Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Merindukanmu


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Fajar pun menyingsing, Fisha yang mendengar alarm suara ayam berkokoknya berbunyi, ia pun meraba-raba mencari handphone-nya yang entah di mana. Saat tak menemukannya Fisha dengan kesal bangun secara paksa dengan cepat sambil memanyunkan bibirnya dan menggerutu kesal.


“Hmmm Handphone ini di mana sih? Sungguh merepotkan sekali, berisik sekali! Iya iya aku tau waktunya sholat shubuh, diam! Jangan berisik!” umpat Fisha dengan kencang, membuat Asult yang awalnya masih tidur ia terkaget dan memiringkan badannya untuk menatap Fisha.


“Ada apa Sayang? Kok teriak-teriak? Kamu baik-baik saja kan?" tanyanya dengan suara lemah karena baru bangun tidur.


Sayang apanya, kepala loe peyang kali yaaa, geli sekali aku mendengar panggilan itu dari mulutmu. Aaaaaa sungguh sial hidupku, apa begini ya rasanya tak mencintai seseorang, tertekan sekali batinku secara paksa. Batin Fisha, ia berbalik menatap Asult saat mendengar Asult bertanya.


“Gak ada apa-apa, kenapa kamu bangun? Biasanya masih tidur tuh jarang sholat shubuh," ejek Fisha dengan tatapan penuh kebencian, lalu masih mencari handphone-nya yang ternyata tergeletak di bawah ranjang rumah sakit itu, ia pun mengambilnya dengan cepat lalu mematikan alarmnya setelah itu ia menaruh handphone-nya di atas meja.


“Kok kamu gitu sih? Aku kan sakit jadi jarang sholatnya, biasanya ya sholat terus kok di rumah," balas Asult dengan suara mendayu-dayu serta memelaskan wajahnya.


“Ya, ya, ya ... terserahlah, aku mau sholat nanti keburu habis waktunya gara-gara kamu." Fisha berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dan berwudlu. Setelah selesai ia pun menunaikan sholat shubuh dengan khusyuknya dan selesainya ia pun mengaji dengan merdunya, membuat Asult yang ingin tidur kembali tak jadi tidur dan semakin takjub dengan menopang dagu dengan satu tangannya sambil memiringkan badannya menghadap Fisha.


Gak salah aku mencintaimu, kamu sempurna segalanya, aku suka semua darimu dan aku suka gayamu, semoga lama-lama kamu membuka hatimu dengan cepat sehingga dosen itu tak mampu menempatinya. Batin Asult sambil memandang Fisha terus menerus.


-------


Setelah dirasa cukup. Fisha pun menutup Al-qur'annya dan menaruhnya kembali ke tempat semula, ia sengaja membawa Al-qur'an dari kosnya karena ia tak pernah meninggalkan bacaannya meskipun hanya satu miqra' saja.


Ia yang merasa diperhatikan, ia menatap balik Asult dan melempari Asult dengan tas selempangnya.


“Ngapain menatapku seperti itu? Emang aku badut yang melucu huh," desis Fisha dengan sangat malu dan jengkel, lalu ia melipat mukenanya dan berjalan ke arah Asult untuk mengambil tasnya kembali. Dengan cepat Asult memegangi pergelangan tangannya.


“Lepaskan Asult! Aku mau siap-siap kuliah," perintah Fisha dengan berpura-pura lembut, padahal dia selalu mengumpat terus menerus dalam hatinya.

__ADS_1


“Aku mau melepaskannya asalkan kamu mau gak memanggilku Sayang, kan aku pengen denger," rengeknya membuat Fisha memalingkan wajahnya lalu menjulurkan lidahnya karena sangat eneg tapi Asult tak melihatnya.


“Lepaskan atau akan aku patahkan tanganmu, aku jago banget bela dirinya kamu tau itu kan? Mau lagi?" tawar Fisha dengan mengepalkan tangan satunya dan siap memukulkan ke arah Asult.


“Ayolah ya, sekali saja," rengek Asult lagi dengan mata nanarnya. Membuat Fisha terpaksa mengalah karena ia ingin segera pergi kuliah.


Baiklah yang waras mengalah ya, aku tahan hingga ke akar rasanya sangat ngilu. Batin Fisha sambil menatap Asult yang menatapnya dengan tatapan permohonan menunggu Fisha memanggil sayang.


“Sayang ... lepaskan dong ... aku mau siap-siap kuliah," rayu Fisha dengan sangat lembut namun ia mengucapkannya dengan menggigit bibirnya bawahnya karena sangat tak ikhlas.


Sedangkan Asult mendengar itu dia tersenyum sangat senang sambil mengedipkan matanya. “Terimakasih ya Sayang," ujar Asult dengan kegirangannya.


“Ya sama-sama."


