Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Benar-Benar Gila


__ADS_3

Satu jam kemudian Even pun terbangun dan mengerjapkan kedua bola matanya. Ia menggeliat berulangkali ke kanan dan ke kiri sambil sesekali menguap dan menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Lalu ia bangun dan bersandar di dinding ranjangnya sambil menselonjorkan kakinya. Ia pun meraih handphone-nya untuk melihat jam berapa saat ini.


“Eh sudah masih jam 8 nih, sebaiknya aku ajak jalan-jalan Fisha deh, pasti dia senang, ngomong-ngomong aku tidur Fisha apa juga tidur ya? Aku telepon deh," celoteh Even berbicara sendiri sambil mengecek dan ia terkejut saat menerima pesan Fisha satu jam yang lalu dengan isi pesan yang mengejutkan. Isi pesannya adalah Maz tolong aku, aku takut!


Saat Even membaca itu ia langsung membelalakkan matanya dan tangannya gemetar seketika ponselnya pun terjatuh. Ia lalu bangkit dan terburu-buru menuju kamar Fisha, ia pencet bel kamarnya berulangkali namun tiada jawaban membuat Even gusar dan mengusap wajahnya dengan kasar hingga mengacak-acak rambutnya karena frustasi.


“Even kamu bodoh! Bisa-bisanya kamu tadi membiarkan Fisha sendiri, meskipun sangat mengantuk kenapa kamu ini, terus juga kenapa hotelnya sangat sepi!" geram Even dengan wajah yang kebingungan. Ia lalu menuju ruang bagian CCTV dan meminta petugas untuk menunjukkan satu jam yang lalu.


Saat Even melihat di bagian CCTV ia menggeram dan mengepalkan tangannya dengan menggerutukkan giginya.


“Kurang ajar! Siapa dia! Berani-beraninya dia menculik kekasihku!" teriak Even dengan sangat kencang hingga ototnya sangat kentara. Petugasnya hingga ketakutan dan menunduk.


“Bagaimana ini Pak, hotel ini apa-apaan sih! Ini hotel mahal kenapa gak becus sekali dalam keamanan hah!" bentak Even karena sangat sebal. Lalu ia pergi dengan darah yang mendidih dan menendang semua barang yang ada di ruangan CCTV itu. Membuat petugas itu hanya diam membisu karena memang mereka lalai tak kuasa menghadang kedua orang kekar itu yang kuat dan bela dirinya tinggi.


Disaat Even mondar-mandir dan menuju ke kamar hotelnya untuk mengambil ponselnya dan berniat menghubungi anak buahnya ia menginjak benda kecil yang menyilaukan tergeletak di lantai. Ia lalu menunduk dan mengambil benda itu, setelah itu ia genggam dan ia perhatikan seksama.


Ia ratapi dan semakin frustasi karena ternyata yang ia temukan adalah cincin yang ia berikan kepada Fisha waktu di masjid Amirul Mukminin. Ia memeluk cincinnya erat-erat dengan mata yang sayu menahan air matanya. Dengan cepat Even lalu menelepon Jonatan dengan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Fisha.


“Jon, segera kerahkan semuanya untuk mencari Fisha cepat!" perintah Even dengan nada yang sangat khawatir saat Jonatan sudah mengangkat teleponnya.


“Baik, Bos posisi ada di mana?" tanya Jonatan karena Even tak pernah berpamitan sebelumnya.


“Eh aku berada di Makassar Jon, cepat ya kamu beli tiket sendiri aku gak mau tau harus cepat! Habis ini aku transfer uangnya buat pesan tiketnya," ucap Even dengan sangat cepat.


“Baiklah Bos! Lagian aku saat ini juga ada di Makassar Bos, gak perlu repot untuk pesawatnya." Even yang mendengar itu ia terkejut dan tak percaya.


“Hey bagaimana bisa? Kau membuntutiku?" Jonatan hanya terkekeh. Lalu Even yang masih kebingungan ia langsung mematikan teleponnya cepat lalu mengirim share lokasi ke Jonatan. Setelah itu ia mencari keberadaan Fisha dengan melacak dari mapnya, kebetulan waktu itu Even iseng pas belajar bersama ia menempelkan alat untuk mengetahui keberadaan ke manapun Fisha berada yang menghubungkan ke mapnya. Ia menghela nafas lega karena alat itu berguna dengan baik.

__ADS_1


“Maafkan Maz Sayang, maaf! Lain kali Maz gak akan lalai, tunggu Maz datang, jangan takut ya, untung aku memasang alat itu, coba ndak apa yang akan terjadi, hampir saja aku melupakan itu karena frustasi," celoteh Even sambil memandangi background yang disetel wajah Fisha saat makan di restoran steak kemarin.


Even mencium pelan ponselnya lalu bergegas pergi. Ia mengambil senapan api yang ada di dalam kamarnya dan memasukkannya ke dalam saku celananya untuk berjaga-jaga.


Ia mengemudi dengan kencangnya sambil memandangi map yang semakin lama semakin jauh keberadaan Fisha.


