
Happy reading ... jangan lupa like setiap episode-nya ya kakak-kakak kesayangan ... 😍...
Yuuuk mampir juga di karya keduaku ...
Pangeran Gayung & Putri Tidur.
Dijamin sama serunya ...
Genre romantis, komedi, supernatural. 👍🤗❤
*
*
*
--------
“Res ternyata Awan enggak murni kecelakaan, tapi itu sabotase ada seseorang yang sengaja merusak remnya hingga blong,” ucap Alby lirih dengan ragu-ragu, ia menatap Fisha yang sedikit memucat.
”Apa?! Jadi bener apa yang diduga Awan waktu itu? Awaaaan ... hiks, hiks, hiks ... kenapa banyak orang yang iri dengan hubungan kita ... apa salahku kenapa banyak yang iri dengan hidupku? Padahal aku bukan orang kaya dan bukan terpandang, kenapa? Kenapa? Hiks, hiks.” Fisha menangis tersedu-sedu dan meratapi nasibnya, ia menunduk dan mencengkram kepalanya kuat dengan kedua tangannya, lalu melemas dan duduk bersimpuh.
“Fishaaaa ... Kamu tak apa ...?” Sasa dan Sesil mendekatinya dan membantu menopang Fisha agar ia bangkit dan berdiri. Fisha masih terus menangis, semua sahabatnya pun lalu memeluknya.
”Itu ... Awan ... kemarin bilang hiks, hiks, kalau remnya blong ada yang sabotase, begitu yang ia ucapkan dan masih terngiang-ngiang di telingaku, hiks, hiks, aku merindukannya ... Aku mau ke makam Awan lagi ... hiks ....”
Semuanya menenangkan Fisha dan mengusap pundaknya, dan ada juga yang mengusap kepala juga bahunya, benar-benar persahabatan yang sweet, selalu apapun itu dilalui bersama.
Fisha masih terus menangis tersedu-sedu lalu tiba-tiba tak ada suaranya dan hening.
“Hey kenapa Fisha semakin berat dan terdiam?” ucap Sesil panik dan menatap ke arah Alby yang di dekat Fisha.
”Fish, Fish ....” Sasa menggoyangkan badan Fisha dan Fisha pun hampir tersungkur namun ditangkap oleh Ares.
”Hey Fisha pingsan ... ia pasti syok!” Ares membopong Fisha dan berjalan.
"Apa?! Fish ... bangun Sayangku ... bangun ...!” Sasa membuntuti Ares sambil membangunkan Fisha, semua mengikuti Ares masuk ke rumah kakek.
Tok, tok, tok ...!
“Kakek, kakek ... assalamu'alaikum ....” Mereka mengetuk pintu dengan cepat disertai dengan memanggil nama kakek dengan tak sabarnya.
“Wa'alaikumsalam ...,” balas kakek dari dalam rumah.
__ADS_1
“Iya sebentar Kakek lagi jalan, kalian ini gak sabar sekali ngetuk pintunya kenceng amat! Kenapa?” lanjut kakek sambil membuka pintunya. Mereka semua langsung membawa Fisha masuk dan menidurkannya di kursi, ibu dan ayah yang melihatnya mereka sangat terkejut dan membelalakkan matanya.
“Nak, kenapa ini Fisha? Ada apa?” tanya bu Lani dengan khawatir dan menggosok-gosok tangan Fisha, sedangkan Sasa dan Sesil menggosok kaki Fisha.
”Itu Bu, dapat info dari polisi kalau Awan bukan murni kecelakaan, tapi ada yang sabotase dan Fisha mendengarnya langsung syok dan pingsan,” jelas Alby dengan menundukkan kepalanya takut ia dimarahi orang tua Fisha.
”Apa?! Beneran? Kita harus segera menjebloskannya ke penjara ...!” ajak ayah Johan dengan geram dan menggerutukkan giginya karena sangat sakit hatinya, gara-gara itu putrinya mengalami hal yang menyakitkan seperti ini.
“Kami saja Om gak apa-apa, kan ada di Malang Om, nanti kalau ada apa-apa pasti kita kabarin kembali karena masih mengambang takut belum tuntas!” Alby menyanggupinya dan berjanji akan membantu hingga tuntas, semua sahabat Fisha mengangguk dan tersenyum, ayah mendekati mereka dengan nanar dan merangkul semuanya.
“Makasih Nak, kalian selalu ada dan peduli buat Fisha, Fisha beruntung punya kalian, ayah gak bisa membalas kalian ... biar Allah yang membalasnya, untung ada kalian ... jadi Fisha bisa sedikit terhibur selalu, Allah masih menyayanginya dengan menghadirkan kalian ... hiks makasih ....” Ayah mengucapkan dengan nanar dan menangis dengan derasnya, semuanya mengangguk dan menangis, karena baru kali ini mereka melihat ayah Johan menangis.
Ibu yang melihatnya ikut menangis dan ikut memeluk mereka, kakek dan nenek juga terharu dan mengusap air matanya.
Sedangkan Fisha masih pingsan dan merintih dengan memanggil nama Awan terus, Fisha demam dan menggigil. Neneknya merawat Fisha dengan tlaten menaruh handuk di kepalanya.