“Oh ya aku mau bilang sesuatu sama kamu, apa kamu gak mau pulang saja? Aku sungguh benci berada di rumah sakit rasanya tak nyaman," keluh Fisha mengeluarkan unek-uneknya selama ini yang ia tahan.


“Iya pasti aku kunjungi jangan khawatir ...." Fisha menekan kata khawatir agar Asult segera menyetujuinya tanpa pikir panjang.


“Baiklah! Kemarin juga kata dokter lusa bisa pulang, namun aku belum kasih tau kamu, niatnya aku di sini saja agar bisa kamu rawat hehe, tapi kamu gak betah ya sudah kita lusa pulang," balas Asult dengan senyuman canggungnya karena menutupi semuanya dari Fisha.


“Kamu ... keterlaluan sekali! Kamu mau dirawat di rumah sakit seumur hidup? Benar-benar gak waras!" omel Fisha, namun Asult yang dimaki ia hanya tersenyum karena merasa lucu omelannya Fisha itu yang keluar dari bibir mungilnya.


Lama-lama aku bisa darah tinggi bersamanya, dia benar-benar gak waras, diomelin juga tetep senyum, apa lumpuh bikin sesesorang gesrek? Enggak perasaan kan gak kebentur, terserahlah. Batin Fisha. Ia menatap Asult dengan tatapan kosong dan sekilas bayangan Even menghantuinya dengan senyumannya mengalahkan mentari, dengan cepat Fisha meloloskan air matanya dengan sendirinya lalu mengusapnya dengan kasar.


“Kamu menangis? Jangan menangis! Iya, iya lusa sudah pulang kok, gak lama." Asult berusaha menenangkan Fisha, tapi yang ada Fisha hanya memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


“Sudah bangun sana! Kamu gak sholat? Sini aku bantu, tayammum kan bisa kalau gak mau kena air," usul Fisha. Asult hanya mengangguk lalu Fisha membantunya duduk dan berwudlu. Asult pun selesai wudlu dan sholat dengan duduk ditungguin oleh Fisha di kursi sambil mengkomat-kamitkan bibirnya dan memainkan game peternakannya.


Beberapa menit kemudian saat Fisha melirik ternyata Asult sudah selesai sholat, ia pun bangkit dan pamit mau berangkat kuliah.


“Aku kuliah dulu, kalau ada apa-apa minta bantu suster, dan juga jangan melakukan ide gila lagi, aku kuliah Asult jangan bikin aku bingung, oke!" pesan Fisha dengan mengangkat jarinya bentuk. Asult mengangguk pelan dan memiringkan tangannya di pelipis tanda siap.


“Ya sudah Assalamu'alaikum jaga diri baik-baik! Nanti kamu mau apa? Aku beliin kalau ingin," lanjut Fisha bertanya kembali.


“Aku gak ingin apa-apa, kamu juga hati-hati saja," seru Asult sambil melambaikan tangannya dan menjawab salam Fisha. Fisha hanya melirik dan berjalan lurus serta menatap pintunya.


Beberapa menit kemudian ia sampai di kampus, ia melihat Even dalam jarak lumayan dekat. Fisha tersenyum namun Even tak membalas senyumnya, ia menatap Fisha dengan wajah datarnya lalu memalingkan wajahnya, membuat Fisha kecewa dan ingin menghampiri Even dan menjelaskannya namun Even berjalan dipercepat, sehingga membuat Fisha berlari kencang karena ia takut Even masuk kelas duluan dan itu berarti ia telat.


Fisha sampai dan duduk di bangkunya tepat waktu, ia menghela nafas panjang karena berlari dengan cepat tadi. Ia sesekali menatap Even penuh, hanya menatapnya dengan pandangan kosong, hingga membuyarkan mata kuliahnya yang tak masuk sama sekali dalam otaknya.


“Fisha Aureliastra ...! Maju! Dan persentasikan apa yang aku ulang tadi!" perintah Even karena melihat Fisha hanya melamun.


Hmmm teganya dirimu sekarang Maz Even, gawat semoga aku bisa, sepertinya ini ada di buku yang aku pelajari semalam. Batin Fisha.


“Aku Pak? Baiklah!" ucap Fisha menunjuk dirinya sendiri, lalu dengan pasrahnya ia maju ke depan untuk mempresentasikan itu.


Maafkan aku, sesungguhnya aku juga sangat merindukanmu namun aku tak mau menjadi perebut dan menyulitkanmu, cukup aku diam dalam depanmu, namun aku gencar dalam doaku untukmu. Batin Even, ia memandangi Fisha sekilas, saat ia tertangkap basah oleh Fisha ia pun memalingkan wajahnya membuat Fisha sangat hancur rasanya.


-------


Note :

__ADS_1


Semoga konsisten ya Otor update-nya agar segera end dan membekas di hati.


Terimakasih jangan lupa jejaknya, like ya bukti dukungan dari kalian. ❤🙏


__ADS_2