
Setelah itu mereka cepat-cepat segera masuk dengan bergandengan tangan, karena bel sebentar lagi berbunyi tanda masuk pelajaran terakhir, lalu langkah Fisha terhenti dan menoleh ke teman-temannya satu persatu dengan senyam senyum gak jelas.
“Rek saudaraku semuanya kesayangan aku, aku mau pergi dulu yaaa sebentar, mau panggilan alam, jangan sedih ya aku tinggal, jangan rindu ya, pokok jangan nangis, nanti tak kasih permen kalau kalian anteng, kalau ada guru izinin sebentar, bye semuanya, bye Honku sayang mesumku haha.” Fisha berlalu pergi serta mengedipkan matanya sambil ketawa. Sesil dan Sasa mengiyakan dan menahan tawa.
“Ihh pergi sana! Jorok dasar! Gila, permen apaan woy,” ucap sesil dengan berteriak dan Fisha yang mendengarnya dia mengangguk dan ketawa.
“Ney mau kemana sayangku, kasihku, pujaan hatiku?” Awan menyahut dengan kencang sampai semua pada tau dan para fans-nya menatap tajam ke Fisha, tapi Fisha cuek karena sudah gak tahan, panggilan alamnya menggerogotinya menusuk, dia hanya melambaikan tangan dengan terburu-buru.
“Ihh sok keganjenan Fisha itu, ambil Awan kesayanganku,” ucap siswi yang mendengar teriakan Awan tersebut, dia menahan geram dan mengepalkan tangannya. “Awas saja nanti,” sambungnya tersenyum licik.
Sementara di kejauhan geng percabaian berlevel berceloteh sambil berjalan menjauhi Fisha.
“Sa, Sil, mau kemana kesayanganku itu,” ucap Awan dengan nada serius.
Hem kenapa aku memikirkannya terus, aku takut, aku khawatir, kemana dia sebenarnya, firasatku buruk, benar-benar kacau, tapi apa iya dia kenapa-kenapa, secara bela dirinya jago banget, buaya aja bisa dikadalin apalagi manusia haha, mungkin hanya perasaanku saja karna terlalu sayang sama dia, semoga dia gak kenapa-kenapa, lindungi dia Tuhan. Batin Awan.
“Ihh lebay kesayangan apanya, dia panggilan alam, kamu gak denger tadi?” ucap Sesil dengan nada yang sewot.
“Panggilan Alam? Maksudnya?” sahut Awan mengernyitkan dahinya.
“Iya panggilan alam, mau ikut? Sana susul dia.” Sasa menimpali dengan santai. Awan hanya garuk-garuk kepala semakin bingung dengan jawaban mereka.
“Hey kalau ngomong sama Awan ucapkan dengan jelas dengan bahasa manusia, dia itu norak sekali gak tau bahasa gaul, katanya bahasa kita bahasa alien, padahal kan kayak kita gini yang keren sekali bahasanya, dia aja yang gak gaul, bahasa dia bahasa purbakala. kalian tau gak? Temennya dia itu udah ada dalam tanah, dia sudah berumur kisaran ratusan tahun, aneh bin ajaib kan?” ucap Alby dengan ngototnya dan menahan tawa. Awan menggelengkan kepalanya dan menatap tajam ke Alby, sedangkan Alby yang ditatap menggerakkan alisnya naik turun semakin jadi menggodanya.
Kurang ajar Alby si tawon itu dasar lebah jelek, suka sekali menggoda orang, tapi dia memang humoris sekali, aku aja kalah start dan kalah jauh dengannya, ihh tapi nyebelin juga dia, nanti setelah ini aku pulangkan dia ke petani ternak lebah, agar semakin banyak menghasilkan madu dan petani senang, aku dapat pahala haha, awas lihat saja nanti. Batin Awan.
“Apa...? Seriusan nie? Baru tau aku.” Sasa menimpali dengan polos tanpa mengada-ada, tidak tau kalau Alby membohongi mereka dengan lelucon, sedangkan Sesil menahan tawa dan ikut menimpali dengan semakin jadi menggoda kepolosannya.
__ADS_1
“Iya dia itu titisan vampir tau? Makanya umurnya udah ratusan tahun, mungkin dia kakek moyangnya, jadi dia gak bisa meninggal sampai kapan pun, kan vampir, jadi kita jangan dekat-dekat dia nanti darah kita habis diserap dia, karna darah itu simbol keabadian. Fisha itu apes, jelasnya dia didekati Awan hanya pura-pura karna darah Fisha mengandung darah suci dan merupakan 100x lipat keabadiannya, jadi dia awet muda seperti sekarang ini, nanti juga lama-lama habis darahnya dihisap hih.” Sesil masih terus menahan tawa melirik Awan yang sudah memerah wajahnya.
