Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Pelepah Pisang


__ADS_3

Malam pun datang, Fisha bersiap-siap untuk kegiatan kerja kelompok bersama Ares dan semua kelompoknya di kampus, mereka berencana membuat telpon dari pelepah pisang sesuai perintah Asult kemarin selaku kakak tingkat, dia menuju kampus dengan membawa pelepahnya sangat panjang dengan menarik-narik dari kosnya sampai ke jalan gang kos Ares, ia menunggu Ares dengan berselfie dulu dengan menyentuh pelepah pisangnya dengan gaya yang bermacam-macam.


Dia pun mengirim fotonya ke grup geng master cabai berlevel dengan bermacam-macam foto selfinya dan diberi teks di bawah fotonya. (Pelepah pisang buat memukul kakak tingkat yang ganjen hahaha).


Semua geng yang membaca grupnya tertawa terbahak-bahak karena ulah Fisha itu. Mereka pun mengomentarinya dengan berbagai macam komentar juga ejekan berupa candaan.


Sesil : Hey buat apa Fish? Panjang bener pelepah pisangnya? Apa gak bisa dipotong aja biar gak capek bawanya? Biar gak malu juga bawa ke kampus sambil di tarik begitu Fish seperti habis kebanjiran terus buat menyebrang.


Sasa : Iya tuh seharusnya dipotong aja sayang biar ringkas gak ribet.


Alby : Iya nie apa-apaan panjang gitu pelepahnya, tapi gak apa sih lucu juga, nanti jangan lupa dipukul kenceng ya kakak tingkatnya Fish, aku mendukungmu di belakang, haha semangat ingat😂


Fisha : @Sesil, iya buat OSPEK besok lah mau buat apa lagi, masak buat lauk makanku haha, iya all nanti akan aku pukul dan aku cambuk si Asult itu dengan kencang kalau dia berani-berani ngerjain aku, Fisha kok dilawan haha.


Awan : Seremnya kamu Ney, awas ya hati-hati awas terkena getahnya.


Fisha : @Awan, gak akan bos, siapa yang berani melawanku, akan aku bantai hingga titik darah penghabisan😂, yaudah nanti lagi ya all, bye bye semua ... semangat ya! Kalau dikerjain lawan teruuuus hajaaaar, jangan kasih kendor ....


Sesil : Siap bos.😎


Ares pun menghampiri Fisha dengan menatap pelepah pisang yang panjang itu dengan tatapan yang terkejut, ia sungguh sangat heran dibuatnya. Fisha pun memasukkan teleponnya ke kantong bajunya dan menatap Ares dengan tersenyum karena mengerti maksud tatapan Ares yang aneh itu, tapi dia begitu malas menjelaskan ke Ares, biar Ares saja yang bertanya dulu baru ia menjawabnya begitu menurutnya.


“Hey, panjang bener pelepahnya buat apaan? Kan cuma butuh sedikit saja Fish, tapi aku juga belum dapat sih haha, minta ya dikit ...,” ucap Ares, ia pun menyentuh pelepah itu dengan lembut sambil memainkannya dengan lucu, lalu memintanya dari Fisha, agar dia saja yang membawanya karena ia cowok, Fisha pun mengiyakannya dengan senang hati.

__ADS_1


“Ya maka dari itu aku bawa panjang begini, siapa tau kelompok kita juga belum pada dapat, kan kasihan! Tapi jelas depan kampus banyak orang yang berjualan kan memanfaatkan kesempatan, kemarin aja banyak yang jual, enak yang punya uang kaya raya praktis tinggal beli Res, kalau kayak aku gini ngirit saja biar gak kehabisan uang dan menggembel nanti haha,” jelas Fisha, ia pun berjalan dengan santai, sedangkan Ares mengikutinya di belakang menarik pelepah pisang sambil menahan malu.


“Kenapa wajahmu seperti itu? Malu? Sini biar aku saja yang bawa, orang bawa gini aja masak malu, kan lagi waktunya, kenapa malu kan gak nyuri kita,” lanjut Fisha menoleh ke arah Ares yang wajahnya tak biasa.


