Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
OSPEK


__ADS_3

Pagi pun datang, mereka pun bersiap-siap untuk berangkat ke Malang, mereka akhirnya memutuskan untuk berangkat pagi agar persiapannya leluasa untuk beres-beres dan persiapan OSPEK besok, mereka juga berangkat sendiri-sendiri dengan mobilnya, karena mobilnya dirasa gak muat kalau harus berangkat bersama geng percabaian berlevel bersama sekeluarganya.


Kakek neneknya Fisha pun ikut serta karena ingin tau bagaimana cucunya tinggal nanti di Malang, beliau juga pengen merasakan sejuknya udara di sana.


Ayah Johan pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia menyewa mobil milik saudaranya, karena ayah belum punya mobil, ayah pernah kerja sebagai supir, itu maka-nya beliau bisa mengendarai mobilnya.


3 jam kemudian Fisha dan keluarganya pun tiba, mereka lalu mencari kos yang terdekat dengan kampus dan nyaman, cukup lama Fisha berkeliling mencari kos, akhirnya sekitar setengah jam Fisha pun mendapatkan kos yang lumayan sederhana, harganya pun ramah dan tak menguras kantong, semua pun mengangguk dan mengiyakannya, yang penting terbaik untuk Fisha.


Setelah itu Fisha pun beberes dibantu ibu biar cepet, mereka pun akhirnya jalan-jalan sedikit, lalu pulang dengan memberi pesan kepada Fisha untuk hati-hati dan mereka juga memberikan penceramahan yang bermacam-macam.


“Ibu pamit dulu ya Nak, jaga diri ya, kalau kesepian telvon Sesil dan Sasa, mereka juga sama kan di Malang?” Fisha pun tersenyum dan mengangguk mengiyakannya, lalu ia mencium kedua pipi ibu, ibu membalasnya dengan mencium seluruh pipi Fisha.


“Euh so sweetnya, kayak gak akan pulang saja segitunya Ibu sama Kakak ...,” ledek Farsi, mereka semua pun tertawa.


“Iya Nak, jaga diri baik-baik yaaa, kalau ada apa-apa langsung telvon,” sahut Ayah, nenek dan kakek pun mendekat dan mencium seluruh wajah Fisha, Ayah pun sama, sedangkan Farsi dia memeluk kakaknya itu.


“Bye Sayang ... assalamu'alaikum,” mereka pun serempak melambaikan tangan, Fisha pun mengantar mereka ke jalanan dengan nanar.


Aku sedih sekali ditinggal pulang, rasanya sepi karena belum punya temen, sudah Fisha kamu jangan cengeng masuk dan berkenalan pada temen-temen kosmu, nanti seiring berjalannya waktu temen kamu pasti akan banyak. Batin Fisha.


Fisha pun masuk dan bertemu orang-orang di dalam kos, ia pun lalu berkenalan dengan banyak orang, ia pun mendapatkan teman baru dan saling canda, akhirnya dia pun mengantuk dan memutuskan untuk kembali ke kamar, ia sejenak melamun dan tertidur dalam mimpinya yang indah.


---------


pagi pun tiba, mereka pun sudah berada di kos Malang dengan tempat yang berbeda-beda dan kampus yang berbeda-beda. Awan yang berada di Jogja ia pun bersiap-siap mau ke kampus untuk melaksanakan OSPEK, namun dia tak mengekos karena rumahnya agak dekat dengan kampusnya.


Fisha pun bersiap-siap untuk melaksanakan OSPEK, ia mempersiapkan semuanya, seragamnya pun hitam putih karena peraturannya seperti itu, ia dengan lincah memakai kerudungnya dengan rapi.


Siap-siap nie jelasnya nanti dikerjain sama kakak tingkat sampai capek, biasanya ospek kan seperti itu kata orang yang aku denger, euuuh nyebelin, semoga cepat berakhir. Batin Fisha

__ADS_1


Lalu Fisha pun berjalan ke arah kampus dengan kemantapan di hatinya pukul 06.30, ia menjalani kehidupan yang baru, semuanya serba lembaran baru, dia sekampus hanya bersama Ares saja. OSPEK dimulai pukul 07.00, Ares di jalan menuju kampus melihat Fisha pun ia berteriak dan menyapa.


“Hai Fish, gimana kamu sudah siap?” Ares tersenyum ke arah Fisha, Fisha membalas senyuman Ares sambil mengangguk.


“Iya siap gak siap harus siap dikerjain sampai mati oleh kakak tingkat yang gak jelas biasanya haha, semoga lancar dan segera selesai OSPEK-nya, lalu masuk kuliah tuh, kan seru hehe,” jelas Fisha, Ares pun ketawa.


Bel berbunyi menunjukkan OSPEK dimulai, mereka pun saling berbaris lalu dikumpulkan menjadi beberapa kelompok, dan kebetulan Fisha satu kelompok bersama Ares, ia merasa bersyukur karena masih ada sahabat yang di sampingnya. Setidaknya dia tak kesepian karena belum mengenal satu teman pun sekelompoknya, yang ia kenal hanya satu kos, tapi mereka berbeda kelompok.


