
2 jam pun berlalu.
Teeeetttt, teeeeetttt, teeeeettt, bel istirahat pun berbunyi, pelajaran pun telah usai dan waktunya istirahat, Awan pun selesai juga membersihkan toilet akibat ulah kesayangannya tersebut, tapi dia tidak mengeluh, dia bahagia karna bisa menggantikan dan mencoba membahagiakan pujaannya tersebut, meskipun sederhana dan simple, tapi membekas di hati keduanya.
Awan pun berjalan dan masuk ke dalam kelas dengan terseok-seok dan lemas karna sedikit lelah, Fisha yang melihatnya pun menghampirinya di depan pintu tersebut, Awan yang merasa dihampiri dia tersenyum cerah mengalahkan mentari, dan seketika lelahnya pun luruh dan terhempas berlalu karna melihat sang pujaan hatinya itu, Fisha pun membalas senyumannya dengan manis semanis gula jawa, indah dan manis dirasakan.
Mereka pun menuju bangku dan duduk saling berhadapan, menyalurkan hawa murni tatapan yang tersirat penuh kekaguman dan kerinduan, mereka saling memandang lama dan tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya karna malu dan menatap lagi, lalu geng master percabaian berlevel mendekati mereka dan menatap mereka dengan menggelengkan kepalanya karna heran dibuatnya.
Ya Tuhan dia tampan sekali , dari jauh aja cakep apalagi dari dekat, cakepnya kebangetan diatas rata-rata, wkwk lebay aku, matanya aduh teduh dan mempesona, itu bibirnya merah merona selalu tersenyum kepadaku dan aku terpana, matahari pun lewat kalah jauh, terus hidungnya itu mancung 11,12 dengan pinokio, aku terpukau hingga terjungkal ke dasar lautan, hey kenapa aku jadi melow seperti ini, tuhan, aku mencintainya sungguh, jangan jodohkan dia dengan orang lain, ya ya ya ya tuhan oke unch. Batin Fisha, dia masih menatap Awan tanpa berkedip.
Tuhan dia cantik manis, aku menyukai semuanya dari dia, mata, hidung, bibir, pengen rasanya aku halalkan karna aku terjatuh pada pandangan pertama, apa aku salah apabila mencintainya? Tidak kan? Hati tak kan pernah salah berlabuh, Tuhan jodohkanlah dia bersamaku, kita akan melewati bahtera cinta, mahligai kehidupan dengan tlaten dan semangat, batin Awan menatap Fisha dan menikmati keindahan wajahnya yang imut itu.
Lalu dia mengisyaratkan gerakan bibir yang berbunyi ilopyu, Fisha tersenyum dan membalasnya dengan menggerakkan jari telunjuk diselip dengan ibu jari, seperti gerakan drama korea arti saranghae.
“Aduh, pantes tiba-tiba dunia memanas dan gerah, ada yang lagi kasmaran nie? Bisa-bisa dunia pun runtuh karena tatapan mereka.” Ucap Alby menggoda kedua sejoli itu dan semuanya duduk masing-masing berdampingan bersama, saling menatap dan menggerutu kesal melihatnya, tapi yang digoda tak berkutik sama sekali, mereka hanya saling menatap satu sama lain seperti tadi dan tak berkedip. Membuat Mereka geram berkali-kali dengan frustasi.
“Ahem, hem, hem ... helo? Lepaskan pandangan kalian bisa-bisa nanti mata kalian lepas dan terjatuh ke kolong bangku.” Sesil terkekeh mencoba menggagalkan pandangan mereka.
“Iya nie, dunia seakan milik berdua, yang lainnya bagaikan dedemit yang lewat saja dan menghantui kalian.” Sasa terkekeh, yang lainnya pun mengangguk membenarkan.
“Udah wes ayo ke kantin, percuma kita di sini hanya ngontrak tak dianggap, yang ada tensi malah naik haaah ... ayoo!!!” sahut Ares mendesah dan berdiri. Mereka pun mengikutinya dan berdiri lalu beranjak pergi. Lalu Awan dan Fisha pun tiba-tiba menyahuti mereka dengan ketawa.
“Hahaha sorry sayang-sayangku terbawa suasana karna tatapan mesumnya dia.” Fisha berdiri lalu tertawa dan menunjuk ke Awan, yang ditunjuk mengernyitkan dahi.
“Haha iya maaf teman-teman,” sambung Awan tertawa sambil menutup mulutnya, sedangkan semua temannya memukulnya dan memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
“Eits Ney, maksudnya mesum?” ujar Awan dengan wajah serius dan melirik Fisha, sedangkan yang dilirik cengengesan dan tertawa lalu menjulurkan lidahnya.
