
Beberapa menit kemudian.
Fisha pun sampai di depan rumah Alby ia lalu memencet bel yang berada di luar gerbangnya.
Ting tong ting tong ....
Mamang yang sedang menyiram bunga di taman berlari dan mendekat ke arah gerbang sambil memicingkan matanya karena belum pernah melihat Fisha sebelumnya.
“Mau cari siapa Non?” tanya Mamang seorang tukang kebun dengan lembut.
“Oh mau cari Alby Pak, apa Alby ada?” balas Fisha dengan celingukan mencari Alby ke sana ke mari.
“Eh Den Alby? Mungkin masih tidur, Non siapa? Akan aku panggilkan dan bilang ke Den Alby, mari masuk! Tunggu di taman atau di dalam boleh!” ajak Mamang sambil membuka gerbangnya, Fisha mengangguk dan membuntuti Mamang di belakangnya, ia menunggu Alby di taman saja di sebuah gazebo.
Pada saat ia menunggu, sosok Even datang ke taman dan bersenam diri dengan merentangkan tangannya juga geleng-geleng kepala ke kanan dan ke kiri, Even dengan kesibukan dirinya tidak memperhatikan Fisha yang dari tadi melihatnya dengan senyuman sinis.
Alby lalu datang menghampiri Fisha dan berdehem dengan kencang.
“Ehem, ehem, hem, hem ...!”
“Eh Alby, Kamu kenapa? Batuk?” tanya Fisha menatap Alby.
”Enggak hanya sedikit gatal,” kilah Alby sambil mengusap-usap tenggorokannya yang tak gatal.
”Aku ganggu kamu ya? Kata pak tukang kebun tadi kamu lagi tidur.
“Enggak aku sudah leyeh-leyeh lah udah bangun terus kamu datang aku langsung cepet-cepet mandi.
”Eh ada apa? Kok sendiri? Mana yang lainnya?” tanya Alby dengan tatapan penuh selidik.
“Gak ada siapa-siapa, aku sendiri saja! Aku mau tentang sabotase itu gimana pengembangannya.” Fisha mengusap kasar wajah Alby karena Alby memperhatikan Fisha dengan segitunya, Alby pun terkekeh.
Even yang mendengar keributan ia menoleh dan menatap ke arah Fisha, Fisha yang tau ditatap ia melirik dan jadilah mereka berdua saling tatap menatap dengan tajam, hingga saling menyeruak membatin keduannya.
Idih ketemu cewek aneh itu lagi, kenapa ketemu lagi sih, bisa gesrek juga nanti aku, Alby aja agak gesrek tuh berteman sama dia, tapi jelasnya aku akan sering ketemu kalau dia sahabat Alby, haiss aih sudahlah. Batin Even masih menatap Fisha lalu mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju meja untuk mengambil air minum, ia pun meneguk airnya hingga habis.
Hello dia kekar juga ya, tapi kakak Alby itu angkuh juga ternyata, sudah melihat aku tapi gak menyapaku, apa habis ketemu selanjutnya dianggap makhluk asing? Sialan dia itu menyebalkan sekali, sok kecakepan sekali. Batin Fisha sambil memicingkan matanya lalu menoleh ke Alby.
“Hey kalian kenapa? Gak kamu gak Kakak sama-sama saling bertatapan tapi gak saling menyapa, apa kalian gak saling kenal? Atau malu dan saling membatin? Iya kan? Haha.” Alby mencolek Fisha dan menggodanya dengan ketawa jahatnya.
“Enggak, kamu ini ya ... Kakak kamu tuh yang sombong! Lagian aku kan membencinya dia kemarin kata kamu bilang aku musibah itu, apaan dia juga menyebalkan kok aku dibilang musibah,” jelas Fisha dengan meninggikan suaranya tak tau kalau Even sudah berada di belakangnya dengan berkacak pinggang, Alby yang melihatnya ia memberi tahu Fisha dengan gelengan kepala dan menunjukkan dagunya ke arah kakaknya, namun Fisha tak kunjung mengerti.
__ADS_1
“Kamu kenapa? Bisu juga sama seperti kakak kamu yang nyebelin itu? Tampan sih tampan tapi kalau sombong siapa juga yang mau!” Cerocos Fisha memaki Even tanpa memperdulikan seseorang yang sudah geram di belakangnya.
“Siapa yang bisu, nyebelin dan tampan?” Sahut Even dari belakang dan masih berkacak pinggang juga tersenyum tipis tak ada yang melihatnya.
”Tampan?” Menekankan katanya berulang, Even sungguh GR dan senang saat Fisha mengucapkan itu, tapi geram dengan ucapan lainnya, Fisha lalu menoleh dan terkekeh juga tersenyum canggung.
Kenapa aku memaku begini tak bisa melawan seperti sama halnya kepada cowok lainnya, kenapa aku jadi sedikit canggung di depannya kalau ingin memaki dia sebanyak mungkin, apa karena dia menolongku sehingga aku malu dan canggung? Hais. Batin Fisha sambil sedikit melamun.
“Hello ... malah melamun! Kenapa? Kamu membatin? Ayo ungkapkan semuannya gak usah malu-malu,” ucap Even sambil melambaikan tangannya ke depan muka Fisha, ia lalu mendekat dan duduk di samping Fisha, sedangkan Alby tersenyum lucu melihat tingkah pola kakak dan sahabatnya itu.
