Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Hanya Mimpi?


__ADS_3

Setelah Even pulang dengan mengendarai sepeda Fisha dan tidak terlihat lagi batang hidungnya, Fisha pun mau masuk ke dalam dengan tersenyum karena mengingat kejadian bersama Even tadi yang dirasa lucu.


Ibu yang melihat kemesraan anaknya dan seorang cowok tadi beliau tersenyum dan dengan usil beliau menggoda anaknya itu.


“Ciye, ciye ... ada yang baru nie yeee ...,” goda ibu Lani kepada anaknya.


“Maksud Ibu?” balas Fisha singkat.


“Itu tadi dianter seorang cowok, siapa tuh Nak, hayoooo?” tanya ibu dengan serius. Dan melipat kedua tangannya di dada.


Semoga Fisha bisa melupakan Awan Tuhaaan, bukan maksudku tega dengan anakku, tapi untuk apa meratapi seseorang yang sudah meninggal, kenangan boleh ada, tapi cinta akan tergantikan dengan yang selalu ada dan selalu bersama, semoga Fisha bisa menemukan kebahagiaannya kembali, berilah kebahagiaan untuk anakku yang haqiqi Tuhaaan. Batin ibu seraya menatap Fisha denga tersenyum.


”Kenapa Ibu senyum-senyum gak jelas seperti itu?” tanya Fisha dengan tatapan menyelidik ke arah ibunya.


“Oh masalah cowok, itu kakaknya Alby, Bu ... tadi Alby yang memaksa kakaknya untuk mengantarkanku, tadi mau diantar mobil tapi aku menolaknya kan dekat, jadi dia bawa sepedaku saja,” imbuhnya.


”Ohh ... Ibu terpukau dah ... so sweetnya anak itu, mungkin kesempatan dalam kesempitan dia haha,” balas ibu dengan tertawa terbahak-bahak lalu menopang dagunya dengan kedua tangannya.


”Ibu? Gak boleh suudzon atas niat baik seseorang,” cicit Fisha sambil terkekeh dan menggandeng tangan ibu agar masuk bersama.


”Ceramah nie, anak ibu ... sudah pintar dah sekarang,” ejek ibu dengan mencubit pipi Fisha dengan gemas.


”Ih ... Fisha sudah besar, jangan begini nanti pipi Fisha jelek gembul, gak ada yang mau gimana? Hahaha,” rengek Fisha dan semakin bergelayut manja di bahu ibunya juga bersandar di pundak beliau. Dan mereka lalu duduk di shofa sambil bermanja-manja ria.


”Bu, nanti Fisha berangkat sore, katanya Alby berangkat bersama semuanya dijemput Alby, boleh kan, Bu?” lanjut Fisha dengan wajah memelas.


”Iya boleh, Sayang ... gak usah gitu juga keles, Sayang ... lagian Ibu kapan pernah melarang kalian bersama hayooo, kan emang sudah sahabat sejak lama,” balas ibu dengan mengelus pundak Fisha.


Fisha lalu mencium pipi ibu lama dan memeluk beliau.” Makasih, Bu ... terbaik dah pokoknya Ibuku ini, aku sayang banget sama Ibu.”


“Iya Sayang, Ibu juga ....” Ibu membalas pelukan Fisha lalu melepaskannya dan menatap Fisha.


“Ya sudah, Sayang. Tidur sana ... mumpung masih jam 11 siang ini, katanya habis ashar berangkat?” Fisha mengiyakannya lalu beranjak berdiri dan meletakkan tangannya di pucuk kening tanda siap.


Fisha pun berlalu pergi ke kamarnya lalu merebahkan dirinya di atas ranjang, sambil menatap langit-langit kamarnya dan melamun.


Awaaan andai kamu masih ada? Pasti aku gak akan kesepian. Awaaan apa kamu marah kalau suatu saat aku menemukan cinta yang baru? Aku hanya manusia biasa Awan, maafkanlah aku apabila suatu saat berpaling. Batin Fisha sambil mengerjapkan matanya lalu ia pun tertidur dengan sendirinya.


“Hai Fisha, Sayangku ... Neyku ... apa kabar? Kamu sehat kan? Aku sangat merindukanmu Sayang,” ucap Awan sambil merentangkan kedua tangannya. Fisha yang melihat itu ia kebingungan dan bertanya-tanya berbicara kepada dirinya sendiri.


“Apa aku mimpi? Apa ini nyata? Kalau mimpi aku gak mau bangun dari mimpi indah ini, kalau beneran aku gak akan melepaskan pelukan itu lagi,” Awan yang mendengar Fisha berbicara ia mengangguk dan melambaikan tangannya, Fisha yang masih melongo ia tersadar lalu berlari kencang dan memeluk Awan.


Awan pun memeluk Fisha erat lalu Fisha melepaskan pelukannya dan tersenyum, ia menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


”Jangan menangis, Sayang ... aku datang bukan untuk melihatmu menangis, mana senyumannya aku rindu!” perintah Awan sambil mengusap air mata Fisha dengan ibu jarinya. Fisha yang mendengar itu ia tersenyum yang dipaksakan.


”Aku sangat merindukanmu.” Fisha memeluk Awan kembali dengan erat, Awan menepisnya dengan lembut.


