Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Keberangkatan Awan


__ADS_3

Pagi pun tiba, jam di dinding menunjukkan pukul 08.00 selesai sarapan dan bersih-bersih, Fisha pun selonjoran kakinya dan bersandar di ranjangnya dengan memainkan jari tangannya, ia pun menekuk mukanya karena Awan hari ini dia berangkat, dia berfikir apa bisa kita LDR? Selama ini mereka belum pernah LDR, namun bagaimana lagi ini sudah sesuai jalan takdir mereka, jadi mau gak mau harus siap dan ikhlas dengan itu semua.


Fisha mengecek handphone-nya berulang-ulang yang ada di atas meja dekat ranjangnya, berharap ada notif chat atau notif panggilan malah dia semakin senang, atau bisa juga notif VC, ia malah semakin heboh, kalau misalnya ada, tapi ia menunggu lama satu pun notif tak kunjung dijumpainya, membuat ia kesal dan pengen membanting handphone-nya, namun ia masih menyayangkannya dan logikanya masih waras dan bisa dipakai, ia pun meluapkan rasa kesalnya dengan memainkan game peternakannya, dia memberi makan bebeknya lalu memberi makan dombanya seraya memangkas bulunya, belum selesai memberi makan hewan-hewan dia dikejutkan notif VC.


Dia senang bukan main karena plus plus notifnya tak hanya panggilan biasa atau chat, tapi langsung VC bisa melihat wajah sang pujaan hati tersebut, dia pun menggeser icon hijaunya dan merapikan dandanannya, lalu ia berdehem untuk memulainya.


“Ehem, assalamu'alaikum Hon? Hai.. Apa kabar? Sudah sarapan belum? Lagi di mana ini? Apa sudah berangkat?” Fisha menengok memperdalam lihat handphone-nya, ia hanya melihat muka Awan yang selayar itu, ia penasaran dengan kekasihnya itu yang sekarang lagi apa, sehingga dia pun memberondong pertanyaannya.


“Wa'alaikumsalam Ney Sayangku... Panjang bener pertanyaannya kayak kereta api, satu satu dong haha, ini aku masih di rumah keles, nie lihat.” Awan mengangkat handphone-nya ke kanan dan kiri memperlihatkan kamarnya agar Fisha bisa melihat lainnya dan benar Fisha melihat kamar Awan dan seisinya.


“Oh iya ya haha, lalu kamu berangkat kapan sih Hon sebenarnya? Aku kira kamu udah berangkat dan gak hubungi aku,” manyun Fisha dengan menatap Awan dengan wajah yang menggemaskan.


“Jangan menggodaku dengan wajah yang seperti itu! Nanti aku berat untuk pergiii meninggalkanmu, aku berangkat setengah jam lagi, masih menunggu Bulan pulang kuliah dulu ini, apa kamu mau kita bertemu sebentar?” lontar Awan dengan wajah yang memelas dan menawari Fisha.


“Ihh gak usah nanti kamu telat, perjalanan dari rumahmu ke rumahku kan sekitar 20 menit, nanti gak lega juga kita ketemunya seperti kejar tayang, besok saja ya kalau kita sudah kuliah, tenang katanya kamu bisa menemuiku dan akan mengunjungiku, iya kan...” balas Fisha dengan tersenyum, Awan pun mengangguk dan membalas senyumannya Fisha dengan secerah mentari, Fisha pun memegangi dadanya yang bergemuruh karena senyuman itu.


Padahal sudah lama tapi rasa cinta ini semakin dalam dan menjadi-jadi tanpa berkurang rasanya sedikitpun. Batin Fisha. Ia memegangi dadanya dengan tangan kanannya.


“Ariiiis sini sebentar Naaaak bantuin Papaaaa!” perintah Papa Aris dengan berteriak.


“Tuh kamu dipanggil papa kamu Hon, cepat sana ... nanti lagi saja,” sahut Fisha dengan masih tersenyum menatap Awan.


“Ihh Papa ganggu saja sih ganggu orang pacaran,” balas Awan dengan memonyongkan bibirnya, membuat Fisha tertawa keras.


“Huss gak boleh begitu, bantuin sana gak usah VC lagi, nanti kalau berangkat chat aja ya gak apa oke,” ucap Fisha sambil melambaikan tangannya namun Awan masih menatapnya dan belum mematikan VC-nya.

