
Pagi pun tiba, mereka pun siap gak siap harus siap, untuk berperang hari ini, ini adalah hari penentuan, apakah lulus atau tidaknya mereka untuk ke jenjang selanjutnya, yaitu jenjang lebih dewasa lagi alias ngampus bukan nyekolah lagi, mereka siap bertempur hingga akhir.
Mereka tiba di sekolah dengan wajah yang bermacam-macam, ada yang tegang dengan berdiri aja di pojokan sambil melamun, ada yang mondar-mandir kayak setrikaan, ada yang berkomat-kamit ria seperti mbah dukun baca mantra, ada yang kutu buku, membolak balik buku melulu, gak tau masuk ndaknya pelajaran ke otaknya karena ketegangan memuncak, semua mereka lakukan dengan gelisah, gara-gara satu nama yaitu UN, nama yang keren kan bisa membuat orang gegana gelisah galau merana haha.
Termasuk geng master percabaian berlevel ini, muka mereka datar tanpa expresi, dalam pikiran dan benak mereka masing-masing hanya ada kata satu yaitu lulus ya Allah amin, lulus dan lulus begitu dalam cakupan do'anya kepada sang pencipta.
Akhirnya bel pun berbunyi tanda pertempuran dimulai, Fisha dengan tenang mengerjakan dengan baik, Sasa dan Sesil mereka mengedipkan mata satu sama lain dengan memegang keningnya tanda pergawatan, begitu juga Ares dan Alby mereka menggeser duduknya ke kanan dan ke kiri tanda perisauan, sedangkan Awan dia pun sama dengan Fisha tenang, tapi sebenarnya dia juga agak bingung dan tak mahir seperti Fisha, dia hanya sok saja karena sedikit malu dengan Fisha.
Mereka benar-benar geng yang dibuat kelabakan oleh ujian tersebut, lalu Sesil dan Sasa berencana mendehemi Fisha, tapi belum selesai mereka mendehemi, Fisha langsung mengasih contekan dengan nada isyarat, Sasa dan Sesil pun paham maksudnya, lalu mengerjakan dengan cepat sambil menahan senyumnya, karena sangat konyol sekali menurutnya contekan tersebut.
Alby dan Ares pun menoleh sedikit ke Sesil, Sesil pun mengasih isyarat dengan secepat kilat, lalu dengan cepat mereka mengerjakannya.
Guru pun datang dan melihat gerak-gerik Sesil yang mencurigakan, Sesil yang tau dia agak dicurigai, dia cengengesan dan bersikap biasa saja agar tak kentara. Akhirnya guru pun cuek karna Sesil berhasil mengelabui beliau dengan cara berpura-pura batuk.
Sebelumnya mereka emang sudah merencanakannya, sebelum bel berbunyi tanda masuk kelas tadi, dengan macam-macam tanda isyarat kalau mau minta contekan, jadi sudah hafal dong mereka dengan isyaratnya, mereka benar-benar persahabatan yang sehidup semati agak gesrek, bagi yang lainnya pasti tak akan memahami mereka dengan sangat baik seperti geng itu.
Sesil melirik Alby dengan tatapan mempesona, Alby meminta jawaban dengan menunjukkan jarinya membentuk 2 dan 0, Sesil pun tau kalau itu nomer 20, Sesil mengedipkan matanya dan memberi lambang cinta ala korea yang ibu jari dan telunjuk disilang, Alby pun tau jawabannya adalah c. Dia tersenyum dan mengangguk, dalam hatinya berdesir dengan bergemuruh, dia memegangi dadanya dengan erat.
Andai itu adalah bukan jawaban, tapi suatu kenyataan cinta, aku pasti sangat bahagia, sungguh, tapi itu hanyalah ilusi jawaban UN saja haha apes. Eh, tunggu tadi siapa yang ngomong, apa setan ya, ihh dasar, bukan aku yang ngomong, aku gak bakalan suka sama si Sasa Shampo nyebelin itu. Batin Alby.
--------------
__ADS_1
Fisha pun berdiri karena dia sudah selesai, sahabatnya pun menjadi semakin risau, mereka belum selesai semua, mereka dibuat kelabakan oleh ulah Fisha yang sudah selesai, Fisha pun menahan senyumnya dan melirik ke semua sahabatnya, dan menunjuk arah pintu, memberi syarat aku tunggu di luar begitu syaratnya, semuanya pun mengangguk.
