
Fajar menyingsing, embun terasa sejuk hingga menyentuh kalbu. Fisha yang mendengar suara alarmnya ia pun terbangun dan mengucek-ucek kedua bola matanya sambil masih sesekali menguap.
“Huaaam, jam berapa ini?" ucap Fisha dengan suara seraknya sehabis bangun tidur dan masih malas untuk bangun.
Ia langsung bergegas dan bangkit dari tidurnya, lalu menuju kamar mandi saat melihat jam menunjukkan pukul 04.30 pagi. Fisha bersih-bersih lalu menunaikan sholat shubuhnya, setelah menyelesaikan sholat dan mengaji Al-qur'annya Fisha menyandarkan kepalanya di dinding sambil sesekali masih memejamkan matanya.
Beberapa menit kemudian ia yang masih mengantuk itu dengan sekejap mata ia pun tertidur pulas dengan sendirinya.
Ia kaget dan terbangun saat notif handphone-nya berbunyi, panggilan telepon dari Even yang tiba-tiba itu yang tak biasanya pagi buta meneleponnya.
“Ish, ish hmmm siapa sih yang menelepon pagi-pagi seperti ini? Kuliahku juga masih jam 9 tau? Aaaaa," teriak Fisha dengan frustasinya karena merasa sangat kesal tidurnya terganggu. Ia lalu mengangkatnya dengan nada yang sangat kesal.
“Hmmm ya siapa?" sapa Fisha dengan ketus saat telepon sudah terhubung.
“Eh ... galak amat sih Sayangku ... apa kau tak merindukanku?" balas Even dengan suara manjanya. Fisha yang mendengar suara Even itu ia yang awalnya masih mengantuk dan kesal, ia langsung dengan spontannya bangun mengerjapkan matanya dan menegakkan badannya dengan sigap lalu ia berdehem.
“Hehe ehem ndak galak Maz hehe, tapi tadi aku masih mengantuk tau? Kamu ini ada apa tumben menelepon di pagi buta seperti ini?" tanya Fisha dengan berpura-pura meninggikan suaranya.
“Haha gak apa-apa Sayang, hanya saja aku merindukanmu."
“Gombal, sudah aku mau tidur lagi, sana sholat! Aku sudah!" perintah Fisha dan berniat menutup teleponnya.
“Eh sebentar Sayang, buru-buru amat sih ... sholat? Udah dong aku dari tadi dong, oh yaaa besok kan berangkat ke Makassarnya, apa sudah siap?" sela Even dengan cepat agar Fisha tak jadi menutup teleponnya.
“Belum, lagian mau siapin apa sih Maz? 3 hari kan? Ribet amat kayak sebulan saja, nanti aku gak bawa apa-apa, aku nanti pinjam baju kamu saja," canda Fisha dengan menahan senyumnya.
“Boleh juga kalau mau haha, jangan lupa bawa baju putih nanti acaranya pakai baju putih seminarnya," jelas Even menyuruh Fisha agak tak melupakannya.
“Masak sih? Emang mau ujian apa Maz? Ada-ada aja, siapa yang usul itu baju putih kok norak sekali," ejek Fisha dengan ganasnya.
“Apa! Norak? Jadi ... menurutmu Maz norak?" ujar Even bersuara dengan melemas karena Fisha mengejeknya.
“Haha jadi Maz yang usul haha, kabuuur maaf gak bermaksud bye!" Fisha langsung memutuskan panggilan teleponnya karena ia merasa malu telah menghina Even dengan tak disengajanya.
Even yang tau Fisha menutup teleponnya itu dengan cepat karena malu itu ia juga tertawa terbahak-bahak atas kelucuan Fisha. Ia menutup mukanya dengan senyuman terus menerus.
__ADS_1
“Fisha, Fisha, kamu lucu sekali sih ..." gemas Even dengan meremas jari jemarinya sendiri dengan terkikik geli.
Sedangkan Fisha yang ada di kamarnya itu ia pun juga tertawa terbahak-bahak dan menutupi mukanya dengan bantal.
“Haha bisa-bisanya aku tak tau yang mengusul baju putih adalah Maz Even, malunya hais haha, maafkan aku Maz Sayangku ..." ucap Fisha terkikik sendiri lalu mengusap wajahnya dengan lembut.
“Lebih baik aku masak saja biar oke dan aku nikmatin sendiri dong, aku sudah lama juga ya gak masak," lanjut Fisha dengan bergumam sendiri. Ia lalu bangkit dari rasa malasnya dan menuju tukang sayur yang ada di dekat kosnya itu.