__ADS_1


“Hon ... ya udah cepat sana Sayang, sudah dipanggil, kamu hati-hati ya Sayangku, jaga diri pokoknya, lophyupolepel unch, bye wassalamu'alaikum..,” ucap Fisha menyudahi teleponnya dengan cepat agar Awan tak membandel dan segera membantu papanya.


“Wa'alai ....”


Tut, tut, tut .... (Telepon terputus).


“Haha kebiasaan, apa dia sungguh malu ya atas ciumannya tadi atau agar aku segera membantu papa, dia selalu menggemaskan seperti itu dan pengertian sekali, aku sungguh semakin cinta ....” lirih Awan dan tersenyum, lalu ia berlalu pergi dengan cepat meletakkan handphone-nya dan meletakkannya di sembarang tempat lalu menghampiri papanya yang memanggilnya untuk suatu pekerjaan penting, dengan sedikit dan membereskannya sebelum Bulan keburu pulang kuliah.


Sementara di kamar Fisha, Fisha pun tersenyum sambil menutupi mukanya dengan bantal, ia sungguh sangat malu karena mengucapkan kata ciuman itu, meskipun hanya sekedar di telepon tapi rasanya dia sangat malu, dia pun tertawa gak jelas di dalam kamarnya sambil bergeliat ke kanan dan ke kiri dengan gelisah.


Jam pun berputar dengan cepat, waktunya keluarga Awan berangkat ke Jogja, Awan memasukkan koper-koper ke dalam bagasi mobilnya dengan tatanan rapi, barang yang dibawa hanya sebagian karena dirasa tak muat karena barangnya sangat banyak, kapan-kapan ia akan kembali dan mencicilnya saja, karena rumah itu tak dijual, kapan pun dan semaunya mereka bisa kembali ke rumah itu lagi setelah urusan selesai pekerjaan papanya itu, dan yang menyupir mereka adalah pak supir, jadi Awan bisa berleha-leha dan bisa bertidur ria dalam mobil dengan nyamannya.


Awan pun mengechat pujaanya dengan tersenyum dan berdebar rasa di hatinya ...


Notif masuk.


Fisha pun mengecek handphone-nya di bawah selimutnya dengan cepat karena ia menunggu pesan pujaannya itu sedari tadi, dia pun mengecek dengan bergeliat di dalam selimutnya, karena dirasa malas untuk bangun jadi dia bermalasan di kamar saja.


📤 Ney, aku berangkat dulu ya, kamu jaga diri baik-baik jangan nakal, oke hubby lophyupolepel unch, assalamu'alaikum calonku ....


📥 Wa'alaikumsalam, iya Hon kamu juga jaga diri baik-baik ya ... kamu jangan nakal balik kalau ketemu cewek cantik jangan macam-macam di sana! Aku akan menghantuimu!😠


📤 Haha gak akan Sayang! Bagiku kaulah bidadariku, jangan khawatir.💋


📥 Oke aku pegang janjimu awas.🤗

__ADS_1


📤 Ya udah nanti lagi, kalau aku sudah sampai, aku telpon pasti. 😘


📥 Oke siap bye ...⭐


📤 Mana ciumannya?


📥 Ciuman apa?


📤 Emoji?


📥 Udah sana, 😝 sudah kan haha ... bye-bye.


📤 Kebiasaan dasar 🙄😂😘.


Fisha pun menyudahi chatnya, ia pun ketawa terbahak-bahak karena ulah Awan meminta emoji ciuman.


“Dasar anak kecil, mintanya aneh-aneh, melow sekali semakin ke sini semakin ke bayinya haha,” ucap Fisha lirih, ia pun meneruskan game peternakannya kembali.


Notif pun masuk kembali dengan nada dering seperti biasa jeritan hati istri indosiar.


“Apa?!”


-----


Note : siapa yang menelpon? Penasaran kan haha tunggu ya kakak-kakak kesayangan ... 💋

__ADS_1


Terus dukung ya agar aku semakin semangat nulisnya, jangan kasih kendor agar aku bisa crazy up.


Asik-asik jossss ... like, vote dan komen, yang kenceng yaaaa ... 😘😘😘 senam jempolnya agar tidak kaku ....


__ADS_2