Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Antara Awan, Fisha dan Asult?


__ADS_3

Fisha terjerembah gara-gara ulah Awan dan Asult yang saling berantem dan mendorong, Fisha menengahi mereka berdua dan tak sengaja Asult mendorongnya, niatnya ia mendorong Awan, ternyata Fisha yang kena imbasnya pertempuran mereka.


Mereka pun menyesal dan saling membantu Fisha dengan rebutan. Mereka saling bergantian mengulurkan tangan keduanya. Fisha yang melihat mereka dengan gesitnya, ia merasa bingung dan geleng-geleng kepala dengan sifat kekanakan mereka.


“Ayo sini pegang tanganku Ney!” perintah Awan dengan mengulurkan tangannya serta mengedipkan matanya.


“Jangan! Aku saja ... sini!” Asult pun mengulurkan tangannya juga dan ia tersenyum manis mengalahkan madu.


Ini mereka apa-apaan sih, pada gila kali ya.. Yang satu suka mengedipkan mata alias tatapan mesum, yang satunya tersenyum sok manis madu pun kalah haha, seharusnya Alby melihat semua ini bersama Sasa dan Sesil pasti ketawain sampai parah, benar-benar kekanakan. Batin Fisha.


“Sudah ya semuanya, udah ...! Kalian ini! Aku bisa berdiri sendiri, Res Ares ... bantuin aku berdiri!” bentak Fisha, Ares pun mengangguk dan mendekati Fisha lalu membangunkan Fisha, membuat Awan dan Asult menatap dengan menyesal dan melongo karena mereka gak bisa membantu malah Ares yang membantunya.


“Ya sudah kalian duduk dengan tenang ya anak-anak manis ... Aku pergi dulu mau panggilan air, bye ... bye ...!” ucap Fisha dengan melambaikan tangannya.


Mereka pun duduk atas perintah Fisha, dan menunggunya kembali dari toilet.


“Hati-hati Ney ...,” balas Awan dengan membalas lambaian tangan Fisha.


“Hati-hati ... Fisha cantik ...!” goda Asult dengan nada yang lembut, membuat Awan merinding tersenyum kecut dan memukul Asult dengan pelepah pisang.


“Hey kamu! Berani-beraninya kamu memukulku, mau menantangku?” Asult berdiri sambil berkacak pinggang.


“Siapa takut! Mumpung Fisha belum keluar dari toilet, ayo 1 lawan 1 ...!” ucap Awan, ia juga bangkit berdiri dan mendekat ke arah Asult, ia memasang kuda-kudanya, sedangkan Asult memasang wajah macannya yang ganas.


“1 ... 2 ... haiyaaaaa hiaaaaciah” ucap Asult sambil mengangkat satu tangan dan satu kakinya.


Sedangkan Awan memasang tinjunya, ”Huaaaashhh jresss,”


Fisha pun datang dan ia menghentikan aksi kegilaan mereka.


“Heeeei! Hellooo kalian ...! Hentikaaan! Kalian ini benar-benar gila ... sudah mending aku pergi saja bye!” Fisha pun meninggalkan mereka, lalu mereka pun berteriak kencang memanggil nama Fisha, tapi Fisha tak memperdulikan mereka, ia pun pergi ke kosnya dengan melambaikan tangannya.


“Ini semua gara-gara kamu! Kurang ajar!” ucap Awan dengan ngototnya.


“Ya kamu lah pengganggu, pergi sana! Pergi pulang ke rumah, tempatmu bukan di Malang!” balas Asult dengan sewotnya.

__ADS_1


“Aduh ... kalian ini ya, yaudah bubar semuanya aku juga mau pulaaaang!” bentak Ares ia pun melangkah lalu menoleh ke arah Awan.


“Awan! Kamu mau ikut aku gak?” lanjut Ares menawarin Awan.


“Kamu duluan saja! Aku mau bicara 10 mata sama si cecunguk ini,” tolak Awan, Ares pun mengangguk dan berbalik lalu melanjutkan langkah kakinya.


“Mau ngomong apa kamu? 10 mata apaan! Di mana-mana ya 4 mata, banyak amat 10, udah aku mau pergi gak ada urusan aku sama kamu ....” Asult mencoba melangkahkan kakinya, namun Awan menghadangnya.


