
Setelah selesai acara BBQ dan sampailah di rumah, Fisha membersihkan diri di kamar mandi, mulai dari membasuk mukanya sampai menggosok gigi, lalu ia berwudlu dan melaksanakan sholat isya', setelah itu berjalan ke arah ranjangnya dan dia pun membaringkan badannya. Dia menatap langit-langit kamarnya menatap penuh langit kamarnya yang diberi walpaper taburan bintang sambil tersenyum.
“Uhh empuknya kasurku ... benar-benar melelahkan hari ini dan aku sungguh mengantuk, padahal aku kan gak melakukan apapun ya, kok bisa capek sekali,” lirihnya dengan masih tersenyum lalu menutupi dirinya dengan selimut.
“Hmmm Awan kenapa tatapanmu itu selalu menggodaku, aku jadi genit sepertimu sekarang bisa menatap dengan mesum, apa hawa murninya tersalurkan kepadaku? Juga apa aku kuat besok LDR-an, aku gak ketemu dia semenit aja rasanya ada yang kurang, ehhh ups keceplosan haha,” lanjutnya dengan ketawa lalu membungkam mulutnya dan bergulat di dalam selimut, menggeliat ke kanan dan ke kiri. Lalu ia mencoba memejamkan matanya.
Notif pun masuk, lagunya masih sama penyanyinya rossa di jeritan hati istri di indosiar, sambil mengantuk dan mengerjap Fisha lalu menggeser icon hijaunya, tanpa melihat siapa yang menelvonnya.
“Assalamu'alaikum ...,” suara seseorang disebrang sana dengan ciri khasnya.
“Wa'alaikumsalam, cari siapa? Fisha sedang tidur.” Fisha menahan tawanya untuk menggodanya.
“Oh iya kah mbak, lantas ini siapa ya?” Tanya Awan dengan cekikikan.
“Oh saya Ibunya Fisha dong, Bu Lani ...,” canda Fisha.
“Bu, Ibu ... Anaknya tuh jail menggodaku Bu .... ” Awan menjerit supaya ibu bisa mendengarnya tapi mustahil, dia hanya menggoda Fisha lalu dia tertawa terbahak-bahak.
“Hey, Aris Setiawan? Beraninya kau teriak-teriak, telingaku mau pecah rasanya, uhh ... Aku matiin nie, aku matiin ya ...!” Ancam Fisha sambil mengorek telinganya yang gatal karena teriakan Awan.
“Eh, jangan ... maafkan aku Sayangku ... emmmuah,” Awan mencium handphone-nya.
“Hahaha dasar gila, oh ya Hon ... kapan kamu yang mau pindah ke Jogja?” tanya Fisha dengan nada melemah.
“Lusa, kenapa? Jangan sedih begitu dong Ney ... Aku jadi berat ini meninggalkanmu Sayang,” kata Awan dengan nada yang mendayu-dayu.
“Ihh, aku cuma tanya Hon, siapa yang sedih jangan ngarang, suaraku melemah karena aku ngantuk tau?” ucapnya bohong sambil menghapus air matanya, dia pura-pura tak sedih namun dia sebenarnya sedih dan air mata jatuh dengan sendirinya.
Aku benar-benar melow sekali ya sekarang. Batin Fisha.
__ADS_1
“Syukurlah kalau enggak, tenang aku pasti akan sering berkunjung ke Malang kok, kecil Jogja Malang tuh,” Awan berbicara dengan semangat.
“Iya aku percaya, Aris setiawan? Namamu Setiawan kan? Jadi kamu harus setia seperti namamu, kalau macam-macam akan aku tendang!” Ancam Fisha.
“Gak akan, lagian kamu sekarang suka sekali manggil nama panjangku seperti ketagihan haha,” ejek Awan.
“Emmm Sayang, besok kencan yuuuk, kamu siap-siap, aku yang izin ke ibu kamu ya, aku mau mempersiapkan beberes yang dibawa ke Jogja, oke sayangku lophyupolepel unch, bye assalamu'alaikum,” ucap Awan dengan tergesa-gesa tanpa jeda.
