Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Usaha Asult


__ADS_3

Beberapa bulan pun berlalu, kuliah pun sudah aktif dan berjalan terus menerus mata kuliahnya, sesekali Awan datang menengok untuk mengunjungi Fisha dan berkumpul bersama geng master percabaian berlevelnya, mereka canda tawa bersama dan suka duku bersama. Kadang Alby dan Ares juga bergantian mengunjungi Awan ke Jogja, begitulah persahabatan mereka terus berlanjut hingga maut yang memisahkan mereka nanti.


Asult pun masih tetap sama dia berusaha mendekati Fisha dengan sekuat tenaganya tanpa kata menyerah terus menerus, berkali-kali Fisha menolaknya tapi tak diresponnya, bagi Asult sebelum Fisha menikah janur kuning melengkung dia tak akan menyerah dan putus asa begitu saja.


“Fisha ... sini yuuuk duduk sebelahku!” Asult menepuk bangku yang berada di gazebo yang ada di depan fakultas mereka, saat melihat Fisha datang ke arahnya, karena mereka sefakultas dan Fisha berniat masuk ke kelasnya jadi ya Fisha mau gak mau akan selalu melihat muka Asult yang selalu ada di sekitarnya.


Fisha pun melewati Asult dengan tersenyum ketus sambil mengangkat bibirnya sedikit ke atas, tanda mengejek Asult dengan geregetan, semua teman Asult yang melihat Fisha cuek ia tertawa terbahak-bahak karena seorang Asult dengan tampang keren-nya baru kali ini ia diabaikan oleh seorang cewek.


“Haha kamu bodoh sekali Sult! Seorang Fisha saja gak bisa bertekuk lutut padamu!” ucap Rudi teman Asult, mereka semua masih semester 5, sedangkan Fisha masih semester baru karena baru saja masuk.


“Iya nie payah kamu! Kita taruhan kalau kamu bisa mendapatkan Fisha aku akan kasih kamu mobil bagaimana?” tawar temen Asult lainnya sambil memainkan kunci mobilnya dengan senyuman meremahkannya.


“Iya aku juga berani taruh kalau kamu bisa menaklukkannya aku kasih kamu liburan ke Hongkong dech!” sahut Rudi lagi, sambil tersenyum licik menghina Asult.


“Gak usah! Sembarangan kalian! Uangku juga banyak, mobilku banyak dan ke mana pun aku mau juga bisa, jangan ngece!” tolak Asult dengan tegas.


“Ihh gak keren! Berarti kamu cemen, takut kalah iya kan? Dasar! Gak gentle.” Asult yang semakin terpojokkan dan semakin terhina ia pun terpaksa menerima tawaran temen-temennya, bukan karena tergiur oleh hadiahnya karena dia termasuk orang yang kaya, tapi ia merasa malu dan gengsi akibat penghinaan itu, mereka semua pun mengangkat tangannya tanda tos dan Asult mengikuti mereka di belakangnya.


Jangan sampai Fisha tau ini semua suatu saat nanti, kalau ia tau Fisha bisa semakin menjauh dariku dan salah paham, aku kan mencintainya, tapi gak bisa menolak ajakan temen-temenku, terus aku juga bisa di gantung Fisha kalau ketahuan dan di tendang ke kandang macan, dia bela dirinya kan super sekali, aku saja pernah dihajarnya. Ihhh ngeri ... Batin Asult.


Ia pun melamun dan teman-teman yang melihatnya melamun, mereka saling melambaikan tangannya.


“Sult, kamu kenapa? Takut? Takut dihajar Fisha iya kan? Ya harus main cantik dong jangan sampai ketahuan ...!” Rudi mengajari Asult sambil menyemangatinya dengan mengangkat tangannya, Asult hanya tersenyum tipis karena gugup dan ragu dengan ulah semua temennya yang aneh-aneh itu menurutnya.


“Oh aku tau, jelas Asult takut lah.. Kalian tau kemarin, Fisha pernah menghajarnya dengan sangat keren, dia hebat sekali ya seorang cewek tapi bisa gitu, bagaimana bisa punya ilmu bela diri tinggi begitu ...,” Andi temen lain Asult yang juga berada di situ menimpali dengan berterus terang.


