Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Gelisah


__ADS_3

Fisha pun tertidur tak tenang dia bermimpi aneh, dia mengingat kejadian pas di toilet, dia pun bergumam lirih, namun Ibu bisa mendengarnya, beliau menepuk-nepuk bahu Fisha agar tenang, tapi tetap saja dia tidur dengan keadaan gelisah.


“Tidak! Jangan lakukan itu, aku takut, kamu kejam! Kamu bukan manusia, aku mohon tolongin aku! Awan toloooong, aku membutuhkanmu, hiks hiks hiks, ya Allah tidaaak, Awaaaan selamat tinggal aaaa .... ”isak Fisha dalam tidurnya dan berteriak histeris karena gelisah melandanya.


Ibu tak kuasa melihat anaknya yang begitu terpuruk dan trauma, ibu menangis, Amayah yang melihatnya pun menenangkan Ibu agar tenang dan tidak mempengaruhi gangguan mental Fisha, Awan bergegas menuju kamar Fisha, sebenarnya Awan tak mendengar isakan Fisha karna beda ruangan, tapi Sesil dan Sasa datang menghampiri Alby dan Ares lalu bercerita kepada mereka karna mengetahuinya dari ibu, dan ibu merasa tak enak dengan Awan takut merepotkan karna dia juga belum pulih betul, tapi kebetulan Awan juga tidurnya tak nyenyak memikirkan pujaannya tersebut, jadi suara sahabatnya pun bisa didengarnya di tengah pejaman matanya. bisa dibilang mereka sehati saling keterkaitan hatinya, maka-nya seperti magnet yang bisa bertelepati ria.


-----------------------


Tok, tok, tok .... (suara ketukan pintu).


“Masuk!” ibu dan ayah menjawab dan menoleh bersamaan. “Eh Nak Awan, kemari Nak, apa kamu baik-baik saja? maaf selalu merepotkan kamu Nak,” lanjut ayah, Awan pun menggelengkan kepalanya dan berucap.


“Tidak merepotkan Yah, justru aku malah beruntung bisa menemani Fisha, alhamdulillah aku juga sudah baik-baik saja Bu,” jawab Awan dengan tersenyum, ayah pun mengusap pelan punggung Awan, sedangkan jbu memandangnya dan membatin.


Dia benar-benar mencintai putriku, pantes saja Fisha sangat mencintainya juga, dasar anak nakal segitunya dia terhadap bocah tengik ini, bahkan di bawah alam sadarnya saja dia mengingat bocah ini, dasar abg labil, kalian masih cinta monyet bahkan apa namanya cinta di angan-angan masih jauh sekali perjalanan kalian, tapi aku merestuinya semoga dia terbaik dan bisa menjaga putriku, awas saja kalau dia macam-macam aku masukin ke kandang singa dan aku jadikan perkedel.


Awan pun mendekat ke arah Fisha lalu tangan kanannya menggenggam tangannya dan tangan kirinya mengusap puncak kepala Fisha, hatinya berdesir nyeri melihat pujaannya sedikit terguncang jiwanya.


“Tenanglah Ney, aku di sini akan selalu menjagamu, kamu jangan takut, ada aku, mulai sekarang aku berjanji akan melindungimu, Ikanku,” ucap Awan lirih dan mengusap kedua air matanya yang lolos jatuh ke pipinya.


Dia sekarang gampang melow sejak menyangkut Fisha, hatinya sensitif selalu menangis dengan sendirinya. Bahkan dia melupakan kesehatannya sendiri, cintanya sangat tulus dan sejuk seperti embun. Dia memandangi Fisha lekat dan selalu menyisipkan do'anya untuk Fisha.

__ADS_1


Dia wanita yang kuat, padahal dia sangat terluka, tapi di depan orang dia pura-pura seolah-olah dia baik-baik saja, aku salut denganmu wanitaku, mulai sekarang kamu harus bagi rasa sakitmu denganku, dan mulai sekarang mimpimu akan selalu aku buat indah, pokoknya kita harus saling terbuka satu sama lain. Batin Awan.


Ibu pun mendekati Awan, ayah pun demikian, beliau mengusap pundak Awan dan menganggukkan kepalanya, Awan pun mengerti dia pun mengangguk juga membalas anggukan ayah.


“Nak, jagalah Fisha dengan sebaik mungkin, seperti kau menjaga dirimu sendiri, dia adalah harta ibu dan ayah, dia adalah berlian dan lebih dari apapun, seperti halnya Farsi, mereka berdua harta kita, sepertinya dia sangat menyayangimu,” pasrah ibu dengan wajah sendu dengan dipeluk ayah.


