
Hari yang ditunggu datang. Even dengan semangatnya menjinjing kopernya dan menariknya dari dalam kamarnya menuju luar untuk berangkat ke Makassar, senyumannya sedari semalam mengembang tiada henti. Lalu ia dengan wajah sumringahnya berniat menelepon gadis kesayangannya itu sambil duduk di atas kursi di teras apartemennya.
Even meraih handphone-nya yang ada di bag kecilnya lalu menekan nomor Fisha dengan cepat sambil berdehem sebentar mengetes suaranya.
“Halo Sayangku?" sapa Even saat telepon sudah terhubung.
“Wa'alaikum, ya Maz." Even terkekeh karena ia melupakan salamnya dan menepuk jidatnya.
“Saking semangatnya sampai aku melupakan salam," ujar Even dengan cengengesan.
“Sudah biasa haha, lagian semangat amat sih ... emang ada apa di Makassar? Aku jadi curiga jangan-jangan ...." Even yang penasaran langsung menyahutinya.
“Jangan-jangan apa? Jangan suudzon dosa!" perintah Even dengan tegasnya.
“Jangan-jangan ada pacaranya ya di sana, kalau begitu kenapa ajak aku, nanti aku dijadikan baygon di sana," ucap Fisha dengan nada lirihnya karena ia sudah sedikit mengeluarkan asapnya.
“Idih ada yang terbakar kayaknya, gak ada Sayang, hanya kamu seorang, lagian di sini aku sudah dapat bidadari terbaik ngapain cari lagi," ungkap Even dengan seriusnya.
“Dasar gombal! Tukang merayu! Aku matiin nie ya, aku matiin!" ancam Fisha dengan gemasnya.
“Haha fakta Sayang, gombal gimana! Oh ya apa sudah siap? Mau Maz jemput?" tawar Even dengan cepat.
“Gak usah! Maz berangkat dulu gih kan apartemennya agak jauh dari kampus, kumpul di kampus kan? Kalau aku sih deket cuma 5 menit," ucap Fisha beralasan dengan menolak Even agar tak membebaninya.
“Yakin? Apa kamu tak merindukanku?
“Iya yakin sangat yakin! Udah sana Maz nanti telat," perintah Fisha lalu menutup teleponnya dengan cepat.
“Hmmm kebiasaan selalu menutup tanpa berpamitan haha dasar!" Even lalu dengan cepat beralih ke arah mobilnya dan menuju kampus.
Begitu pula Fisha ia berjalan sambil menarik kopernya, tak lupa ia berselfie dulu dan berpamitan di grup master percabaian berlevel dengan pamernya.
__ADS_1
Fotonya bertuliskan, pergi dulu ya gaes bersama maz Even. Liburan dulu da da 😂
Semua yang ada di grup yang masih tidur mengabaikan pesan Fisha karena mereka masuk siang kuliahnya jadi masih mendengkur semua dengan ganasnya di kasur masing-masing.
Fisha sampai duluan dari pada Even. Ia menoleh kian ke mari mencari keberadaan Even yang tak kunjung datang itu.
“Maz Even mana ya kok lama sekali, apa gak jadi berangkat dan dia tertidur tadi sehabis televonan haha hmmm," celoteh Fisha sendiri dengan tawanya. Ia berbalik dan terkejut saat Even berada di belakangnya dan menggedornya.
“Astaga ... mengagetkanku saja, aku kira Maz ketiduran haha." Fisha mengelus-elus dadanya sambil mengejek sedikit dan menatap Even penuh dibumbui dengan tawa renyahnya.
“Enak saja gak mungkin lah! Itu semua dosen sudah pada masuk bus menuju ke bandara, apa kita naik mobil saja berdua biar so sweet?" tawar Even disertai menaik turunkan alisnya.
“Enggak usah! Jangan mesum! Ikuti prosedur yang ada saja! Ayo naik!" Fisha berjalan dan menarik Even dengan tangan kirinya yang tangan kanannyar menarik kopernya. Even hanya pasrah dan membuntuti Fisha di belakang.
Saat sudah memasuki bus. Fisha yang bersebelahan dengan Even itu sesekali menguap.
“Apa kamu mengantuk Sayang?" tanya Even dengan lirihnya.
-------
Sampailah mereka di bandara Abdul Rahman yang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit itu. Mereka emang naik bus dikarenakan rombongan jadi begitulah prosedurnya.
Fisha lalu berjalan keluar bersama Even dan para dosen dengan menarik kopernya yang bergantian bersama Even untuk menuju pesawat yang akan mereka tumpangi, karena waktunya yang mepet berangkatnya itu membuat mereka enak tak perlu menunggu lama langsung lepas landas.
