Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Lagi Dan Lagi


__ADS_3

Sampailah mereka di Malang pukul 19.20 dengan menempuh waktu perkiraan 1 jam lebih 20 menit dari Pasuruan, sudah masuk waktu isya' sedari tadi juga. Mereka turun di depan kampus Alby yang terdekat dari perjalanan yaitu UB dan berleyeh-leyeh di dalamnya sambil menaruh barang bawaannya di lantai, sedangkan semua anak buahnya berjaga-jaga di luar.


Kos Alby yang begitu lebar muat untuk orang banyak, kos yang penuh dengan kemewahan, siapa lagi kalau bukan kedua orang tua Alby yang mengurusnya.


Fisha pun mendekat ke arah kopernya dan membuka kopernya dengan berjongkok dan mengeluarkan semua isinya, sambil geleng-geleng kepala dan melototkan matanya melihat semua yang ada di dalam tasnya. Sesil dan Sasa pun mendekat dengan menahan tawanya melihat ekspresi sahabatnya itu.


“Kenapa Fish?” tanya Sesil pura-pura tidak tau apa-apa sambil terus menahan tawanya.


“Iya kenapa nih ....” Sesil menimpali sambil merangkul pundak Fisha.


“Udah kalian tak usah pura-pura ... heleh sok sekali kalian hmmmm,” balas Fisha menatap sahabatnya sekilas, lalu sibuk mengeluarkan makanannya. Even pun mendekat dan mengulurkan tangannya.


Fisha menatap uluran tangan lalu menatap muka Even sambil mengernyitkan dahinya tanda tak paham maksud Even.


“Hey, maksudmu apa? Aku kan gak terjatuh?” tanya Fisha sambil menepis tangan Even dengan lembut.


“Haha maksudku sini aku bantuin habisin makanannya, kebetulan aku sangat lapar!” pekik Even sambil memegangi perutnya.


“Eh iya ya, kita belum makan ya sejak sore haha kok bisa kelupaan.” Fisha menepuk jidatnya dengan cengengesan, semuanya pun terkekeh.


“Iya gara-gara perjalanan kita penuh dengan rintangan jadinya sampai kelupaan kalau lapar,” sahut Alby dengan berjalan mengambil botol minum yang berada di atas mejanya lalu meneguk airnya hingga setengah, Sesil yang juga haus ia mendekat ke arah Alby dan merebut botol yang ada di tangan Alby lalu meneguknya hingga habis.


“Eh gak sopan! Main nyelonong ambil aja tanpa izin!” hardik Alby dengan berkacak pinggang, Sesil yang melihat Alby begitu ia tersenyum dan mengangkat kedua jarinya tanda pis.


“Sudah, sudah! Ayo makaaan! Ini tadi ibuku bawain makanan di rantang, ayo silahkan di cicipi!” ajak Fisha sambil duduk dan membuka rantangnya, semuanya pun mengikuti Fisha duduk dan tanpa malu mencicipi makanannya karena sudah terbiasa akrab bersama, mereka lalu makan dengan lahap jajan dan semua yang dibawa oleh Fisha.


Sedangkan Fisha yang melihat Even kesulitan untuk makan karena bahunya yang masih sakit itu, ia pun merasa kasihan kepada Even dan membantu Even untuk makan dengan menyuapinya, Even yang disuapi ia tersenyum tipis tak ada yang bisa melihatnya.


Aduh untung ya yang sakit bahu kananku jadi bisa dech disuapin, coba kiri gak bakal dah haha, kesempatan sedikit. Batin Even, lalu ia menatap Fisha sesekali dengan tatapan penuh kagum karena kecantikan Fisha yang membuatnya tersihir dan terpana.


Semua sahabatnya yang melihatnya mereka tersenyum bahagia, sambil saling mencolek, apalagi Alby dia yang semakin bersemangat untuk menjodohkan kakaknya kepada sahabatnya itu.


Awan maafkan aku ya, kamu gak marah kan apabila Fisha sama kakakku, jelas kamu bahagia kan jika Fisha bahagia, aku rasa begitu, semoga kau tenang di alam sana, kita semua gak akan melupakanmu. Batin Alby sambil melamun dan memegangi sendoknya menggantung di udara.

__ADS_1


“Hey kamu kenapa? Mau perang sama aku? Hahaha,” canda Sesil sambil mengusap wajah Alby dengan kasar agar tersadar dari lamunannya dan menurunkan sendoknya ke arah makanan Alby.


“Haha apaan sih kamu!” balas Alby dengan menahan malunya, sedangkan Ares dan Sasa hanya saling memandang dengan senyuman.


Alby pun berniat menggoda kakak dan sahabatnya itu dengan berdehem kencang.


“Ehem, ehem ... mau dong Alby disuapin? Sil suapin aku aaaaaa ...,” ujar Alby dengan menahan tawanya menggoda kakaknya dan membuka mulutnya dengan mencolek Sesil lalu menunjuk ke mulutnya minta disuapin.


