
Awan pun di dalam mobil memijit pelipis keningnya, dia sangat capek, sangat mengantuk, dan sedikit pusing. Sesil yang duduk di depan bersama Alby, dia melirik di kaca depan mobilnya dengan iba.
“Wan, kalau kamu ngantuk tidur aja! Nanti kita bangunin,” ucap Sesil dengan menoleh ke belakang.
“Iya tidur aja, lagian masih jam 3 kurang ini, tenang gak akan telat, seperti yang Ares bilang tadi aku pembalap haha.” Alby menimpali, lalu ia tertawa mencoba meramaikan kesunyian dalam mobilnya.
“Gak usah aku kan gentle, lihat aku kuat sekali kan bolak balik 100x pun tak apa, demi Fisha,” balasnya menyombongkan dirinya, dengan tersenyum tipis.
“Ihh, mulai kumat lebaynya By, tau gitu tadi kita diam saja gak usah nawarin dia,” gerutu Sesil dengan menopang dagunya dengan kedua tangannya.
“Iya dech terserah kamu, mau tidur, jungkir balik atau apa, ter-se-rah,” Alby dengan pura-pura sok cueknya menekan kata terserah, Awan yang mendengarnya pun terkekeh sambil melipat kedua tangannya di dada, ia pun bersandar di kursi mobil belakang.
“Wan, ngomong-ngomong tadi kalian ngapaen? Kepergok apa kok sampai kelabakan kalian haha, apa jangan-jangan mau kiss begituan ya,” goda Sesil dengan menahan tawa, Alby yang mendengarnya pun tersenyum sambil fokus mengemudi, sekali-kali ia melirik Sesil.
Sesil ini suka sekali dia menggoda orang, dan apa itu kenapa senyumannya merasa aneh begitu, dia kalau sama aku dari dulu selalu gak pernah ada baiknya, lalu semakin ke belakang dia kenapa sekarang semakin lembut, dan rasanya dadaku nyeri, apa ini namanya kesetrum? Eh jatuh cinta? Masak sih? Aku harus meyakinkan diriku. Batin Alby
“Kalian ini ya, bukannya tadi udah, kok dibahas lagi sih ... haish,” pekik Awan dengan sedikit kesal ditambah ia bercampur malu.
“Udah jawab aja! Nanti aku bantuin dech kapan-kapan kalau dinner agar romantis, kalau gak mau jawab yaudah, kalau ada apa-apa gak akan aku bantuin,” ancam Sesil dengan menahan senyumnya, Awan pun berfikir sejenak dan menghempaskan nafasnya kasar.
“Ngancam nie ceritanya?”
“Enggak, siapa yang mengancam, ini namanya tawar menawar dalam pertolongan, ada timbal dan ada baliknya dong jadinya impas,” kata Sesil dengan entengnya.
Ini anak pinter juga ya ngelesnya kayak bajay, bahkan super cepat seperti pesawat, aku bisa kalah dan ke skak olehnya, sebenarnya sehari-harinya makan apa sih, sama dengan Fisha dan Sasa itu, ampun tak terkalahkan, kebanyakan makan sesajen katanya, mungkin ayam hidup haha. Batin Awan.
“Iya ngancam tuh bukan begitu,” sahut Alby sambil melirik Awan di kaca depan, Awan yang tau di tatap Alby di kaca, ia menatap tajam Alby, membuat Alby menjulurkan lidahnya. Sesil yang melihatnya dia mencubit lengan Alby.
“Aw, aw, aw ... sakit ...,” rintih Alby dengan mengusap lengannya yang dicubit Sesil, Sesil pun terkekeh dan membantu Alby mengelus bahunya.
Tuh kan dia kadang jahat, kadang baik sama aku, gak jelas banget kan? Kalau jahat ya jahat, jangan baik begini, rasanya aku jadi takut, nanti kalau jatuh cinta beneran gimana? Mati aku, ini juga kenapa jantungku, kayaknya tinggal 10% udah full nie lope di hatiku. Aduuh gawat, aku gak mau kayak Awan dan bucin akut. Batin Alby.
“Udah, gak usah merasa bersalah, aku gak apa-apa, gak sakit kok haha.” Alby berpura-pura kepada Sesil, ia agar terhindar dari hati yang semakin bergejolak.
