
Fisha dan Even sudah selesai dan keluar ke arah mereka yang menunggu di luar, di kursi tunggunya, mereka semua yang melihat kakak Alby berjalan mendekat, mereka pun berdiri dengan cepat dan menghampiri Fisha juga Even.
“Gimana Kak? Apa gak apa-apa?” tanya Alby yang khawatir sama kakaknya, ia takut kalau mama papanya tau dan bertanya, apa yang harus Alby katakan, begitu pikiran Alby.
“Gak apa-apa Al, Kakak baik-baik saja, ini disuruh menebus obatnya,” balas Even menatap Alby dan menyodorkan kertas resep ke arah Alby. Namun Fisha menyahutinya dan merampas kertasnya.
“Biar aku saja!” tawar Fisha dengan tersenyum lalu berjalan ke arah apoteker rumah sakit untuk mengambil obatnya.
“Fish, biar aku sajaaaa!” teriak Alby berniat menghampiri Fisha namun Even memegang tangannya Alby.
“Udah di sini saja, temani Kakak!” Pinta Even lalu dia duduk di kursi tunggu kembali, sedangkan Sasa dan Sesil berlari menghampiri Fisha.
“Apa Kakak perlu sesuatu?”
“Tidak, Kakak hanya haus saja,” seru Even dengan menyentuh tenggorokannya.
“Kakak mau minum?” tawar Alby menatap kakaknya dengan senyumannya.
“Tidak tapi kehausan, kamu ini kalau haus ya haus, masih tanya lagi! Cih ... dasar, kalian semua sama-sama geng lemot.” Alby yang mendengar Kakaknya mengomel begitu dia terkekeh lalu menaruh tangannya di pelipis dahinya tanda siap, ia pun berjalan dan menuju kantin, saat ia pergi mencari minum Fisha, Sesil dan Sasa datang menghampiri.
“Ini obatnya, kamu minum!” tutur Fisha dengan menyodorkan obatnya namun Even menggelengkan kepalanya.
“Yakin? Gak mau? Kalau gak mau ya sudah aku tinggal saja kau di sini!” gertak Fisha pura-pura ngambek dan memonyongkan bibirnya dengan melipat kedua tangannya di dada serta membelakangi Even.
Even yang melihat itu dia menahan tawanya dengan gemas lalu berdiri dan menghampiri Fisha.
“Aduh lucunya ....” Even mencubit pipi Fisha dengan gemas. Fisha malah melototkan matanya tanda sangat kesal.
“Baiklah Sayangku, nanti ya aku minum obat nunggu Alby dulu, dia lagi beli minum haha.” Even tertawa terbahak-bahak karena ia memanggil kata sayang kepada Fisha, Fisha yang mendengar itu dia menahan malunya dengan geram.
“Apa! Sayang? Enak aja!” Even semakin ketawa karena berhasil menggoda Fisha dan membuat wajahnya memerah.
lalu Alby datang dengan membawa minuman lalu diberikan ke kakaknya.
“Ini Kak, lalu minum obat!” Even menerima air dari Alby dan meminumnya tanpa protes, lalu menelan obatnya dengan cepat.
“Gimana kalau Alby yang nyetir? Kamu saja By! Jangan kakakmu dia lagi sakit!” ujar Fisha saat melihat Even minum obat.
“Boleh, lagian sudah deket, di Pasuruan saja!” balas Alby dengan entengnya, mereka semua lupa kalau mobilnya rusak dan ke rumah sakit naik taksi tadi. Even yang minum ia tersedak dan ketawa.
__ADS_1
Uhuk, uhuk ... hahaha ... lalu meneguk kembali airnya dengan cepat.
“Kakak kenapa? Hati-hati dong, dilihat Fisha saja sudah salah tingkah begitu!” Ejek Alby dengan menahan tawanya, sedangkan Fisha semakin malu dibuatnya karena dari tadi kakak adik itu selalu menggodanya.
“Hahaha, bukan karena itu, enak saja kenapa aku malu dilihat Fisha, sudah biasa tuh haha.” Even tertawa terpingkal sambil memegangi perutnya.
“Kakakmu sudah gila By, ayo kita tinggal saja!” Fisha menimpali dan berjalan bersama Sasa dan Sesil, Alby yang melihat kakaknya masih ketawa dan gak paham kenapa kakaknya ia pun setuju dan berjalan menghampiri Fisha meninggalkan kakaknya.
