Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Jatuh Cinta? Yes Or No!


__ADS_3

Bel usai pelajaran pun berbunyi, waktunya pulang ke habitatnya masing-masing. Mereka keluar dengan beriringan dengan ketawa karena perdebatan yang lucu, mereka keluar dengan berebutan pintu, yang mana siapa yang duluan dia menang, tapi ternyata perdebatan ini gak ada ujungnya dan saling dorong mendorong dan saling melototkan matanya.


“Hey, minggir apa-apaan sih ini! Minggir aku duluan!” ucap Fisha sambil mendorong Awan yang berada di tengah pintu bersama Alby dan Ares, yang didorong hanya ketawa karena tak bisa membuat kaki mereka geser sedikit pun karena tubuh kekar mereka.


Hingga dengan sebal Fisha memasang kuda-kuda dan menendang kaki ketiga cowok master cabai itu dan mereka meringis, lalu Fisha dan si cewek trio cabai tertawa bersamaan.


“Hahaha rasain! Salah sendiri gak mau minggir, kayak anak kecil aja rebutan pintu mau pulang,” ujar Fisha dengan ketawa yang mengguncang bahunya hingga memegangi perutnya.


“Idih galak bener, kamu cewek, apa algojo kok sakit bener nendangnya,” sewot Alby dengan memutar kedua bola matanya.


“Iya ini sakit tau Fish!” ujar Awan dengan nada manja dan mengedipkan matanya, dia mau beranjak mendekati Fisha dan menaruh kepala di bahu Fisha nyatanya malah Fisha menghindarinya, jadinya dia jatuh tersungkur, dan semuanya pun menertawakannya.


“Haha rasain! Kamu cari perhatian ya, haha, nyatanya tak terbalas, kasihan, sini, sini tak peluk,” ucap Ares seraya memberikan uluran tangan agar Awan terbangun, dan Awan pun terbangun, dia menatap Fisha dengan senyum cerah.


Fisha yang ditatap dia menjadi gusar, dan dia berkilah dengan menahan malu.


Hmmm lagi-lagi dia sok imut, apa pengen tak bogem beneran, lirikannya membuatku melayang, apa! Emang aku punya sayap melayang. Aduh Fisha sadar woe. Batin Fisha, dia melirik sambil mengetuk-ketuk kepalanya membuat yang lain heran dan geleng-geleng kepala.


“Hey, dorr dorrr!” ucap Sesil dan Sasa bersamaan.


“Eh kenapa, kenapa Awan, kenapa? Sakit?" jawab Fisha sambil mengelus dada karena kaget.


“Hayooo perhatian nie yeee? Oh oh kamu ketahuan lagi ada rasa yaa, dengan si Awan geng percabaian, oh oh,” ujar Sesil mengejek, bersenandung lagu ngawur ciptaan sendiri dengan tersenyum dan mengoyak-oyak badan Fisha.


Fisha pun malu dan gak paham apa yang tadi diucapkannya, dikarnakan dia tadi jawab dengan melamun, dia pun menahan malu dan pura-pura gak tau dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Apaan sih ngaco, aku tadi emangnya ngomong apa? Bukannya aku perhatian, tapi kasihan aja kan ulahku dia jadi begitu,” ucapnya sambil memasukkan jarinya ke hidung, membuat yang melihat bergidik ngeri.


“Ihh jorok kamu hih, kalau kamu begitu terus mana ada yang mau sama kamu!” Alby dengan nada sewotnya.


“Biarin! Takdir yang menjawab aku laku gak nya! Mau apa kamu, kamu juga belum laku gitu! mau ta ini enak lho gurih enyoy, mahal lho harganya.” Fisha mengorek hidung sambil menunjukkan jari yang buat korek tadi, dikasih ke Alby dengan menaikkan kedua alisnya dan menggodanya.


“Ihhh jorok Hih. Aku emang gak mau pacaran bukan berarti gak laku yeee! Kamu masih suka Wan? Sama model kayak gini jorok hih,” keluh Alby dengan menggedikkan bahunya karena geli.

__ADS_1


Mereka semua ketawa dan Awan pun tetap tersenyum ke Fisha, dengan manis semanis gula yang baru diolah, baunya gurih enjoy.


Apa benar ya aku jatuh cinta? Ihhh masak sih jatuh cinta sama mega mendung itu, dia kan tatapanya mesum bagaimana kalau dia playboy, ihhh serem, apa sih cinta itu, apa aku tanya mbah google aja ya ntar. Batin Fisha dengan menggigit jari telunjuknya tanda berfikir dengan serius.


“Hey, udah ahh melamunnya ayo pulang!” ucap Sasa dengan menggandeng Fisha dan juga sesil dan berlalu pergi dengan menggerakkan tangan mereka seraya bersenandung pengawuran ....


Aku jatuh cinta kepadanya houwo,,,


jatuh cinta amat dalam houwo,,,


tapi aku tak menyadarinya houwo,,,


apakah ini cinta houwo,,,


yes or no!!!! houwo,,,


*******


Sasa bernyanyi kencang hingga Sesil ketawa, sedangkan Fisha cemberut dan melirik ke Sasa dengan tajam, sedangkan trio cabai pedas berlevel-level di belakang ketawa mendengar lagu gak jelasnya Sasa.