“Sebentar, ingat kata-kataku ini peringatan! Yang pertama jauhi Fisha, yang kedua dia adalah milikku, yang ketiga jangan mencoba mendekatinya, yang ke empat jangan menyentuhnya, yang kelima jangan sok kecakepan, yang keenam jangan sok manis, yang ketujuh jangan keganjenan, yang kedelapan Fisha gak akan tertarik sama kamu, yang kesembilan kamu harus cari cewek yang lain, yang kesepuluh kalau sampai aku masih melihatmu mendekati Fisha akan aku patahkan tanganmu,” jelas Awan dengan 10 mata yang di maksudnya.


“Apa?! Apa-apaan itu, kamu sudah gak waras ya, 10 mata gak jelas, sudah aku mau pergi, jangan sok memerintahkanku dan mengancamku! Ancamanmu gak mempan buat aku! Sebelum janur kuning melengkung aku masih banyak kesempatan ... tau? Paham? Bye ...,” balas Asult dengan nada menggoda campur kesal dan berlalu pergi meninggalkan Awan yang masih memuncak.


“Hey ... dengarkan aku pokoknya ... awas saja kamu kalau berani macam-macam ...,” Awan pun berteriak dengan kencang, Asult hanya acuh dan melambaikan tangan tanpa menoleh sambil tetap terus berjalan.


Anak itu benar-benar gila, kenapa Fisha bisa jatuh cinta sama orang gila seperti dia, sehat juga aku dan cakep aku ke mana-mana. Batin Asult.


--------------


Lalu Awan pun berlalu pergi untuk menemui Fisha, ia merogoh kantong celananya lagu mengambil handphone-nya dan mencari nama Ney dan memencet tombol hijaunya.


“Halo Sayang? Dimana?” tanya Awan dengan tidak sabaran.


“Apa?! Masak jam segini udah pulang, ayo dinner dulu aku rindu setengah mati sama kamuuu,” rengek Awan.


“Udah kamu pulang sana ...!”


“Yakin nie? Yaudah aku pulang ya ... bye ...,” pamit Awan berpura-pura ngambek.


“Haha hey tunggu dulu, iya tunggu sebentar aku bersiap-siap, tunggu depan kampus,” sahut Fisha.


“Okey 5 menit, aku tunggu ....


“Haha iya kenapa gak sekalian lima detik saja, gak sabar amat!” bentak Fisha.


“Haha yaudah sana cepat, dandan yang cantik!

__ADS_1


”Oke nanti aku sangat jelek.” Awan terkekeh.


10 menit pun berlalu.


Fisha pun sudah selesai dan berjalan menghampiri Awan di depan kampus, Awan pun tersenyum melihat Fisha, ia terpukau dan tak berkedip, membuat Fisha berwajah merah menahan malu.


”Kenapa? Aku lama yaaaa?” tanya Fisha dengan senyum malu-malu.


”Tidaaaak.. Kamu sangat cepat Sayang, hanya 2 menit, sampai aku digigitin nyamuk,” sindir Awan, Fisha pun memukul Awan pelan, ia pun tersenyum dan menatap Fisha penuh makna dan cinta.


“Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa seperti badut? Atau aku sangat cantik?” tanya Fisha dengan menopang dagu dengan kedua tangannya dan mengedipkan mata genitnya. Awan yang melihatnya dia tersenyum kegirangan.


“Kamu sangat ... sangat jeleeek Sayangku hahaha,” ujar Awan dengan pura-pura mengejek Fisha.


“Kamu ini, udah pergi sana sendiri!” ngambek Fisha dengan pergi mendahului Awan.


“Haha enggak Sayang, kamu sangat cantik bagaikan bidadari yang keluar dari kampus, kalau khayangan kan gak mungkin kamu ... emang bisa? Gak kan? Haha,” goda Awan sambil berlari mengejar Fisha yang ngambek, ia pun dengan cepat memegang tangannya dan merengkuh tubuhnya.


“Haha iya lepaskan! Gandengan saja gak usah begini,” Fisha menarik tangan Awan yang berada di pundaknya dan menggenggam tangannya lalu bergandengan.


Mereka menuju tempat makan warung Assalamu'alaikum jadi gak pakai naik mobil karena dekat di depan kampus saja, karena Awan nanti akan langsung balik ke Jogja karena besok ia kuliah. Benar-benar sangat romantis si Awan, apapun akan di lakukan demi Fisha.


---------


Note:



Happy reading kakak\-kakak kesayangan ...


Jangan lupa like\-nya dan dukungannya yaaa ...


Allah yang membalasnya ... terimakasih👍❤🙏💋


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2