
Sore hari, mereka bersiap-siap dan meluncur menuju kota dingin, iya kota yang sejuk dan berhawa romantis itu yang saat ini tempat mereka menimbah ilmu duniawinya, kota itu adalah kota Malang.
Di sisi lain, gadis manis sedang berkutat dengan bajunya yang akan dimasukkan ke kopernya, lalu ibu mendekatinya dan mengisi makanan begitu banyaknya sampai kopernya menggembung besar karena kebanyakan muatan. Fisha yang melihat ibunya mengisi semua itu ia membelalakkan matanya karena terkejut.
”Ibu? Apa-apaan ini? Apa ibu serius? Emang Fisha mau ke hutan dibawain semua sebanyak itu, Bu?” menatap ibunya dengan penuh keheranan dan menunjuk semua yang ada di dalam kopernya lalu membuka kopernya.
”Kan di Malang banyak makanan Ibu? Fisha tinggal beli aja nanti kalau lapar, lagian makanan ini semua kan makanan matang Bu, nanti kelamaan juga basi dech,” lanjut Fisha dengan memilah semua makanan dan meletakkan di luar kembali tapi ibu menghalangi Fisha dan merebut semuanya dan memasukkan makanannya kembali ke dalam koper.
”Aduh, Sayaaaang? Gak apa dong ... beda lho masakan ibu sama beli, spesial ini nanti bisa dimakan bareng-bareng sama sahabat kamu kan seru tuh!" ibu tersenyum ke arah Fisha sambil memasukkan makanan ke dalam koper dan rantang.
”Sudah selesai, taraaaa,” lanjut ibu sambil mengusap kedua tangannya tanda bangga karena sudah rapi dan selesai pekerjaannya, lalu merentangkan kedua tangannya.
Fisha yang melihat itu ia langsung mendekat ke arah ibunya dan berhamburan ke dalam pelukannya. Ibu lalu mengelus puncak kepala Fisha yang ada di pelukannya.
“Yang rajin ya belajarnya, Putri Ibu ... semoga cita-citanya tercapai, Amiiin,” ayah yang baru pulang dari kerja melihat keromantisan istri dan anaknya, beliau mendekat dan ikut berpelukan.
“Ihh Ayah, main nyelonong aja haha, iya Amin, makasih Yah, Bu, doakan Fisha terus ya ...!”
”Pasti, Sayang,” ucap beliau singkat dan serempak.
Lalu Fisha menuju ke ruang tamu dan duduk di kursi ditemani ayah, ibu, dan Farsi, tak lupa nenek kakek pun berada disitu, untuk melihat cucu kesayangannya pergi itu. Fisha menunggu semua sahabatnya menjemputnya sambil memainkan game peternakannya.
Aduh, sejak aku mengenal Awan dan cinta dengannya aku jarang sekali mengunjungi peternakanku ini, juga memutar musik, haha habisnya dia selalu membuat aku bahagia dan gak pernah membiarkan aku kesepian, hmmm maafkan ya ayam, kambing, sapiku yang gak keurus, maafkan aku juga ya Honku Sayang, aku gak akan melupakanmu, bagiku kau ada di sisi relung hati yang khusus.
----------
Tot, tot, tooooooot .... (suara Klakson mobil dari luar sangat kencang terdengar sampai ke dalam rumah).
“Eh, itu pasti mereka.” Fisha beranjak berdiri lalu menyeret kopernya dan menatap ke semua keluarganya.
“Yah, Bu, Nek, KeK, Dek, Fisha berangkat dulu ya ...?” semua mengangguk dan memeluk Fisha bergantian lalu mencium kening Fisha.
”Hati-hati Kak!”
”Hati-hati Nak!” Fisha tersenyum lalu melambaikan tangannya tanda perpisahan dan mencium jarak jauh dengan satu tangannya dan yang satunya memegang kopernya, lalu semuanya mengantar Fisha ke depan rumah.
Sesil, Sasa, Alby, Ares dan Even yang melihat keluarga Fisha di luar juga semuanya turun untuk menyapa keluarga Fisha dan saling berpamitan mencium tangan dengan bergantian.
Fisha melirik Even dan menoleh sedikit dan menatapnya dari puncak kepala sampai ke bawah, lalu menatap kembali ke atas lagi, Even yang tau itu lalu bertatapan dengan Fisha, dia tersenyum lalu menaikkan kedua alisnya berniat menggoda Fisha, sedangkan Fisha yang kepergok memperhatikan Even ia wajahnya memerah karena malu, ia pun mengalihkan pandangannya dan menunduk menahan senyumnya.
Haduh, aku benar-benar gila! Bagaimana bisa tadi aku penasaran dan memperhatikannya, bisa-bisa dia GR dah hmm, lagian sok kecakepan sekali sih, terus beneran dia jadi ikut? Alby ini pasti ada rencana terselubung di dalamnya, aku harus waspada sekarang dengan Alby. Batin Fisha sambil menatap ke arah Alby.
