanas dan tak tahan ia langsung meraba semua tubuh Fisha dengan tatapan cintanya.


Fisha yang ikut memanas ia pun menggeliat dan mengeluarkan suara merdunya, membuat Even yang sudah sangat bergairah ia pun mengajak Fisha berjalan sambil masih berpangutan bibirnya tanpa melepaskannya. Ia lalu mendorong pelan Fisha ke atas ranjang, dengan cepat Even menindihnya dan melakukan aksinya meraba semua yang ada dari kedua gunung kembar sambil bergantian menyesap puncaknya membuat Fisha semakin tak tertahankan dan mengencangkan suaranya.


Even lalu menatap Fisha dan menganggukkan kepala untuk kode selanjutnya membelah durennya. Fisha hanya mengangguk pelan sambil malu-malu.


Lalu ia yang sedari tadi disertai doanya dengan cepat berusaha menancapkan tongkatnya ke gua Fisha dengan sangat lembut dan belum berhasil juga.


“Hati-hati Maz, apa akan sakit?" tanya Fisha yang sedikit takut.


“Tahan ya Sayang, jelas akan sakit sedikit, namun Maz akan melakukannya dengan lembut." Fisha hanya mengangguk. Lalu dengan cepat Even menghentakkan tongkatnya berulangkali. Akhirnya Even berhasil dan Fisha hanya mendesis nyeri sambil merasakan nikmat surga dunianya. Mereka lalu terbawa cinta karena penyatuan badannya hingga malam yang sangat panjang dengan berulang kali ronde.


Fisha yang sudah merasa capek dan baru pulih dari rumah sakit ia pun tertidur pulas sedangkan Even yang masih menikmatinya ia lalu dengan cepat melepaskan air sucinya karena tak tega melihat istrinya yang sudah sangat kelelahan. Ia lalu merebahkan dirinya di samping Fisha lalu memeluknya erat hingga tak ingin melepaskannya.


------


Note :

__ADS_1


Haha jangan lupa like-nya ❤, keluarkan nafas kalian, bacanya serius amat wkwk.


__ADS_2