Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Pesan-Pesan Awan


__ADS_3

Fisha pun menerima kotak yang diberikan Awan untuknya, ia pun menerimanya dengan terharu sambil menangis dengan tubuh yang bergetar hebat, ia pun membuka kotak itu di depan jenazah Awan dan di depan semua orang. Lalu Fisha tersentak kaget dan mengambil sepucuk surat tulisan tangan Awan.


Happy birthday Sayangku Ney, pujaannya Awan.


Yang ke 19.


Semoga tambah segalanya, barokallahu fii umrik. Maafkan aku yang tak romantis ini.


Maaf dikala kamu membaca surat ini apabila aku sudah jauh darimu, dan aku tak bisa menemanimu disaat kamu ulang tahun.


Aku tak bermaksud seperti itu Sayang, aku pun tak mau meninggalkanmu.


Tapi aku berusaha akan selalu membahagiakanmu Sayang,


Aku sungguh sangat mencintaimu, sampai kapan pun itu, hingga maut menjemputku.


Meskipun kita tak berjodoh di dunia, siapa tau kita berjodoh di akhirat nanti,


Aku punya banyak hal buat kamu, kuncinya ada di mama, kalau mama lupa kamu bisa tanyakan kepada beliau.


Oke sayang ... jangan pernah kamu bersedih sendirian.


Masih banyak orang yang menyayangimu, bukan aku saja.


Sekali lagi happy birthday, semoga cita-citamu tercapai, amin..


Jangan lupa dipakai ya Sayang, pemberianku yang murahan itu hehe, aku bingung mau kasih kamu apa, semoga kau suka, emuah.


Salam manis dari tatapan mesummu, Awan tampan.


Setelah membaca isi surat itu Fisha pun menangis, lalu ia melihat isi kotak itu yang isinya adalah cincin, ia menatap semuanya untuk meminta persetujuan, semuanya pun mengangguk dan Fisha memakainya di jari manisnya, lalu menghampiri Awan dan memeluknya juga menenggelamkan wajahnya di dada Awan.


“Kenapa kau begitu tega? Kenapa secepat ini? Apa salahku sehingga kau tega meninggalkanku? Kenapa kau begitu mencintaiku? Kenapa kau memberikan matamu untukku? Pengorbananmu kenapa membuatku hancur? Aku gak butuh mata ini, yang aku butuhkan hanya kau bersamaku, meskipun aku buta tapi bila kau bersamaku, kau bisa menuntunku dan menjadi mata untukku! Tapi kalau seperti ini untuk apa? Hampa yang ada dan seterusnya ... hiks, hiks ... Tuhaaaan ya Allah ... Ya Rabb ... jawab aku Awan ...! Jawab...! Hiks, hiks ....” Fisha menggoyang-goyangkan tubuh Awan tak kuasa, lalu ia pun jatuh terjerembah dan duduk di lantai dengan lemas setelah mengucapkan semua itu.

__ADS_1


Mama Zara menghampiri Fisha, beliau mengusap bahu Fisha lalu memeluknya dengan erat menyalurkan kekuatannya.


“Nak, kamu bisa memanggilku Mama, raga kalian menyatu jadi sama halnya kau adalah putriku, putraku begitu mencintaimu kamu gak boleh bersedih ya supaya ia bahagia di atas sana, mama juga sangat sedih, mau gimana lagi Allah lebih menyayanginya, kita berdoa saja yang terbaik untuknya, dan oh ya ini kunci lemari Awan, kamu bisa ambil pesan Awan yang ada di dalamnya besok,” ucap mama Zara panjang lebar sambil mengelus pundak Fisha, Fisha pun semakin menangis tersedu-sedu dan memegang kunci dari Awan.


“Dan satu lagi Nak, ayok segera dibawa pulang jenazahnya dan dimakamkan!” ajak mama Zara, Fisha pun mengiyakannya dan masih sesenggukan.


“Tante ... apa boleh? Jenazahnya dimakamkan di Surabaya saja agar tidak terlalu jauh? Tante juga kan masih punya rumah di sana, boleh ya?” rengek Fisha dengan wajah yang sembab.


Mama Zara berpikir sejenak dan menatap suaminya itu, suaminya pun mengangguk dan mama Zara tersenyum dan mengiyakannya.


“Tentu saja boleh Sayang, lagian di Jogja juga gak selamanya, rumah asli juga di Surabaya, dengan begitu Awan pasti akan semakin senang kalau pemakaman dilaksanakan disitu karena dekat dengan kamu,” jawab mama Zara dengan tersenyum untuk menghibur Fisha.


“Makasih ya Tante ... eh Mama ... makasih banget ...,” ujar Fisha dengan menunduk menahan tangisnya, lalu Fisha menatap mama Zara sambil berkaca-kaca, ia pun langsung memeluk mama Zara dengan bayangan Awan berkeliaran tersenyum, dan membayangkan yang dipeluk Fisha adalah Awan, Fisha mengencangkan pelukannya dan menangis tersedu-sedu. Hiks hiks Tuhaaan ... makasih Awan atas semua cinta yang begitu besaaar.” Mama Zara mengangguk lalu melepas pelukan Fisha dan mengusap air matanya.


