Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Alby Merayu


__ADS_3

2 jam telah berlalu ....


Jam menunjukkan pukul 20.00, semua sahabat Fisha pulang ke rumahnya masing-masing, mereka berniat balik besok sore saja, membolos kuliah untuk besok, juga melupakan rencana ke rumah Alby nanti karena dirasa ngantuk.


Alby memasuki gerbang rumahnya dan dibukakan oleh pembantunya, ia langsung menyelonong masuk tanpa mengetuk pintu dan tanpa salam. Ia melihat kakaknya duduk di kursi dengan membaca koran, Alby pun menghampirinya.


“Kakak ...,” sapa Alby dengan semanis mungkin.


“Kenapa? Apa kamu adikku? Apa hantu? Main nyelonong aja gak ketuk pintu atau salam gitu dasar anak nakal!” Canda Even sambil melirik ke Alby dan menutup korannya, lalu ia melipat kedua tangannya di dada.


“Haha ya ini Alby masak cakep begini hantu? Hehe sorry Kak, kan lagian mama papa gak ada, mereka di luar kota kan? Jadi bebas dong ...?” Even menggeleng dan berdecih lalu berdiri menyentuh kening Alby dan menaruh di keningnya.


“Eh panas, pantesan agak gesrek pede sekali kamu! Dan juga wajib salam atau ketuk pintu dulu biar sopan oke!” Even duduk kembali ke kursi, Alby pun mengangguk dan mengikuti kakaknya lalu duduk di sampingnya.


“Kak ... Kakak ....” Memanggil kembali dan bergelayut manja di bahunnya, merayu kakaknya itu.


“Kenapa?” Menepis tangan Alby seraya mendorongnya agar menjauh karena Even sangat risih dengan ulah adiknya sekarang, Alby terkekeh.


“Hehe itu Kak, bantuin Alby ya untuk mencari tahu dalang kematian Awan dan kecelakaan Fisha itu,” jawab Alby dengan ragu-ragu sambil memelas dan mengatupkan kedua tangannya memohon kepada Even.


“Ka-Kakak ...? Kenapa harus Kakak ... dia kan temenmu ... Kakak sibuk!” Menunjuk diri sendiri dengan terkejut lalu bangkit berdiri dan ingin berlalu pergi.


”Kakak ... bantu orang itu dapat pahala.. Kakak ini jangan pelit! Dosa ... nanti Allah marah! Kakak kan punya anak buah banyak bisa lah bantu aku ya ...!” Rengek Alby dengan suara mendayu-dayu, Even yang mendengarnya ia tersenyum tipis.


“Anak kecil lagi ceramah nie ceritanya aih ... kampret! Iya iya kakak bantu ... sebentar!” meraih telvonnya dan memencet nama seseorang.


“Halo ... Jos?” Berbicara saat panggilannya sudah terhubung.


“Ya Bos, ada apa?” Suara seseorang disebrang sana.


“Selidiki kejadian kecelakaan kemarin 3 hari yang lalu di area sekitar Batu yang ada hutan belantara itu, secepatnya aku tunggu jawabannya!” Perintah Even tegas.


“Oke siap Bos.” Even langsung mematikan telvonnya dan memasukkan kembali ke kantongnya, lalu melirik ke arah Alby dengan wajah yang tak bisa ditebak.


“Sudaaaah ... bye kakak mau ke kamar!” Berjalan kembali berniat masuk ke dalam kamarnya dan melambai ke arah Alby.


“Kaaak makasih, aku sayang kakaaak ...,” teriak Alby.


“Ciiih basi ... cepat tidur sana ...! Sudah malam!” Perintah Even, dan Alby mengangguk lalu menuju ke kamarnya.


---------


Di sisi lain Fisha sedang gelisah membolak-balikkan badannya di atas ranjang kamarnya sendiri, karena dia juga sudah pulang ke rumah sehabis di rumah kakek tadi, ia masih sangat sedih dan terpukul atas kepergian Awan, ia tak bisa tidur dan memutar berulangkali video Awan sambil menangis sesenggukan, ia juga memakai liontin yang diberi Awan, sesekali ia melihat foto Awan yang ada dalam liontin itu.


“Awaaan kenapa kamu secepat itu ... Aku sungguh sangat merindukanmu ...,” ucap Fisha lirih dan menunduk, lalu ia mengambil diary yang ada di atas meja dan membacanya, air mata semakin banjir di pipinya dan ia mengusapnya berulang kali.

__ADS_1


Intinya diary itu menulis semua kisah Awan saat bertemu Fisha sampai akhir hidupnya, di rumah sakit juga Awan masih menulisnya dengan lemah dan darah yang sedikit berceceran di bukunya.


Isi diary terakhir merupakan pesan untuk Fisha.


Sayangku Fisha, setelah ini kita tak akan berjumpa lagi, kamu jangan menangis ...


