
“Hey, kenapa kamu menangis, aku datang karena merindukanmu, bukan untuk melihatmu menangis! Jelek tau?” kata Awan, ia pun mengusap pipi Fisha dengan lembut. Fisha pun mencoba bangun dibantu oleh Awan lalu menyandarkan kepalanya bersandar di ranjangnya.
“Maafkan aku ... kamu capek kan jelasnya, aku sungguh sangat merepotkanmu, seharusnya kamu gak balik, aku kan gak apa-apa,” Fisha mengucap dengan lirih lalu menundukkan kepalanya, Awan pun mendongakkan dagu Fisha dengan tangannya agar tak menunduk dan mereka pun saling menatap kembali.
Mereka terbawa suasana semakin dalam, Awan pun memberi kode Fisha dengan menunjuk keningnya dengan telunjuknya agar diperbolehkan mencium kening Fisha, karena dirasa rindu dan akan LDR nanti, agar membekas di hati, begitu menurut Awan, belum tentu berjumpa juga nanti setiap saat, Fisha pun mengangguk dengan malu-malu tak menatap Awan, dia mengalihkan pandangannya.
Awan yang diperbolehkan ia memajukan wajahnya dan bibirnya sedikit dimonyongkan ke depan kening Fisha agar ia dapat menciumnya, namun sayang sang dewi cinta tak meridhoi mereka, dengan secepat kilat mereka kembali ke tempat semula dengan gelagapan seperti sedang tertangkap basah, gara-gara semua geng percabaian berlevel masuk dengan sengaja tanpa mengetuk pintunya. Semua yang mengetahui Fisha dan Awan salah tingkah pun, mereka menahan senyumnya.
“Kurang ajar kalian! Kalau mau masuk ketuk pintu dulu kan bisa! Gak sopan!” umpat Awan dengan mengotot kesal.
”Aduh slow Bro, jangan pakek otot, itu nanti ototmu keluar bagaimana? Lagian tau kita ada di sini kenapa di dalam lama sekali? Mau mesum?” ujar Alby dengan masih menahan senyumnya.
“Iya nie habis ngapain sih kalian? Kenapa wajah kalian merah kayak seperti tertangkap basah?” sahut Sasa mencoba menggoda kedua sejoli yang sedang kasmaran itu.
“Eh, sembarangan, kalian lihat gak? Tadi aku ngapain? Aku hanya menenangkan Fisha dan mencoba menghiburnya saja, ia kan Ney?” Awan mencoba meyakinkan para sahabatnya, mereka pun tertawa terbahak-bahak karena sudah tak kuat dari tadi menahan tawanya. Fisha dan Awan pun tersipu malu.
“Udah gak usah ditutupi, santai aja kalian kalau sama kita keles, lagian ya kenapa gak dikunci aja sih pintunya, untung hanya kita, coba yang memergoki ibu, bisa ****** kalian haha,” lontar Sesil dengan tertawa terbahak-bahak, yang lainnya pun duduk di samping Fisha dan mengkerubunginya.
“Haha iya bisa-bisa kalian dinikahkan tuh, seger gak tuh.” Ares menimpali dengan ketawa jahat. Awan yang mendengarnya mendekati Ares dan menimpuknya. Mereka semua pun tertawa semakin kencang tiada henti.
“Sudah, sudah! Jangan kencang-kencang, nanti ibu datang gimana? Hayooo, aku gak mau disuruh tidur melulu, terus kalian disuruh pulang,” jelas Fisha dengan muka yang masih sedikit pucat.
“Tapi kan emang kamu harus istirahat Ney? Biar cepet sembuh,” ujar Awan dengan mengecek seluruh badan Fisha, apa masih panas atau sudah turun.
Mereka yang melihatnya menggelengkan kepala dan mencibir masing-masing dengan mulut yang komat kamit.
“Modus, modus ... bucin akut beraksi modusnya ...,” ejek Alby, semua pun menatap penuh ejek kepada sejoli itu.
__ADS_1
“Eh, Fish ada yang iri semuanya, karena masih jomblo gak laku-laku ihhh, truk aja gandengan masak kalian ndak sih?" Awan menyolot karena diejek habis-habisan kepada semua sahabatnya.
“Haha tenang, kita juga gandengan kok, bahkan lebih panjaaang, mau tau? Ini dia ... panjaaang kan, truk mah lewaaat.” Sasa memperlihatkan yang dimaksud gandengan yang panjang ternyata adalah dia menggandeng Ares, Ares menggandeng Sesil, Sesil menggandeng Alby. Mereka pun ketawa dengan kencangnya hingga bahu berguncang.
“Hais kalian ini menjengkelkan! Bukan begitu maksud pepatah.. Ah haha terserahlah.” Awan pun mengakhiri perdebatan dan saling mengejeknya karena dirasa ia sedikit pusing, ia pun bersandar di tembok sebentar, Fisha yang melihatnya dia menjadi panik.
