Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Even Markoliano


__ADS_3

“Kakakku adalah Even,” lontarnya dengan tersenyum sok manis.


“Even siapa?” tanya lagi Fisha, ia berhenti berjalan dan menatap Alby penuh kecurigaan.


“Kenapa jadi penasaran sama kakakku? Apa kamu mau aku kenalkan sama dia? Haha, namanya kakak sama persis dengan nama belakangku.”


“Bukannya namamu Alby Alano? Biasanya di absensi kok Alano gitu aja, terus nama Alby dari mananya, apa kamu tambahin sendiri? Dasar! Kalian para cowok aneh semuanya.” Cibir Fisha dengan berlalu jalan kembali dan menghempaskan tangannya ke udara karena ia seperti dipermainkan oleh semua nama sahabat cowoknya yang aneh-aneh, sedangkan Alby dan yang lainnya masih membuntutinya sambil menahan tawa karena Fisha dirasa lucu kalau sedang ngambek seperti itu.


“Haha bukan! itu nama singkatan nama rahasiaku, namaku Alby Markoliano.”


“Apa? Kalian semua gila! Enggak Awan enggak kamu sama aja, orang kaya mah bebas nama disingkat-singkat ok aja ya dan akte banyak oke saja ya kan ihhh ... dasar!” Fisha masih terus menggerutui Alby dengan berjalan semakin cepat. Alby dan yang lainnya terengah-engah karena menyusul Fisha dengan cepatnya.


“Akte ku hanya 1, cuma di absen saja aku merayu yang mencetak jadi boleh dong, Alby gitu lho, Awan pun sama dia mengikuti jejakku kan, gak tau kalau Ares haha, kemarin pas UN juga nama yang aku tulis Alby Markoliano kok.” Jelas Alby sambil tersenyum.


“Kalau aku namaku asli Ares setiono, gak pakek aku singkat lebay begitu ...,” sahut Ares sambil memukul bahu Alby. Alby terkekeh dan menendang kaki Ares, Ares pun meringis, lalu tertawa.


“Jadi bener itu kakak kamu?” tanya Fisha dengan setengah berteriak karena langkahnya yang semakin cepat dan Alby tertinggal jauh darinya.


“Siapa? Yang mana?” balas Alby dengan berteriak sambil berkacak pinggang dan mengatur nafasnya yang dibuat berlari untuk mengejar Fisha, ia pun menyerah dan duduk karena rasa yang capek.


Fisha yang masih penasaran ia kembali dan mendekati Alby yang duduk di bawah dengan selonjoran.


Sesil, Sasa, juga Ares merasa heran kepada Fisha dan Alby, tumben sekali mereka akrab begitu pikirnya, karena baru kali ini dalam sejarah Alby dan Fisha berbincang panjang lebar, biasanya berantem melulu kerjaannya, sedangkan Asult dia gak tau apa-apa tentang geng master cabai berlevel ia hanya pendengar setia sambil sesekali tersenyum.


”Itu ... Even Markoliano ... apa dia kakakmu?” Alby mengangguk lalu menatap Fisha penuh dan berusaha menggoda Fisha.


“Kenapa? Kamu kenal? Apa mau aku kenalin? Kakakku tampan lho ... melebihi Awan? Dia juga jomblo!” canda Alby dengan menatap ke semua sahabatnya.


“Bukan ...! Enak saja! Aku hanya tanya kenapa kamu mendetail begitu, emang kakak kamu gak laku kok segitunya kamu mendetailkannya, lagian kamu tau cowok yang membantuku tadi ternyata dia kakakmu!” balas Fisha dengan ngototnya lalu ia berjalan kembali, karena hampir sampai rumah kakeknya.


“Hey, tampan juga aku ....” Asult menimpali dengan memicingkan matanya, mencoba menggoda Fisha. Namun Fisha malah berpura-pura muntah gara-gara ucapan Asult.


Huwek, huwek, huwek ....


Sasa dan Sesil ikut Fisha berpura-pura muntah, sedangkan Ares dia mengangkat jari jempolnya yang di balik ke bawah ke arah Asult, Asult pun malu dan merasa geram.


“Haha percaya diri sekali kamu..! Udah kamu pulang saja, kita gak mengenalmu ...,” usir Alby kepada Asult sambil mengibaskan tangannya. Namun Asult tetap tak beranjak pergi, ia malah menatap Alby dengan tajamnya.


“Udah biarkan saja! Yang penting dia gak mengganggu!” Perintah Fisha.


“Oh jadi yang kita lihat tadi kakak Alby?” Sahut Sesil serempak bersama Sasa, Fisha pun mengangguk pelan sambil memelas.

__ADS_1


“Apa?! Jadi yang kamu maksud dari tadi kakak aku? Berarti kalian juga sudah pada kenal?” Menuding ke arah Fisha, Sasa dan Sesil, mereka pun mengangguk.


”Oh gimana? Tampan kan kakak aku?”


