
Sampai kampus Fisha tersenyum saat melihat Even di luar seperti sedang menunggunya.
“Ada apa Maz? Apa menungguku?" tanya Fisha dengan senyumannya.
“Tepat sekali, kamu tau aja! Mana makanannya aku laper!" Even menadahkan tangannya bersiap untuk menerima rantangnya.
“Eh ... belum makan? Aku gak bawa makanannya Maz, maafkan kelupaan!" goda Fisha dengan memelaskan wajahnya berpura-pura bingung.
“Udah jangan bohongi Maz, itu apa bawa rantang segala, pasti itu kan buat aku?" Even meraih rantang itu dengan gemasnya membuat Fisha terkekeh.
“Kamu ini pemaksa sekali, ini isinya bukan makanan tau ... tapi bom," canda Fisha terus menerus.
“Gak apa-apa biar aku makan saja, gak akan mati asalkan bom cintamu," balas Even dengan tersenyum lalu berjalan ke arah ruangannya dengan menggandeng Fisha dan satunya lagi membawa rantangnya.
“Heleh gombal, oh ya ... apa gak telat? Ini sudah jam 9 Maz, kok malah ke kantor kamu?" protes Fisha sambil menunjukkan jam tangannya ke arah Even.
“Gak apa-apa, terserah aku dong ... sekali-kali, kalau lapar juga kan gawat gak bisa mikir ngajarnya kalau perut kosong," balas Even dengan entengnya, membuat Fisha geleng-geleng kepala dibuatnya.
“Ya, ya, ya, kamu rajanya dah ...." Membuat Even ketawa. Ia lalu duduk dan menikmati makanannya bersama Fisha yang menemaninya.
“Emmm enak sekali, juaraaaa, koki pun lewat!" puji Even dengan menajamkan matanya karena merasakan makanannya sambil mengangkat jari jempolnya.
“Maz, alay deh ... cuma gitu doang ihhhh," malu Fisha membuat wajahnya merah merona. Fisha pun menutupi wajahnya yang malu-malu itu.
“Udah gak usah malu, kayak sama siapa aja, emang enak kok mau gimana lagi hehe, terimakasih Sayang," puji Even lagi. Fisha mengangguk dengan cepat. Saat dirasa sudah selesai makan. Mereka lalu menuju kelas dan Even memulai mata kuliahnya dengan penjelasan panjang lebar.
Sesekali Even berdehem dan melirik Fisha, namun Fisha yang tau itu ia hanya berpura-pura tak melihatnya, membuat Even menahan tawanya karena ulah kesayangannya itu.
“Fish, itu Pak Even melihatmu terus dari tadi," bisik Adrina di telinga Fisha.
“Sudah biarkan saja, itu matanya agak eror dia, gak memandang aku itu tapi mandang semuanya," kelit Fisha balik berbisik disertai senyumannya, membuat Adrina mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
“Orang lihat kamu beneran kok, kamu ini!" Fisha tak merespon Adrina, ia malah menaruh jari telunjuk di bibirnya tanda diam.
“Anak-anak ada pengumuman nie ..." ucap Even dengan seriusnya sambil mengusap-usap tangannya
Pasti pengumuman libur besok deh, aku sudah tau keles haha. Batin Fisha sesekali melirik ke arah Even dan lainnya.
“Besok libur ya ... saya mau ke Makassar, 3 hari kuliahnya libur karena seluruh dosen ada acara di sana," jelas Even dan semua yang mendengarnya bersorak ria. Lalu Even bertepuk tangan menghentikan mereka agar diam. Saat sudah diam ia pun menyelesaikan mata kuliahnya.
Kuliah pun selesai, semuanya pun pergi meninggalkan kelas masing-masing. Yang tersisa hanya beberapa orang saja. Even mendekat lalu duduk di samping Fisha.
“Hey ... Sayang, apa gak mau pulang dan bersiap-siap?" tanya Even dengan menopang dagu di kedua tangannya.
“Ciye, ciyeee Sayang ... aku jadi obat nyamuk nie, ya sudah aku pergi dulu ya Fisha ... Bye!" pamit Adrina dengan melambaikan tangannya.
“Hey Adrina mau ke mana? Di sini saja!" teriak Fisha namun tak direspon Adrina yang sudah terlanjur pergi menjauh dari Fisha. Fisha mendengus kesal disertai bibir yang manyun.
