Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Wanita Paruh Baya


__ADS_3

Mereka dikejutkan oleh seorang wanita paruh baya yang menunggu mereka di depan gerbang sekolah dengan wajah memelas.


Lalu menghampiri mereka dan mengetuk-ketuk kaca mobil yang berada di samping Fisha, Fisha pun melihat ke Awan dan Sasa, tanda meminta persetujuan mereka untuk membuka kaca mobilnya, Awan dan Sasa pun mengangguk, akhirnya Fisha pun membuka kaca mobilnya sambil mengernyitkan dahinya karna terkejut dan tak mengenal wanita itu.


“Ada apa Bu? Ibu kenal sama saya?” tanya Fisha dengan tatapan mencurigai.


“Iya kenal Nak, ayo kita ngobrol sebentar Nak,” ucap wanita paruh baya dengan mengatupkan kedua tangannya tanda memohon.


“Hmmm udah Bu, maaf gak usah memohon begini, malah aku gak enak, bisa aja Bu, tapi nanti aja ya aku mau masuk kelas dulu, takut telat,” jawab Fisha dengan memegang tangan ibu paruh baya itu.


“Baiklah makasih ya Nak, Ibu tunggu di parkiran.” Fisha pun mengangguk. Lalu mereka menuju parkiran untuk memarkir mobilnya, dan mereka berjalan menuju ruang kelasnya, dalam perjalanan Fisha melihat Sesil berjalan santai, Fisha pun memanggilnya.


“Sil hey,” teriaknya, Sesil pun menoleh dan tersenyum. “Kamu baru berangkat? aku kira udah dari tadi,” lanjutnya.


“Iya aku baru berangkat habisnya aku malas, paling cuma pengarahan aja,” ucapnya dengan bergelayut manja merangkul Fisha, Sasa pun tak kalah dia pun ikut merangkul Fisha, membuat Fisha tersenyum dengan ulah sahabanya, sedangkan Awan menggelengkan kepala karena mereka konyol sekali.


“Hey Fish siapa tuh ibu tua, mau apa kesini, bukannya dia ...?” tanya Sesil dengan ragu dan tidak melanjutkan kalimatnya. Fisha pun menoleh dan menatapnya dengan menyelidik, Sasa dan Awan pun penasaran dibuatnya.


“Dia siapa? Aku gak kenal tadi ganggu kita di depan dan memohon katanya minta ngobrol sama aku, tak bilang aku mau masuk, dijawabnya mau nungguin, yaudah terserah dia aja.” Fisha dengan santainya berjalan dan menggedikkan bahunya tanda tak tau.


“Iya dia siapa sih.” Awan dan Sasa menimpali dengan mengguncang bahu Sesil, sehingga terpaksa Sesil menjawab pertanyaan mereka namun dia ragu.


“Dia itu ... anu ... ibu ... ibunya Bella,” ucap sesil terbata dan ragu takut Fisha syok karna Bella adalah orang yang terobsesi sama Awan dan melakukan segala cara untuk menyingkirkan Fisha kemarin.


“Apa!!!” ucap Fisha dengan terkulai lemah, dia tak bisa terima kenyataan, dan apa dia sanggup bertemu dengan Ibu Bella nanti.


Awan yang melihatnya pun langsung mendekati Fisha dan memapahnya dan merasa khawatir.

__ADS_1


“Hey kamu gak apa-apa kan?” ucap Awan dengan nada bergetar hebat karna takut. Fisha pun menggelengkan kepalanya lalu mengangguk. Membuat mereka semua bingung, tapi mereka membiarkan kebingungan tersebut, menurut mereka tidak penting, yang penting hanya keselamatannya Fisha dengan lindungan dari mereka sampai jiwa dan raganya.


“Kalau kamu gak mau bertemu ibu itu gak apa Ney, biar aku saja, aku takut kamu drop, besok UN sayang,” lanjutnya.


“Emmm gak enak sendiri kasihan, yaudah gak apa aku nemuin nanti bentar.” Fisha pun menatap sahabatnya semua dan mereka pun setuju.


“Nanti aku temenin ya.” Awan merengek agar bisa ikut melindungi Fisha. Sasa dan Sesil pun mau ikut juga agar tau ada apa si Ibu Bella pengen bertemu.


Mereka pun duduk di bangku masing-masing karena bel sudah berbunyi, mereka mendengarkan arahan yang diberikan guru tentang perjuangan esok dengan penuh semangat. Tapi Fisha sedikit melamun memikirkan apa yang diinginkan Ibu Bella dan dia harus bilang apa, anaknya di penjara, semua itu berputar di benaknya, membuat dia memegang kepalanya.


Awan yang melihatnya dia mengkhawatirkan Fisha, dia menatap ke arah Sasa dan Sesil, juga Alby dan Ares, mereka saling bertatapan lalu Awan mengarahkan pandangannya ke Fisha, membuat mereka memahami apa yang dimaksud Awan.