“Apa bener kamu jatuh cinta sama Awan?” bisik Sesil di telinga Fisha sambil menutupi telinga Fisha dengan suara pelan.


“Apa! enak aja. Tidaaaak!” teriak Fisha dengan sangat kencang. Hingga membuat lelaki di belakang mereka kaget dan lari kencang dan secepat kilat pulang, karena dikira mereka Fisha marah, mereka sangat takut kalau Fisha marah.


Fisha melirik mereka yang lari terbirit-birit dan ketawa, Sesil dan Sasa juga kaget dengan mengelus dadanya.


“Tuh lihat, mereka ketakutan setengah mati, kenapa mereka takut sekali kalau kamu marah, emang pantes kamu jadi ketua geng master percabaian berlevel, ihh panjang bener ya namanya kayak petasan,” ucap Sesil cengengesan.


“Apa bener kamu cinta ...,” ujar Sasa, belum sempat dia melanjutkan kalimatnya, dia dibungkam oleh Fisha, Sasa pun memberontak meraung lalu menggigit tangan Fisha, Fisha merintih dan berucap.


“Auhhh sakit tau?” sambil memegang jarinya dan menggosok-gosok bekas gigitannya. “Kalau aku jawab yes or no jawabanku tidak tau! Aku tanya mbah google dulu dech,” lanjutnya dengan mengibaskan hijabnya tebar pesona.


“Mbah google maksudnya???” tanya Sesil dan Sasa serempak dengan nada terkejut.

__ADS_1


“Haha ya tanya mbah google apa itu cinta dan seperangkatnya tentang ciri-ciri, definisi dan sedetail mungkin,” jawab Fisha sambil berjalan dengan cepat dan mengambil ontelnya.


Mereka berdua mengikuti Fisha dengan cepat, menatap Fisha dan berfikir omongan Fisha yang menurutnya konyol dan polos banget sebagai umat manusia yang pengasih dan penyayang diciptakan dari apa dia kok ampun polosnya haha.


Fisha yang merasa ditatap menatap tajam kedua sahabatnya, dan memanyunkan bibirnya.


“Hey, kenapa kalian melihatku seperti itu?” ucap Fisha dengan masih memonyongkan bibirnya.


”Gak, aneh aja, kok aku punya sahabat langka seperti kamu, kenapa gak aku musiumkan aja pasti mahal!” jawab Sasa dengan tatapan yang menyeringai.


“Iya nie lucu, kenapa gak tanya Sesil aja dia pakar cinta,” ujar Sasa dan menengok Sesil sambil sama-sama mengayuh sepeda di jalan, hingga jalannya full karena ulah mereka yang serempak.


“Enggak, aku mau tanya google aja, kalian kan sama-sama jomblo mana pernah pacaran juga, iya kan? Malah sesat aku tanya kalian, nanti biasanya pakai minta sesajen kalian kalau aku tanya serius,” ucap Fisha dengan ketawa dan mengayuh sepeda duluan dengan kencang karena takut dengan seringai wajah sahabat-sahabatnya.


“Eh kurang ajar!!! Sajen apaan? Kampret kamu!!!” ucap Sesil dengan keras, Sasa juga ikut mengayuh sepedanya kencang menyusul Fisha. Hingga mereka serempak jalan full kembali.


“Enak lho sajen itu, kalau gak pakek sajen perut laper dan otak gak bisa mikir, kalau udah dikasih sajen yang enak seperti pizza, burger wuih semangat dech aku langsung barisan paling depan memakannya.” Sasa tertawa sampai-sampai sepedanya terseok-seok dan hampir saja masuk parit. Fisha dan Sesil pun ketawa, mereka serempak berteriak!


“Rasain!!!” ucap keduanya sambil terkekeh.


“Aku mau belok dulu bye, nanti chat an di grup, jangan lupa masukin anak-anak master percabaian biar grup semakin nyinyir pedasnya.” Sesil terkekeh sambil berbelok dan melambaikan tangan dengan memonyongkan bibirnya tanda perpisahan.


Sedangkan Fisha mengangguk, dan Sasa bengong karena kaget hampir jatuh tadi.


Mereka pun sampai habitat masing-masing dan saling melambaikan tangan, meskipun setetangga saja tapi begitu lebay yang bertingkat dewa melambai hingga meletakkan tangan depan mulut dengan cium jauh.


Kisah cinta mereka pun sudah dimulai, dengan bertaburan tanpa mereka sadari perlahan tapi pasti.


Semangat untuk mereka, dengan kekonyolan tabur cinta master percabaian dengan kepedasan yang berlevel.


------------


Note:

__ADS_1


Ketik Favorit, like, vote dan komen agar aku semakin semangat kakak-kakak, makasih sudah mampir dicerita recehku, salam sayang dukung aku terus yaaaaa kaaaakkk😘🤗❤


__ADS_2