“Haha iya ayo pergi jangan dekat-dekat dia, aku takut hih,” jawab Ares pura-pura takut untuk mengelabuhi Sasa dan menarik tangan Sasa dan menggenggamnya.
“Aduh nanti aku bilang Fisha, aku gak mau sahabatku nanti diserap olehnya. Mati dong nanti, eh tapi kok ceritanya kayak sinetron ggs sih ya, apa bener dia vampir, terus mana vampir lainnya.” Sasa bergidik ngeri dan melirik ke lainnya.
“Hey apa Alby juga vampir, hey Ares, apa kamu juga, kan vampir kebanyakan cowok, kalau Sesil gak mungkin kecuali kalau udah diserap darahnya dan udah berubah jadi vampir,” sambungnya dengan menepis tangan Ares, dia takut dikira Ares juga vampir.
Sasa melangkah mundur perlahan dia semakin takut dengan ucapannya. Dan mau beranjak pergi menemui Fisha, tapi terdengar suara tawa, mereka semua ketawa kecuali Awan, dia kesal sangat kesal karena teman-teman menggodanya.
“Hey kenapa kalian ketawa, kenapa gak takut? Ayo sil pergi cari Fisha jangan deket-deket mereka, aku takut Fisha kenapa-kenapa,” sambung Sasa menggandeng tangan Sasa dengan kencang sambil clingukan menahan takut.
“Haha dasar bodoh! Kamu polos sekali sama dengan Fisha, gampang dibodohi.” Maki Sesil dengan tertawa kencang.
“Maksudnya? Jadi semuanya tadi membohongiku?” semuannya mengangguk dan ketawa terbahak-bahak, sedangkan Sasa memanyunkan bibirnya karena kesal, dia melirik ke Awan, Awan pun sama kesalnya. Sasa dan Awan berjalan pergi dengan cepat meninggalkan mereka.
“Baru sadar kamu bodoh.” Balas Awan, tapi emang panggilan alam apaan aku khawatir sama Fisha, dia lama sekali katanya sebentar tadi,” sambungnya.
“Kamu juga bodoh, panggilan alam gak tau, itu bab, gak tau bab juga? BUANG AIR BESAR. Hahaha. Sasa terkekeh dan ketawa.
“Oh kenapa gak ngobrol dari tadi Sa Shampo?” Awan menatap tajam Sasa karena dari tadi ketawa tak berhenti.
“Haha ya sorry gak akan ketawa lagi aku, ya mana bisa bilang Ndung Mendung Awan hitam, kalau ngomong malu lah image mau ditaruh dimana, secara cewek itu selalu jaim dong? Apa kamu gak tau jaim juga?” Sasa berbicara sambil mengotot dan memukul lengan Awan.
“Iya tau kurang ajar kamu, jangan ngotot-ngotot nanti mata kamu lepas ke lantai haha. Ayo cepat udah bel, Ayoooo cepat semuanya,” lanjutnya dengan menoleh dan meneriaki teman-teman di belakangnya.
------------------------------
__ADS_1
Mereka pun masuk dan memulai pelajarannya, sudah setengah jam pelajaran dimulai, guru mengabsen Fisha, dia diizinkan Sesil dan Sasa telat masuk, karena ke toilet tadi. Awan gegana gelisah galau merana, dia galau tingkat dewa, bahkan tingkat provinsi karna pujaannya tak kunjung kembali, dia khawatir setengah nyawanya rasanya hilang. Lalu dia berdiri beranjak pergi.
“Eh Awan mau kemana kamu?” tanya Guru tersebut.
“Oh iya Pak, izin dulu ya saya mau ke toilet pak. Guru pun mengiyakan.
Lalu Awan keluar dan berlari kencang, takut pujaannya kenapa-kenapa karna sedari tadi firasatnya buruk, Sesil dan Sasa yang penasaran dan tak enak hatinya juga pengen nyusul ke toilet tapi guru tak mengizinkannya, karna hari ini benar-benar hari sejarah toilet, banyak yang ke sana, mungkin lagi arisan bab atau kencing haha, jadi ke toiletnya gantian supaya kelas gak sepi, begitu kata guru.
Dengan derap yang was-was dan dag dig dug duar Awan pun ke toilet, dia membelalakkan matanya.
“Ney sayangku ...,” ucapnya bergetar.
Penasaran? Lanjutkan kakak-kakak ....😍🤗
*
*
*
---------
Note:
Dukung terus ya kakak-kakak, ketik like, bintang lima, komen kritik dan saran, juga bantu vote seikhlasnya, Allah yang membalasnya.
Makasih kakak-kakak,,, unch aku sayang kaliaaan .... 😍😘❤
__ADS_1