“Hon, kamu kenapa? Sakit?” tanya Fisha dengan lembut, ia pun meraih tangan Awan.
“ehehe ndak Ney, hanya ngantuk saja,” jawabnya mengelak sedikit bohong agar Fisha tak khawatir.
--------
Semuannya pun menyuruh Awan untuk duduk kembali, ibu pun masuk ke kamar Fisha, lalu mengajak semuanya untuk makan, mereka pun awalnya menolak, lalu akhirnya mengiyakannya karena ibu mengancamnya dengan berbagai godaan dan berbagai macam cara.
Fisha pun ikut makan bersama dengan semuanya dikarnakan ia merengek hingga ke akar kepada, sehingga membuat hati ibu luluh dan mengiyakannya.
“Aw, kamu balik jam berapa? Udah pesan tiket? Mau aku pesanin? Atau balik besok saja?" Tawar Alby dengan berbagai pertanyaan.
“Udah pesan tiket aku tadi tiket PP, mau balik jam 3 habis sholat ashar, terbang jam 4, sekarang jam berapa? Dari tadi aku gak lihat jam.” Awan pun melihat pergelangan tangannya yang ada jam tangannya itu, ia pun terkejut.
“Eh alamak, jam cepet amat yak, sekarang udah jam setengah 3? Apa?! Waktuku tinggal setengah jam lagi,” ucap Awan dengan paniknya.
“Udah santai saja kan ada Alby si pembalap, nanti hanya sekali mengedipkan mata, sampailah di bandara haha,” goda Ares.
“Sialan kau!” umpat Alby, dan ia pun menendang kaki Ares yang dibawah meja, Ares pun mendesis, dan semuanya pun geleng-geleng kepala dibuatnya.
“Yaudah Nak Awan, kamu segera siap-siap mandi dulu habis itu sholat, bentar lagi juga adzan ashar, di kamar Farsi saja sesama cowok.” Ibu menjelaskan, semua yang mendengarnya menahan tawa serta menatap Awan dan berucap kode.
__ADS_1
“Rasain!” lirih semuanya, ibu yang mendengarnya pun tersenyum dan pura-pura tak tau apa-apa, Fisha juga menahan tawannya, dan mengedipkan matanya ke Awan, Awan pun mengangguk mengerti.
Haha apesnya aku, kasihan sekali, tadi tak dapat kesempatan untuk mencium kening Fisha sedikit saja, kan aku tak pernah mesum cuma gitu doang, terus ini juga mandi sama sholat pakai di kamar Farsi, aku kira di kamarnya Fisha, padahal aku ya mau ngapain, ibu ini dasar! Hmmm lemes tak bertulang aku, mungkin belum saatnya ya, masih lamaaa tiba saatnya nanti hahha, tak apalah. Batin Awan.
Kasihan sekali ya kamu Hon, jauh-jauh tak bisa leluasa dekat denganku haha, sabar ya Sayangku, tiba saatnya nanti, semangat ya perjuangannya. Batin Fisha, mereka pun saling tatap dan Fisha memberikan kepalan tangannya ke udara tanda menyemangati Awan, Awan pun mengangguk mantap.
Ia pun berdiri dan pamit ke semuanya dan berlalu pergi untuk bersiap-siap mandi, sholat, lalu balik Jogja. Farsi pun mengikuti Awan dan menyiapkan handuknya juga sarungnya untuk Awan, Awan pun berterimakasih, Farsi mengiyakannya, ia pun keluar menunggu Awan di luar.
Setengah jam kemudian, setelah dirasa selesai, Awan pun berpamitan balik kepada semuanya, ia pun menatap Fisha dengan penuh kerinduan, dan menatap penuh dengan mengedipkan matanya.
“Aku balik dulu yaaa semuannya,” pamit Awan.
“Kalau sudah sampai, kabarin aku ya ...,” ucap Fisha, Awan pun mengangguk dan tersenyum, Fisha pun membalas senyumnya lalu Awan pun melambaikan tangannya, ia pun diantar Alby dan Sesil ke bandara, Fisha tak ikut karena tak boleh ayah dan ibunya karena belum sembuh total. Ia pun menatap mobilnya hingga menghilang.
Sedangkan Sasa dan Ares dia pun berpamitan untuk Pulang, rumah Fisha pun menjadi sepi kembali.
-------
Note :
InsyaAllah nanti kembali lagi yaaaa kakak-kakak kesayangan ...
Yang kenceng yaaaa dukungannya ...
Like, vote dan komen dengan ikhlas, Allah yang membalasnya.❤💋
Mampir juga yuuuk kak di novel keduaku ...
__ADS_1
*Pangeran Gayung & Putri Tidur ... 😍😍😍