”Hey, dengerin! Aku gak punya banyak waktu! Kamu jangan bersedih! Harus selalu tersenyum, dan berbahagialah dengan cinta yang baru suatu saat nanti, aku gak akan melarang malah aku merestui dan ridho,” ucap Awan dengan memandang Fisha penuh dan menggoyangkan bahu Fisha.


”Tapi harus waspada ya, Sayang ... karena gak semua cinta itu baik, pasti ada datang dan pergi, kecuali kalau sudah sampai ujungnya cinta, cinta akan datang dan tau jalan pulangnya. Ingat itu!” pesan Awan dengan menatap nanar Fisha lalu tersenyum.


“Aku pergi, Sayang, semoga kau bahagia! Selamat tinggal ....” Awan tersenyum mengalahkan mentari lalu mencium Fisha jarak jauh lalu menghilang.


”Awan, Awaaaan tidaaaak! Jangan tinggalkan aku ... Hiks, hiks, hiks.” Fisha menangis sambil bergulingan lalu ia terjatuh ke bawah lantai.


”Aw, aw ... aduh ... Sakit sekali ....” Fisha membuka kedua matanya dan mengelus yang dirasa sakit.


”Kenapa aku begini? Apa tadi hanya mimpi?” menengok ke kanan dan ke kiri mencari Awan.


“Hon ... Hon ... kamu di mana?” panggil Fisha dengan menitikkan air matanya dengan sendirinya, lalu ia mencubit pipinya dengan kencang dan merasa sakit.


”Aw, apa?! Ternyata hanya mimpi? Hmmm kenapa sakit sekali ... rasanya sangat sesak di dadaku, seperti nyata bagiku, Awaaan hiks, hiks, maafkan aku apabila suatu saat aku menghianatimu ...,” pekik Fisha dengan menghapus air matanya lalu melihat jam dinding yang sudah pukul 1 siang.


“Ihh tidurku sudah 2 jam ternyata? Aku sholat dhuhur dulu habis itu makan dan mengechat grup,” gegas Fisha dan melaju menuju kamar mandi lalu berwudlu dan menunaikan sholatnya dengan khusyuk.


Ia menangis dalam sujudnya dan berdoa kepada-Nya, dengan menangis tersedu-sedu. Setelah dirasa selesai, Fisha melepas mukenanya dan makan siang sendirian, karena ia telat makan siang jadi tertinggal, setelah selesai ia berselonjoran di kursi ruang tv dengan memainkan handphone-nya dengan ditemani ibu.


---------


Fisha : Hai gaes, jadi berangkat jam berapa?


Sesil : Jam setengah 4, Sayungku ... nanti tunggu di rumah saja di jemput Alby.


Fisha : Oke siap, yuk kita siap-siap dulu!


Sasa : Aku udah siap dong, tinggal mandi sholat ashar dah ntar.


Alby : Hey santai keles semuanya ... oh ya nanti kakak kok yang nyetir, aku malas dong jauh haha, lagian Kakak sudah terbiasa perjalanan jauh.


Fisha : @Alby, Apa?! Jangan ngawur kamu, ajak-ajak kakakmu.


Sesil : Kenapa? Gak apa-apa lah Fish, kak Even baik juga kok dan tampan haha.


Sasa : Iya gak apa-apa.


Alby : Iya nie Fisha kamu kenapa sih haha jangan kayak tom and jerry kalian, bukannya tadi romantis?

__ADS_1


(Alby mengetik sambil menahan tawanya, karena ia penasaran reaksi semua sahabanya).


Sesil : @Alby Maksudnya? Romantis?


Sasa : Apa kak Even jadian sama Fisha?


Fisha : Hey apa-apaan! Jangan dengerin Alby, dia gila! Bye! 🖐


Alby yang membaca pesan di grup tertawa terbahak-bahak, dan semuanya membubarkan pesannya, Even yang melihatnya ia menggelengkan kepalanya karena adiknya akhir-akhir ini gila menurutnya.


”Hey, Kakak jadi ikut nie? Apa gak kamu saja sama mang Hendro supir kita?” tanya Even dengan memukul tangan adiknya yang duduk di depan tv.


”Gak mau, harus kakak, wajib!”


”Ish, ish, ish ... Pemaksaan dasar! Oke dah kali ini Kakak baik.” Even berlalu pergi lalu tersenyum.


Gak apa-apa aku bisa ketemu Fisha gadis lucu plus nano-nano itu, bisa aja Alby, eh tunggu apa Alby berniat menjodohkan? Kalau iya kurang ajar dia, tapi ya gak apa aku pura-pura gak tau saja, jodoh gak ke mana, aku pengen tau usaha Alby sampai mana haha. Batin Even.


---------


Note :



Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya kakak\-kakak kesayangan ... ❤


Makasih ... Aku sangat berterimakasih ...


Like\-nya jangan lupa yaaa ...



\\-\\-\\-\\-\\-\\-\\-


Oh ya jangan lupa mampir di karya sahabat perjuangan Otor alias adik ketemu gede Otor ... 😁



Judulnya : Legenda Sang Pahlawan.


Karya Arif Senpaii.


Genre action, romantis, Fantasi, dijamin seru juga dah pokoknya ... 😍 terimakasih ... 💋

__ADS_1


 


 


__ADS_2