
Malam pun datang, mereka berjanjian berkumpul di rumah Awan dengan acara BBQ kecil-kecilan, sebelum rumah itu ditinggalkan dan pindah ke Jogja.
Awan sudah mempersiapkan semuanya dengan baik dan sederhana, acara hanya dirayakan bersama geng master percabaian berlevel saja beserta sekeluarganya agar jalinan semakin erat antara keluarganya dan keluarga sahabat-sahabatnya tersebut, sekali-kali mereka berkumpul membuat acara, mumpung habis wisuda semua orang tua sahabat-sahabatnya masih lengkap dan belum pergi masing-masing untuk menyibukkan diri.
Fisha pun datang bersama ayah, ibu dan Farsi, dia datang mendahului Sesil dan Sasa, keluarga Awan pun saling sapa satu sama lain dengan keluarga Fisha, selisih beberapa menit Sasa dan Sesil juga datang bersama kedua orang tuanya, semuanya pun bercerita sana sini tentang kehidupannya masing-masing dengan saling canda gurau.
Acara pun dimulai, Awan memulai memanggang daging sapinya, semua sahabatnya pun saling membantu, para cowok memanggang, para cewek menyiapkan bumbunya. Awan pun memandang Fisha yang sibuk berkutat dengan bawang merah, bawang putih dan mengupasnya, membuat Awan tersenyum dan bergumam.
Andai sudah menikah pasti aku sangat bahagia, aku bisa melihat Fisha memasak buatku setiap hari, tidur ada yang nemenin, makan ada yang nyuapin, masak bisa masak bersama nanti, uh.. Senengnya, andai saja.
“Ney, sini dech!” perintah Awan sambil melambaikan tangannya, Fisha pun menoleh dan tersenyum menghampiri Awan.
“Kenapa? Ada apa Hon?” tanya Fisha dengan memandang lekat Awan.
“Segitunya memandangku, apa aku tampan ya Ney?” goda Awan dengan menaikkan kedua alisnya.
“Hmmm kepedean, kenapa kok? Ada apa?” tanya ulang Fisha dengan tidak sabar, sedangkan Awan menarik tangan Fisha agar semakin mendekat dengannya.
“Eh ... jangan begitu, dilihat mama papa kamu nanti, aku malu dong, kita juga bagaikan bumi dan langit!” sambung Fisha dengan bersedih, Awan pun menggenggam tangan Fisha dan mengusapnya.
“Ney, jangan begitu ... di mata Allah kodratnya sama kok, dan mama papa juga tak membedakan itu kok tenang, lagian ya bumi dan langit kan bisa dijajah, kalau kamu bumi kamu bisa dong naik pesawat dan sampailah kamu di awan, dan awan kan saudaranya langit kan kata ibu kemarin haha, jadi tak ada hal yang tidak mungkin, begitu ceritanya,” canda Awan dengan tersenyum lalu ketawa, membuat Fisha menggelengkan kepala dibuatnya.
“Kamu ini, bisa saja gombalnya, belajar dari mana? Oh ya tadi kamu mau apa? Apa mau aku bantuin? Sini.” Fisha bertanya sambil berusaha melepaskan tangan yang digenggamnya dan mengambil kipas untuk membantu Awan mengipasi panggangannya agar cepat matang.
“Enggak, aku bisa sendiri, kamu bantuin lihat aku aja haha, enggak dech bercanda, kamu bantuin aku mengoles bumbunya saja, bentar lagi selesai kok.” Awan menyembunyikan kipasnya di belakangnya agar tidak di ambil Fisha, Fisha pun patuh apa kata Awan, dia mengoles dengan bumbu beserta kecapnya.
----------
Semua sahabatnya pun sindir menyindir ke arah pasangan yang tidak tau tempatnya itu memperlihatkan keromantisannya, yang dunia seakan milik berdua yang lainnya hanya pijakan tanah saja bukan dianggap orang, sedangkan Farsi hanya tersenyum dan tidak mengikuti tingkah mereka, karena memang Farsi pendiam kalau bersama orang-orang, tidak seperti kakaknya Fisha yang pecicilan dan bawel.
“Ehem, segitunya ya sampai aku meleleh bagaikan ice cream yang mencair,” sindir Sesil.
“Iya nie aku juga mau dong dibantuin, Res, bantuin dong kipasin aku dong ya ya?” sindir lagi Sasa sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan kedua tangannya, Ares pun tersenyum, lalu dia yang membawa kipas pun dengan sigap mengipasi Sasa. Sesil dan Alby yang melihatnya saling menatap dan tersenyum.
“Helo ... sudah, sudah ... iri aja kalian bisanya, ayo segera jadian! kayaknya kalian cocok dech satu sama lain,” Ejek balik Fisha.
“Iya ayo segeraaa cepaaaat!” Awan menimpali ejekan Fisha. Membuat semua sahabatnya menatap tajam ke arah Awan dan Fisha.
__ADS_1
“Awaaaan ... Fishaaaa ...,” ucap mereka bersamaan dengan gemas meremas kedua tangannya, Awan dan Fisha pun ketawa.
“Udah, udah ada anak kecil tuh,” ucap Alby menunjuk ke arah Farsi dengan ketawa.
“Enak aja, aku sudah besar tau?” balas Farsi dengan mendorong badan Alby ke depan, membuat Alby bergeser sedikit dan masih tetap ketawa.