“Wa'alaikumsa ....” ucapan Fisha terjeda karena telvon terputus.
Tut, tut, tut .... (Sambungan terputus).
“Anak ini dasar, belum selesai aku menjawabnya, dia seenak tali pusarnya aja memutuskan, ia kalau aku mau, kalau enggak gimana? Pede sekali dia,” gerutu Fisha, lalu dia tersenyum, ia pun bangkit dari dalam selimutnya dan keluar kamar untuk mengambil minum karna dirasa sangat haus, tenggorokannya mengering seperti tak minum setahun rasanya.
Dia pun gelisah dan gak bisa tidur lalu menonton tv, tapi setelah itu dia jenuh karena tak ada chanel yang menarik, akhirnya dia bangkit kembali ke kamarnya lalu berselimut ria kembali.
“Zaman sekarang nyebelin, televisi pun payah tiada yang seru!” Fisha mengomel gak jelas, dia langsung memejamkan matanya berusaha untuk tidur, namun ia membuka matanya kembali karna gak bisa tidur, ia pun memainkan handphone-nya memutar musiknya dan melihat foto-foto hasil wisuda kemarin, banyak fotonya dengan Awan juga, ia pun tersenyum dan mengamati foto itu berulang-ulang.
-------
Sedangkan di rumah Awan, dia mempersiapkan semuanya dengan segera, mulai dari baju dan alat-alat kebutuhan yang biasa dia gunakan, dia mempersiapkan dengan senyuman ikhlas yang jelas di wajahnya sambil bersenandung ria.
Jodohku ... maunya ku dirimu ...
Satu cinta ... hingga ajal memisah ...
Aku dan kamu satu ...
Saling mencinta ....
__ADS_1
(Anang-Ashanti-jodohku)
Adik Awan pun yang melihat Awan mempersiapkan sambil bersenandung dan senyam-senyum, dia tersenyum lalu tertawa cekikikan, karena pintu kamar Awan terbuka, sehingga siapa pun yang melewati kamar Awan pun pasti tau apa yang dilakukan Awan. Namun Awan tidak memperhatikannya karena dia sedang asyik dengan dunianya.
“Kak, kamu ini, kamu sedang apa? Kok seperti orang gila?” adiknya menghampirinya dengan memukul lengannya agar tersadar dia datang.
“Haha, kamu kayak jelangkung datang tak diundang, dan langsung memukul juga mengejek Kakak, dasar Bulan, pergi sana! Kenapa kamu gak menemani bintang sana ...,” ejek Awan dengan muka menyeringai.
“Uhhh ... Kakak ini ya bintang apaan ....”
Apa ada yang bisa aku bantuin Kak? Aku udah selesai lho beres-beresnya. Lagian Kakak yakin nie mau pindah, kayaknya seperti gak rela dech karena cinta ke mbak siapa itu lupa aku namanya, yang imut itu," balas Bulan menggoda Awan, Awan pun tersenyum dan tersipu malu.
“Enggak usah, kakak udah mau selesai juga, udah sana jangan ganggu Kakak, itu urusan Kakak, ia dia imut sekali pastinya, kamu kalah tak ada apa-apanya dong haha ...,” ejek Awan dengan mendorong adiknya agar keluar kamar.
“Iya, iya, gak usah dorong aku, dasar bucin akuuuut!” teriaknya dengan cekikikan lalu berlari, Awan pun menggelengkan kepalanya lalu menutup pintunya.
Lagi, lagi di mana pun aku dengar, semua bilang bucin akut melulu haha, tapi gak apa mungkin fakta, yang jelas kita saling cinta dan tak bertepuk sebelah tangan, mau apa kalian hahaha. Batin Awan.
Dia pun menyelesaikan semuanya dengan cepat lalu menuju ranjang membaringkan diri dan menutupi diri dengan selimut, Awan pun tidur dan bermimpi indah.
-----
Note :
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ...
Like, vote, komen 😘😘😘
InsyaAllah lanjut nanti ya ditunggu ...
__ADS_1
Yang kenceng ya dukungannya ... semakin seru nie semakin ke belakang .... ❤❤❤