Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Penyesalan


__ADS_3

Fisha pun sedikit saja hampir tertabrak, namun Awan menarik tangannya dan mendorong Fisha, lalu Awan dengan sigap menggulingkan badannya menghindari tabrakan itu, untung tiada mobil lainnya yang lewat waktu itu, kalau pun ada dia pasti sudah menjadi bubur hancur lebur tulangnya serta hancur tubuhnya.


Fisha luka-luka, ia sedikit memar dan lebam juga terkilir akibat dorongan Awan tadi, sedangkan Awan yang bergulingan tadi dia hilang entah ke mana, Fisha yang menyadari Awan tiada di sampingnya, dia mencari Awan dengan memegang kepalanya yang pusing akibat sedikit terbentur tadi, ia berjalan terseok-seok dan menangis histeris dengan kebingungannya.


“Hoooon, Awaaaan ... Sayangku ... Kamu di mana? Jangan bikin aku takuuuut, hiks, hiks, hiks ... maafkan aku, gara-gara aku kamu begini ... hiks, hiks, hiks ... Hooon ....” Fisha mencari Awan menoleh ke sana ke mari sambil menangis tersedu-sedu, dia pun terduduk terkulai lemah dan menundukkan kepalanya.


Mengapa dunia seakan berputar-putar? Dan kunang-kunang banyak sekali, eh kenapa ini? Awan di mana kamu? Aku sungguh sangat menyayangimu. Batin Fisha, ia pun memegang keningnya karena sangat pusing dan plash terkulai semakin lemah dan menutup matanya, semua orang yang melihatnya pun berlarian menghampirinya.


Sedangkan di sisi lain Awan pun tak sadarkan diri dikarnakan ia berguling dan terbentur batu besar, kepalanya juga sedikit mengeluarkan darah. Mereka pun sama-sama ditemukan oleh orang yang lewat daerah itu lalu di larikan ke rumah sakit dan di periksa oleh dokter, Fisha sudah sadar dan mencari Awan menoleh ke sana ke mari, ia pun menarik tangan suster dan bertanya dengan suster, suster pun tau orang yang dimaksud Awan lalu mengantarkan Fisha ke Awan.


Fisha berjalan dan mendekat ke arah Awan dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


“Hon, bangunlah ... jangan bikin aku takut, maafkan aku Sayang, maafkan aku, ini semua salahku ... kalau terjadi sesuatu padamu aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri, dan aku akan ikut menyusulmu, Hoooon hiks, hiks, hiks ... haaaaaa Tuhaaan ....” Fisha berteriak histeris menangis semakin kencang dan menggoyangkan badan Awan sambil menggenggam tangannya karena Awan tak sadar-sadar juga.


Awan pun tersenyum karena dia sudah tersadar sudah beberapa menit yang lalu dan mendengar semua ucapan Fisha, namun ia pura-pura dengan memejamkan matanya, Fisha tak tau itu karena dia tak melihatnya, dia menangis sambil menutup matanya.


Uhh dia imut sekali sih, sebenarnya badanku sakit semua sih, tapi demi dia dan melihat senyumnya aku jadi tak sakit dan sembuh dengan cepat, inilah mukjizat cinta kali yaaa ... kamu ternyata bisa lebay juga ya Sayang dan sangat mengkhawatirkan aku, aku semakin cintaaaa padamu, maafkan aku yang menggodamu, aku sudah sadar sejak kamu bilang Hon bangunlah tadi haha, maafkan. Batin Awan.


“Hahahahaha.” Awan pun berusaha bangun dan duduk bersandar, lalu ia tertawa terbahak-bahak sambil memegangi kepalanya. Fisha yang mendengarnya pun dia terkaget dan membuka matanya serta menatap tajam ke arah Awan.

__ADS_1


“Oh kurang ajar kamu ya Hon! Jadi kamu udah sadar? Kamu pura-pura pingsan? Dasar! Berani-beraninya kau, aku khawatir setengah mati tapi kamu mempermainkanku haaaa apa-apaan ini, haiss hiks, hiks, hiks ....” Fisha berucap dengan penuh emosi lalu dia menangis tersedu-sedu dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena dirasa malu sekali dan sakit rasanya di dadanya karena takut terjadi apa-apa dengan Awan.