“Haha tau apa? Besar apa? Dorong aku aja gak kuat, cuma geser sedikit haha.” Alby tertawa terbahak-bahak puas untuk menggoda anak kecil, membuat Farsi berbalik menutup wajahnya yang malu.
Lalu adiknya Awan pun menghampirinya dan menggandeng tangan Awan lalu menariknya, membuat Awan mengernyitkan dahinya.
“Ada apa Dek?” tanya Awan.
“Kak Aris, Kakak dipanggil Papa sebentar!” ajak adik Awan dengan tersenyum.
Sesil yang melihatnya dia kaget bukan main, ternyata dulu yang dia lihat adalah adiknya bukan selingkuhannya Awan.
“Haha ternyata... Dia...” Sesil menggantungkan kalimatnya seraya tertawa dan menunjuk adik Awan.
“Apa? Kenapa? Iya dia adikku, kamu ini dasar!” Awan mengerti maksud Sesil lalu dia menyentil Sesil dan berlalu pergi sambil menatap Fisha tanda izin, Fisha pun mengangguk, Sesil pun mengelus dahi yang disentil karena agak sakit.
“Haha iya itu namaku, nanti akan aku jawab semuanya, ok Sayang ....” balas Awan dengan tersenyum dan melambaikan tangan, adiknya pun mengikutinya karena dia seorang yang pemalu. Dia tersenyum kepada semuanya dan mengangguk kepala tanda hormat, dan berlalu pergi menyusul Awan, Farsi pun terpana. Fisha yang melihatnya pun mempunyai ide menggoda adiknya.
“Hey, Dek, kedip dong! Biar matanya gak perih dan berair, nanti mbak bantuin dech kenalannya, tak bilangin ke Awan dech gampang ....” Fisha tersenyum mengejek, membuat Farsi menahan malu wajahnya memerah.
“Mbak ... ih ... awas ya tak aduin ke ibu lho ya!” Farsi menyeringai dan mengancam, Fisha pun melototkan matanya. Membuat semua sahabatnya heran dibuatnya karena tingkah adik kakak itu.
Awan pun kembali dengan tersenyum sumringah, lalu mendekat dan duduk di samping Fisha.
“Cepet amat, habis ngapain? Wajah kamu kenapa? Kayak habis menang main lotre aja Hon?” Fisha memberondong pertanyaan dengan penasaran.
“Haha iya Sayang, Papa cuma minta bantuan sedikit saja kok, sambil bertanya apakah itu kamu yang berhasil menaklukkan hatiku gitu,” ucap Awan sambil tersenyum malu. Membuat Fisha yang mendengarkannya memerah karna malu juga.
“Ih masak begitu sih, terus kamu jawab apa? Iya gitu kah? Haduh Maluku di Ambon,” ucap Fisha dengan menutup mukanya dengan kedua tangannya.
“Haha bahasa alien lagi, malumu ya di wajah Sayangku, tapi bener juga ya Maluku ya di Ambon, kamu ini ada-ada aja, aku semakin cinta,” balas Awan.
“Aku juga,” ucap Fisha malu-malu sambil tersenyum.
__ADS_1
“Apa?! Kamu ngomong apa, ulang dong?” Awan menatap Fisha penuh harap.
“Tidak ada siaran ulang!” teriak Fisha. “Oh ya Aris, siapa Aris?” lanjutnya.
“Haha namaku aslinya Aris Sayang, semua keluarga memanggilku Aris, hanya teman dan sebagian saja yang manggil Awan, kamu tau nama panjangku?” Fisha menggeleng dan menatap Awan penasaran.
“Nama panjangku Aris Setiawan, jadi disingkat Awan, keren kan? Haha, lagian kamu masak gak tau sih ... pacar durhaka kamu, tentangku minim dan cuek sekali, ”ucapnya memelas.
“Bukan begitu Sayangku haha, kan di sekolah kita akhir-akhir gak pernah absen gurunya, yang absen muridnya sendiri jadi mana tau haha, kamu juga murid baru, lagian kamu alay juga nama pakai disingkat, kalau namaku disingkat berarti Fitra dong, Fisha Aureliastra haha jeleknya.” Fisha tertawa terbahak-bahak.
“Tanya semuanya mana tau nama panjang kita masing-masing haha, lucunya ... ada-ada aja,” sambungnya.
“Kamu jangan ikut-iku! Namamu jelek!” Fisha yang diejek begitu dia memanyunkan bibirnya dengan panjang sekali, membuat Awan gemas.
Mereka pun akhirnya makan bersama dan acara BBQ pun berakhir, lalu saling berpamitan masing-masing untuk pulang.
“Pulang dulu ya ....” Fisha pamit pada Awan sambil mengedipkan matanya, lalu berpamitan kepada orang tua Awan.
“Eh itu kode tatapan aku, kenapa di pakai?” Fisha pun tertawa tak membalas pertanyaan Awan.
“Hey, anak nakal! Belajar yang rajin dulu, nanti boleh mendekat haha,” goda papa Awan sambil menjewer telinga Awan, Awan pun mengangguk tersipu malu, mereka semua pun berlalu pergi dan pulang ke rumah masing-masing.
------
Note :
Like, vote, komen❤❤❤
Eps-nya panjang kaaaan demi kalian ini, 😎😎😎.
Maka dari itu jangan pelit yaaak! dosa ... neraka tempatnya orang yang bakhil dan kikir kakak-kakak kesayangan haha ....
Ciyus gak bohong!😝😘
Mampir juga yuuuk kak di karya recehku kedua ....
*Pangeran Gayung & Putri Tidur ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1