Aku sangat mencintaimu ... tenanglah! Kamu akan bisa melihat lagi indahnya dunia ...


Dan menemukan kebahagiaan seseorang yang akan menggantikanku.


Kamu gak akan buta lagi Sayang ...


Raga kita nanti akan menyatu ... jangan lupakan aku yaaa ...


Kalau kamu merindukanku tataplah aku dalam cermin pantulanmu itu ...


Kamu akan selalu melihat tatapan mesumku itu melalui mataku ...


Maafkan aku belum bisa membahagiakanmu ...


Berbahagialah selalu ... berjanjilah untuk tidak menangis lagi ...


Karena mata indahku itu tak akan meridhoi kamu untuk meneteskan air mata lagi.


Berjanjilah ... agar aku tenang di alam sana ...


Karena aku sangat membenci itu ...


Kita akan bertemu lagi nanti di surga-Nya insyaAllah.


Bye kesayanganmu yang tampan Awan, emmmuach.


Dia begitu menyayangiku hingga banyak kenangan yang ia tinggalkan, aku gak akan melupakanmu, aku janji gak akan menangis lagi. Batin Fisha, ia pun bangkit dari tidurnya dan berdiri menghadap cermin lalu menghapus air matanya seraya tersenyum.


“Terimakasih atas semuanya Awan, Sepertinya ini pesan terakhir kan buat aku? Iya kan?” Fisha berbicara sendiri lalu menyentuh cerminnya yang terdapat mata indah Awan itu.


“Tatapan mesummu selalu menghipnotisku, terimakasih lophyupolepel.” Fisha mendekat ke cermin lalu mencium matanya sendiri. Tak terasa air mata lolos dan jatuh dengan sendirinya.


Fisha lalu berjalan ke arah kamar mandi dan membasuh mukanya yang sembab, ia lalu menunaikan sholat isya' dengan khusyu' dan setelah itu ia wirid sebentar lalu menadahkan tangannya ke atas dan berdo'a dalam hati untuk dirinya dan untuk semuanya sambil memejamkan mata, lalu Fisha bersandar di tembok dan tertidur dengan masih memakai mukenah hingga menjelang pagi.


------


Fajar menyingsing, Fisha mengerjapkan matanya dan mengucek kedua matanya dan ia terkejut karena tertidur semalaman di tempat ibadahnya, ia langsung secepatnya berdiri dan menuju kamar mandi lalu menunaikan sholat shubuh.


Setelahnya ia turun ke bawah untuk membantu ibunya, ibu tersenyum karena anaknya itu sudah semangat dan melupakan kesedihannya.

__ADS_1


Fisha menyiapkan semua masakan ibu ke arah ruang tamu, ayah yang melihatnya tersenyum dan mendekat ke Fisha dan mengusap puncak kepalanya serta mencium kening Fisha.


“Pagi Kakak cantikku ...,” sapa Farsi dengan tersenyum lebar dan merangkul Fisha.


“Pagi juga ... aihh tumben sok manis, lepaskan!” Fisha memberontak, sedangkan ibu ayah menggelengkan kepala atas kelakuan anaknya, Farsi menyentuh kening kakaknya.


”Kakak baik-baik saja kan? Gak demam kan?”


“Iya sangat baik, udah duduk sana! Ayo makan!” ajak Fisha dan Farsi mengangguk, mereka pun memulai makan bersamanya, selesai makan Fisha membereskan semuanya, Ayah dan Farsi berangkat bersama.


“Bu, Fisha minta izin ya mau ke rumah Alby, mau tanya tentang orang jahat itu,” ucap Fisha sambil mencuci piring habis makan tadi.


”Yakin? Gak apa-apa? Mau ibu antar?” Tawar ibu dengan mendekat ke arah Fisha dan menatap anaknya.


“Gak usah Bu, Fisha sendiri saja lagian deket, Fisha mau naik ontel saja.”


“Oke hati-hati," jawab ibu singkat sambil mencium kening anaknya. Fisha tersenyum, lalu ia ke kamar untuk bersiap-siap ke rumah Alby.


-------


Note:



Haha maafkan Otor semalam benar\-benar tertidur, kecapekan jadi sekarang cepat mengantuk.



Hargai Otor ya habis baca jangan lupa like.


Tinggalkan jejak ... jangan habis baca kabur ...



Otor kan sedih kesannya tak ada yang menyukai cerita Otor, padahal Otor sesibuk apapun pasti usaha up.



Like sangat penting agar cerita semakin berkembang dan dibaca orang, dengan rating kecil orang malas membaca di kira sangat receh dan jelek ceritanya.🙄😭



Maafkan otor kalau banyak salah.


Sekian insyaAllah nanti otor balik lagi ... 💋

__ADS_1


 


 


__ADS_2