
Malam pun tiba, setelah memanjat dan berserah diri di atas sajadah berceloteh manja dan curhat kepada sang pencipta, Fisha pun baca Al-qur'an dengan tenang, merdu dan damai, lalu dia dipanggil adiknya untuk mengisi perutnya, dia makan dengan lahap dan setelahnya dia duduk di sofa sambil menonton tv, memindah-mindahkan tayangannya tapi rasanya membosankan tak ada yang membuatnya tertarik.
Besok hari libur, dia berniat ke kampung halaman ke rumah nenek bersama ibu dan adiknya, Naik motor agar cepat, bukan naik ontel seperti biasanya, perjalanan memakan waktu 20 menit kalau naik motor, kalau ontel bisa bisa lama kayak siput yang berlari tak sampai-sampai.
Dia merenung dan memainkan hp nya membuka game dan bermain, dia memberi makan sapi, ayam, kambing, ****, berang-berang, bebek, lebah dan memanen tanaman di ladang dengan semangat, dia senang sekali melakukan itu ketika jenuh sambil ketawa gak jelas serasa hallu berada di dalamnya, andai yang ada dalam game semua itu miliknya begitu pikirnya.
Dia bermimpi untuk menggapai pelangi agar hidupnya berubah semakin maju, membanggakan dan membahagiakan orang tuanya.
Akhirnya dia bosan dan meletakkan hp nya ke sembarang arah dan berselonjoran di kursi. Dia melamun tapi dikagetkan oleh notif masuk oleh pangeran katak Mega Mendung, dia juga sudah mengganti nama Awan menjadi Hon❤ sesuai kesepakan bersama kemarin.
Uhu ... uhu ... uhu ... diliriknya pesannya dan ia pun tersenyum.
Hon❤
📤 Assalamu'alaikum, Ney Ikanku, lagi ngapaen? Udah makan belum?
📥 Wa'alaikumsalam, apa? Ikan? 🙄. Udah makan banyak di goa tadi makan sajen😂
📤 Haha kamu suka bercanda, maaf Ney sayangku gak jadi dech, gak jadi Ikan.
📥 Kalau gak ada bercandanya garing, plis dech jangan lebay😂
📤 Kamu gak kangen aku? Jangan cuek-cuek katanya cinta? Nanti aku diambil orang, ups.
📥 Ihh jangan percaya diri, GR amat, mau kamu hah, aku buang dan ku tenggelamkan ke sungai nil😝, udah sana di grup saja biar seru!
📤 Oke 💋
Mereka saling mencintai tapi canggung dan kaku, tak ada romantisnya sama sekali, yang ada hanya saling ejek, seperti listrik kaku bertegangan tinggi, apalagi Fisha tuh dia jutek, secara dia kan geng percabaian dan belum berpengalaman cinta sama sekali.
Fisha pun mengetik, mengirim notif ke grup.
Fisha : Malem semuanya udah pada tidur belum? Besok hari libur masak udah pada ngorok di pulau kapuk sih...
Sesil : Belum dong lagi merenung nie memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt agar dikasih uang banyak sekali.
Sasa : @Sesil Iya aku juga belum, gila kalau mau uang kerja dong, mana ada uang jatuh dari langit😂. yang belum tidur angkat tangannya jempol digoyang.. 😂
Awan : @Fisha belum 🤗
__ADS_1
Alby : Belum lagi disko, mau pada ikut?
Ares : Belum juga, @Alby ke mana Gaes, ikut ikut...
Alby : @Ares di rumahku dong puter musik kencang mumpung orang tuaku dan kakakku ke luar kota, ayo segera ke sini, @Awan mau ikut? @Fisha@Sesil@Sasa merapat!
Ares : Oke aku meluncur, sampai jumpa di rumah Alby kawan-kawan.
Awan : @Alby Oke aku meluncur. @Fisha Ayo besok libur.
Sesil : @Awan widih dari tadi perasaan yang diajak Fisha melulu kita gak, ya Sa.
Sasa : Iya Sil biarin dunia milik berdua lagi baru ciye ehem, jangan lupa besok kalau masuk sekolah sajen buat kita yang banyak oke!😝
Fisha : Hey kalian diam! Ssttt sana pergi kalau ikut, aku gak mau, ke pulau kapuk @Sesil @Sasa. @Awan aku males gak ikut mau tidur besok mau pertapa aku di gunung berapi, mau ikut?
Sesil : Oh yaudah aku juga gak ikut, kalau kamu gak mau.
Sasa : Iya aku juga, biar cowoknya aja, cewek kapan-kapan.
Sesil : Pertapanya jangan lama-lama ya sore aku kerumah ngrumpi.
