Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Jebrak


__ADS_3

Dalam perjalanan, Fisha dan Even saling hening dan saling melirik, karena merasa canggung Fisha pun mengalihkan pandangannya ke arah kaca jendela mobil, ia memandangi pohon-pohon yang bergerak dengan cepat seraya menghirup udara melalui hidungnya dan mengeluarkannya lewat mulutnya dengan menghela nafas panjang. Sedangkan Even ia tetap fokus terhadap kemudi dan jalannya sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena sedikit salah tingkah.


Semua sahabatnya yang melihat bangku depan asyik cuek dengan sendirinya, mereka terkikik lirih dan saling memandang, memberi isyarat satu sama lain agar ada yang memulai bicara dan tidak hening.


”Ehem, ehem ... sepi amat yaaa kayak kuburan ....” Sasa berdehem dan mulai mengeluarkan suaranya yang khas.


”Iya nie, apa tidur semua?” sahut Ares sambil berpura-pura melirik sana sini memperhatikan semua temannya yang menahan tawanya. Fisha yang mendengar sindiran temennya ia melirik lalu menoleh ke belakang dan ternyata semua sahabatnya berpura-pura dengan secepat kilat memejamkan matanya.


Fisha pun tau dengan akal bulus semua sahabatnya, ia pun geram dan mencari akal membalas semuanya.


“Aduh ... perutku sakit sekali ....” Fisha berpura-pura memegangi perutnya yang sakit sambil memejamkan matanya, dan berhasil membuat semuanya panik lalu membuka matanya dengan spontan karena terkejut.


“Hey kenapa kamu?” Sesil mencolek Fisha lalu setengah berdiri menengok ke Fisha yang tak memperdulikan Sesil, ia semakin khawatir lalu menonjolkan kepala ke arah kursi depan menengok Fisha.


"Iya kenapa Fish?" Sahut Sasa dan menatap Sesil, Sesil melirik dan menggedikkan bahunya tanda tak tahu karena Fisha masih tak meresponnya. Sedangkan Ares dan Alby saling memandang dengan kebingungan.


Even yang mendengarnya langsung menoleh dan menatap Fisha dengan cemas. ”Mau ke dokter? Ayo aku antar biar cepet sembuh!” ajak Even dengan wajah serius.


“Emmm ini udah sampai Pasuruan sekarang, sebentar aku lihat GPS dulu, RS terdekat ada di mana.” Menyentuh tombol di mobil dengan cepat dengan tangan kirinya untuk melihat GPS, sedangkan tangan kanannya masih mengemudi.


Dan kling keluarlah lokasinya, Even berencana ke arah RS tapi Fisha tertawa terbahak-bahak, membuat semuanya mengernyitkan dahinya.


”Kenapa? Apa kamu bohong?” tatap Alby ke arah depan dengan penuh ketajaman. Sedangkan Even yang dari tadi sibuk melihat GPS ia menoleh ke arah Fisha yang tertawa dengan memegangi perutnya, Even lalu menyentil kening Fisha dengan keras.


”Aduh ... hey, kenapa kamu menyentilku ... sakit tau?” Mengusap keningnya yang memerah sampai berkaca-kaca dengan sendirinya. Even yang melihat wajah Fisha yang merah hampir menangis ia merasa bersalah dan menyentuh kening Fisha, mengusapnya dengan lembut.


Fisha menepis tangan Even dengan cepat. ”Udah gak usah sok perhatian, kamu yang bikin kayak gini tau?” ucap Fisha sambil memonyongkan bibirnya.


”Kamu menangis?” ujar Even singkat memperhatikan Fisha terus menerus.


”Enggak, siapa yang menangis? Ini hanya air mata sakit tadi yang keluar dengan sendirinya!” ungkap Fisha dengan mengusap air matanya dengan kasar yang keluar hanya beberapa butir saja.


”Iya itu Fisha, ya sama saja dengan namanya menangis lah ... Mau air mata apapun itu kalau netes ya nangis, ada-ada aja!” Sasa menimpali sambil terkekeh, semuanya tersenyum sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


“Hais! Semuanya memojokkanku gak pernah membelaku, ya sudah aku tidur saja lah!” Fisha memasang wajah cemberutnya sambil melipat kedua tangannya lalu merenung dan membelakangi Even sambil pura-pura merajuk dan memejamkan matanya.


”Merajuk, merajuk nie yeee haha.” Mereka berucap serempak dengan ketawa jahatnya. Fisha yang mendengar itu ia berdecih dan tak peduli itu semua. Ia pun semakin memunggungi Even, Even tersenyum lucu melihat Fisha seperti itu.