Mereka semua terharu dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk Fisha, mereka semua melupakan itu karena kejadian tragis menyedihkan itu, Fisha juga melupakan ulang tahunnya sendiri, tapi Awan semua tentang Fisha dia gak akan pernah melupakannya, hingga maut mau menjemput ia pun masih mengingat Fisha dan menulis surat buatnya dengan keadaan lemah tak berdaya, dia masih menyempatkan dengan sekuat tenaganya.


Jadi dia kemarin ke Malang niatnya hanya untuk merayakan ulang tahunku, maka-nya dia mengajak dinner sore hingga malam, dia sungguh sangat mencintaiku, hingga jauh hari dia sudah mempersiapkan kadonya berupa cincin ini. Juga tulisan tangan itu disela ia waktu terkulai lemah, suratnya pun belepotan tulisannya tak beraturan, tapi dengan segenap cinta aku bisa membaca tulisan tangan hasil jerih payahnya itu, yang penuh dengan bercak darah. Awaaan aku akan mengingatmu di dalam hatiku selalu ... Ya Tuhaaan kenapa Engkau tak menjodohkan kita ... Ya Rabb ... Batin Fisha sambil memejamkan mata dan melihat cincin yang dipakainya dan menciuminya.


3 jam kemudian.


Mereka pun sampai di Surabaya dengan jenazah Awan, mereka terdiam memaku menatap Awan dengan terbujur kaku dan wajah pucatnya itu, Fisha pun membaca lantunan ayat suci sambil menangis tersedu-sedu.


Selamat tinggal Hon, aku gak akan bisa dengar suaramu lagi dan senyummu, apa aku bisa? Aku tak bisa mendengar kamu memanggilku dengan sebutan Ney, aku tak bisa canda tawa lagi bersamamu, apa aku kuat? Lantas aku harus bagaimana? Bantu aku dan jawablah pertanyaanku ini di dalam mimpiku nanti. Batin Fisha sambil mengusap-usap air matanya tapi air mata tak kunjung berhenti.


Mama Zara pun mendekatinya dan mengajak Fisha ke kamar Awan, di dalam kamar Awan, Fisha begitu terkejut dan menitikkan air mata karena semua dinding dan walpapernya hanya foto dia dan dia saja, foto di ambil Awan dengan banyak sekali, ia mencuri foto semuanya di saat Fisha lengah.


Foto Fisha tersenyum, marah dan semuanya di cetak rapi oleh Awan, Fisha pun mendekat ke foto yang berada di pigora yaitu fotonya dia bersama dengan Awan saat berwisuda, ia pun memeluknya dan menangis kembali.


“Ma, dia sangat mencintaiku Ma, hingga sebesar ini Ma ....” Mama Zara mengangguk dan menggandeng Fisha, lalu mama menunjukkan lemari Awan.


“Bukalah Nak, dengan kunci yang Mama kasih tadi,”


“Lho bukannya lemari dan barangnya ada di jogja Ma? Kok bisa di sini?”

__ADS_1


“Iya aslinya ada di Jogja, namun jenazahnya kan kamu maunya di makamkan di Surabaya, jadi papa meminta seseorang dengan cepat mengantarkan barang peninggalan itu, masalah kunci, di mana pun itu kunci Awan berdesain sama dengan lemari lainnya.” Fisha mengangguk mengerti lalu membuka lemari khusus untuknya peninggalan Awan itu. Ia menatap nanar semua isi yang ada di dalamnya.


Fisha menemukan flashdisk, dan banyak foto kenangan, ia juga menemukan liontin lambang love berisi foto Awan yang tersenyum, juga ia menemukan diary Awan, Fisha pun membuka sebentar dan membacanya, ia pun sesenggukan sambil menggenggam liontinnya lalu pingsan. Mama pun berusaha membangunkan Fisha.


“Ney, bangun dong ... jangan buat aku cemas ... Ney ini aku ... peluklah aku ....” Awan pun tersenyum mengalahkan mentari, Fisha pun tersadar dengan kebingungannya.


---------------


Note :



 Sedih boleh, tapi jangan terlalu ... nanti bisa menghayal dan bisa depresi ... 🙄



Ingatlah Allah akan mengganti dengan yang lain dan lebih baik lagi, insyaAllah ... waktu terus berputar.



Perbaikilah dirimu ... pasti jodohmu juga memperbaiki dirinya ... karena jodoh adalah cerminan dari diri kita ...



Makasih ... jangan lupa LVK \(like, vote, komen\).



Senam jempolnya agar tidak kaku ... 🤗💋


 


 

__ADS_1


__ADS_2