Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Syukuran Shoghir


__ADS_3

Malam pun tiba, setelah sholat isya' keluarga sederhana ini menyiapkan acara syukuran shoghir, alias syukuran kecil-kecilan. Fisha hanya mengundang sahabat-sahabatnya saja, sedangkan ibu dan ayah hanya mengundang tetangga satu rt saja. Fisha dan ibu melaksanakan ritualnya menata di ruang makan apa yang dimasak tadi sore.


Menu jamuannya pun sederhana, ada kue basah, kue kering, buah-buahan, air putih juga es teh, tak lupa nasi seperangkatnya yang sudah dikemas di mika plastik dan kardus dengan rapi, untuk dibagikan nanti setelah selesai acara, ibu memasak sendiri dengan simpel dan Fisha membantunya dengan semangat.


Selesai menyiapkannya, sambil menunggu acaranya tiba, mereka pun leyeh-leyeh sambil menonton televisi dan bercanda gurau, karena acara diselenggarakan setelah sholat isya'. Fisha pun ikut serta menonton televisi, tapi dia menonton dengan malas dan tak bersemangat, karena tak ada chanel yang seru, jadi dia mengotak-atik hanphone-nya, memainkan game peternakannya, dia dengan teliti memberi makan ayamnya dan mengambil sebagian telurnya sambil membayangkan kalau dia seandainya jadi peternak sukses, tapi belum selesai mengambil semua telurnya, notifnya pun berbunyi.


Uhu ... uhu ... uhu ....


Siapa sih? Mesti ya kalau aku main game pasti ada yang menggangguku, aku bisa menebak ini pasti Awanku. Batin Fisha.


Dia pun mengabaikannya dan meneruskan game-nya kembali, karena dia menikmati memungut telurnya dan memerah sapinya dengan senang serasa dia menghitung semuanya dengan sumringah.


Notifnya pun berbunyi lagi.


Uhu ... uhu ... uhu ....


Ibu yang memperhatikan dari tadi menggelengkan kepala dengan menyengir kuda, lalu menggoda Fisha dengan kekeh.


“Hey, Putri kencana, itu coba dilihat siapa yang chat, berisik tau dari tadi! Burung hantunya juga menyeramkan, ganti sana notifnya! Jangan-jangan itu yang chat dari negeri Awan merindukan dewi kwan im ya haha, cepat sana balas!” ibu menggodanya panjang lebar.


“Ih Ibu apaan sih, apa itu putri kencana? Dewi kwan im? Kebanyakan nonton sinetron ibu ini, terus burung hantu serem apanya, enggak dong lucu begini, biarin, aku suka haha biar gak ada tikus di rumah.” Fisha balik menggoda ibu dengan tertawa terbahak-bahak. Ayah dan Farsi pun heran dengan ibu dan Fisha, mereka sangat klop sama-sama turunan perbawelannya.


Fisha mengeluarkan game-nya, lalu dengan terpaksa Fisha membuka chatnya dengan cepat dan ternyata si Awan beneran yang chat, dia pun membuka pesan dengan wajah dibuat seimut mungkin sambil tersenyum membaca pesan tersebut. isi pesannya 2x.


📤 Sayang, apa kamu merindukanku? Aku sangat merindukanmu, jumpa nanti ya kesayanganku.🤗


📤 Ney, sibuk ya kok gak bales sih?🙄


“Ihh bawel amat, mulai kumat dech sensitifnya kayak bayi haha, nanti aku popokin baru tau rasa!” ucap Fisha lirih, jadi tiada yang mendengar ucapannya, kecuali dirinya dan Tuhannya.

__ADS_1


pesan pun terbaca, Awan sangat senang, dia menunggu balesannya sampai 5 menit dan beberapa menit kemudian, tapi tiada balasan juga, dia berfikir pasti Fisha sangat sibuk persiapan syukuran di rumahnya itu, padahal yang sebenarnya sibuk berternak dalam game sambil selonjoran kakinya di kursi.


Fisha masih asyik dengan dunia game-nya, sambil ketawa terbahak-bahak sendiri, membuat ibu, ayah dan adiknya mengernyitkan dahinya karena heran dibuatnya.


“Kenapa kamu Mbak? Ketawa sendiri,” tanya Farsi dengan tatapan menyelidik.