Ia dengan santai mengemudinya, sedangkan Fisha yang berpura-pura merajuk, akhirnya tertidur dengan sendirinya.


“Ven, Fisha beneran tidur?” tanya Sesil, Even menganggukkan kepalanya.


”Eh busyet, tadi merajuk sekarang udah molor aja,” pekik Alby dengan memainkan handphone-nya sedang berselfie bersama Ares.


--------


Sesil yang melihat itu ia geleng-geleng kepala dibuatnya dan membatin dengan jiwa meronta mulut pedasnya.


Haha busyet dah baru kali ini aku melihat ada cowok suka foto, biasanya cuek, itu mereka apaan dengan PD-nya pose menyengir kuda, menjulurkan lidah, menopang dagu seperti ciwi-ciwi, ih aku semakin geli dan muak dibuatnya.


“Hey ... stoooop!!! Jangan diteruskan aku sangat ilfeel dibuatnya," teriak Sesil menoleh ke arah Alby sambil menyodorkan tangannya ke depan Alby dan menutupi handphone-nya Alby tanda berhenti.


“Apa?! Kamu mengagetkanku aja! Kenapa? Kamu mau ikut foto? Sini!” Lambai Alby dengan suara dibuat semanja mungkin.


Dalam perjalanan semua hening karena sudah di alam mimpi, yang gak tidur hanya Even dan Alby. Alby menatap punggung kakaknya dan berceloteh manja.


”Kakaaaak ... Apa kakak mengantuk? Apa Alby yang gantiin?” Suara Alby mendayu-dayu manja.


”Heleh sok pura-pura dah, akal bulusmu haha, gak usah makasih, kakak oke masih kuat dong! Even gitu lho ....” Even menepuk dadanya dengan tangan kirinya tanda menyombongkan dirinya.


”Iya dah Kakakku joss dah!” puji Alby dengan suara malas karena merasa keberatan dengan kesombongan kakaknya. Alby lalu cuek kepada kakaknya dan memainkan handphone-nya.


Even menoleh ke arah Fisha ia tersenyum saat melihat Fisha tertidur pulas terpojokkan menyamping ke kiri hingga bersandar di pintu mobil.


Eh kalau begitu dia bisa sakit kalau bangun, aku harus bantuin dia, dia tidur nyenyak sekali seperti kebo, padahal ini di mobil kok bisa tidur segitunya. Batin Even, ia lalu mendekat ke Fisha dan merangkul leher Fisha dan diarahkan ke sandaran kursi, namun tetap saja Fisha masih balik ke pojokan dengan sendirinya.


Dengan sigap Even yang melihatnya ia langsung merangkul Fisha dan menyandarkan Fisha di bahunya.

__ADS_1


”Begini lebih baik,” ucap Even lirih namun masih bisa didengar oleh Alby, Alby menatap punggung kakaknya dan tersenyum melihat adegan itu semua.


Haha joss dah mengalir dengan sendirinya, tinggal dorongan sedikit klop tuh, Kakak ... Kakak, kamu lucu sekali sih ..., sama cewek dari dulu pemilah repot sekali, banyak yang mendekat namun ditolak, eh Fisha sepertinya oke, hmmm sungguh selalu Fisha yang berhasil mengoyak hati para cowok haha hebat sekali pesonanya selalu, tak akan pernah padam hingga banyak yang iri dan menjadi musuh dalam selimut hmm kasihan di situlah kelemahannya. Batin Alby sambil terus menatap ke arah kakaknya sambil menggelengkan kepalanya.


Dor, dor, dor ... Ciiit ... ciiit .... (suara mobil yang tak tentu arah karena kehilangan kendali, ban mobilnya di tembak).


”Hey ... sialan ...! Siapa itu yang berani menembak?!” umpat Even dengan berteriak. Fisha yang mendengar itu ia kaget lalu menatap ke depan dengan panik.


”Kenapa? Hey Even lihat itu awaaaaas!” teriak Fisha melihat mobil tak terkendali ke kanan dan ke kiri.


”Aaaaaaaa ....” ciit ... ciiiit ... jebrak.


-------


Note :



Hahaha suara apa itu jebrak 😄😄😄



Maafkan Otor tertidur, ini siuman jam 1 wkwk, tadi rencana up udah tinggal kirim eh tertidur tengkurap haha, hargailah Otor bangun dengan sendirinya memuaskan kalian semua, curhat dikit dah biar pada tau perjuangannya.😝🙏



Jangan lupa like\-nya, dukungannya yang gencar oke .... 👍❤



Mampir juga jangan lupa di karya adik saya hehe ...


Judulnya

__ADS_1


Legenda Sang Pahlawan.


Bagus dah pokoknya ... 👍, terimakasih😘


__ADS_2