“Eh ... jauh sekali ia membawa Fisha, kurang ajar! Ada di mana ini aku tidak tau daerah sini sama sekali." Saat Even bingung melihat lokasinya Jonatan mengechat Even bahwa Jonatan sudah menemukan keberadaan Fisha. Jonatan mengepung gudang itu tapi sialnya mereka yang tau Jonatan datang mereka melarikan diri dengan membawa Fisha.


“Bos Fisha sudah dibawa kabur lagi!" ucap Jonatan saat Even sudah mengangkat teleponnya.


“Iya aku tau semakin jauh, apa kamu mau ikut aku? Cepat ya aku tunggu di jalan, aku kirim lokasinya." Even lalu mengirim ke Jonatan dengan terburu-buru dan menunggu Jonatan.


Beberapa menit kemudian Jonatan hadir beserta anak buahnya. Mereka lalu berangkat bersama, takut Even kenapa-kenapa kalau mengemudikan mobilnya karena ia yang kacau itu.


------


“A-aku masih hidup kan? Di mana ini? Eh i-ini rel kereta api? Ngapain aku ada di sini? Apa aku pingsan lama sekali? Aku tak ingat apapun mereka sepertinya membiusku saat di jalan. Sebenarnya mau apa mereka? Apa mau membunuhku?" ucap Fisha dengan nada yang bergetar. Lalu ia menangis dengan sendirinya dan membasahi pipinya dengan menderas. Di kawasan itu sepi tak siapapun ada yang tau keberadaannya.


Lalu ada seseorang berjalan ke arahnya. Fisha yang ketakutan ia pun menutup matanya dengan cepat berpura-pura untuk tidur, namun seseorang itu yang sudah tau Fisha berpura-pura ia dengan lembut mengusap pipi Fisha. Fisha yang merasakan itu ia memberontak dengan memalingkan wajahnya membuat seseorang itu geram.


“Fishaaaa!" panggil dia dengan lembut. Fisha yang sepertinya mengenalnya ia yang sedari tadi memejamkan matanya ia lalu membuka matanya dengan cepat. Ia membelalakkan matanya saat melihat muka seseorang itu.


Ka-kamu! Kenapa kamu melakukan ini dan begitu teganya? Apa kamu membalasku? Aaaa aku ingin berteriak dan mengumpatinya namun lakban sialan ini menghalangiku, aku harus apa Tuhaaaan. Batin Fisha bergemuruh dengan sedihnya.


“Ada apa Honey? Kamu mau mengumpatiku? Oke aku buka lakbannya ya agar aku bisa mendengar suara indahmu itu," lanjut cowok itu yang tak lain adalah Asult. Ia dia mencintai Fisha hingga sangat gila. Ia lalu membuka lakban Fisha. Lalu Fisha berteriak sejadi-jadinya meminta tolong namun nihil. Asult malah tertawa terbahak-bahak melihat Fisha menurutnya imut itu.


“Sssst, percuma Sayang di sini sangat sepi, kamu tau? Kereta akan hadir 10 menit lagi, kamu mau ikut aku dan menikah denganku atau di sini saja? Dan layaknya seperti bunuh diri?" tawar Asult memberikan pilihan. Fisha yang sedari tadi geram ia lalu meludahi mukanya yang berada di depan wajah Fisha sedari tadi.

__ADS_1


“Fishaaaa, sepertinya kamu semakin nakal ya Sayang, oke aku hitung hingga 3, 1 ... 2 ..." Belum selesai Asult berucap Fisha menyelanya.


“Kau benar-benar gila! Ayolah Asult sadarlah! Wanita masih banyak bukan aku saja ya, lepaskan aku!" rengek Fisha dengan nada yang sangat ketakutan.


“Tidak! Cintaku hanya untukmu selamanya, kamu mati karena terlindas kereta aku juga akan bunuh diri menyusulmu," balas Asult dengan entengnya.


“Kau benar-benar gilaaaa!" teriak Fisha dengan kencangnya.


“Jadi? Kamu memilih yang mana?" tanya Asult lagi dengan memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


“Ya sudah aku memilih mati dari pada ikut bersamamu yang gila itu!" Fisha mengambil keputusan sambil menahan sesak di dadanya.


“Ok kalau begitu, aku tinggal kamu di sini, bye aku pergi dulu ya! Aku tak tega bila menyaksikan kau mati hahaha," pamit Asult dengan melambaikan tangannya, sedangkan Fisha hanya memejamkan matanya di rasa masih pening karena efek biusan.


Maz Even kalau kita tak berjodoh di dunia mungkin di akhirat, berbahagialah dan carilah wanita lainnya, selamat tinggal! Batin Fisha.


Dalam hitungan menit Fisha mendengar suara kereta dengan kencangnya semakin lama semakin dekat. Ia lalu berteriak dengan kencangnya.


“Aaaaaa, tidaaaak!"


---------


Note :


Kalian tau? Kenapa Maz pakai Z? Pada heran kan? Kenapa gak pakai S. Itu karena panggilan sayang bukan mas pada umumnya, dan juga keren pakai Z biar lebih manja dan menggemaskan memekikkan telinga haha itu menurut Otor, jangan salah itu lebih sweet dan lebih hot wkwk.


Jangan lupa like-nya terimakasih. ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2