“Hey tunggu kaliaaan!” Even menghentikan langkah mereka dengan berteriak, semuanya menoleh ke arahnya dengan tatapan menyelidik.
“Kenapa? Udah, gilanya? Kalau udah ayo pergi! Udah hampir maghrib ini!” ajak Fisha sambil melambaikan tangannya. Even pun menghampiri mereka semua dan menyentil kening mereka satu persatu, semuanya mendesis dan menggosok keningnya yang sakit karena sentilan Even.
“Sakit tau Kak? Kakak ini kenapa sih? Kalau Kakak gak sakit aku hajar Kakak!” sungut Alby dengan memutar kedua bola matanya dan tersenyum kecut.
“Hey kalian! sungguh pikun sekali, mau naik apa? Terus Alby yang nyetir gimana? Apa mau nyuri mobil orang dulu, terus bisa dech berangkat!” ucap Even dengan entengnya dan menahan tawanya.
“Mobilnya kan rusak tadi kecelakaan terus di tinggal kan!” Semua yang mendengar Even berbicara menepuk jidatnya dan terkekeh.
“Eh iya ya lupa ya, hahaha,” ucap Sesil dengan tertawa terbahak-bahak, sedangkan Sasa ia hanya geleng-geleng kepalanya saja.
“Terus gimana dong?” protes Fisha dengan wajah yang memelas dan menggedikkan bahunya.
-------
Lalu kling dia menemukan ide dengan cepat, ia pun merogoh kantong celananya dan mengambil handphone di dalamnya, lalu memencet nomor seseorang.
“Halo Jon?” ucap Even saat panggilan sudah terhubung.
“Iya Bos, ada apa Bos? Kita masih mengikuti orang itu Bos,” balas seseorang disebrang sana.
“Udah sekarang gak penting, jemput aku dulu sekarang ada di RS.Graha Sehat Medika, cepat!” perintah Evan dengan tegas.
“Baiklah Bos, Bos tunggu di parkiran saja!”
“Oke!” Panggilan pun selesai, Even pun kembali memasukkan handphone-nya.
Ia pun mendekat ke arah Fisha dan ketawa terbahak-bahak saat melihat wajah Fisha yang masih memelas.
“Udah ayo, kita ke parkiran!” ajak Even sambil mengusap wajah kasar, Fisha pun menatap Even dengan wajah yang bertanya-tanya.
__ADS_1
“Ke mana?”
“Ikut saja!” tegas Even sambil berlalu mendahului mereka semua, semua membuntuti Even dengan patuh tanpa bertanya lagi karena mereka sudah lelah dengan perjalanan yang penuh dengan rintangan hari ini.
Mereka menunggu anak buah Even di area parkir rumah sakit dengan duduk berjongkok karena tempat duduknya penuh semua.
Lalu seseorang datang dengan bertubuh kekar menghampiri mereka dengan wajah datar dan dinginnya, para cewek pun takut dan mundur ke belakang para cowok.
“Udah gak apa-apa ayo kita ikut!” perintah Even dengan tersenyum. Mereka semua yang tak paham masih tak beranjak dari duduknya.
“Hey, ayo ... kalau gak mau ikut aku tinggal ya kalian? Mau? Bye, bye ....” Even berjalan dan melambaikan tangannya.
“Ayo Bos!” Mendengar suara bos, Alby lalu berdiri dengan cepat dan menggiring semua sahabatnya dengan cepat.
“Hey ayo! Itu ternyata anak buahnya Kakak!” ajak Alby dengan cengengesan.
“Alby ... kenapa dari tadi kamu diem saja? Kampret kamu!” teriak para cewek bersamaan.
“Hahaha mana aku tau anak buah Kakak berwajah seperti itu, perasaan anak buah kakak banyak dan berubah-ubah wajahnya makanya aku bingung!” balas Alby dengan menaikkan jarinya tanda pis.
“Udah ayo kalian cepat masuk!” perintah anak buah Even, sedangkan Even sudah berada di dalam.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan menuju ke arah Malang diantar oleh anak buahnya Even.
“Ayo jalan!”
“Baik Bos!”
---------
Note :
Jangan lupa like\-nya ya kesayangan ... dukung terus Otor receh ini, terimakasih ...
Panggil Otor 3x dengan cinta insyaAllah pasti akan kembali 😝❤
__ADS_1