“Ya ayo sekarang dimulai menyanyinya, yang salah mengucap ejaan menyanyi diganti dengan E maju ke depan!” perintah Kakak tingkat sambil tepuk tangan.


Idih apa-apaan ini gak jelas menjengkelkan, kayak anak-anak saja haha, tapi semua menurut dengan patuh bagaikan anak kecil yang gak kebagian permen haha, sabar aja dech. Batin Fisha.


Semuanya menyanyi ....


Belenke ede leme repe repe wernenya, heje keneng kelebe, mereh mede den bere, meletus ....


“Eh kampret! Aku terpeleset lidahku salah, bisa-bisa aku dihukum ini, bagaimana ini, semoga mereka gak mendengarku” Ares yang mendengar Fisha berbicara lirih dan mendengar Fisha berucap salah ejaan, ia menatap Fisha dan menggelengkan kepala serta menaruh telunjuk di bibirnya agar diam dan tidak gugup. Tapi alam tak berpihak kepada Fisha, ia ketahuan kepada Kakak tingkatnya karena udah keburu suara Fisha dicuri dengar oleh mereka.


“Siapa? Apa aku?” tunjuk Fisha ke dirinya sendiri.


“Tapi kenapa? Aku gak salah, aku bener kok.” Fisha mengelak, kakak tingkat yang mendengarnya geram dan menggelengkan kepalanya.


“Udah cepat maju! Mau aku gendong? Dan aku lemparkan ke kandang buaya?” tawarnya.


“Iya, iya banyak yang salah juga, bukan aku saja gak usah ngotot bang, woles aja keles, galak amat kayak macan,” ucap Fisha dengan mengejek, yang lain yang mendengarnya pun ketawa, sedangkan Ares geleng-geleng kepala dibuatnya.


Fisha ini! Kenapa dia tak bisa diam, malah membantah, gak bisa apa patuh sedikit saja, sabar sedikit saja! Aduh bagaimana ini aku tak bisa melindungi Fisha untuk Awan, maaf Awan! Kesayanganmu ini sungguh berani, apa Sesil dan Sasa juga begitu ya di kampusnya masing-masing, hais semua sahabatku cewek itu adalah macan betina, mulutnya sangat mematikan, coba apa kakak tingkat ini menang atau kalah nanti sama Fisha. Batin Ares.


“Apa?! Kamu mengejekku? Apa mau kamu aku tambah hukumannya?” tersenyum tipis, karena baru kali ini ada cewek yang begitu berani membantahnya dalam OSPEK.

__ADS_1


“Coba saja! Sini kalau kau berani macam-macam!” tantang Fisha dengan memasang kuda-kudanya dan siap menghantam dan menatap tajam.


Gila ya cewek ini benar-benar unik, dan sangat manis, cantik pula. Aku harus mencoba mendapatkannya. Batin kakak tingkat itu.


“Iya, iya sudah kamu kembali sana! Gak jadi ada hukuman, kalian juga kembali! Kita mulai perkenalannya saja. Mulai dari kamu yang berani membantah tadi namanya siapa?” lontar kakak tingkat itu menyerah dengan ulah Fisha.


“Mau tau? Yakin? Namaku bagus sekali, namaku adalah Fisha Aureliastra, sudah cukup? Nomer sepatuku 37,” jawab Fisha dengan sewotnya, kakak tingkat geleng-geleng kepala dibuatnya, ia merasa kualahan dengan gadis satu ini.


Sesi perkenalan selesai, waktunya ISHOMA (istirahat, sholat, makan). Fisha pun berjalan dan benyanyi ria lalu ia duduk di taman, dengan memakan snack, Ares pun mendekat dan menepuk bahu Fisha.


“Ehehe kenapa?” Fisha cengengesan sambil menikmati snacknya.


“Haha kamu begitu berani, dan dia bertekuk lutut terhadapmu,” Fisha pun ketawa dan mengajak Ares sholat, mereka pun saling berlainan arah untuk sholatnya, banyak mahasiswi yang berlarian sana sini.


Fisha pun tertabrak dan terjatuh lalu ditangkap oleh kakak tingkat itu, mereka pun saling memandang lama ... hingga dadanya cowok itu bergemuruh dengan kencang.


Kenapa ini?


-----------


Note :


Di lanjut nanti insyaAllah, yang kenceng ya dukungannya, panjang kan eps hari ini?


Author bertapa lagi dulu ... semakin ke belakang semakin seru lho ... dilanjut terus biar gak ngegantung ... 😂, tenang selalu up kok, doakan gak ada kesibukan yang terlalu.😅


Da ... da ...


Kiss jauh dariku ... 😘

__ADS_1


Like, vote dan komen.


Like jangan pelit-pelit dosa! Gak baik Allah marah, pelit amat like-nya, tak sayang author kah kalian?😭😎


__ADS_2