Sesil menatap langkah Fisha yang semakin menjauh dan Fisha yang berada di luar membalikkan mukanya dan mengeja ke Sesil dengan isyarat dengan cepat.
Sesil yang sudah terbiasa dengan kecepatan mencontek dia pun sangat ahli dan tak pernah ketahuan, mereka pun akhirnya selesai dan keluar dengan ketawa masing-masing, lalu saling mengobrol pembahasan pengajian akbar tentang percontekan tadi.
“Apa-apaan Alby ini, dia sangat payah menconteknya, udah tau kita harus cepat agar cepat selesai, ih dia lemot sekali, pengen aku tinggal tadi haha, kebanyakan ngisap madu kamu jadinya over dosis lemotnya karena kekenyangan.” Ejek Ares dengan memukul kepala Alby, Alby yang dipukul dia menatap tajam seraya menggerutu.
“Abisnya kalian ahli sekali, mencontek aja bangganya ampun dech hmmm.” Balik ejek Alby ke semua sahabatnya.
“Hidup itu harus saling berbagi, apalagi persahabatan harus saling semuanya, pokoknya terbaik buat sahabatnya, nanti lulus sama-sama kan baik namanya haha.” Jelas Sasa dengan tertawa terbahak-bahak.
“Iya aslinya gak baik lah namanya mencontek itu, tapi demi persahabatan ya gak apa-apa, lagian mana ada orang yang alami gak nyontek, setannya banyak, jelas pada tergoda lah haha.” Awan menimpali dengan menutup mulutnya karena tertawanya kencang, sedangkan Fisha melirik Awan dengan tatapan sendu, membuat Awan semakin melayang.
“Dalil, dalil, Bu nyai berceramah haha, udah ah aku takuuut hih.” Sesil berkata dengan melarikan diri sambil ketawa kencang, Sasa pun mengikutinya bersama Fisha mengejarnya, sedangkan ketiga lelaki itu pun ikut serta, tapi mereka berjalan dengan santainya menuju tempat kebanggaan semakin meluas perumpiannya itu yaitu kantin.
Mereka pun tiba di kantin, mereka memesan banyak sekali makanan karena dirasa katanya sangat lapar sekali, karena pertempuran tadi mengosongkan tenaga yang terkuras habis, begitu menurut geng master percabaian berlevel.
Mereka saling melirik dan ketawa gak jelas sambil menunggu pesanan datang.
“Gimana kamu Hon, bisa kah tadi kok kayaknya gak minta jawaban?” tanya Fisha, Awan yang ditanya pun menoleh dan tersenyum.
__ADS_1
“Bisa dong, Awan gitu lho.” Sambil menepuk dadanya.
“Iya bisa, bisa nyonteknya ahli pol,” ejek Sasa sambil menunjukkan jempolnya.
“Sok kamu! Tadi aku melirik kamu kita pas saling lempar jawaban, aku lihat kamu mencatat haha, dasar sok ddm diam-diam mau haha.” Sesil menimpali semakin memojokkan Awan, lalu Sasa dan Sesil mengangkat tangannya saling bergesekan satu sama lain tanda toss.
“Haha o o kamu ketahuan Hon ....” Fisha mengejek sambil menutup mulutnya. Sedangkan Awan tersipu malu dibuatnya dengan mengalihkan pandangannya.
“Hemm iya udah dech jangan menghina dia lagi, sama-sama saling berbagi meskipun kebathilan sedikit haha.” Kata Alby, “Yaudah itu makanan datang siap-siap serbuuuu dan lahaaaap,” lanjutnya sambil menyantap makanannya.
semuanya mengangguk dan makan dengan lahap tanpa bicara karena sangat lapar, meskipun kehilangan energi, tapi dalam hal beradu argumen masih sanggup lho mereka, keren kan haha.
Semoga selanjutnya merupakan awal yang baik untuk hidup yang baik ke depannya untuk mereka.
---------
Note:
Salam sayang dariku penulis receh💋, semoga selalu terhibur kakak-kakak kesayangan ....
Doakan ku selalu semangat menulis. Kasih semangat aku dengan like, komen kritik atau saran, juga dukung terus dengan vote ya 🙏😍🤗.
__ADS_1
Makasih semoga Allah yang membalas kalian semua, kalian terbaik.❤