”Awaaaan ... Awaaan ... hiks, hiks, hiks, Awaaan.”
Mereka semua menoleh ke arah Fisha dengan tatapan nanar dan rasa khawatir di hati semuanya.
“Yah, bagaimana ini? Hiks, hiks ... gak ada yang bisa menenangkannya kecuali Awan, dulu Ibu yang bisa menenangkannya tapi sejak munculnya Awan, hanya Awan yang bisa menenangkannya.” Ibu menangis tersedu-sedu, ayah memeluknya dengan erat sambil ikut menangis.
“Oh ya Bu, Yah, aku ingat ... bagaimana kalau kita memutar flashdisk yang dikasih Awan kemarin, pasti di dalamnya ada isi yang sangat penting, mungkin video Awan, agar Fisha bisa tenang.” Sesil memberikan ide yang jenius dengan menjentikkan jarinya.
Ayah langsung mencari flashdisk di sekitar Fisha, lalu ayah merogoh kantong baju Fisha, dan benar dugaan ayah ternyata flashdisk ada di dalam sana.
”Ketemu ... alhamdulillah, Fisha membawanya ke mana-mana ternyata.” Ayah menghela nafas panjang sambil memegang flashdisknya.
“Apa gak sebaiknya Fisha dibawa ke kamarku?” tanya nenek dengan serius.
“Gak usah Bu, udah terlanjur di sini saja.” Nenek mengangguk lalu mengambil selimut buat Fisha.
------------------
Ayah lalu beranjak dan menancapkan flashdisk pemberian Awan ke televisi LED, beliau melihat isi di dalamnya ada video tulisannya Ney sayangku. Ayah penasaran lalu beliau membukanya dengan rasa sedih di hatinya.
Dan muncullah sesosok Awan dengan tersenyum mengalahkan mentari dan seperti biasa dengan tatapan mesumnya.
“Hai Ney ... Sayangku ....” Awan melambaikan tangannya.
“Aku sengaja merekam diriku ini ... semua ini buat kenangan yaaa ... barangkali saja aku akan berada jauh di sisimu, takdir siapa yang tau kan Sayang ....” Sambil mengedipkan mata.
“Tapi aku berharap berjodoh denganmu ... semoga Allah menjodohkan kita Sayang ....” Tersenyum cerah dan menyilang ibu jari dan telunjuk membentuk love seperti di korea.
__ADS_1
“Kalau kita tak berjodoh dan aku meninggalkanmu ... Kamu berjanjilah gak akan sakit, gak akan menangis, gak akan melamun, yakinlah aku akan selalu di hatimu ... Aku akan selalu menyanyangimu hingga akhir nyawaku Sayang ....” Menopang dagunya dengan kedua tangannya.
“Pejamkanlah mata indahmu itu dan bayangkanlah aku akan selalu berada di sampingmu, aku pasti akan hadir dengan cinta ... oke sayangku ... lophyupolepel unch ....” Mencium kamera sebagai tanda ciumnya untuk Fisha.
“Oh ya sekarang happy anniversary ya ... Aku hampir lupa Sayang ... Aku sangat ingat setelah ulang tahunmu besoknya hari anniversary kan ... hayoo lupa ya ....” Sambil menunjuk ke kamera dengan memonyongkan bibirnya.
“Happy anniversary Sayangku yang ke 1 hehe baru 1 ya, lumayan lama juga ... semoga kita tambah lengket dan maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu ... maafkan aku yang tak romantis ini ... maafkan ... Kamu tau aku sudah menyiapkan liontin buatmu agar kamu selalu mengingatku ... isinya foto aku ... jangan bosan denganku ya ....” Menatap kamera nanar lalu tersenyum.
“Sudah dulu ya Sayang ... udah aku gak perlu panjang-panjang dan basa-basi nanti kamu bosan haha ... bye-bye ... Aku selalu dan akan selalu merindukanmu ... besok kita bertemu lagi kan ...!” Menatap penuh dengan tatapan mesumnya dan melambaikan tangannya.
Fisha yang dari tadi mendengarnya ia tersadar dan menangis sesenggukan.
“Ayah ... Ibu ... ternyata dia segitu besarnya mencintaiku ... Awann ... kau tega meninggalkanku ... Aku merindukanmu ... kenapa kau meninggalkan banyak kenangan ... dan luka begitu dalam ... setelah ini apalagi yang kau tinggalkan ... happy anniversary ... hiks, hiks, hiks ....” Fisha menundukkan kepalanya meratapi kepergian Awan.
Semuanya juga terharu atas cinta Awan yang begitu besar untuk Fisha, mereka semua gak menyangka segitu dalamnya rasanya, lalu mereka menyeka air matanya dan berpelukan.
-------
Catatan :
Otor mengetik dengan menangis ...😭.
InsyaAllah nanti otor balik lagi kalau gak ketiduran ... 😁
Pilih mana Asult apa Even? Tulis di kolom komentar yaaa buat pertimbangan haha ...
Da da ... jangan lupa like\-nya, jangan habis baca kabur ... 🙄😝
__ADS_1