Awan : Kalian gila, aku gak paham, udah bye🙄
Alby : @Awan hey, cepet Ares udah di sini. Jangan urusin mereka trio cewek stres.
------------------------------------
Mereka pun menyudahi chatnya dan beraktifitas masing-masing sesuai urusan dan habitatnya tadi, yang di maksud Fisha di atas tapa gunung berapi itu, di rumah nenek karna sekaligus latihan bela diri kepada Kakek, memanas seperti api yang siap menyerbu penjahat, agar semakin tangguh tak tertandingi.
Pagi datang, seperti biasa Fisha menjalankan rutinitas dengan semangat dan tlaten, selanjutnya ibu, Fisha dan adiknya bersiap menuju ke rumah nenek dan kakeknya.
Mereka mengendarai motor dengan boncengan bareng bertiga, adiknya yang mengendarai karna dia cowok, dia mengendarai dengan kecepatan sedang lalu sampailah di sana.
Tok, tok, tok ... (suara ketokan pintu).
“Assalamu'alaikum Nek, Kek,” ucap Fisha sambil mengetok pintunya dengan lembut.
“Wa'alaikumsalam,” ucap seseorang dari dalam dan membuka pintunya.
__ADS_1
“Kakek ... mana Nenek?” Fisha mencium tangan dan memeluk kakeknya, kakek pun membalas pelukan Fisha. Ibu dan adiknya pun mengikuti ritual Fisha.
“Oh ayo masuk!” ucap kakek menggiring Anak dan cucunya masuk dengan menggerakkan tangannya. “Nenek lagi masak di belakang, Duduklah! Kakek akan panggilkan nenek.” Tunjuknya ke shofa.
“Nek nenek anak dan cucunya udah datang nie...!” teriak kakek. Nenek pun berjalan menghampiri mereka dan tersenyum.
“Eh udah pada datang, ayok makan dulu, udah pada makan belum?” tanya Nenek dan memeluk cucunya bergantian, yang dipeluk pun mencium pipi nenek kanan kiri.
“Udah kok Bu, kami udah kenyang,” ucap ibu Fisha dengan memegang perutnya. Ibu, ayah makan dulu dech kita nonton tv aja sambil menunggu,” lanjutnya. Nenek kakek pun mengangguk mengiyakannya.
Makan pun usai mereka pun berkumpul mengobrol bersama dan tertawa.
“Kek ayok ajarin Fisha bela diri lagi!” Fisha tersenyum dan bergelayut manja di bahu kakeknya.
“Iya kek aku ikut!” Farsi Adek Fisha menimpali.
“Emmm gimana ya bukannya kalian udah mengusai, belajar yang bener dong sayang-sayangku, Kakek udah tua gak bakalan sanggup lagi lama-lama besok-besok ajar kalian lagi.” Tegas Kakek dengan wajah yang serius.
“Iya oke Kek siap, tinggal sedikit lagi menguasai semuanya insyaAllah.” Jawab Fisha sambil memelas.
Mereka berdiri lalu beranjak ke taman dengan penghijauan yang semerbak desa asri alami, tanpa adanya asap perngepulan motor dan mobil yang berhamburan, mereka pun bersiap melatih bela diri, tapi tiba-tiba Fisha dibuat terkejut karna ada cowok tersenyum di depannya, dengan senyum cerah mengalahkan mentari, hingga dia terpana dan tak fokus dengan latihannya, Kakek yang merasa cucunya aneh pun menengok.
“Kenapa Sayang? Kok gak fokus? Gak jadi nie latihannya?” seru Kakek dan menendang kaki Fisha, yang ditendang meringis dan mengusap kakinya, lalu melihat ke arah depan rumah lagi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kakek pun mengikuti arah mata cucunya.
Ehem. Kakek berdehem, lalu Fisha memandang Kakek, mereka saling pandang lama.
“Kek, ada orang gila tersenyum padaku buat aku takut!” ucap Fisha berbisik, menunjuk ke orang tersebut dan ketawa. “dia siapa kek,” lanjutnya dengan masih memandang orang itu.
“Oh dia tetangga baru Kakek,” ucap kakek dan tersenyum.
“Apa! Dia itu adalah .... ” Fisha tak melanjutkan kalimatnya dan geleng-geleng kepala tercengang dan membelalakkan matanya.
Hayooo dia adalah siapa? 😂
---------
Note:
Yuuuk dukung aku terus kakak-kakak sayangku, like, komen dan vote🤗😍😘, semoga kakak-kakak terhibur dan Allah yang membalas vote kakak.
__ADS_1
Terimakasih sudah mau mampir di cerita recehku, salam jauh dariku unch💋