“Kamu jahat! Aku benci sama kamuuuu hiks, hiks, hiks ...,” sambungnya dengan masih menangis tersedu-sedu.


Awan yang melihatnya dia meraih tangan Fisha dan menarik tangan Fisha dengan lembut agar terlepas dari wajahnya, akhirnya tangannya pun terlepas dan mereka saling menatap dengan sendu. Mereka saling menitikkan air mata karena terharu dengan cinta yang begitu dalam dan saling melindungi satu sama lain.


“Jangan melindungiku, kamu bisa celaka, maafkan aku, aku gak mau kamu terluka, maafkan aku Hon ... hiks, hiks, hiks ,” ucap Fisha penuh dengan penyesalan sambil masih menangis lalu menyeka air matanya, Awan menggelengkan kepalanya dengan cepat dan mengusap air mata Fisha yang masih tersisa dengan lembut.


“Iya aku tadi emang pingsan beneran Sayang, aku sadar pas kamu membangunkanku, terus ini semua bukan salah kamu, jangan menyalahkan dirimu, ini murni kecelakaan, aku bersyukur kamu baik-baik saja, lebih baik aku yang kenapa-kenapa dari pada kamu Sayang. Aku rela apapun itu demi kamu dan berkorban untukmu,” jelas Awan panjang lebar sambil menatap Fisha dalam-dalam.


“Stop! Tidak ada yang boleh kenapa-kenapa, semoga kita berjodoh ya amin, hiks, hiks, hiks, lihat tuh wajahmu penuh dengan goresan, ini juga keningmu diperban, bagaimana ini kamu jadi jelek hiks, hiks, hiks.” Fisha masih menangis sambil meneliti dan mengusap wajah Awan, Awan pun menenangkannya dan menarik Fisha ke dalam pelukannya dan mengusap punggung Fisha lembut sambil memejamkan matanya meresapinya, Fisha pun menaruh kepalanya di ceruk leher Awan sambil menangis sesenggukan.


“Ihh kamu ini, lagi sedih begini ngajak ketawa, gak lucu tau hiks, hiks, hiks, huahaaaaaa.” Fisha semakin memeluk erat Awan, membuat Awan bahagia dengan tersenyum dan menikmati pelukannya.


Mereka pun diperbolehkan pulang oleh dokter karena dirasa sudah tidak apa-apa dan hanya terluka goresan saja, Fisha pun meminta Awan mengantarkannya ke toilet untuk panggilan alam, Awan pun mengikutinya ke dalam dan menunggu Fisha, ia takut Fisha masih parno karena kejadian dulu, jadi dia mengikutinya hingga di depan pintu toilet yang di tempati oleh Fisha, sambil sesekali Fisha berteriak mengajak Awan mengobrol, Awan dengan semangat menanggapi obrolan Fisha.


Tapi kadang ia sesekali menggoda Fisha dengan membisu dan menahan tawanya tak menjawab ucapan Fisha, membuat Fisha berteriak histeris, baru Awan tertawa terbahak-bahak menyahutinya.


Fisha menyelesaikannya dengan cepat lalu menghampiri Awan yang ada di luar dan menepuk bahu Awan pelan. “Aku sudah selesai Hon, aku sungguh takut kau meninggalkanku.

__ADS_1


“Enggaklah Sayang, ya sudah cepat ayo basuh muka!” ajak Awan, Fisha menurut.


Mereka pun lalu mencuci muka dan tangannya di wastafel agar terlihat segar wajahnya sebelum menuju arah pulang ke rumah.


-------


Note :


Aku kembali lagi, gimana? Aku benar-benar sayang banget sama kalian semua kan kakak kesayangan ....


Lophyupolepel unch ....


Dukung aku terus ya ....


Like, vote, komen ... makasih ... ❤


Allah yang membalasnya kakak-kakak kesayangan, barokallahu ... 😘


Mampir juga ke ceritaku kedua ... tak kalah serunya udah beberapa episode. 👇

__ADS_1


Pangeran Gayung & Putri Tidur.


__ADS_2