
Malam pun tiba, selesai sholat maghrib dan mengaji Al-qur'an, Fisha bersama ibu, adik juga ayahnya makan bersama, menu hari ini adalah ikan gurami bakar, sayur tumis kangkung dan tak luput olahan kedelai sebagai pelengkap yang disukai keluarga sederhana itu, iya tahu tempe adalah olahan kedelai yang simpel tapi sedap, enak dan murah.
Ayah balik ke luar negeri nanti setelah Fisha selesai wisuda, katanya beliau ingin menghabiskan waktu yang banyak, sesekali di rumah lama untuk keluarga kecilnya itu.
Selesai makan mereka bercengkerama di ruang keluarga duduk di atas kursi sambil menonton tv, Fisha mengganti chanel berulang kali, ia merasa geram karena tak ada yang srek dengan hatinya.
”Hish apa-apaan ini, tayangannya menjengkelkan semua, gak ada yang seru.” Gerutu Fisha dan beranjak berdiri menghampiri adiknya, lalu memberikan remotnya, Farsi pun menerimanya. Lalu ia berpamitan kepada ibu dan ayahnya, mencium punggung tangan beliau, ayah dan ibu menerima perlakuan Fisha dan mengangguk serta mencium kening Fisha, karena beliau tau ritual putri putranya sebelum tidur pasti seperti itu.
“Mau kemana Mbak?” Farsi menoleh ke Fisha yang berlalu pergi dengan menatap punggung kakaknya yang semakin jauh dari pandangannya, Fisha yang mendengar Farsi bertanya, dia menjawab dengan keras.
“Mau ke kamar, kenapa? Mau ikut?” teriak Fisha dari kejauhan.
“Oh yaudah kalau gitu kak, sorry gak minat kalau ikut.” Farsi membulatkan pipinya lalu melipat kedua tangannya di dada, sedangkan Fisha sudah hilang ke balik pintu.
Kreeek. (Suara pintu ditutup).
Fisha masuk ke dalam dan melihat jam menunjukkan pukul 8 dia belum sholat isya', dia langsung melaksanakan sholat isya' dengan khusyuk, setelah itu dia mengaji dengan merdu 2 miqra', selesainya dia merebahkan badannya di atas kasur sambil memainkan hp-nya dengan bermain game kesukaannya yaitu game peternakan, baru dia memberi makan sapinya, notif panggilan pun masuk dengan nada musik indosiar di jeritan hati istri, sengaja Fisha bikin gitu biar kesannya lucu, buktinya dia, bahkan lainnya selalu ketawa kalau dengar musik notif panggilannya itu.
Dia lalu menggeser icon berwarna hijau tanpa melihat siapa yang menelvon.
“Ya ada apa?” tanya Fisha dengan malas karena mengganggu main game-nya.
“Wa'alaikumsalam.” Sindir Awan, Fisha pun ketawa.
“Iya iya assalamu'alaikum, ada apa? Siapa sih?” Fisha masih belum sadar yang menelvon Awan.
“Aku, ini aku pangeran kesayangan dari negeri Awan.”
“Oh kamu Mega mendung? Kenapa apa ada masalah? mau tidur ini Hon,” ucap Fisha panjang lebar.
Huaaaaam (pura-pura menguap).
“Haha gak apa Ney sayangku, kenapa kamu gak sadar sama suara merduku.” Canda Awan.
“Merdu dari Hongkong apa.” Huaaaaam.
“Bukan, tapi dari Surabaya gini kok, Hongkong apa, sepertinya kamu sungguh mengantuk sayang, apa pura-pura saja? Hahaha.” Canda Awan lagi.
__ADS_1
“Benar-benar mengantuk sayangku,,, oh ya besok hasilnya keluar sekitar jam 10 kan ya Hon, katanya lewat online, jadi gak usah ke sekolah, aku mau tidur bermalasan saja.”
“Iya, emang gak mau ke sekolah aja? Lihat bareng-bareng kan seru sambil pengajian juga bawa tikar.”
“Aku malas sedikit gak enak badan rasanya capek semua badanku.” Fisha menjawab dengan suara lirih, tadinya dia cuma berpura-pura mengantuk dan ternyata sekarang dia sungguh mengantuk, bahkan setelahnya dia sudah tertidur dan melupakan telvonnya, mungkin itu adzab balik kepadanya karena membohongi pujaan hatinya tadi haha.
“Apa!? Kamu sakit, sakit apa?” tiada jawaban.
“Halo Ney kamu gak apa-apa kan? Ney? Halo?” teriak Awan.
Tut ... tut ... tut .... (telepon terputus).
Membuat Awan gusar. Dia mencoba menghubunginya sekali lagi, tapi tiada respon dan malah telponnya tak aktif, dia lalu menyerah dan akhirnya dia berbaring di atas kasur dengan menyelimuti dirinya.