Mereka bertanya-tanya, lalu Sesil mendekati Fisha dengan khawatir, karena bangku mereka emang gak ada yang bersebelahan, udah acakan tiap minggu berjadwal dan bergilir tempat duduknya.


“Kamu kenapa Fish?” bisik Sesil karena masih ada guru memberi pengarahan. Guru yang sedikit mendengar bisikan Sesil dia menghampiri mereka.


Fisha pun menggeleng, sedangkan Sesil yang takut dengan suara guru killer itu menjawab dengan panik.


“Ehh ini Pak, Fisha sakit kayaknya, lihatlah wajahnya yang pucat ini.” Sesil seraya memegang wajah Fisha dan menunjukkannya kepada guru itu.


“Fisha kamu sakit? Kalau sakit ke UKS aja sana Nak,” ujar guru itu dengan nada lembut, gak seperti tadi nyolot karena dikira muridnya rame tidak sopan karna masih pengarahan.


“Tak apa Pak, lanjutkan bentar lagi selesai kan Pak,” Ucap Fisha dengan memandang Sesil dengan bahasa isyarat mengedipkan matanya, duduklah aku tak papa begitu bahasanya. Sesil pun mengangguk dan paham maksud kedipan mata tersebut. Guru pun melanjutkan dan akhirnya selesai, mereka saling menata hati untuk ujian besok yang mencekam menurutnya.


-----------------


Beberapa jam kemudian.

__ADS_1


Mereka pun keluar karena waktunya istirahat, sebentar lagi pun pulang, pengarahan pun sudah selesai, tapi ada kerja kelompok sedikit setelah istirahat, agar ujiannya persiapannya semakin matang.


Awan mengajak Fisha dan lainnya untuk makan, namun Fisha menolak, karena dia kasihan sama Ibu itu yang sudah menunggu hampir 2 jam, dia berniat menemui Ibu itu, awalnya semua sahabatnya menolak karena takut akan mengguncang jiwa Fisha, namun Fisha bersikeras, jadi mereka pun mengiyakannya dan mengawal Fisha, seperti body guard saja, mereka serempak berjalan bergandengan tangan. Namun Fisha nampak tetap gelisah dan bergumam.


Kenapa aku gugup sekali, aku takut apabila ibu itu mengamuk padaku karena anaknya itu, semoga beliau baik Tuhan ... Aku sungguh sangat takut.


Awan mengetahui Fisha melamun dan memikirkannya dia menggenggam tangan Fisha dengan erat untuk menyalurkan hawa murninya supaya Fisha kuat menghadapi kenyataan dan apa yang dia dengar dari Ibu itu nanti.


Mereka pun sampai di parkiran dan mencari wanita paruh baya tersebut, wanita tersebut berada di toilet, setelahnya dia melihat teman anaknya clingak cinguk mencarinya, dia pun melambaikan tangan ke arah mereka, lalu bertemulah mereka dan duduk di bangku jaga parkiran.


“Nak Fisha maafkan anakku sebelumnya, ibu sangat menyesal tidak bisa mendidiknya dengan baik, dia merana di penjara Nak, dia sungguh sangat menyesal, dia bilang pada ibu untuk menyampaikan permintaan maaf padamu,” ucap wanita paruh baya itu, wajahnya memelas, matanya pun berkaca-kaca, lalu dia menggenggam tangan Fisha dan memohon dengan berlutut, membuat Fisha risih dan tidak enak, jantungnya berdegub kencang, lidahnya kelu, sulit untuk berkata-kata, dia tak tau apa yang harus diucapkannya, lalu Fisha membangunkan wanita itu dengan diam tanpa kata.


Semuanya menatap tajam ke arah wanita itu, mereka sungguh tidak bisa memaafkan Bella, hampir saja Fisha kehilangan nyawanya gara-gara anaknya.


Lalu Awan pun memulai berbicara dengan wajah yang merah menahan amarah.


“Ibu maaf sebelumnya, aku dan kawan-kawan yang menjebloskan anak ibu karena anak ibu benar-benar kelewatan, ku harap ibu mengerti dan dengan sabar menunggu waktu indah itu, waktu yang membuat anak ibu bisa keluar dari sana, supaya dia menjadi yang terbaik dan tidak mengulang lagi,” ucap Awan dengan geram dan menatap tajam ke wanita itu.


“Ta-tapi Nak anak Ibu sangat menyesal, dia minta maaf dengan tulus, dia ingin Fisha memaafkannya, dan dia sudah ....


---------------


Note:


Ketik Favorit, like, komen kritik dan saran, juga dukung vote ya kakak-kakak ....


Ingat jangan pelit like kakak-kakak hargailah aku .... 🤗

__ADS_1


Makasih kakak-kakak kesayangan, lophyupolepell, tunggu terus kelanjutannya😍😘


__ADS_2