Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Terkejut


__ADS_3

“Anak ibu dia sudah ....” Wanita itu mengulangi kata-katanya berulang kali, membuat semua penasaran dan mendengarkannya dengan serius.


“Bella sudah apa Bu,” tanya Fisha dengan nada bergetar dan meremas kedua tangannya.


“Bu! Jangan buat kita menunggu! Kita tidak punya banyak waktu! Kita orang sibuk!” Awan menimpali dengan nada kesal setengah berteriak, lalu menggoyangkan bahu wanita paruh baya itu ke kanan dan ke kiri.


“Anak ibu dia sudah ... hiks, hiks, hiks, dia sudah gila, kemarin ada di rumah sakit porong, dia juga mencoba bunuh diri, dia sangat menyedihkan, dia begitu karena rasa penyesalannya yang mendalam, juga rasa obsesi cintanya ke Awan, dia tidak bisa berfikir jernih Naaaak hiks hiks, maafkanlah dia Nak Fisha,” jawab ibu Bella dengan wajah menunduk dan menangis tersedu-sedu.


“Apa Bu di rumah sakit? Gila? Kok bisa? Bu-bunuh diri?” Fisha terkejut dan berwajah pias, dia sangat kasihan, tapi juga takut dengan semua yang dilakukan Bella, dia sangat mengingat perbuatan kemarin terhadapnya, lalu dia terkulai lemah, untung Awan dekat dengannya dan memeganginya.


“Kamu tidak apa-apa?” tanya Awan dengan sangat khawatir dan merangkul bahu Fisha dengan erat. Fisha mengangguk dan menghela nafas panjang dengan berat lalu mengeluarkannya.


Semua sahabat yang melihatnya, langsung mendekat ke Fisha memberi minum ke Fisha untuk minum obat. Awan pun mengajak Fisha untuk balik ke kelas dan makan bekal dari Ibu saja, namun Fisha menolaknya, dia merasa tersentuh sama Ibu itu dan dia penasaran kelanjutan ceritanya. Awan pun dengan berat mengizinkannya, dia seraya terus memegangi tangan Fisha.


“Hmmm iya Nak dia gila, maafkan ibu yang tidak becus menjaga anakku dan juga mendidiknya Nak, maafkan, maafkan Bella juga Nak ibu mohon, hiks, hiks,” ucap wanita itu menunduk dan mengatupkan kedua tangannya, wajahnya terlihat kuyu dan menyedihkan.


Fisha pun berfikir, dia sebenarnya enggan dengan urusan Bella, baginya dia tidak mau mengurusinya, tapi apalah daya wanita paruh baya itu memohon dengan segala penyesalan yang ada, jadi dia luluh dan dia tidak mau menyimpan dendam, karena dirasa dendam itu tidak baik dan berdosa, lalu dia memutar tubuhnya untuk menjawab pembicaraan Ibu itu dengan memalingkan wajah dan memunggunginya karena tak sanggup, dia menata hati dan fikirannya agar tidak drop masalah tersebut karena besok UN.


“Iya Bu, aku memaafkannya asalkan dia mau berubah dan tidak mengulanginya lagi, ini juga bukan salah Awan atau siapapun, karena cinta emang gak tau tempatnya dan untuk siapa.” Sahut Fisha dengan wajah yang menyimpan semua beban di hatinya, dia merasa tak karuan bergemuruh dalam hatinya, tapi dia sangat kasihan dan menghargai jerih payah ibu itu yang mendatanginya jauh-jauh kesini.


“Fish kamu apa-apaan! Kita sudah berusaha bersusah payah melindungimu, kenapa kamu ini! Kenapa kamu termakan rayuan gombal wanita ini!” bentak Alby dengan muka memerah, karena dia dan Ares yang beraksi berjuang mencari dengan detail bukti yang nyata hingga ke akar.


Ares pun memegang bahu Alby menenangkannya. Agar emosinya tidak semakin memuncak. Sedangkan Sesil dan Sasa saling menatap lalu memandang Alby, mereka bergidik ngeri serta menahan senyumnya, di dalam benak mereka Alby sangatlah seram seperti genderuwo kelaparan dan mengamuk kalau lagi marah. Tapi meskipun begitu mereka masih sempat-sempatnya pengen ketawa karena raut wajah Alby yang berlebihan, benar-benar geng percabaian yang aneh dan konyol.


“Biarin Al, kasihan ibu Bella, wajahnya memelas aku sungguh tersentuh, bayangkan kalau Ibu kita menangis begitu apa kamu tak kasihan?” ucap Fisha dengan berbisik dengan wajah memohon, agar Alby berbaik hati memaafkannya.


Alby melirik ke Ares dan semua sahabatnya, mereka mengangguk dengan berat dan sedikit kecewa, mereka menurut dengan Fisha supaya Fisha tenang dan tidak banyak fikiran.

__ADS_1


“Yaudah terserah kamu saja dah,” jawab Alby dengan mengusap kasar wajahnya.