Udah aku jadi semakin yakin buat jodohin mereka, benar-benar cocok akurat nie kayaknya, semoga rencanaku berhasil, asik dah punya kakak ipar sahabat sendiri sudah mengenal lama, dari pada kakak ipar baru dan mengenal lagi kalau jahat kan serem aku bisa di cincang dan jadi perkedel haha, nanti aku akan atur rencana lagi, semoga bismillah oke amin haha. Batin Alby sambil melirik ke arah kakaknya lalu melirik ke arah Fisha.
“By kamu kenapa?” tanya Fisha mengalihkan pembicaraan pertanyaan Even, karena dirasa ia malu mau menjawab apa, Even geleng-geleng kepala dibuatnya, lalu ia merangkul pundak Fisha agar Fisha meledak dan mau berbicara, membuat Alby terkekeh dan menahan tawanya.
”Kamu ini ya ...! Lancang sekali! Singkirkan tanganmu itu ...!” tunjuk Fisha ke tangan Even dengan menatap tajam, Even tersenyum karena berhasil memancing Fisha.
“Malah tersenyum! Apa kamu sudah tidak waras hah?!” bentak Fisha dengan cepat, lalu ia membungkam mulutnya karena merasa Sedikit malu berteriak di rumah orang.
“Haha kenapa? Ayo keluarkan semuanya amarahmu jangan dipendam nanti sakit ...! Lagian kamu ini ya ...! Cewek spesies aneh tau gak? Suka menangis sendirian, suka melamun sendirin, aneh pokoknya kamu itu.” Even menunjuk-nunjuk Fisha sambil angguk-angguk kepala.
”Kapan? Sok tau kamu ya ... udah pergi sana kamu bau asem, aku kan sudah wangi, lagian ya kata kamu aku itu musibah, enak aja kamu bilang begitu,” Even mendengar itu langsung melirik ke Alby karena telah macam-macam bilang ke Fisha, sedangkan Alby mengangkat jari telunjuk dan tengahnya tanda piss.
“Akhirnya pancinganku berhasil juga kamu meluapkan semua amarahmu haha, iya dah aku kemarin salah ngomong maafkan, udah ya aku mau mandi dulu.” Keluh Even sambil bangkit dari duduknya dan berjalan beberapa langkah.
Mau ikut sarapan? Boleh. Tapi nunggu aku selesai mandi ya? Ayok Al ajak sahabat kamu yang super bawel itu masuk dan sarapan bersama haha, lanjut Even sambil menoleh dan tertawa terbahak-bahak.
”Kamu ini udah selesai minta maaf masih saja menghina, enggak makasih aku mau pulang!” Even tak memperdulikannya ia sudah berlalu dan melambaikan tangannya.
“Alby Kakak kamu itu ... aih ....”
“Haha udah biarin emang dia nyebelin ya menggemaskan, campur-campur dah, ayo ikut sarapan! Ayo ikut!” Alby memaksa Fisha dan menarik tangannya, Fisha beranjak berdiri dan terpaksa mengikutinya.
“Oh ya katanya kamu pengen tau tentang sabotase, kan belum balik Malang aku haha nanti sore balik langsung dah ke kantor polisi sama Alby, oh ya dan juga gak usah khawatir kakak pasti melindungimu, dia yang akan mengusut kejadian kecelakaan itu,” jelas Alby panjang lebar sambil berjalan dan menggandeng tangan Fisha.
“Apa?! Ka-kak? Si Even maksudnya?” Fisha terkejut dan kagum Even mau membantunya.
“Iya kakakku, ya kak Even, emang aku punya berapa kakak sih hehe,” balas Alby seraya tersenyum.
Ternyata di balik nyebelinnya dia, dia sangat peduli terhadap semua orang, termasuk aku yang asing ini, yaudah mulai sekarang aku juga akan baik dah dengannya dan memaki kalau dia menjengkelkan saja haha. Batin Fisha.
Even pun selesai mandi lalu mereka makan bersama, Fisha menatal hidangan sarapannya dan bergumam dalam hatinya.
__ADS_1
Apa?! Roti saja ... orang kaya mesti sarapannya begini, aku mana kenyang? Porsiku aja secara kuli haha, nanti habis dari sini aku makan lagi dengan nasi, sekarang menghargai mereka jadi tak apa. Batin Fisha.
“Kenapa? Mau nasi?” Tawar Evan saat melihat Fisha memperhatikan makanannya. Fisha menggeleng.
“Yaudah kalau gak mau! Ayo cepat makan!”
Mereka melanjutkan sesi makanannya, setelah dirasa selesai Fisha pun berpamitan untuk pulang dan berterimakasih. Even pun tersenyum dan baru kali ini ia ikhlas tersenyum kepada perempuan, Alby yang melihatnya ia semakin senang dan gencar untuk melanjutkan aksinya.
-----------
Note :
Panjang lho part ini kakak\-kakak kesayangan ...
Maafkan semalam gak up dikarenakan anak Otor rewel sekali, jadi gak balik lagi Otor.
Oh ya kalau sabtu minggu hari \*weekend\* gak bisa up gencar ya, biasa Otor lagi \*honeymoon\* wkwk, pokoknya setiap sabtu minggu slow respond 😂🙏
Tapi diusahakan selalu up kok Otor.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, senam jempolnya agar tidak kaku.
Da ... da❤... panggil Otor dengan penuh cinta 3x maka Otor pasti akan kembali 😄💋
__ADS_1