Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Ternyata ... kamu???


__ADS_3

Dia adalah siapa Sayang?” tanya kakek.


“Di ... dia adalah ... te-temanku Kek, hehehe,” jawab Fisha terbata sambil cengengesan dan berbohong.


“Sebentar Kek, aku hampiri dia dulu ya, Kek,” pamitnya dan diangguki oleh kakek.


“Hey ngapaen kamu di sini? Dan apa? Kata Kakekku tadi rumahmu samping rumah Kakek?” tanya Fisha tak percaya.


“Iya Ney sayangku, biasa aja keles kenapa jadi terkejut begitu kamu, apa kamu melihatku senang sekali sehingga mukamu memerah seperti tomat, dan juga apa kamu merindukanku?” ujar Awan sambil merentangkan kedua tangannya berharap Fisha memeluknya.


“Hey, hey singkirkan tanganmu itu, lebay banget sih kamu, kita belum muhrim keles Sayangku, Mendungku, Honku, sekonyong koderku, rumputku hahaha,” jawab Fisha tertawa tebahak-bahak.


“Ney apa kamu tak merindukanku?” tanya ulang Awan.


“Mulai kumat lebaynya, mau tau jawabanku? Tidak, tidak, tidaaaak ... puas! Hahaha,” jawabnya sambil menjulurkan lidahnya dan melambaikan tangan berniat meninggalkan Awan yang masih terpaku memandangnya, dan kembali kepada kakeknya.


Ihh gemesnya sih, bisa bisa meleleh aku, aduh rasanya jantungku seperti melompat, apa ini ya yang dinamakan cinta yang terbalas, indah bagaikan Awan melayang di udara, idih namaku tenar juga ya ternyata dalam kata pujangga kebanyakan disebut hahaha... Batin Awan bangga.


------------------------------------------


Belajar silat pun dimulai, Awan pun memperhatikan gerak gerik Fisha yang dengan lincahnya Belajar giat dan lihay, dia terbengong hingga air liurnya menetes karena terkejut, Kakek pun menghampirinya tapi dia tak merasa dikarnakan saking asyiknya memperhatikan.


“Ehem, mau ngapaen Nak, tuh air liurmu menetes, tutup mulutmu!” ucap kakek terkekeh menahan tawa, Awan pun mukanya merah merona menahan malu dan menutup mulutnya serta mengusap kasar wajahnya tanda salah tingkah.


“Kalau mau ikut latihan, masuk aja gak usah malu, kan kita juga tetanggaan,” lanjut kakek. Awan tersenyum mengangguk dan berterima kasih, kakek mengiyakannya.


Entah kenapa dewi cinta selalu berpihak padanya, ini adalah kesempatan beribu kesempatan untuk semakin mendekat seperti perangko kepada Fisha dan memandanginya dari dekat, dekat sampai ke hati, kesempatan silver menjadi gold dan akan menjadi mutiara berlian berkualitas tinggi, tak kan pernah disia-siakannya kesempatan ini.

__ADS_1


Mimpi apa aku Tuhan? Makasih Tuhaaan, aaa aku bahagia, takdir cintaku sangat indah? Bahkan syair pujangga tentang cinta pun kalah dengan kebahagian cinta di hatiku hahaha. Batin Awan sambil ketawa.


Sedangan Fisha yang melihat Awan semakin mendekat bersama kakeknya dia bergemuruh, hatinya berdesir wajahnya panas dan salah tingkah, ingin dia masuk ke dalam kulkas karna gerah dan sangat gerah.


Eh, kenapa dia mendekat, kalau dia mendekat seperti ini aku mana bisa latihan, bisa-bisa aku gak fokus terus kakek memarahiku, oh Tuhan tolong selundupkan aku sebentar ke dalam karung beras Nenek, aku malu sangat malu. Batin Fisha sambil menutup wajahnya.


“Kek, kenapa dia diajak sih,” ujar Fisha memasang wajah semelas mungkin.


“Gak papa biarin, katanya temen kamu juga kan, gak boleh pelit Sayang, berbagi ilmu,” ucap Kakek tersenyum seraya mengelus puncak kepala Fisha.


Fisha menggandeng tangan Awan dan menyeretnya menjauh dari kakek pengen berbicara 4 mata, 4 hidung, 4 mulut juga hahaha, kakek yang merasa cucunya aneh dia menggelengkan kepalanya. Sedangan Farsi dia cuek kalau tidak mengenal orang, emang adik Fisha terkesan angkuh sama seperti Fisha, tapi sekeluarga mereka saling melindungi.


“Apa sayangku Ney, kalau kangen bilang aja jangan segitunya nanti aku bisa pingsan di pelukanmu,” ucap Awan sambil terus mengikuti Fisha yang menarik tangannya dan mereka pun berhenti.