“Udah diam kalian! Dari tadi semakin memojokkanku, udah aku mau masuk kelas saja! Males aku diejek terus,” ucap Asult, ia pun masuk dengan cepat tanpa melihat jalan, Fisha yang berjalan dengan santainya pun ditabraknya sehingga buku-buku Fisha berserakan.

__ADS_1


”Aduh ... kamu ini! Punya mata gak sih.. Menjengkelkan sejak aku ketemu kamu aku sial!” keluh Fisha, ia bersama temannya Melin sejak OSPEK dulu itu, mereka menjadi teman akrab meskipun beda jurusan tapi sama fakultas. Melin pun membantu Fisha memunguti bukunya.


“Maaf ya Fisha cantik, aku tergesa-gesa mau masuk cepet, dosen udah datang tuh!” tunjuk Asult ke sembarang dosen, karena ia pura-pura dan alasan begitu agar Fisha gak semakin sebal dengannya.


Asult mau membantu Fisha memunguti bukunya, tapi di tolak mentah-mentah oleh Fisha, lalu ia berlalu pergi dan meminta maaf lagi, sambil memperhatikan Fisha dengan serius.


Aduh Fisha bener-bener imut, beruntung kalau aku mendapatkannya, aku harus berjuang keras nie, harus! Gak peduli sama siapa itu lupa aku namanya, petir atau siapa lupa, gak penting menjengkelkan banget dia ... Batin Asult.


-------------


3 jam pun berlalu


Mata kuliah Fisha pun selesai, Asult pun demikian, ia melihat Fisha berlalu pergi, Asult berlari dengan kencang menghampiri Fisha. Teman-teman Asult yang melihatnya mereka semua tertawa.


“Pepet terus ... pepet sampai lengket dan nempel kayak perangko ...!”


Fisha yang mendengarnya menatap tajam ke semua teman Asult, mereka pun salah tingkah dibuatnya dan pura-pura tak tau dan pergi meninggalkannya.


“Ayo aku anter ke kos? Mumpung aku tak ada kesibukan?” rayu Asult dengan senyum manisnya.


“Gak usah! Terimakasih, mau kamu aku hajar?” Fisha mengeluarkan tangannya dan mengepalkannya ke arah Asult, Asult pun mundur dan menggelengkan kepalanya.


“Yaudah kalau gak mau jangan ikutin aku! Oke bye!” lanjut Fisha dengan pergi dengan tersenyum di jalan karena merasa lucu wajah takutnya Asult, Asult yang gagal dia hanya termenung dan melihat Fisha yang semakin menjauh darinya dan mengecil.


“Susah sekali sih ... untuk mendapatkanmu ... apa sih kurangnya aku ...!” kata Asult dengan lirih namun didengar oleh seseorang di belakangnya.


“Aku bisa membantumu untuk mendapatkannya ...,” balasnya, Asult yang mendengar suara di belakangnya ia pun terkejut.

__ADS_1


“Kamu?! Bagaimana kamu bisa di sini? Dan kenapa kamu selalu ikut campur kehidupan cintaku ...! Bentak Asult dan mendekat ke orang itu serta berusaha mencekiknya.


”Hey, jangan begitu bro, kali ini pasti akan berhasil ... kamu harus percaya padaku ....”


“Bagaimana caranya? Kamu jangan aneh-aneh ya ....” Asult menatap heran orang itu.


“Baiklah! Tenanglah ayo kita ke tempat yang aman untuk merundingkannya, sekarang!” perintahnya, Asult pun mengikutinya karena penasaran apa yang di mau orang itu.


Mereka pun sampai di gudang kampus, lalu seseorang itu membisikkan rencananya dengan jelas.


“Apa?! Kamu gila ...! Aku gak mau ... dasar sinting ... bye.” Asult berlalu pergi.


“Suatu saat kamu jelas membutuhkanku ... camkan itu .... ” teriak orang itu.


-------------


Siapa orang itu? 😂


Note :


 Like, komen dan vote sehabis membaca, agar Author semakin semangat ...


Barokallahu bagi yang membantu Author, diberilah keberkahan untuk kalian ... 🙏👍❤


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2