“Kalau kamu Res, Sa, Sil, Wan, bagaimana?” tanya Fisha dengan memelas dan memohon dengan mata berkaca-kaca


“Iya kita manut aja,” jawab mereka serempak agar cepet selesai karna perut mereka keroncongan belum diisi sesajen.


“Udah, wajah kamu jangan memelas kayak krupuk yang kehujanan miris sekali itu.” Sesil menimpali dengan menjentikkan jarinya agar Fisha berhenti memelas. Semuannya pun menahan senyumnya karena ucapan Sesil yang menggoda Fisha itu, membuat Fisha memasang wajah cemberut.


“Ihh malah cemberut, mau aku cium?” goda Awan, dan Fisha menjulurkan lidahnya dengan wajah sedikit memerah, membuat Awan terkekeh.


“Mulai, kumat dech sok sweetnya,” ejek Sasa dengan bibir di miringkan dan membuat gaya mata juling, membuat Ares menggelengkan kepala dengan tingkah Sasa.


Imutnya, ada aja yang diucapkan, gak pernah pada bisa diam mereka, emang makanannya apa sih mereka semua, apa batu akik kali ya sama bertapa lama sekali, sehingga sahabat-sahabatku aneh semua haha. Batin Ares.


------------


Lalu Awan pun memalingkan mukanya, wanita itu pun mengangguk dan menatap Fisha dengan ragu, Fisha yang ditatap dia menjadi risih dan mencurigai tatapan Ibu tersebut, yang pastinya ada maksud tersembunyi dari tatapan itu.


“Ada apa Bu? Apa ada sesuatu yang belum tuntas?” tanya Fisha dengan memicingkan matanya karna curiga.


Aku yakin Ibu itu mau mengucapkan sesuatu, ada udang dibalik peyek, tapi beliau takut dimarahin body guard cowok-cowok sahabatku itu. Batin Fisha.


“Emmm anu Nak, bisakah kapan-kapan kalau ada waktu kalian kunjungi Bella, agar dia cepet sembuh dari kejiwaannya?” ujar wanita itu dengan sedikit ragu takut kemarahan mereka memuncak, sedangkan Fisha terdiam


Tuh kan bener dugaanku. Batin Fisha.


“Apa? Enak aja, tidak! Tidak bisa kita sibuk, lagian kita juga bukan teman si belut itu, ibu ini dikasih hati minta keseluruhan organ kita, apa tidak begitu serakah namanya, hingga menggerogoti diri kita dan kita mati karna itu!” bentak Awan dengan berteriak.

__ADS_1


Fisha pun menatap Awan dengan menggelengkan kepala agar Awan diam, namun Awan pun acuh karena dia sangat kesal, Fisha yang merasa diabaikan dia membuka suara.


“InsyaAllah Bu,” ucapnya, namun semuanya menatap tajam Fisha, dan Alby juga Ares menghadang Fisha di depan dan merentangkan kedua tangannya berdampingan tanda melindungi Fisha.


Idih mereka apa-apaan sih lucu sekali, emang aku apaan harus dilindungi, aku kan juga bisa bela diri apa mereka lupa? terus aku harus dijaga dari apa coba? Mereka seperti algojo aja segitunya. Batin Fisha.


Sasa dan Sesil melototkan matanya dan menarik tangan Fisha, sedangkan Fisha tidak merasa, membuat Sasa san Sesil berterik dengan geram.


“Fisha! Ayo.” Ajak mereka dengan berteriak. “Ayo kita pergi!” ajak para cowok menimpali.


“Iya iya gak usah berteriak keles kalian, aku tidak tuli gak usah teriak-teriak, lagian aku bisa bela diri dan bukan orang pesakit yang harus dilindungi sedemikian rupa tau hais.” Fisha meninggalkan mereka lalu menoleh ke Ibu itu lalu mengangguk dan tersenyum.


“Kami itu peduli denganmu, kami menyayangimuuu,” ujar mereka serempak dengan berteriak karena Fisha ngambek sudah jalan mendahului mereka. Fisha yang mendengarnya berhenti terenyuh meneteskan air mata bahagia. Lalu mereka berlari dan berpelukan seperti teletubis.


Aduh kalian adalah terbaik, semoga kita selamanya menjadi sahabat percabaian yang berlevel tanpa pecah belah. Batin Fisha.


Akhirnya mereka pun masuk ke kelas dan menikmati bekal yang dibawakan oleh Ibu karena sangat banyak bila dimakan Fisha sendiri rasanya tak muat, mungkin Ibu memang sengaja bawa banyak buat mereka juga. Mereka pun lahap dan saling canda tawa melupakan kejadian yang tadi.


----------


Note:


Yuuuk kakak-kakak kesayangan senam jempolnya agar tidak kaku dengan tekan like,😀😍


jangan pelit like ya kak, gratis kok ....


Salam sayang dariku lophyupolepel kakak-kakak kesayangan ....

__ADS_1


Ditunggu terus ya kelanjutan ceritanya .... 🤗


__ADS_2