Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Pulang


__ADS_3

Beberapa jam kemudian.


Fisha pun terbangun dari tidurnya, dia mengucek-ucek matanya yang masih buram. Dia pun memandang ke semua orang, lalu dia melambai ke Ibu dengan tatapan sayu karna masih mengumpulkan seluruh nyawanya. Ibu pun mendekat dengan tersenyum cerah.


“Kenapa putriku Sayang? Apa ada yang sakit? Yang mana, bilang Ibu,” tanya Ibu dengan khawatir. Awan yang mendengar pertanyaan ibu juga ikut khawatir lalu bersiap mendengar jawaban Fisha dengan seksama.


“Hmmm ndak Bu, hanya saja aku pengen pulang Bu, udah gak betah di sini,” ucap Fisha dengan wajah memelas, lalu memandang ke ayah. Dan ayah menghampirinya seraya mengelus puncak kepala Fisha dengan penuh kasih dan kerinduan.


“Ada apa Sayangku, putri Ayah?” tanya Ayah dengan suara dibuat manja.


“Yah, pulang yuk Yah,” ucap Fisha, tangannya bergelayut manja dibahu ayahnya, membuat ayah dan yang lainnya tersenyum dan heran dengan kemanjaanya, mereka mengheningkan cipta pura-pura tak menanggapi ucapan Fisha.


Semoga Ayah tertipu oleh rayuan maut dan akal bulusku, haha sungguh aku sangat bosan di sini di mana-mana baunya obat dan obat, aku sudah gak tahan lagi, gak pernah ada bau pizza apa steak kek, hmmm ngomong-ngomong tentang pizza dan steak aku jadi pengen, hmmm pasti enak sekali. Batin Fisha, lalu dia menelan salivanya membayangkan semua sesajen itu, iya sesajen untuk perutnya, bahasa percabaian mereka.


Awan pun melirik dan melihat Fisha melamun dan menelan salivanya berkali-kali, dia tersenyum dan berusaha dengan usil menggodanya dengan gemas.


“Ihh kamu bayangin apa hayoo, kan Ikan, itu air liurmu menetes tuh, kamu tuh jorok sekali hih hahaha, cantik-cantik jorok weeek,” ucap Awan pura-pura bergidik ngeri dan jijik. Semuanya pun tertawa terbahak-bahak, sedangkan Fisha mengelap bibirnya dan tersipu malu lalu menutup mukanya dengan kedua tangannya.


“Udah gak ada ilerannya, kamu dibohongi mega mendung tau... Wkwk, bodohnya ihh Fish haha.” Sesil menimpali dengan ketawa dibuat-buat. Fisha yang tau kalau digoda dia langsung menatap tajam ke Awan, sedangkan Awan yang ditatap dia pura-pura takut dengan menggetarkan bahunnya lalu tersenyum.


Hih asem dia, suka menggodaku, apa aku terlalu menarik untuk digoda, apa aku terlalu manis, ahh percaya diri sekali aku. Batin Fisha.


Fisha melirik ke ibu dan ayahnya penasaran jawabannya tadi. Namun ayah dan ibu pura-pura tak memperhatikannya dengan sangat cuek, padahal mereka emang berniat membawa Fisha pulang dan dirawat jalan saja.


“Yah, Bu, gimana ya, ya, ya Fisha mohon ya, katanya apapun yang Fisha minta dikabulkan?” ulang Fisha dengan merengek dan mengedipkan matanya dan mengatupkan tangannya menggoyangkan ke kanan dan ke kiri membuat dia semakin manis, Awan yang melihatnya pun tersihir oleh pesonanya.

__ADS_1


Aduh jantungku, padahal dia sakit gak make up dan natural aja cantiknya ampun dech gemesin, apalagi make up uhhh, dia adalah bidadari yang dikirim Allah untukku, aku sangat bersyukur, makasih ya Allah, aku mohon jangan hilangkan senyuman di wajahnya ya ya Allah, amin. Gumam lirih Awan, dia memegang dadanya yang berdegup kencang.