Ah dia benar-benar menggodaku, ingin rasanya aku telan hidup-hidup agar tubuh kita menyatu. Batin Awan.
“Haha ya kamu, tatapan kamu mesum sejak awal menatapku, apa itu mengedipkan mata, dan juga aneh sekali, pokoknya aku namain mesum dah.” ucapnya sambil ketawa.
“Seperti ini yaaa, begini kan?” sahut Awan mengedipkan matanya berulang kali. Fisha pun bergidik ngeri dan berlari karna malu, Sasa dan Sesil ikut berlari mengikutinya.
“Eh, eh, gak banget ah, bener kata Fisha itu matamu mesum,” ucap Ares dengan mengusap kasar wajah Awan, sedangkan Awan menendang kaki Ares, dan yang ditendang berdesis karna nyeri.
“Iya itu matamu perlu diperiksa mungkin mendekati katarak, dasar bucin akut!” Alby menimpali dan mencibir dengan memiringkan bibirnya.
“Bucin?” Awan mengernyitkan dahinya mengulang kata Alby.
“Bucin, budak cinta hahaha dasar makan tuh cinta, bodoh banget kamu gak tau kata-kata gaul, lahir zaman tahun berapa kamu? Apa teman kelahiranmu sudah di dalam tanah semua maka-nya kamu gak gaul sama sekali.” Ares menimpali dan menjauhi Awan dan Alby dengan cepat menyusul para gadis trio tersebut dikarnakan sudah sangat lapar.
----------------------------------
Mereka pun akhirnya sampai di kantin dan memesan makanan banyak dengan bermacam rupa dan bermacam minuman berwarna, karna mereka berniat merayakan terjadinya buaian asmara, ketua geng mereka yang bucin itu dan ditraktir oleh Awan.
Mereka saling ketawa dan bercanda dan saling incip mengincipi makanan dan minuman masing-masing, sudah terbiasa dengan kelakuan mereka tersebut sampai kantin ramai seperti halilintar yang cetar membahana.
“Ney incip minumanmu ya, enak pastinya ya jus alpukat.” Bisik Awan ke telinga Fisha.
“Ya enak dong emang kesukaan aku dari dulu jus alpukat.” Balik berbisik Fisha.
__ADS_1
“Oh yaudah kalau enak sini aku incip.” Bisik Awan melirik ke Fisha mengedipkan matanya agar berhasil mengincipi jus Fisha, tapi baru mau ambil sudah diambil Fisha dan dijauhkan dari Awan.
“Eh kok diambil sih Sayangku,” lanjutnya berbisik.
“Ihhh modus, dasar mesum,” ucapnya pelan, tapi Awan masih bisa mendengarnya.
“Ehh maksudnya modus mesum kenapa Sayangku?” keluh Awan dengan pura-pura polosnya membuat nada sekecewa mungkin agar Fisha kasihan kepadanya. Tapi kalau lemah bukan Fisha namanya, dia kadang melow terbawa suasana saja, tapi ingat lagi sifat awalnya yang tak akan bisa dirubah, sifat kerennya yang bisa bela diri dengan sangat lihay dan cuek, tapi dia humoris.
“Hahaha ya itu kamu modus pengen incip alasan! Padahal pengen ciuman secara gak langsung kan? Hayooo ngaku,” tanya Fisha dengan tersipu malu. Awan yang melirik pun ketawa.
“Ahh tau aja kamu, Ney sayangku.”
“Tau dong Honku, Harimauku haha.” Fisha tertawa terbahak-bahak. Sedangkan temen-temennya dengan kompak berucap.
“Haaaaah kalian gila bucin sebucin bucinnya sampai ke dasar gunung berapi, haisss.” Awan dan Fisha yang digoda hanya terkekeh dan tertawa.
Mereka pun melanjutkan makanannya dengan cepat karna waktu menunjukkan akan masuk pelajaran. Mereka berjalan kompak bareng, dan bergandengan tangan, sungguh pemandangan yang indah dan harmonis dalam sejarah ini, karena dari dulu mereka tak pernah akur, sekarang berbalik 360 derajat dan sangat akur, hingga terjalin cinta di hati masing-masing namun sebagian belum menyadarinya.
Ciyeee sudah akur semua kayak lem, gak kayak tom and jerry lagi, selamat untuk geng master percabaian berlevel, yang akur terus dan saling melindungi yaaaa kakak-kakak .... 😂
-----------
Note:
Dukung terus kakak-kakak sayangku,,, ketik like, komen kritik dan saran, juga vote, terimakasih 😍.
__ADS_1
Tanpa kalian aku bukan apa-apa... 🤗, lophyupolepel semuannya... ❤😘