
Dengan derap yang was-was dan dag dig dug duar seperti bom atom, Awan pun ke toilet, dia membelalakkan matanya.
“Ya Allah Ney sayangku ... astaghfirullah,” ucapnya sambil mengelus dadanya yang sangat mencekam sakitnya dan menanap nanar, jantungnya serasa lepas dari tubuhnya, melihat sang pujaannya tegeletak di depan toilet dengan genangan air terbujur kaku dan dingin, dengan berat hati dia mendekatinya, kakinya melemas seketika dan berjongkok dengan keringat dingin membanjiri tubuhnya.
Dia khawatir, takut, sedih, marah, bercampur jadi satu, ada apakah dengan si Ney kekasihnya itu, pikirnya.
“Ney bangun sayangku, kamu kenapa?” Dia mengecek urat nadi Fisha yang masih ada, tapi dalam keadaan lemah.
“Alhamdulillah masih ada, syukurlah.” Batinnya. Dia mendekap Fisha erat sangat erat, air mata pun lolos membasahi pipinya, seumur hidup baru kali ini dia menangis dan takut kehilangan.
Dia bangkit dari duduknya sambil mengangkat Fisha dan membopongnya dengan tergesa-gesa menuju UGD, langkahnya berat, gontai dan gemetar, pikirannya melayang-layang takut hal buruk dan lebih buruk lagi menghampiri kehidupan cintanya, dia baru saja merasakan cinta, meskipun sebentar belum bertahun-tahun tapi membekas di hatinya, karna dia sangat mencintai Fisha dengan tulus, seputih salju. Dan selalu berdoa agar berjodoh dengannya di sepertiga malamnya, sungguh cinta yang sangat indah luar biasa.
Pantas saja dari tadi firasatnya buruk hanya ada satu nama Fisha dan Fisha, dia menyesal karna tidak menemaninya tadi, tapi penyesalan pun sudah tiada guna, penyesalan ada di akhir memang, kalau ada di awal namanya pendaftaran, dengan begitu manusia bisa seenaknya memanipulasi situasi.
Dia berjalan tergesa-gesa dengan membopong Fisha, seluruh sekolah ribut ikut panik karna melihat Awan menangis sendu, tak bisa menghentikan air matanya yang semakin deras, mereka pun nanar dan terbawa arus ikut menangis.
Geng percabaian pun berlari menghampirinya, mereka syok bahkan Sesil dan Sasa terkulai lemas duduk bersimbah pilu, Alby dan Ares pun menenangkan mereka yang tersedu-sedu.
“Fisha sayangku kamu kenapa? Hiks Fisha, apa yang terjadi?” ucap Sasa dengan terisak. Sedangkan Sesil dia menangis histeris dia tidak bisa berkata-kata, lidahnya kelu, dia memeluk Alby dan menangis, hingga baju Alby basah kena air matanya, Alby mengelus pundak Sesil menenangkannya, dia juga ikut terluka. Kepala sekolah datang menghampirinya.
“Hey ada apa Nak, kenapa Fisha? Ada apa? ” tanya pak kepala sekolah.
“Gak ta-u Pak, a-ku me-ne-mu-kannya tergeletak depan toilet hiks hiks, hiks,” ucap Awan terbata sambil menghapus Air matanya. Dia tidak perduli dianggap cengeng semuanya, baginya Fisha segalanya.
“Ayo cepat telvon ambulance!” teriak Pak kepala sekolah panik, seluruh sekolah pun tau Fisha siapa karna dia murid teladan di sekolah.
“Sudah Pak, sebentar lagi pasti nyampek.” Ucap murid lainnya, sedangkan Pak kepala sekolah mengangguk dan menangis melihat keadaan Fisha yang tragis.
“Bertahanlah sayang, plis demi aku.” Awan memohon dengan berbisik dan air matanya lolos membasahi pipi mulus Fisha. “Aku janji akan mencari orang yang menjahatimu dan akan jebloskan ke penjara, bertahanlah katanya kamu mau berjodoh denganku, bangunlah pandanglah wajahku, kamu suka kan memandang wajahku dengan tatapan yang katamu mesum ini, hiks hiks hiks.” Sambungnya dengan merengkuh Fisha dengan erat.
__ADS_1
-------------------
Niu, niu ambulance datang, dan segeralah Fisha dilarikan ke rumah sakit, dengan ditemani Awan yang setia menemani dengan tersedu-sedu hati yang pilu, Sasa dan Sesil pun ikut menemani dengan menangis histeris sesenggukan.
Tiba dirumah sakit dan berada di dalam ruang icu Fisha ditangani oleh dokter.
Ibu, ayah dan Farsi adiknya pun datang dengan wajah panik, Ayah Fisha pulang dari luar negeri mendadak karna mendengar putri kesayangannya lemah tak berdaya, beliau langsung syok dan langsung meluncur terbang.
Ibu menangis sesenggukan, dokter mondar mandir memeriksa Fisha dengan wajah tanpa expresi tidak bisa digambarkan apa baik-baik saja atau kenapa-kenapa, sungguh tragis sekali malang nasibnya.
