Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Mengaguminya


__ADS_3

Fisha berjalan dengan menggenggam handphone-nya dan ke arah jalan raya untuk mencari taksi namun tak kunjung ditemuinya karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Lalu ia melihat ada tukang ojek yang ada di sekitar situ ia pun memanggilnya dan naik ojek ke arah apartemen Even, sambil sesekali ia mengecek handphone-nya melihat lokasi yang dikirim oleh Jonatan tadi.


“Mbak kita ke mana ini?” tanya tukang ojek dengan kencang karena suara motor yang berisik.


“Ke jalan Pelangi Pak no 5!” teriak Putri, ojek yang sudah mendengarnya ia mengangguk paham.


Beberapa menit kemudian Fisha telah sampai di depan apartemen Even, cukup jauh apartemennya dari kampusnya Even mengajar. Fisha lalu mengembalikan helm milik ojek lalu membayar ongkosnya sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Ojek pun pergi meninggalkannya.


“Oh ini ya apartemen kakak Alby, bagus juga ternyata,” kata Fisha menatap serta mengamati apartemen yang megah itu dari kejauhan.


“Kenapa Alby gak ikut di sini juga bersama kakaknya ya biar irit keuangannya kan ya besar juga apartemennya, eh tapi kan horang kaya suka-suka mereka lah ya mau beli rumah juga pasti bisa dah," sambung Fisha sambil berjalan dan mendekat ke arah apartemen Even.


Fisha lalu berjalan melangkah terus ke depan sambil sesekali menundukkan kepalanya karena merasa kecil gak kaya seperti orang-orang yang berlalu lalang di sana, ia lalu masuk ke lift dengan cepat dan menekan arah nomer apartemen yang dituju yaitu ada di lantai 12, setelah dirasa sampai di depan apartemen yang ditempati Even, Fisha langsung merapikan semuanya dan bercermin di depan lift yang sedikit kentara bagaikan cermin itu, ia pun merapikan hijabnya sambil memanyunkan bibirnya.


“Ehem, sudah cantik ... gak usah bercermin terus menerus nanti lifnya roboh," dehem seseorang dengan pujiannya disertai ejekannya yang tak lain adalah tangan kanan Even yaitu Jonatan.


“Kamu Fisha kan?" tanya Jonatan memastikan agar ia tak salah mengenali orang.


“Iya aku Fisha, kamu dari mana mengenal namaku?” Fisha balik bertanya sedangkan Jonatan hanya menjawabnya dengan senyuman sekilas.


“Cepat masuk Bos sedang sakit!" perintah Jonatan singkat tanpa menjelaskan apapun.


“Sakit? Sakit apa?” Fisha akhirnya tau kalau ia anak buah Even, ia pun menatap Jonatan karena ingin tau sebenarnya.


“Sudah sana cepat masuk! Nanti kamu juga bakal tau, pokok Bos parah banget," desak Jonatan agar dirasa lebay dan Fisha khawatir penuh.


“Beneran?" Jonatan mengangguk lalu mendorong Fisha dengan pelan dan membukakan pintu untuknya seraya mempersilahkannya masuk dengan gerakan telapak tangannya.


“Masuklah!” Fisha menatap Jonatan dengan keraguan untuk memasuki apartemen seorang diri dan nantinya hanya bersama Even saja. Lalu Fisha terpaksa masuk karena ia benar-benar khawatir dengan keadan Even yang kata Jonatan parah banget itu.

__ADS_1


Emang tadi anak buah Even menunggu di luar kamar dan bermain di dalam apartemen, berhubung Jonatan mengganti strategi untuk mendekatkan bosnya itu dengan seseorang yang dicintainya ia lalu mengajak semuanya menunggu di luar apartemen sampai Fisha benar-benar tiba dan pulang nanti, agar tak ada yang mengganggu kemesraan mereka, begitu pikir Jonatan.


Fisha berjalan mendekat ke arah kamar Even yang pintunya terbuka sedikit ia lalu mengintip Even dan penasaran Even sedang melakukan apa, dan ternyata Even di dalam selesai melaksanakan sholat isya', ia berwiridan dan menadahkan tangannya berdoa lalu merenung. Fisha yang melihat itu ia semakin berdesir hatinya dan mengagumi Even dengan senyuman manisnya sambil bersandar di balik pintu dengan mengatupkan kedua tangannya.



“Dia benar-benar imam yang luar biasa, perfect. Andai ia adalah imamku,” gumam Fisha lirih tak sadar dengan omongannya, Even yang mendengar ada suara lirih di luar ia pun menengok sedikit dan bertanya lirih karena rasanya ia masih sakit semua badannya.


“Siapa tuh?” ujar Even dengan suara sekuat tenaganya. Fisha yang kaget dan salah tingkah ia lalu buru-buru mengintip Even dari balik pintu sambil memunculkan kepalanya sedikit dan terkekeh.


“Hehe Aku, Fisha Maz ehehe.” Fisha mengangkat kedua jarinya tanda piss lalu sambil mengusap wajahnya karena malu.