“Sudah biarkan saja! Ayo kita pulang! Kamu harus istirahat yang cukup, besok berangkat jam 8 ya," seru Even sambil meraih tangan Fisha dan mereka pun lalu melangkahkan kakinya disertai tangan yang diayun-ayun dengan bahagianya.
------
“Eh ... bagaimana ini gak muat haha, konyol sekali seperti aku pindah rumah saja bawaanku banyak sekali," keluh Fisha, ia mencari akal bagaimana semua itu bisa muat. Lalu Fisha menata kembali dan mengeluarkan semua isinya dan meninggalkan varian isi yang tak penting.
Saat ia sibuk menata kembali handphone-nya berbunyi. Ia melirik siapa yang meneleponnya ternyata maz kesayangannya, siapa lagi kalau bukan Even.
“Halo assalamu'alaikum Maz ... ada apa lagi haha, baru beberapa jam gak ketemu masak sudah kangen saja sama aku?" canda Fisha dengan nada yang manja saat sudah terhubung dengan teleponnya.
“Haha tau aja, apa ada yang bisa Maz bantu?" Fisha yang mendengar itu ia tersenyum senang.
“Eh hehe iya Maz ada, ternyata kamu tau barang-barangku gak muat lho ..." balas Fisha dengan suara mendayu-dayu.
“Lho katanya gak bawa apa-apa? Kok gak muat, emang isinya apa aja haha, jangan seluruh kos dibawa," canda Even dengan tawanya.
__ADS_1
“Ihh ya enggaklah Maz, kalau gak mau ya sudah aku kurangin saja deh."
“Eh ngambek nie ... emang yang kurang apaan Sayang?" tanya Even lagi.
“I-itu snack yang gak muat hehe."
“Ealah, gak usah kalau snack ditinggal saja di kos nanti dimakan kalau sudah di kos lagi saja, aku kira penting, nanti masalah snack gampang kalau laper tinggal bilang, aku beliin se isi toko kalau perlu," canda Even terus menerus.
“Ya deh iya horang kaya mah oke dah hmmm, ya sudah kalau gitu snack aku kurangin saja ya Maz, ya sudah tutup sana teleponnya, aku mau beres-beres lagi!" perintah Fisha ingin menyudahi teleponnya.
“Apa aku harus ke sana? Dan aku bantuin?" tawar Even tak kunjung menyudahi teleponnya.
“Ke mana? Kosku? Enggak, enggak sudah malam, aneh-aneh saja, bye."
“Wa'a ..." tut, tut, tut ... Even tak meneruskan kata-katanya karena Fisha memutuskannya dengan terburu-buru.
“Wa'alaikumsalam dasar Fisha, ihhh gemes terus, aku jadi selalu merindukannya, sabar bentar lagi semoga hehe," ucap Even sambil mondar-mandir di dalam kamarnya.
Ia lalu mempersiapkan kejutan juga untuk besok, ia bertanya-tanya dalam hatinya dan memikirkannya. Ia melihat-lihat barang yang ada di atas meja lalu ia meraihnya dan memeganginnya.
“Apa Fisha akan suka? Semoga saja suka, kalau tidak bisa-bisa aku malu, aku hanya bisa memberinya kejutan kecil saja, insyaAllah aku akan berusaha membahagiakanmu Sayang, tunggu aku dalam mihrab cintaku menjadi ikatan yang suci nanti," ujar Even dengan bangganya sambil menaruh barang itu di dadanya, tersenyum dan membayangkan Fisha ada di dekatnya.
Fisha dan Even yang keletihan di perbedaan tempat. Mereka pun berbaring sambil tersenyum sendiri dan dalam sekejap mereka pun tertidur pulas.
----
Note :
Halo, halo? Apa ada yang merindukan Otor? Pasti gak ada ya, gak apa-apa hehe Gr sekali Otor kalau ada yang nyariin.
Otor berniat menyapa saja, maaf ya kemarin sibuk ada acara juga jadi baru sempat up, semoga secepatnya bisa tamat ya cerita ini, gemes banget Otor ingin segera menyempurnakannya.
__ADS_1
Bagi Otor sangat bangga meskipun hanya recehan tapi karya sendiri, meskipun menurut kalian jelek gak apa-apa, seenggaknya masih ada yang baca.
Jangan lupa like-nya ya terimakasih readers yang baik hati ❤