Saat di dalam pesawat Fisha yang dari tadi menguap itu langsung dengan secepat kilat memejamkan matanya. Even tersenyum saat melihatnya, ia menatap Fisha dengan seksama dan sesekali ia mengusap bibir Fisha yang imut itu dengan ibu jarinya.
“Kamu imut sekali Sayang ... aku jadi gak sabar ingin memilikimu hmmm," gumam Even dengan lirih, namun Fisha yang sudah nyenyak itu hanya sesekali menggeliat karena ulah Even yang iseng memainkan bibir Fisha dengan jari-jarinya. Even yang sudah mulai bosan karena sendirian akhirnya mendengarkan musim dan tertidur sendiri.
Satu jam kemudian Fisha mengerjapkan matanya dan terbangun. Ia menengok ke arah Even dan tersenyum melihat Even tertidur dengan tenangnya. Lalu Fisha meraih kepala Even dan menaruhnya di pundaknya.
“Begini lebih baik agar Maz tak jatuh, uhh kalau kamu tidur tampan juga, ehhh sampainya kapan ini aku sudah gak sabar biar bisa tidur berselonjoran," ucap Fisha dengan sendirinya. Even yang mendengarnya ia tersenyum dan semakin menekan pundak Fisha dan mengelus-elus dengan kepalanya mencari yang ternyaman.
__ADS_1
“Eh apa gak nyaman ya kok banyak tngkahnya dasar," lanjut Fisha dengan menengok Even sambil tersenyum secerah mentari.
Fisha menengok ke arah jendela pesawat dan membelalakkan matanya karena terkejut akan keindahan ciptaan-Nya. “Wow cantik sekali, masya Allah hmmm, aku lebay banget jelas, mana pernah aku naik pesawat, kan aku bukan orang kaya hehe." Even yang mendengarnya ia tersenyum karena Fisha sangat lucu menurutnya.
Hmm maz janji akan membahagiakanmu Sayang, kamu bahkan nanti bisa naik jet atau naik kapal selam atau apapu itu, pokok kamu mau minta apapun akan aku kabulkan, jangankan pesawat mau ke bulan sekalipun oke. Batin Even sambil tersenyum tipis. Ia berpura-pura tidur sedari tadi saat mendengar Fisha berceloteh.
4 jam kemudian mereka sudah sampai di bandara sultan hasanuddin Makassar. Membutuhkan waktu sekitar 5 jam dalam perjalanan. Fisha meregangkan otot-otot saat ingin menuruni pesawat dan menuju hotel di sana.
Saat sudah berada di hotel Fisha duduk di ruang tunggu menunggu Even yang sedang sibuk mengobrol dengan resepsionis yang membicarakan tentang kamar. Saat ia sedang memainkan 'handphone-nya' ia ketawa saat melihat chat di grup master percabaian berlavel membalas dengan ramai sekali.
Dalam chatnya kebanyakan bertuliskan jangan lupa ole-olenya, pulang jangan lupa bawa adek yang lucu. Membuat Fisha tertawa terbahak-bahak dan menggelengkan kepalanya.
“Ada-ada saja mereka, emangnya aku mau bulan madu apa, kurang ajar! Awas sampai nanti akan aku jitak kepala mereka," ujar Fisha dengan mengepalkan tangannya dan menjitak tangannya memperagakan seperti menjitak temannya. Even yang melihatnya lalu menghampirinya dan duduk di sampingnya.
“Kenapa heboh sekali, emang ada apa?" tanya Even sambil mengernyitkan dahinya. Fisha hanya menunjukkan 'handphone-nya'. Even melihatnya sekilas dan ikut membacanya ia tersenyum.
“Ayo sudah selesai kamu bisa istirahat! Kita sudah memesankan jauh hari, tapi aku ingin kamu ternyaman di sini." Even berdiri dan menggandeng tangan Fisha. Semua dosen yang melihatnya mereka berdehem dan Fisha merasa tersipu malu dengan menundukkan kepalanya.
Ia berjalan terus menerus bersama Even dan tak sengaja menabrak seseorang yang mereka kenalinya.
“Kamu? Ngapain ada di sini!"
------
Note :
Siapa? 😂 tebak saja sendiri haha.
Bye bye semoga Otor bisa punya banyak waktu ya untuk menulis hehe. Salam manis dari Otor.
Jangan lupa like-nya terimakasih ❤🙏
__ADS_1