“Iya Nak, kita percaya sama kamu, jangan sakiti anak Ayah, kamu harus bisa menghibur dan menghilangkan traumanya, meskipun dia tampak setegar karang tapi nyatanya dia begitu rapuh, tapi jangan buru-buru menikah perjalanan masih panjang, kamu juga belum kerja haha.” Ayah menimpali dengan serius juga terkekeh dengan ucapan terakhirnya.


“Baiklah Bu, Yah, makasih banyak sudah mempercayakan aku untuk Fisha, aku berjanji akan menjaganya dengan sepenuh jiwa dan ragaku, bismillah semoga kita berjodoh aku pasrah sama Allah,” jawab Awan dan tersenyum menoleh ke arah ayah dan ibu, mereka pun mengangguk dan tersenyum. Awan pun meminta izin sebentar untuk menunaikan sholat dhuhur, sedangkan Ibu dan Ayah sudah menunaikan tadi. Mereka pun mengiyakan Awan dan duduk di shofa menjaga Fisha.


Setelah sholat Awan pun kembali dengan membawa beberapa bungkus nasi untuk dirinya, juga ibu dan ayah, sedangkan sahabatnya sudah pulang tadi disuruh ayah dan ibu, kakek dan nenek juga sudah pulang diantar Farsi. Mereka pun makan bersama dan hening, sesekali mereka saling melirik dan tersenyum. Selesai makan Awan menyuruh ibu ayah pulang, Awalnya kbu menolaknya tapi dia pun mengiyakannya berkat bujukan Awan, karna Awan tidak mau ibu dan ayah mereka capek dan sakit, Ibu dan Ayah pun pamit dan menitipkan Anaknya, nanti malam mereka kembali lagi.


-------------------------


Fisha pun mengerjapkan matanya dan terbangun dia sangat nyenyak, dia merasakan tangannya keram dan melirik ke arah tangannya dan ternyata Awan menggenggam tangannya erat dan tertidur di samping Fisha dengan tertuduk, Fisha pun tersenyum dan mengelus kepala Awan dengan pelan agar tak terbangun. Lalu dia membatin.


Ya Allah makhlukmu yang satu ini sungguh sudah menyihir hatiku dengan kedamaian, dari dekat seperti ini dan dia sedang tertidur dia begitu indah bagaikan lukisan, aku tak kuasa apabila dia tak berjodoh denganku, maka aku mohon dengan berkali-kali jodohkanlah aku ya Allah, andai dia sudah menjadi suamiku sekarang, aku pasti sangat beruntung di dunia ini, aku sangat menyayanginya, dia pun begitu menyayangi, kasihan dia tidurnya pulas seperti itu, maafkan aku, pasti kamu capek kan, Eh tunggu ya Allah aku tadi khilaf maaf, aku bilang nikah? Eh itu bukan aku ya Allah yang bila tapi peri cinta menyetani aku, bukan aku ya hahaha. Batin Fisha bergemuruh.


Fisha berusaha mengambil tangannya yang digenggam Awan karena dia ingin buang air kecil, tapi tiba-tiba Awan merasakannya dan dia terbangun, dia menatap dan tersenyum ke Fisha seperti biasa tatapan mesum.


“Eh kamu udah bangun Ney, kenapa gak bangunkan Aku, maafkan aku ya tertidur pulas, kamu mau apa Ney? Mau kemana?” tanya Awan karna melihat Fisha berusaha bangun, lalu Awan membantunya.

__ADS_1


“Udah kamu tidur aja, kamu masih ngantuk, aku mau ke--” ucap Fisha terputus karna malu mengucapkannya.


“Enggak, aku udah gak ngantuk, mau kemana?” ulang Awan.


“Ke itu, ke itu-- tapi aku takut.” Jawab Fisha dengan wajah memelas.


“Apa sih Ney, kayak bajay yang mogok gak nyambung haha.” Awan ketawa, Fisha memanyunkan bibirnya. “Kemana Sayang, ayo aku antar kemanapun gak usah malu,” lanjutnya.


“Ke-- ”


---------------


Kalian tau kan kemana kakak-kakak wkwk ....


--------------


Note :


Yuuuk dukung terus kakak-kakak jempol digoyang kencaaaaang ... agar aku semangat mengetiknya, selalu aku kasih 1000 kata lebih per episode agar kalian puas, jangan down ya kakak-kakak agar aku juga tak patah.🙄


makasih selalu menunggu kisah Fisha dan kawan-kawan, lophyupolepel kakak-kakak kesayangan .... ❤❤❤

__ADS_1


Ketik ⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2