
“Baiklah aku meluncur, tunggu aku ya, aku akan naik pesawat bisnis biar cepet, jaga Fisha dengan baik ya Al!” ucap Awan dengan penuh kecemasan. Ia pun bangkit dan meminta izin kepada papa mamanya untuk balik ke Surabaya sebentar, papa mamanya aslinya berat karena kasihan anaknya yang terlihat letih itu baru sampai Jogja, namun melihat ketulusannya, mereka pun mengizinkannya.
Demi sang pujaan hatinya, ia pun rela bolak balik Jogja-Surabaya, Surabaya-Jogja, sungguh cinta yang membuat iri dan meleleh bukan?
Lalu setelah mendengar penuturan Awan, Alby pun menutup telponnya dan menaruh handphone-nya di sakunya kembali, ayah pun datang bersama dokter pribadi Fisha dan segera masuk kamar Fisha lalu memeriksanya.
Dokter memeriksa Fisha dan menggelengkan kepalanya, membuat semua khawatir, lalu dokter memasang selang infusnya, dokter bilang Fisha hanya trauma dan syok saja sehingga mengakibatkan Fisha menjadi sakit tifus.
Mereka pun lega mendengar Fisha hanya tifus saja, mereka takut akan ada hal yang lebih buruk lainnya, kalau misal traumanya semakin parah, dokter menyarankan Fisha agar tak berhubungan dengan Bella dan syok yang terlalu, akibatnya nanti akan fatal jadi jauhilah, begitu kata dokter, lalu setelah dokter memeriksanya, dokter memberi resep obat, dan Alby pun dengan sanggup menebusnya ke apotik bersama Ares.
“Makasih ya Dok, ucap mereka serempak, dokter pun mengangguk tersenyum, lalu ayah pun mengantar dokter untuk keluar rumah.
Sedangkan Alby dan Ares berlalu pergi dengan cepat agar segera menebus obatnya lalu segera diminum Fisha.
--------
Di apotik keduanya pun berbincang dengan serius.
“Hey Res, kamu tau? Katanya Awan kembali sebentar demi Fisha, sungguh bucin akut dan cintanya setengah mati kan? Haha dasar!” kata Alby dengan dibumbui candaan.
“Hah? Beneran kamu? Naik apa dia? Apa gak capek tuh dia?” Ares pun heran dibuatnya.
“Besok kalau kamu jatuh cinta juga pasti seperti itu jelasnya jadi bucin juga, lihat saja nanti!” lanjutnya dengan menatap Alby dengan tersenyum mengejek.
“Enak aja, kamu tuh yang gitu, aku tuh enggak, sorry naudzubillah,” sangkal Alby, mereka pun saling mendorong dan tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
“Itulah namanya cinta sungguh merepotkan, kamu jangan enggak dan sorry nanti kemakan omongan kamu haha, udah ayo cepat! Obat ditunggu,” Ajak Alby, lalu mereka pun selesai dan kembali ke rumah Fisha.
10 menit kemudian ....
mereka pun sampai dengan membawa obatnya, lalu memberikan ke ibu, ibu pun membantu Fisha untuk duduk dan bersandar di tempat tidur.
“Nak, ini diminum obatnya,” Fisha pun mengangguk saat ibu memberikan obatnya lalu menyodorkan airnya, dia pun meminum obatnya, lalu ibu membantu Fisha untuk berbaring kembali.
Fisha pun memejamkan matanya lalu tertidur tenang karena efek obat itu bekerja dengan cepat. Ibu pun memeriksa kondisi Fisha, ibu pun merasa senang dan bersyukur karena suhunya sudah agak turun, semuanya pun menunggu di luar kamar Fisha, mereka membiarkan agar Fisha istirahat dengan nyenyak agar cepat pulih.
2 jam kemudian ....
Awan pun tiba di bandara surabaya, ia pun memesan taxi online dan dengan cepat taxi pun datang, dia pun masuk ke dalam taxi itu, lalu menuju ke arah rumah Fisha, ia di jalan khawatir dan berkomat-kamit mengucapkan doa terbaik di hatinya buat pujaannya itu. Ia aslinya sangat capek, tapi tak diperdulikannya karena baginya adalah Fisha segalanya. Ia pun memejamkan matanya merindukan senyuman gadis mungil manis itu.