---------
Setelah selesai belanja ia pun memasak sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Fisha memotong-motong sayur juga dan menumisnya lalu menggoreng ayamnya. Setelah dirasa selesai ia pun dengan isengnya memotret makanannya dan mengirim foto ke Even dengan dikasih tulisan chef Fisha sudah siap taraaa dibumbui dengan emoji tersenyum juga love-nya.
Even yang membaca pesan itu ia langsung mengomentari foto yang dikirim Fisha itu dengan membalas chat Fisha. .
📤 Hmmm baunya sedap sekali, pasti enak banget rasanya, incip dong ... 😋😍
Fisha lalu membalas sambil mengetik dengan tersenyum sendiri.
📥 Sini dong masih banyak nie ... 😝
📤 Apa boleh ke sana? Kalau boleh aku akan ke sana, ikut makan mau minta hehe.
📤 Wah ... asyik dong kalau begitu bisa segera menikah sama kamu, bahagianya aku.
📥 Waaaah kamu benar-benar tidak waras Maz. Sudah gak usah aneh-aneh pemikirannya nanti aku bawain bekal makanan ke kampus biar kamu bisa incipin.
📤 Asyiiik terimakasih Sayangku❤
Fisha lalu memakan makanannya dan menyudahi chatnya karena ia dirasa sangat lapar. Ia pun melahapnya hanya dalam waktu 10 menit saja.
“Uhhh kenyangnya ... masak sendiri lebih nikmat, biasanya aku jarang sih masak karena malas, kadang juga ditraktir sama geng percabaian berlevel," celoteh Fisha setelah selesai makan. Ia pun meneguk minumannya.
Saat waktu dirasa masih kurang setengah jam, ia yang tau geng master percabaian berlevel masih masuk kuliah nanti siang, ia pun menelepon mereka bersamaan menggunakan video call. Semuanya pun membalasnya dan mengangkatnya.
“Assalamu'alaikum ... halo Sayang-sayangku ..." sapa Fisha saat video sudah tersambung kepada semuanya secara bersamaan, secara mereka serempak menjawab karena sudah mengintro di grup.
__ADS_1
“Wa'alaikumsalam ..." jawab mereka serempak dengan melambaikan tangannya.
“Tumben udah pada bangun semua ..." tanya Fisha memandangi layar handphone-nya dengan seksama.
“Haha iya ya kebetulan sekali," sahut Sesil dengan gemasnya sambil menggaruk-garuk hidungnya. Sedangkan Sasa masih sesekali menguap.
“Tuh ... Sasa masih mengantuk ..." seru Ares sambil menunjuk ke arah Sasa membuat Sasa terkekeh lalu tersenyum canggung.
“Bagaimana hubunganmu dengan Kakakku Fish? Juga si Asult itu apa sudah mati dia haha, aku sudah dengar semuanya dari Ares," ungkap Alby dengan ketawanya.
Membuat semua langsung mengheningkan cipta ingin mendengar ucapan Fisha secara langsung dengan seriusnya.
“Sudah jangan bahas Asult lagi, aku benar-benar membencinya, juga hubunganku sama Maz Even baik kok, oh ya semuanya besok aku ke Makassar lho ...."Semua terkejut saat mendengar Fisha akan pergi.
“Apa! Ngapain? Jauh amat Fish?"
“Sama siapa?" Pertanyaan terlontar dari semuanya dengan bergantian.
“Haha kenapa pada syok gitu, apa kalian takut aku hilang di sana hehe, aku ke sana itu diajak Even tau? Dia acara seminar dan aku kan asistennya jadi wajib ikut," keluh Fisha dengan suara tegasnya.
“Kakak? Mengajakmu? Kok gak bilang sih ..." sebal Alby dengan memanyunkan bibirnya.
“Ihhh jelek kamu, bibirnya dikondisikan, kalau mau protes, protes sana ke Kak Even," sahut Sesil membuat Alby menatap ke arahnya dengan mengkomat-kamitkan bibirnya.
Ihhh ini pasti akal bulus kakak saja, aku yakin ada udang di balik rempeyek. Batin Alby sambil merenung.
“Ya sudah gaes, udah jam segini nie, aku mau siap-siap kuliah dulu dan berangkat, bye!" pamit Fisha dan semuanya pun mengiyakannya.
Fisha lalu mengambil rantang dan memasukkan semua makanannya ke dalamnya, bekal untuk Even nanti. Ia menghias masakannya dengan senyumannya.
“Taraaa Maz Even pasti suka nie, semoga hehe." Setelah selesai Fisha langsung bersiap-siap dan menuju kampusnya sambil menenteng rantangnya.
-----
Note :
__ADS_1
Terimakasih jangan lupa like-nya 🙏
Senam jempolnya agar tidak kaku, tinggalkan jejak kalian ❤