“Kepo kamu, mau tau aja, apa mau tau banget Dek?” goda Fisha dengan menaik turunkan kedua alisnya.


“Gak mau tau keduanya,” balas Farsi singkat karena sebal.


“Haha ada yang marah nie?” Fisha masih menggoda adiknya, tapi yang di goda no respond dia bangkit dari kursinya lalu berlalu pergi.


“Kalian ini, selalu bikin ibu sakit kepala, kadang akur kadang meledak ribut melulu,” sahut ibu dengan menepuk kaki Fisha yang masih berselonjoran itu.


“Eh, Bu, Fish, udah adzan nie, ayo sholat isya' nanti keburu para undangannya datang, sholat sendiri-sendiri saja ya biar cepet.” Ayah berbicara lalu berlalu pergi, Farsi yang melihat ayah berjaran ke arahnya dia pun mengikutinya dan ikut melaksakan sholat isya'. Selesai sholat, mereka pun berkumpul menunggu para undangan datang.


--------------


Ku menangis ...


Membayangkan ...


Betapa kejamnya dirimu atas diriku ....


Dia merogoh kantung bajunya dan langsung menggeser icon berwarna hijau, yang menelvonnya adalah Sesil.


“Assalamu'alaikum, ya ada apa Sil? Udah pada datang nie, kalian mana? Tak muncul batang hidungnya?”


“Hehe iya ini mau berangkat, aku niat nelvon kamu tanya apa udah ada orang gitu? Eh udah kamu jawab jadi aku tarik kembali kata-kataku.” Goda Sesil.

__ADS_1


“Seharusnya kalian itu lebih cepet, bantu-bantu di sini, eh malah telat!” Sewot Fisha.


“Iya nanti bantu makan, emang Sasa gak bantuin, kan deket haha.”


“Cih, udah aku sibuk, bye wassalamu'alaikum.


Tut, tut, tut. (Panggilan diakhiri)


Sesil pun memasukkan handphone-nya ke dalam tas dengan menggerutu.


“Ih dasar nie Anak, main matiin aja, yaudah aku berangkat aja, Sasa katanya udah berangkat duluan, kan samping rumah cepet sampai, mungkin dia mau bantuin, para cowok terserahlah.” Sesil berbicara sendiri, lalu dia pamit sama bibiknya dan melaju pakai mobil biar cepet.


Ternyata sampai di sana, para sahabatnya pun sudah pada nongol di sana. Dia telat, lalu bersalaman dengan orang tua Fisha dan mencium tangannya, lalu bersalaman dengan semua yang ada di sana.


Syukuran pun dimulai dengan bersholawat, mengaji Al-qur'an juga sedikit istighosah meminta kebaikan kepada Allah, agar semuanya menjadi terbaik dan selalu dilimpahi keberkahan.


Lalu Fisha tak sengaja bertatapan dengan seseorang yang menunduk dari tadi, dan dia kaget bukan main dan memegang dadanya karena sesak. Ibu yang melihat Fisha seperti itu dia mendekatinya dan menenangkan anaknya yang tiba-tiba syok.


“Kamu kenapa Sayang? Mana yang sakit? Ada apa? Jangan bikin Ibu khawatir.” Ibu celingak-celinguk bingung apa yang harus dilakukannya, dia pun mengambilkan air untuk Fisha.


“Ibu dia ... dia ... kenapa ada di sini? Apa Ibu mengundangnya? Pe-pergi! Pergi!” Fisha menunjuk-nunjuk orang itu dengan takut, semua orang menoleh ke orang itu dan menatap heran juga bertanya-tanya.


----------


Note:


Maaf kakak-kakak kesayangan, up-nya telat, dikarnakan sibuk banget hari ini dalam dunia nyata dengan si comel, maaf ya gak sebanyak biasanya.


Author udah up demi kalian di tengah kesibukannya 😝, yuuuk dukung terus kakak-kakak kesayangan,,, senam jempolnya yuuuk agar tidak kaku, tinggalkan jejak kalian, lophyupolepel .... ❤

__ADS_1


Ingat! panggil aku 3x dengan penuh cinta, insyaAllah aku akan sering muncul demi kalian. 😁⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2