“Aduh dari tadi pamer kakaknya terus, apa segitu gak lakunya?” Cibir Fisha dengan nada dibuat segenit mungkin.


“Bukan gak laku ... tapi ia emang fokus pekerjaannya jadi gak mikir cewek dulu, tapi tampan kan kakak aku?”


“Lumayan 11,12 dari kamu.” Fisha menunjukkan jarinya telunjuk dan tengah lalu dilanjut dengan telunjuk, tengah, jari manis, tanda 11,12.


“Iya betul kata Fisha, tapi masih tampan kakak kamu? Haha kamu mah cuma remahannya kakak kamu!” Sesil menimpali dengan nada mengejek penuh, dan ia pun berlari dengan tertawa terbahak-bahak, Alby pun mengejarnya dan menangkapnya.


“Ayoooo ...,” ajak Ares dengan gagahnya. Ia membusungkan dadanya dan melalui semua sahabatnya karena ia letih mengikuti sahabatnya yang gak jelas, dari tadi berdebat gak sampai-sampai rumah, padahal nanti malam mereka berniat balik ke Malang, besok kuliah kembali.


“Jadi musibah yang kata kakak itu adalah ... hahaha apa kamu? Tadi kakak bilang dia capek mau tidur, sakit katanya kena musibah.” Alby membungkam mulutnya saat Fisha menatap tajam ke arahnya.


Opps gawat aku keceplosan, bisa-bisanya aku ngomong itu, kalau kapan-kapan Fisha ketemu kakak bisa musuhan ini haha, ampun ya kaaak aku keceplosan.. Aku gak bersalah. Batin Alby meronta-ronta karena takut sama pelototan Fisha.


“Apa?! Kakak kamu bicara seperti itu? Kurang ajar! Gak tau berterimakasih juga dia.”


“Eveeeeeen ... Markoooo ... Lianoooo ... Venanoooo ... Kudanil kauuuu ... dasar jeleeeek ...!” Maki Fisha dengan kencang sampai ototnya sangat kentara. Semua yang melihat Fisha dengan ganasnya mereka merinding, sedangkan Alby menahan tawanya karena yang dimaki adalah kakaknya.


------------


“By, lucu juga ... nanti bilang kakak kamu ya? Dan lihat gimana reaksinya haha,” ucap Sesil.


“Kalau kakak aku orangnya cuek, kan gak akrab juga sama Fisha mana takut dia!” balas Alby dengan terengah-engah, lalu duduk di depan rumah kakek yang ada kursi panjangnya.


“Bagaimana kalau kita jodohkan saja Fisha sama kakakmu By, kayaknya cocok dech!” bisik Sasa kepada Alby, Alby pun tersenyum menyeringai.


”Lihat saja nanti ...! Aku juga sependapat denganmu.” Alby dan Sasa pun mengangkat genggaman tangannya dan toss, yang lain mengikuti tosnya tapi tak tau apa yang dimaksud, Sesil menatap penuh bersama Ares , kode meminta penjelasan.


“Iya nanti rundingan di rumah Alby saja, kan rumahnya deket dengan sini!” ucap Sasa, semua lalu mengangguk.


“Aku pulang saja dech aku gak tau apa-apa!” mereka semua mengusir Asult dengan melambaikan tangannya.


Asult mendekati Fisha lalu berpamitan dengannya, Fisha pun mengiyakannya dan melambaikan tangannya, juga berterimakasih, Asult pun mengangguk tersenyum.


“Albyyyy ... salam buat kakakmu itu, aku membencinyaaaa hingga urat nadikuuu!” teriak Fisha.


“Ok, benci jadi cinta ... awaaas hahaha.”

__ADS_1


”Kamu diam ...!” Belum selesai Fisha memaki Alby, handphone-nya Alby pun berbunyi.


Kring ... Kring ... Kring ....


Alby pun mengangkat telvonnya, ia pun terkejut dan membelalakkan matanya karena syok.


“Apa? Jadi beneran Pak? kecurigaanku selama ini? Terimakasih saya sama temen saya besok akan datang dan melihatnya, makasih atas kerja samanya,” Alby mengucapkannya dengan tidak sabarnya.


“Iya Pak, selamat malam juga.”


Alby pun menutup telvonnya lalu terdiam memaku.


“Ada apa?” tanya Ares khawatir.


“Res kecurigaan kita ternyata benar, itu ternyata.. Sabotase, Awan dia ....”


“Kenapa? Hey ... kenapa?”


--------


Note :



Aku kembali lagi kan haha ... makin penasaran dan semakin seru kan ... ikutin terus kakak ...


Jangan lupa like\-nya yaaa👍❤...



Aku kembali besok lagi, nanti malam sibuk dengan Pangeran gayung ... gantian dong ...



Mampir yuuuk di cerita keduaku kak ...



Pangeran Gayung & Putri Tidur.


Genre romantis, komedi, supernatural 😍

__ADS_1


 


__ADS_2