“Haha enggak Fish, aku saja yang bawa, lagian aku cowok segini mah kecil gak berat,” tolak Ares, ia pun menepis tangan Fisha yang menengadah dengan lembut.


“Oh ya ngomong-ngomong, kamu dapat pelepah dari mana? Katanya gak punya pelepah, haha unik sekali kamu,” lanjut Ares.


“Oh itu, kamu tau aku mengambil di kosnya ibu penjual gorengan, di sampingnya banyak pohon pisang, aku dengan memotong urat malu ku memohon memintanya, lalu diambilkan aku sama orang-orang yang makan gorengan di sana, kamu tau banyak cowok yang menawarkan ke aku dibikinin telpon bagus, merayu dan lain-lain sampai aku muak, tapi aku menolak semuanya haha,” jawab Fisha dengan candaan dan bangganya.


“Iya dech iya, pesonamu sungguh luar binasa terpancarnya, cowok-cowok dari dulu nyantol tuh tak berkedip bagai kesetrum kalau sama kamu.” Fisha terkekeh.


“Lebaaaay, husss, udah ayo cepat! Keburu ditunggu semuanya,” Fisha menarik tangan Ares, Ares pun mengikutinya dengan menggelengkan kepalanya karena ulah sahabatnya itu.


--------


“Kenapa? Ada yang lucu? Ini buat memukul orang yang berani macam-macam makanya aku bawa seperti ini,” sindir Fisha dengan keras agar terdengar oleh Asult, Asult yang tak jauh dari Fisha mendengarnya serta menahan tawanya, karena Fisha benar-benar lucu menurutnya. Tapi ia tak berani mendekat, takut ada kekacauan karena Fisha begitu ganas, kalau ia mendekatinya, jadi ia menahannya.


“Ada yang belum punya? Mau minta? Ambil aja gratis! Tapi yang rapi ya, lebihannya buat aku pakai di kos nanti untuk mainan haha,” lanjutnya dengan candaan, ia pun memilah pelepahnya dan memotongnya menjadi beberapa bagian.


“Aku minta ya ...”


“Aku juga ya ...,” pinta melin teman baru Fisha, Fisha hanya mengangguk-angguk karena ia begitu serius mengurus Pelepah yang dipotong-potong, ia pun sangat terampil hingga dia pun tergores pisau yang tajam karena saking asyiknya.

__ADS_1


“Aduuuh,” pekiknya sambil mengusap darahnya lalu berusaha menekannya, Ares pun mendekat, ia pun buru-buru ke toko untuk membeli perban, ia sangat menjaga Fisha karena pesan Awan terhadapnya, jadi dia selalu ada buat Fisha selaku sahabatnya juga.


Asult yang melihatnya ia pun mendekat ke arah Fisha dan membantunya, awalnya Fisha menolaknya, namun Asult memaksanya sehingga Fisha pun terpaksa mengiyakannya, Asult pun membantu Fisha ia pun meniup tangan Fisha dan akan berusaha menghisap darahnya, dia baru saja mau menarik tangan Fisha dan menghisap darahnya, lalu seseorang datang dan menepis tangan Asult.


“Hey lepaskan! Jangan macam-macam!” Ancam seseorang itu, Fisha pun melongo tak berkedip memperhatikan seseorang itu. Sedangkan Asult menatap tajam, Alby yang kembali habis beli perban ia juga tak mempercayainnya.


Fisha pun menghampirinya dan tak percaya, ia pun mematung karena dikira ia hanyalah mimpi, ia menepuk pipinya dengan sangat keras, seseorang itu pun tersenyum.


“Kenapa? Terpesona?”


-------------


Note :


Hai Author balik lagi, jangan bosen yaaa dengan cerita recehku ... 😁❤


Dukung terus ya ... semoga Allah membalas kalian semua ... Barokallahu ... 💋


Jangan lupa like-nya ...👍


Up besok lagi yaaa ...


Aku mau ngurus Pangeran Gayung dulu, belum up soalnya, harus adil dong ... 😁

__ADS_1


Yuuuk mampir di novel kedua Author ... cek beranda Author😘


__ADS_2