
Flashback On.
Di dalam kamar rumah sakit. Asult meraih handphone-nya dan mengechat semua gengnya agar berdatangan karena ia begitu sangat kesepian dan membosankan. Setelah selesai mengechat sambil ia membaringkan badannya beberapa menit para gengnya datang dengan membawa aneka camilan dan minuman untuk dinikmati bersama.
“Sult, kamu sendiri? Mana Fisha?" tanya Rudi temannya Asult dengan membuka camilan dengan cepat lalu menikmatinya.
“Iya nie mana Fisha? Kok bisa kamu sendiri dan gak kerepotan? Kan lumpuh?" sahut Andi temen yang lainnya dengan meraih camilan yang ada di Rudi dan mencicipinya.
“Fisha? Dia kuliah lah, aku berhasil menjadikan dia pacarku, kalian kalah aku menang," ejek Asult dengan senyuman menyeringai dan melirik semua gengnya dengan bergantian yang berjumlah 4 orang itu.
“Iya, iya kami kalah, nanti ya kesepakatannya, mobilku dan tiket Hongkong jadi milikmu dah," balas Rudi dengan santainya. Sedangkan yang lainnya juga mengangkat jempolnya dibarengi senyuman kecut karena kekalahannya dan akan memberikan sesuai kesepakatan.
“Aku ingin minum dong ..." pinta Asult namun tak direspon oleh teman-temannya yang sedang asyik berebutan camilannya. Lalu Asult dengan sendirinya melangkahkan kakinya. Aldi yang melihatnya ia mencolek Andi, Rudi juga Rendi dengan cepat dan mereka terkejut dengan saling menatap satu sama lain.
“Hey Asult ... apa-apaan itu ... katanya kamu lumpuh permanen? Dari yang aku dengar begitu?" tanya Rudi dengan wajah serius ke arah Asult lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
“Iya nie, apa jangan-jangan kamu bohong?" Andi menimpali, sedangkan Asult yang ditanya ia tertawa liciknya.
“Hey, ya jelas aku sudah bisa jalan dong ... dulu aku emang lumpuh sebentar, lalu sudah sekitar seminggu aku sembuh berkat terapi dan bisa jalan," balas Asult dengan senyumannya.
“Jadi? Fisha bisa menerimamu karena itu?" tanya Rendi teman Asult lainnya. Lalu Asult mengangguk dengan cepat dan teman-temannya saling menggelengkan kepala dengan tawa renyahnya.
“Kamu ini, benar-benar kurang ajar berarti ya haha busuknya kamu," hina Aldi dengan mendekat ke arah Asult yang berdiri dan meminum airnya lalu memukul kepala Asult. Semuanya tertawa renyah karena itu.
__ADS_1
“Juga kamu menang taruhan dari kita karena mendapatkan Fisha pula, enak sekali dapat hati juga dapat bonus hmmm," lanjut Aldi dengan menggelengkan kepalanya karena sedikit iri.
“Bukan aku yang jahat, tapi keadaanlah yang harus tega karena aku sungguh mencintainya, apapun akan aku lakukan untuk cintaku itu, kalian tau kemarin juga aku pura-pura mau bunuh diri jadi Fisha sekarang terikat sama aku dong sampai selamanya haha, pintar kan aku ..." ucap Asult membanggakan dirinya sendiri dengan menepuk-nepuk dadanya.
“Aldi ... kau sungguh iri sekali, nanti tenang akan aku kasih hadiah buat kalian semua," lanjut Asult membuat semua teman-temannya senang dan bersorak ria.
“Gila! Iya kamu benar-benar joss dah! Dan kamu licik haha ..." puji semuanya dengan sedikit ledekan dan berteriak serempak sambil mengangkat jari jempolnya. Asult yang mendengar itu ia pun menyeringai dan menggigit bibir bawahnya pelan sambil memainkan kedua alisnya.
Flashback Off.
“Apa! Teriak Fisha di luar saat mendengar percakapan itu semua dari tadi, karena pintu yang tak ditutup oleh Asult dan terbuka sempurna jadi semua yang dibicarakan dari tadi Fisha dan Ares pun mendengarnya. Ia terduduk lemas dan menangis pilu.
“Fisha ... tenanglah! Habis ini akan aku bantai dia," geram Ares dengan mengepalkan kedua tangannya, sedangkan Fisha hanya melamun dan meratapinya sambil memasukkan kepalanya di pangkuannya.