“Enak saja, makan sendiri sana! Kalau kamu misalnya berkorban untukku baru aku suapin!” tolak Sesil dengan menahan tawanya.


“Hey kalian ini ya ... menyebalkan sekali ya, ini Al suapin kakakmu ini!” ngambek Fisha dengan memberikan sendoknya ke Alby agar Alby yang menggantikannya.


“Eh tidak bisa aku sibuk makan!” balas Alby dengan galaknya agar dia tak menggantikannya karena ia takut dengan tatapan kakaknya yang tajam seperti kilatan petir.


“Ya sudah diam kalau gak mau!” bentak Fisha dan semuanya pun diam dengan menahan tawanya.


-------


Saat mereka sedang menikmati makanannya polisi pun datang ke arah anak buah Even yang berada di luar dan membisikkan sesuatu kepada mereka, anak buah Even pun mengerti dan mengangguk lalu mendekat ke arah bosnya serta membisikkan sesuatu yang darurat ke telinga bosnya.


“Kenapa Kak, ada apa?” balas Alby bertanya dengan tatapan yang bingung, Ares pun demikian ia menatap dengan penuh penasaran.


“Ayo ikut Kakak, ada polisi di luar mau bilang sesuatu,” jelas Even lalu berdiri dan mendahului Alby dan Ares, mereka berdua akhirnya mempercepat makannya dan menyusul Even, sedangan para cewek di dalam kos Alby saja karena di larang oleh Ares untuk ikut urusan cowok, mereka menurut tapi Fisha yang penasaran ia berdiri dan mengintip di balik jendela berusaha mendengarkannya.


“Hmmm aku gak dengar apapun! Apa kurang tajam ya telingaku?” seru Fisha dengan memindahkan telinganya ke kanan dan ke kiri dan ganti telinga kanan dan kiri namun nihil dia tetap tak mendengarnya.


“Hey, jelas gak denger Fish, bukan karena tak tajam tapi emang jaraknya jauh keles!” sahut Sasa yang mendengar Fisha berbicara sendiri, Fisha menoleh ke arah sahabatnya dan ketawa terbahak-bahak.


Sedangkan yang berada di luar polisi menjelaskan bahwa pembunuhan itu yang melakukan sabotase adalah Bella, polisi berhasil menyelidiki itu, ia mencoba menghubungi Alby, namun handphone Alby yang lowbat itu jadi polisi tak bisa menghubunginya, jadi dia mendatangi kos Alby secara langsung.


Polisi kehilangan jejak Bella dan tak bisa melacaknya, lalu Even berencana mencari bantuan dan bekerja sama dengan polisi tersebut, mereka sepakat dan bersalaman bergantian, lalu polisi pun berpamitan dan mengangguk, Even, Alby dan Ares beserta anak buahnya mengangguk atas kepergian polisi.


“Hmmmm Bella lagi, Bella lagi dan lagi, seharusnya aku bunuh dulu tuh anak!” geram Alby sambil mengepalkan kedua tangannya. Even yang mendengarnya ia ikut geram karena ia tau Bella itu seperti apa, ia tau dulu Alby pernah menceritakan semua tentang itu.

__ADS_1


“By, Res, nanti kalau ke dalam dan Fisha bertanya, jangan bilang apa-apa tentang Bella sama Fisha oke! Biar nanti Kakak yang menyelesaikannya,” pesan Even sambil berjalan bersama, Alby dan Ares mengangguk mengerti.


Mereka pun masuk dan tersenyum kaku menutupi semua itu.


“Kenapa ada apa kok ada polisi?” tanya Fisha saat mereka sudah masuk.


“Gak ada, hanya minta bantuan kepadaku,” ucap Even dengan entengnya agar tidak mencurigakan, dan benar Fisha tak curiga apapun.


“By, kalau begitu Kakak mau pergi dan pulang ya, besok kalian kan kuliah!” pamit Even sambil tersenyum.


“Mau ke mana kamu?” tanya Fisha dengan meninggikan suaranya.


“Pulang,” jawab Even singkat sambil menatap Fisha.


“Kamu sudah sembuh?”


“Sudah.” Fisha yang tak percaya itu ia mencubit bahu Even yang sakit dengan pelan.


“Aw, aw ....”


----------


Note :


Hai, hai mau berapa eps nie sampai end? Haha tau lah Otor juga tak tau wkwk.


Ya sudah apa kata besok saja! Semoga ceritanya tak membosankan.


Terimakasih selalu mendukung Otor, jangan lupa like, vote dan komen yaaaaa.


Mampir juga ke novel kedua Otor.


Pangeran Gayung & Putri Tidur.

__ADS_1


Ditunggu ya bila berkenan, seru juga lhooo, genre romantis komedi supernatural.❤


__ADS_2