“Oh Kamu? Siapa yang mengundangmu ke sini? Apa kamu merindukanku?" Fisha tak menjawabnya malah ia memanyunkan bibirnya untuk menutupi rasa malunya dan sedikit salah tingkahnya.


“Ngapain Kamu di situ? Mau minta sembako?” ejek Even dengan sesekali memegang keningnya yang masih sakit dan diperban. Even yang tak mendengar jawaban Fisha ia lalu tak memperdulikan Fisha yang hanya menatapnya di depan pintunya, ia lalu berusaha berdiri sesudah sholatnya, namun belum selesai ia menegakkan badannya ia pun jatuh terjerembah.


--------


“Maz, hati-hati dong ... Kamu gak apa-apa kan?” tanya Fisha, Even hanya menggeleng karena ia benar-benar kehilangan kebugarannya.


“Ini kenapa juga penuh luka, dan juga kenapa badanmu sakit sekali?" Fisha tau kalau Even panas saat ia bersentuhan dengan tangan Even langsung.


“Sini aku anter kamu ke ranjang, apa kamu mau ke dokter? Tak teleponkan ya?” Even hanya menggeleng dengan cepat sambil sesekali tangannya bergetar.


“Kamu kenapa diam saja? Sebentar aku ambilkan kompres dulu, tunggu di sini!" Fisha ingin melangkahkan kakinya saat ia sudah membaringkan Even di ranjang, tapi belum sempat Fisha berjalan Even pun menggenggam tangannya dengan erat. Fisha yang melihat Even seperti itu ia mengernyitkan dahinya.


“Kamu aneh Maz gak kayak biasanya, kenapa? Jawab aku jangan diam membisu seperti ini!" tanya Fisha berulang-ulang.


“Jangan tinggalkan Aku, Aku takut!" pinta Even sambil memejamkan matanya dan masih menggenggam tangan Fisha dengan erat.

__ADS_1


“Iya, iya tapi jangan kencang-kencang genggamannya, dasar!" Fisha terkekeh dan tersenyum saat Even sudah tak bersuara dan sedikit mendengkur dengan tenangnya. Ia lalu duduk di sebelah ranjang Even yang ada terdapat kursi itu.


“Hmmm ternyata dia sudah tidur, sebenarnya ada apa dengan Maz Even? Kenapa dia penuh luka dan sepertinya syok begitu, tapi aku salut sama dia meskipun sakit tetap gencar ibadahnya, benar-benar patut diteladani,” ujar Fisha berbicara dengan dirinya sendiri, lalu ia menatap Even dan tangan satunya mendekat ke arah kepala Even lalu ia mengusap-usap puncak kepala Even pelan.


“Uhh kalau begini serasa dia adalah suamiku, eh aku ngomong apaan kok ngaco begini ehehe.” Fisha terkekeh. Fisha teringat dan penasaran lalu ia mengambil handphone-nya yang ada di tasnya, lalu ia bertanya secara keseluruhan kepada Jonatan.


Jonatan lalu menjelaskan semuanya, Fisha yang membaca pesannya ia menitikkan air matanya dengan sendirinya dan menatap Even lalu ia dengan singkat mencium kening Even sebagai tanda terimakasih.


Maz Even kau benar-benar orang yang baik, dengan tanganmu itu kau membelaku dengan segitunya hingga kau sampai syok dan terluka seperti itu, apa itu namanya cinta? Tapi kenapa kau tak pernah mengungkapkannya, lantas aku harus gimana? Aku bingung Asult juga begitu karenaku, kamu pun demikian. Tuhaaan aku harus gimana? Sejujurnya aku tak mau terikat dengan Asult, yang aku mau hanyalah di samping maz Even, tapi sepertinya aku juga tak pantas di sampingnya dan rasanya maz Even juga mungkin hanya menganggapku adik dan tak serius karena dia tak pernah bilang cinta. Kapan aku bahagia Tuhan, kapan? Batin Fisha, ia mengusap air matanya yang tak tertahankan. Even yang merasa ada sesuatu yang basah menetes ke arah wajahnya ia mengusapnya lalu mengerjapkan matanya.


“Eh Kamu kenapa menangis Sayang? Aku gak apa-apa, sudah jangan menangis," seru Even menenangkan.


“Siapa yang menangis? Enggak aku hanya kelilipan," sangkal Fisha dengan senyuman yang dipaksakan.


Dia ini menangis tapi sempatnya membohongiku, dia tak pandai menutupi kebohongannya. Batin Even, ia mengusap-usap tangan Fisha agar tenang.


“Terimakasih untuk semuanya atas yang Maz lakukan," syukur Fisha bertemu dan kenal dengan Even.


“Sama-sama, makasih juga sekarang aku sudah tenang berkat kamu di sini,” balas Even dengan senyuman manisnya.


“Aku tadi bermimpi ....”


---------


Note :


Jangan lupa like-nya, yang gak pelit like aku kiss dan semoga diberi keberkahan berlimpah amin ... ❤


Terimakasih, semua gambar diambil dari mbah google ya, itu juga mereka memainkan film lho, coba tebak Film apa? Ehehe.

__ADS_1


__ADS_2