“Iya aku tau," ucap Ares menatap Fisha dan duduk berjongkok lalu mengusap-usap kepalanya dengan lembut, ia lalu menatap tajam ke arah Asult.
Asult yang merasa sudah kepergok ia pun bingung harus berbuat apa, ia menatap ke semua teman-temannya dengan bergantian dibarengi dengan wajah yang pias karena keringat dinginnya, semua teman-temannya hanya menggedikkan bahunya dan saling tersenyum kecut satu sama lain.
Lalu Asult pun mengusap semua keringatnya dengan tangan yang bergetar, ia takut Fisha akan meninggalkannya, lalu dengan aktingnya ia lalu memasang wajar sok coolnya seolah-olah tak ada apa-apa, ia lalu mendekat ke arah Fisha dengan duduk di kursi roda kembali dan mendorongnya dengan kedua tangannya. .
“Fi-Fisha ... kamu datang Sayang? Kamu kenapa? Apa aku melukaimu?” tanya Asult dengan sedikit bergetar namun ia menutupinya dengan keberaniannya dan aktingnya.
“Apa! Kamu benar-benar tidak waras, berani-beraninya kau masih mendekati sahabatku ini hah!" teriak Ares dengan berdiri lalu mendekat ke arah Asult dan memukul pipi Asult dengan kencang hingga ia jatuh terkapar bersama kursi rodanya dan kursi rodanya pun menimpahinya.
__ADS_1
“Hey kamu apa-apaan sih ..." bela teman-temannya Asult mendekat ke arah Ares dengan mendorongnya, namun Ares hanya sedikit bergeser atas dorongannya itu.
“Diaaaam! Kalian semua brengsek!" teriak Fisha dengan makiannya saat ia sudah mendongakkan wajahnya, ia lalu menatap ke semuanya dengan mata yang sangat marah karena kilatan kebencian sambil sesekali menitikkan air matanya dan mengusapnya dengan kasar. Semuanya terdiam dan takut saat Fisha marah, mereka lalu menundukkan kepalanya, sedangkan Asulia hanya mendesis nyeri dan tak ada yang membantunya.
Lalu Fisha pun bangkit dan berdiri menuju ke arah Asult yang terkapar, ia membantu membangunkan kursi rodanya. Asult yang melihat itu ia senang dan menyodorkan tangannya berharap Fisha membantunya. Tetapi yang ada Fisha bukannya membantu ia malah menepis Asult dengan kasar lalu mendudukkan badannya dengan berjongkok, ia pun menampar Asult dengan sangat kencang.
“Sayang ... kenapa kau menamparku?" tanya Asult dengan suara sendunya.
“Diam! Kau benar-benar kurang ajar! Mulai sekarang kau jangan panggil aku lagi, aku muak! Kita tiada hubungan lagi, aku sangat membencimu, nyatanya aku kira kamu menyayangiku dengan tulus, tapi ternyata kamu mempermainkanku dengan membohongiku juga aku kau jadikan bahan taruhan hah! Emang aku boneka apa, kurang ajar!" maki Fisha dengan berteriak kencang sambil berkacak pinggang.
“Tapi Fish, aku melakukannya karena aku sungguh mencintaimu, aku tulus Fish ..." sangkal Asult masih tak terima Fisha mempermalukannya di depan semua teman-temannya.
“Cinta? Cinta kamu bilang? Lalu gara-gara kamu aku kehilangan cintaku yang sebenarnya apa itu namanya cinta? Itu namanya penyiksaan ... cinta itu saling berkorban dan tak harus memiliki! Kamu tak tau arti sebenarnya cinta,” ucap Fisha dengan sesenggukan lalu menghela nafas panjang.
“Demi Allah aku tak menyukaimu, aku hanya menganggapmu teman, namun kamu menyakitiku segitu dalamnya hingga hancur hatiku berkeping, padahal niatku juga tulus berusaha membuka hatiku untukmu, namun kamu begitu kejam, aku gak akan memaafkanmu! Camkan itu!" lanjut Fisha dengan berteriak dan memaki Asult dengan panjang lebar, setelah dirasa puas memaki, Fisha pun berdiri lalu berlari kencang meninggalkan Ares dengan hati yang sangat sakit.
“Fishaaa mau kemana? Tunggu aku ...”
-----
Note :
Jangan lupa like-nya ya kakak-kakak terimakasih ❤.
__ADS_1
Weekend sangat sibuk jadi gak bisa konsisten ya, disamping itu juga Otor habis sakit jadi maafkan🙏🤗