Lalu ia pun tiba di rumah Fisha dengan derap langkah kaki yang lirih dan sangat pelan, ia sangat merindukan sang pujaannya itu, namun ia ragu untuk melangkah, bukan karena ia tak mau menemuinnya, namun ia sangat sedih dengan keadaan yang mempertemukan mereka karena sakit, seharusnya mereka dipertemukan saat keadaan yang bahagia agar kesannya indah, namun Tuhan berkehendak lain, ia pun dengan berat hati tetap melangkah lalu Awan pun mengetuk pintunya.
Tok, tok, tok ....
“Assalamu'alaikum.” Awan mengucapkan lirih karena gejolak rasa sakit dihatinya.
“Wa'alakumsalam,” jawab seseorang dari dalam, lalu pintu pun terbuka.
“Lho, Nak Awan kok balik? Bukannya ada di Jogja?” tanya ayah dengan mengernyitkan dahinya karena heran dibuatnya. Awan pun menangkup tangan ayah dan mengecup tangannya.
“Eh aku balik Yah, karena aku mendengar kabar Fisha sakit jadi aku kembali untuk melihat keadaannya sebentar,” jelas Awan dengan menatap ayah, lalu ayah pun mempersilahkan masuk dan duduk, ayah begitu salut atas Awan yang begitu mencintai putrinya, beliau pun terharu dan tanpa disadari beliau menitikkan air mata.
__ADS_1
“Kamu jelasnya capek Nak, istirahat dulu, atau kamu mau nemuin Fisha? Langsung saja yuk ayah antar,” tawar Ayah kepada Awan, Awan pun mengangguk dan tersenyum yang dipaksakan lalu mengikuti langkah ayah. Awan bertemu dengan semua sahabatnya di luar kamar Fisha, mereka semua tersenyum dan mengangguk termasuk ibu.
Ia pun masuk ke kamar Fisha dengan wajah yang sedih karena melihat bidadarinya tertidur dengan pucat, ia pun mendekat dan duduk di sebelah ranjang Fisha, ayah pun meninggalkan mereka berdua. Awan pun menggenggam tangan Fisha dengan lembut dan mengusap puncak kepalanya yang berhijab itu.
“Sayang, aku kembali.. Kamu harus cepat sembuh, kalau boleh aku meminta biar aku saja yang sakit, jangan kamu, sungguh sakit rasanya aku melihatmu tergeletak tak berdaya seperti ini,” kata Awan dengan sendu sambil terus memandangi wajah Fisha.
“Aku merindukanmu, merindukan semuanya, juga rindu senyummu, apa kamu tak merindukan senyuman mesumku?" tanya Awan dengan berdiri lalu berbisik di telinga Fisha, ia pun merasa sangat lelah dan Awan pun yang menunggu Fisha lama-lama dia pun tertidur di samping Fisha dengan terduduk.
Fisha pun mengerjap dan sadar dari tidurnya, ia pun merasa agak baikan, lalu dia menatap seluruh ruangan dan dia yang melihat Awan tertidur pulas dikiranya dia hanya mimpi, dia pun mencubit pipinya berulang-ulang untuk meyakinkan, saat dirasa nyata dia pun tersenyum dan memandang Awan.
Ia pun mengusap rambut Awan. Awan yang merasakan ada sesuatu yang menyentuh rambutnya ia pun terbangun dan menatap Fisha, mereka pun akhirnya saling menatap lama dan menyalurkan kerinduan yang baru beberapa jam itu dengan lembut.
Ternyata dia kembali, demi aku dia kembali, aku kira semua ini hanyalah mimpi, aku juga begitu menyayanginya, Tuhan jagalah dia selalu untukku, aku sungguh tak bisa tanpanya dan sudah bergantung dengannya. Batin Fisha.
Mereka pun saling menitikkan air mata tanpa disadarinya, karena cintanya begitu indah dan bisa melewati cobaan dari takdir.
-------
Note :
Gimana aku benar-benar balik kan? Makanya jangan pernah meragukan kesungguhanku kakak-kakak, membuat cerita butuh berjam-jam waktunya, maka dari itu hargailah aku dan dukung aku dengan semangat kalian yaaaa ....
Semangatnya adalah bantu like, vote juga komen .... 😍
Terimakasih sudah mau mampir di cerita recehku, salam sayangku buat kakak-kakak semua lophyupolepel .... ❤
__ADS_1