“Hem kenapa kamu ikut sih kan aku--” ucapannya terhenti dan Fisha mengibaskan tangan Awan yang digandeng tadi, Awan terkekeh merasa kesayangannya Fisha lucu sekali, baginya apapun yang dilakukan Fisha menggemaskan.


“Apa! ” Fisha menjitak kepala Awan dan Awan terkekeh. “Tidak semudah itu Roma semua butuh proses, dan perjalanan kita masih panjang Romaaaa, aku gak mau nikah muda, sabar Roma haha.” lanjutnya dengan nada tegas berkacak pinggang dan ketawa.


“Tak apa Ani, aku siap menunggumu ani sampai kau siap, aku akan selalu mencintaimu hingga ajal menjemputku Ani, Ani Ani Ani Ani Aniiiiiii!” ucap Awan menggila dan berteriak.


“Hahaha kamu gila Roma, cukup aku tak tahan lagi, pergi Roma, aku mau latihan Romaaaa.” Desah Fisha dengas nafas tersengal karna berteriak.


“Romaaaa Romaaa romantis auh sweetnya.” Awan terkekeh mengedipkan matanya, Fisha semakin dibikin salah tingkah dan ketawa.


Gila, gila gila, aku jatuh cinta pada orang yang salah, kita sama-sama gilaaaaa. Batin Fisha.


“Hey kaliaaaan ayo cepaaat kalau gak jadi kakek mau tidur aja ke dalam, kalian lamaaa, rundingan apaan sih emang kalian? Pembahasan arisan? Apa pembahasan masa depan? Apa pembahasan proklamasi?” ucap Kakek berteriak dengan menggelegar.

__ADS_1


Setelah perdebatan, pertikaian, perandaian, peranganan mereka selesai, mereka pun berlari menghampiri Kakek dan akhirnya mereka belajar dengan termenung hening di fikiran masing-masing sambil berbunga-bunga di hatinya. Mereka saling canggung tapi serius mempelajari ajaran Kakek.


Hingga yang terjadi adalah dengan ceroboh Fisha salah fokus dan terbelit kakinya sendiri, lalu hampir terjerembah lunglai di atas rumput, tapi dengan cepat Awan menangkapnya, hingga terjadi glagat mencurigakan yang dirasa kakek kepada kedua insan yang aneh ini, sejak awal pikiran kakek rasanya ganjil bukan genap, ada gejolak aneh terhadap mereka semacam magnet saling menarik dan berkaitan.


------------------------------------


Dan dalam hati Kakek membatin dengan mengernyitkan dahinya. Aih kenapa cucuku ini tumben dia ceroboh, biasanya tak pernah gini, sejak ada cowok ini dia aneh, apa jangan jangan ... mereka saling cinta ... apa pradugaku benar? Sebagai kakek aku paling tau cucuku ini, iya jelas banget ini cinta, aduh cucukuuu udah besar, pura-pura gak tau aja ahhh aku, biar mereka yang menyelesaikan sendiri.


Fisha pun berdiri dibantu Awan, dengan rasa yang bergejolak malu karna takut diejek olehnya, juga takut dimarahin kakeknya, dia melirik Kakek dan tersenyum, dia melirik Awan dan menunduk.


Auh aku malu sangat, andai aku punya kantong doraemon, aku akan memilih pintu untuk pulang ke rumah dan menyembunyikan wajahku di bawah selimut. Oh siapakah yang bisa membantuku? google bagaimana kabarnya ya, apa bisa bantu aku haha dia kan canggih masak gak bisa sih? batinnya dengan penuh kekacauan dan bergemuruh manja.


Aduh Fisha untung ini nyata dan bukan mimpi, andai mimpi aku gak akan mau bangun dari tidurku, tapi ini fakta aku bisa mempunyai memori tentangmu sebanyak mungkin, menyicil sedikit perlahan tapi pasti dan penuh olehmu, semoga kita jodoh amin, ya Allah jodohkan ya ya oke lopyupolepel unch. Batin Awan


“Halo, ayo Kek udah capek latihannya kapan-kapan lagi,” ucap Farsi adik cowok Fisha dengan terengah-engah.


“Ayok kita masuk! Hey Fisha Awan malah bengong, selesai latihannya,” tuk tuk Kakek memukul kepala mereka dengan kepalan jarinya, mereka pun terkekeh dan ketawa dan Awan pun pamit pulang bersalaman dengan kakek dan gak mampir dulu karena udah siang.


Dan Akhirnya Fisha, ibu, Farsi, kakek, nenek makan bersama, setelahnya mereka bersih-bersih dan pamit pulang.


-----------


Note :


Bagaimana kakak-kakak kalian puas? aku hari ini up 3 episode lhooo, kasih semangat dan dukung aku terus yaaa penulis receh ...


Like, komen dan vote yaaa ... makasih kakak-kakak kesayangan lopyupolepel unch💋

__ADS_1


Masih jauh dari sempurna, tanpa kalian aku bukan apa-apa🤗🙏


__ADS_2