__ADS_1
“Gak sakit kok mengeluh tadi dasar,” Sesil mencibir Alby, Alby pun mencuekinya, ia dengan sendirinya tersenyum tipis. Lalu Sesil balik menggoda Awan kembali.
“Wan? Hayo gimana? Ngaku gak?
“Iya aku ngaku, tadi aku minta izin untuk mencium keningnya Fisha, tapi kalian datang, dasar pengganggu! Gagal jadinya ...,” ucap Awan dengan sedikit tegas dan pura-pura cemberut.
“Ih begitu saja cemberut ya, kayak gak pernah cium Fisha saja,” ujar Alby dengan entengnya.
“Emang gak pernah,” sahut Awan.
“Gak mungkin? Masak sih gak percaya aku, kamu kan muka mesum,” timpal Sesil dengan nada mengejek.
“Enak aja, muka tampan gini dibilang mesum, kalau kalian gak percaya coba tanya Fisha sendiri, dia itu alim sekali, pernah ya kalian tau? Pas di bioskop aku mencuri cium dia hanya di pipi, dia syok dan air matanya sedikit menetes. Aku ya terkejut, takut dan minta maaf padanya, serem kan? Tapi jangan bilang Fisha aku bercerita begini kepada kalian!” jelas Awan panjang lebar dengan muka yang datar.
“Hahaha ampun.. Masak sih? Aku kira kalian sering ciuman,” ejek Alby dengan melirik Awan di kaca.
“Hahaha rasain! Tuh kan mesum beneran, iya aku juga tau kalau Fisha alim, jelas gak akan dikasih kamu, aku pun alim sama dengan Fisha,” sahut Sesil.
“Alim dari Hongkong kamu mah,” balas Awan dengan menatap jalanan.
“Udah aku ceritain ya, jadi bantu aku kalau ada apa-apa, lagian tak apa kok aku akan menjaga Fisha dengan nyawaku hingga tiba halalnya nanti,” kata Awan dengan bangganya.
”Iya dech iya bucin akut, apa kata kamu saja! Tuh udah sampai bandara, hati-hati di jalan ya..,” pesan Sesil.
“Iya hati-hati, jaga diri baik-baik, jumpa lagi di Malang ya, jangan lupa kunjung kita,” timpal Alby.
“Oke siap beres, salam buat Fisha ya,” Sesil pun mengangguk, Awan pun melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan sahabatnya yang masih menatapnya, mereka pun lalu berlalu pergi.
----------
Sesil mengechat Fisha untuk memberitahunnya.
Fisha di rumah yang sedang tiduran mendengar notifnya berbunyi ia pun mengeceknya.
__ADS_1
📤 Fish, aku dan Alby langsung pulang, gak kembali lagi ke rumah, besok jangan lupa berangkat jam 3 sore saja ke Malangnya, naik mobilku bersama Sasa, kalau Alby dan Ares mau berangkat sendiri-sendiri katanya.
Fisha pun membacanya, dia tersenyum, ia pun mau membalasnya, namun Sesil mengirim notif lagi.
Uhu ... uhu ... uhu ....
📤 Fish, dapat salam dari Awan, salam sayang dia sekarang udah naik pesawat dan akan landing.
Sesil mengetik sambil ketawa, karena ia jail menambahi pesan salam dari Awan, yang pesan salam sayang, padahal Awan hanya nitip pesan salam saja. Alby yang melihat Sesil mengetik begitu dia ketawa.
“Kamu jail sekali,” lontar Alby.
“Haha biarin, Diamlah!
Fisha pun membalas pesan Sesil dengan tersenyum sumringah karena salam dari Awan.
📥 Oke, hati-hati kalian di jalan, makasih udah selalu ada buat aku.🤗
📤 Kembali sobatku sayung, siap.😝
Di pesawat, Awan pun mencari posisi ter-nyamannya, ia mencoba memejamkan matanya.
“Euh, badanku serasa remuk redam, tapi tak apa demi cintamu kasih, apapun ku lakukan,” keluh Awan dan tersenyum, lalu ia pun tak butuh waktu lama tertidur dengan pulas di dalam pesawat. Dikarnakan ia sangat lelah.
----------
Note:
Aku kembali kakak-kakak kesayangan ... 😍🤗
Maaf apabila typo dan kurang oke,
Bisa kritik, komen dan sarannya ya ...
__ADS_1
Like, vote, komen ... dukung terus yaaa ... ❤