Alby yang tau ditatap Fisha ia balik menatap Fisha dan menggedikkan kedua bahunya seraya menggerakkan bibirnya memberi isyarat kenapa begitu.
Fisha mendekat ke Alby dan menarik tangannya jauh dari orang-orang. “Hey kamu beneran ngajak kakakmu?” tanya Fisha dengan wajah datarnya.
"Lah ya jadi, kenapa? Udah kelihatan gitu kakakku tampan sekali dari atas sampai bawah, kamu aja tadi ngiler kan melihatnya?” goda Alby yang melihat Fisha memperhatikan kakaknya tadi.
__ADS_1
Fisha lalu mengetuk kepala Alby dan melototkan kedua matanya.
”Dasar! Enak aja!” Alby terkekeh lalu Fisha menjauhinya dan Sesil bergelayut manja ke arah Fisha.
”Hey ayo berangkat Byyyy!” teriak Even yang melihat Alby masih di kejauhan tadi dan belum mendekat, Alby mengangguk lalu mendekat ke arah kakaknya.
”Siapa nie yang menyetir?” sahut ayah penasaran dengan menatap ke semua sahabatnya Fisha.
Even mengacungkan jari telunjuknya sambil tersenyum.
”Saya Pak,” balasnya singkat sambil menurunkan jarinya kembali.
”Lho siapa Kamu? Kok Ayah gak pernah melihatnya?”
”Eh hehe saya ...,” belum selesai Even meneruskan kalimatnya Fisha langsung menyahutinya.
”Dia Even Yah, kakaknya Alby."
“Oh ...,” jawab Ayah menggembungkan pipinya.
”Ehem, ehem ....” Ares berdehem, semuanya menahan tawanya.
”Kenapa? Mau minum?” tawar Fisha berpura-pura, padahal ia tahu maksud Ares.
”Enggak, gak haus.”
”Hati-hati, Even ... mengemudinya ... jaga cucuku!” perintah kakek dengan tersenyum.
”Siap!" Even mengangkat tangannya ditaruh di pelipisnya tanda hormat.
”Assalamu'alaikum,” pamit mereka serempak.
”Wa'alaikumsalam,” jawab keluarga Fisha kompak.
Fisha lalu menyeret kopernya lalu ditepis oleh Even dengan lembut.
”Biar aku saja ...! Even meraih koper Fisha.
”Gak usah, gak berat kok,” ucap Fisha, tapi tak direspon Even, ia masih bersikeras meraih koper Fisha, Fisha pun pasrah lalu membiarkan Even membawa kopernya.
”Terimakasih," lanjut Fisha dengan tersenyum dan berjalan mendahului Even masuk ke dalam mobil, ia mengangguk dan membuntuti Fisha lalu ke arah kursi kemudi.
Semuannya yang melihat kelakuan Even dan Fisha saling melirik dan tersenyum jail dan memainkan alisnya, lalu mengepal tangannya ke atas lalu diturunkan ke bawah tanda yes rencana berhasil.
Sesil dan Sasa berlari mendahului Fisha di kursi nomer dua. Sedangkan Alby dan Ares pun masuk ke kursi paling belakang. Fisha lalu masuk ke kursi nomer dua yang ada Sasa dan Sesil.
“Hey, gak muat kamu di depan sana Fish,” dorong Sesil.
__ADS_1
”Iya kamu di depan aja,” sahut Sasa sambil menunjuk ke kursi samping kemudi yang kosong.
Alby yang sudah duduk di samping Ares di kursi paling belakang menahan tawanya dan menyahutinya.
”Iya kamu di depan saja, cepaat! Keburu sore!” ucap Ares dan Alby.
”Eh ... kok aku? Kamu aja Al?” tolak Fisha sambil menatap Alby.
"Aku sudah PW, ayo cepat biar segera berangkat!” Even mendengarnya iya tersenyum tipis, Fisha pun mengiyakannya lalu menuju kursi ke arah samping Even, mobil pun melaju dan keluarga Fisha saling melambai.
-------
Note :
Jangan lupa like\-nya ya kakak\-kakak kesayangan yang baik hati ... sepi amat kayak kuburan wkwk.
Dukung terus yaaa, dukungan kalian sangat berarti. 🤗❤💋
Oh ya, jangan lupa mampir ke karya adik ketemu gede saya hehe ...
Judulnya : Legenda Sang Pahlawan.
Genre action romantis komedi.
Mampir ya kakak\-kakak semoga berkenan, ceritanya bagus bisa berimajenasi nanti ke dunia lain hallunya😎
Doakan Otor balik lagi, panggil 3x dengan cinta, kalau gak mau ya sudah Otor gak akan kembali haha ...
Da ... da❤
__ADS_1