Membuat yang di luar ikut mondar mandir dengan frustasi, bahkan Awan wajahnya suram tak bersemangat, menggenaskan, kusam sekali lemah dan pucat. Membuat yang melihatnya terharu hingga menangis.
“Ada apa ini nak? Apa yang terjadi?” ucap Ayah kepada Sesil dengan serius.
“Gak tau Om, Awan melihatnya tergeletak depan toilet tak terkulai lemah, Om kapan pulang?” Sesil menatap Ayah Fisha sambil masih sesenggukan.
“Siapa Awan?” tanya balik Ayah dengan mengernyitkan dahinya.
“Kita janji Om, akan mencari dalang dibalik semua ini.” Sahut Alby dengan lantang dan jelas dan menyeringai dengan mengepalkan tangannya. Mereka semua mengangguk menyetujuinya, mencari tau bareng-bareng.
Ya Allah jangan biarkan dia meninggalkanku, aku mohon, aku akan mencari tau dalang dibalik semua ini aku janji, dia tidak tau sudah membangunkan macan yang sedang tidur. Ney sayangku bangunlah aku membutuhkanmu sayang, hiks hiks hiks Allah astaghfirullah. Batin Awan.
Mereka menghentikan perbincangannya karena dokter datang dengan diam membisu, membuat semuannya mengernyitkan dahi panik.
“Kenapa dok, ada apa dok, putriku kenapa, apa dia baik-baik aja?” ujar ibu mendekati dokter memberondong pertanyaan bertubi dikarnakan khawatir akut
“Bu sabar dengarkan pembicaraan dokter dulu.” Ayah menimpali dengan menenangkan istrinya memeluk dan mengusap punggungnya.
“Begini Bu, Pak ... Fisha kehilangan kesadaran total dikarnakan dia kesetrum agak lama, karna sengatan listrik itu dia syok hebat nadinya melemah, untung masih ada yang menolongnya, terlambat sedikit saja dia sudah tak tertolong, jadi berdoalah sebanyaknya semoga ada mukjizat agar dia terbangun, tak ada yang tak mungkin di dunia ini atas izin Allah, jadi dengan berat hati saya mengatakan dia kritis alias koma, hanya alat-alat itu yang bisa membuatnya masih bertahan hidup, jadi kalian harus bisa membangunkan dia batas sehari 24 jam, kalau dia tidak bangun terpaksa alat-alat akan dilepas haaaah.” Dokter mengucapkan dengan jelas dan menghela nafas panjang.
__ADS_1
“Apa! tidak dokter, jangaaaan Fishaaa sayang tidak!” teriak ibu dengan histeris lalu tak sadarkan diri, a, yah membopongnya dan mengistirahatkan ibu dengan tenang.
“Apa gak ada cara lain dokter haaaah.” Bentak Awan dengan terkulai lemas berjongkok dilantai dengan tatapan kosong.
“Gak ada Adik-adik, satunya cara adalah berdoa, saya permisi.
Awan pun berdiri keluar dari rumah sakit, dia menoleh ke sana dan kemari dengan tatapan kosong, dia sangat terpukul, rasanya sungguh sakit dia tidak bisa bernafas, lalu dia melangkah masuk dan terkulai lemah dengan kaki terseok-seok dan mengambil air wudhu, ya dia berada di masjid, dia ingin memohon pada sang pencipta untuk mengembalikan sang pujaannya.
Dia menangis tersedu-sedu tersungkur di atas sajadah dan berdecih lirih dengan menahan isak, dia selesai menghamba, lalu menadahkan tangannya dan berucap lirih.
“Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, aku mohon kembalikan dia kepadaku, aku sungguh menyayanginnya, aku tak bisa hidup tanpa-nya, lalu untuk apa engkau beri cinta kepadaku apabila kau ambil dan sesakit ini, ya Allah jika aku boleh memilih, biar aku saja yang berada diposisinya, bukankah lebih sakit ditinggalkan dari pada meninggalkan? yang aku minta hanya itu, tiada yang lain, kabulkanlah ya Allah, aku belum sempat membahagiakannya, jodohkanlah ia denganku ya Allah, hanya kepadamu lah aku meminta ya Allah aku mohon, rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar.” Awan mengusap mukannya dengan kasar dengan menangis tersedu-sedu.
“Fisha Ney sayangku, bangunlah aku mohon sayang, nanti apapun yang kamu minta aku turutin,” ucapnya lirih menatap jalan dengan tatapan kosong dan nanar.
Lalu dia balik ke rumah sakit dengan perasaan yang masih sama yaitu hancur berkeping-keping.
*
*
*
Maaf kalau feelnya kurang kak, masih jauh dari kata sempurna, penulis receh ini ... semoga terhibur ya kak terima kasih🙏😍
Aduh doakan untuk Fisha ya kak, lagi dikasih cobaan untuk percintaannya, semangat berjuang Fisha .... Awan .... 💪😭❤
-----------
Note :
__ADS_1
Makasih sudah mampir di penulis receh kakak-kakak kesayanganku, dukung terus aku yaaa ....
Ketik like, komen kritik dan saran, bantu vote yaaa kakak-kakak, sayang kalian unch lophyupolepel .... 😍😘❤