Mungkin dia sudah tertidur, semoga saja dia baik-baik saja. Batin Awan.
Akhirnya Awan pun tidur dan terlelap, Fisha pun sama dia juga tertidur tanpa selimut dan meringkuk karena tertidur tak disengaja. Mereka bermimpi indah dalam mimpinya masing-masing di kamar masing-masing.
----------------
Notif masuk dari Awan.
Uhu ... uhu ... uhu ....
📤 Ney kamu beneran gak apa-apa?
📤 Hmmm aku ganggu ya? Semoga kamu baik-baik saja ya sayangku unch.
Semuanya tiada respon karena si Gadis manis tertidur pulas dengan mimpinya. Awan yang merasa bosan dia memainkan PS saja. Rencananya dia mau tidur lagi, tapi tak bisa, dia lama-lama bosan, dan menelpon Alby.
Tut ... tut ... tut .... (suara telpon terhubung)
“Hallo dimana Bro?” tanya Awan.
“Di rumah kenapa?” sahut Alby.
“Aku bete nie di rumah sendiri.”
__ADS_1
“Oke aku dan Ares meluncur kesana, siapkan sesajen yang banyak.” Canda Alby.
“Oke siap.”
Mereka pun menyudahi telponnya. 20 menit pun berlalu, Ares dan Alby sudah nyampek di rumah Awan, mereka berkaraoke ria dengan heboh sambil menunggu jam 10 tiba, mereka menikmati hembusan angin sejuk yang berhembus dari balkon sambil menyantap semua sesajen yang ada.
Di tempat lainnya.
Gadis manis pun sudah bangun dari tidurnya, dia melihat jam ternyata waktu menunjukkan pukul 10, dengan hati yang berdebar dia membuka web sekolah dengan sangat hati-hati dan gelisah, dia memejamkan matanya lalu membuka satu matanya tanda penasaran, tapi ternyata loading, dia menggerutu karena merasa dibohongi dengan loading tersebut, dia mencoba membuka lagi dan berkomat-kamit dalam hatinya, dia sangat takut dan hatinya bergetar seperti genderang perang, lalu webnya pun berhasil dibuka, dia pun membelalakkan matanya terkejut di buatnya.
Dan ternyata ... dia ... lulus dengan hasil yang memuaskan, terbaik di sekolahnya. Dia pun berjingkrak-jingkrak lalu bersujud syukur dengan lama dan berulang kali.
Aku lulus, aaaaa terimakasih ya Allah, Allah terbaik the best unch, lophyupolepel pokoknya, selalu baik sama Fisha**. Batin Fisha, dia lalu turun ke bawah untuk menemui Ayah, Ibu dan Adiknya, karena kamar dia terletak di atas, dia menuruni tangga dengan cepat, Ibu yang melihatnya menggelengkan kepala dan memperingatinya.
“Jangan lari-lari Nak, nanti jatuh,” teriak ibu, Fisha pun mengangguk dan tersenyum.
“Ada apa Nak, kenapa kamu senang sekali seperti menang lotre berapa milyar.” Ayah terkekeh sambil mencolek hidung Fisha, Fisha pun tersenyum debgan nafas yang terengah-engah karena turun dengan cepat tadi.
“Aku lulus Bu, Yah dan alhamdulillah aku terbaik.” Fisha mendekat ke arah ibu dan ayahnya dengan memperlihatkan hp nya, hasil UN. Ayah dan ibu melihatnya dia bangga kepada Fisha.
“Selamat ya Nak,” ucap mereka serempak sambil masih memeluk Fisha dan menciumnya berulang. Farsi pun mengucapkan hal yang sama, Fisha mengangguk dan berterima kasih, dia sangat senang, kebahagiaannya tidak bisa diukur dengan kata-kata.
Mereka berencana acara syukuran kecil-kecilan, makan bersama nanti malam, Fisha mengundang sahabat-sahabatnya tersebut, mereka pun mengiyakannya menerima ajakan Fisha dengan senang.
Aku jadi penasaran sama mereka semua percabaian, semoga semuanya lulus, Amin, setelah ini aku akan mengeceknya kalau gak lupa, aku akan menanyakannya nanti pas perkumpulan di rumahku. Batin Fisha.
-------------
Note:
Terima kasih kakak-kakak sudah mampir...
Jangan lupa like dan vote ya kakak kesayanganku 💋 ....
Tinggalkan jejak kalian sebanyaknya, panggil aku 3x dengan cinta, aku akan muncul dengan up banyak diusahakan😁.
Dukungan kalian sangat berarti dan berharga, aku hanya penulis receh yang ingin dicintai dan dihargai, tanpa kalian aku bukan apa-apa🤗❤
__ADS_1