Fisha yang merasa dilihat Awan dia pun tersenyum dibuat semanis mungkin, membuat Awan salah tingkah.


“Kata siapa? Semua permintaan mbak akan dikabulkan?” Farsi menimpali dengan menjulurkan lidahnya. Dia yang sedari tadi diam hanya mendengarkan saja, sekarang ikut menggoda kakaknya itu.


“Kata-kata-Awan,” ucap Fisha, dia tersenyum malu dan menundukkan kepalanya membuat semua orang menahan tawanya. Fisha yang merasa gencar digoda dia langsung mengangkat kepalanya dan memanyunkan bibirnya.


“Dasar anak nakal.” Ibu memukul kepala Fisha pelan, membuat Fisha mengernyitkan dahinya.


“Ihh aku anak baik Bu, tanya Ayah, ya Yah aku anak baik kan? Semua sayang padaku.” Fisha dengan percaya diri sekali lalu memukul dadanya bangga.


“Enggak kamu nakal, tau kamu nakalnya apa?” Ayah balik bertanya kepada Fisha, Fisha menggelengkan kepalanya, “kamu nakal sekali, masak dimana-mana dan lagi apapun bahkan bawah alam sadar selalu manggil nama Awan, gak panggil ayah atau ibu dan lain-lain, mana katanya sayang ayah,” lanjut ayah dan beliau pura-pura memelas dan kecewa lalu memalingkan wajahnya, membuat Fisha merasa bersalah.


Hey tunggu, apa benar ya kata Ayah, aku selalu memanggil namanya di bawah alam sadarku, hmmm apa?! Beneran nie, malunya aku ya Allah, dia semakin gr jelasnya, tapi bukan salahku juga, mungkin lidahku terpeleset oleh dewi cinta yang lebay memanah lidahku hingga aku salah ucap, hey dewi cinta kenapa gak kau panah nama ayahku saja atau ibuku, ahhh... Aku malu sekali, ingin rasanya aku masuk ke dalam baskom sekarang karna malu, pintu doraemon, mana pintu, tolong aku! Batin Fisha.


“Kenapa wajah kakak sepertu itu?” tanya Farsi dengan menahan senyumnya.


“Bukan apa-apa.” Fisha lalu menengok ke Awan dia tersenyum malu. “Kamu kenapa senyum gak jelas, jangan GR, salahkan peri itu kenapa mempelesetkan lidahku, itu bukan aku yang panggil namamu, mungkin peri suka sama kamu, dasar peri genit,” sambungnya dengan masih menahan malunya.


“Udah akui saja kamu agak ingat kan memanggil namanya, kenapa kamu salah tingkah Sayangku, itu tidak buruk, semua orang tau kamu mencintainya termasuk Ibu Ayah, jangan takut,” ucap Sasa, dan lainnya pun ketawa terbahak-bahak, lalu Fisha mengalihkan bicaranya.


“Udah kalau gak ada yang mau pulang, aku pulang sendiri.” Fisha bangkit dari tidurnya dan berniat menurunkan kakinya, dia memegangi dadanya yang masih kadang nyeri. “Euhh,” lirihnya.


“Tuh kan masih sakit, jangan bandel dech, iya iya kita pulang sayangku putri kesayangan Ayah,” ucap ayah dengan mendekap Fisha. “Semuanya udah kita persiapkan, kamu rawat jalan saja,” sambungnya.

__ADS_1


“Kami hanya menggodamu tau Ikan, kamu tuh seru kalau di goda, ya kan haha,” ucap Alby lalu ketawa, semuannya pun tertawa dan membenarkannya.


“Ihh dasar kalian!” Manyun Fisha. “Asik horeee aku pulang,” lanjutnya dengan mengangkat kedua tangannya tanda senang.


“Udah jangan seperti itu Nak, kamu belum pulih betul,” ucap Ayah


“Aku akan ambil kursi rodanya.” Sahut Sesil.


”Aduh gak usah aku bukan tua renta.” Fisha berucap dengan sebal.


“Ayah yang menyuruhnya, udah kesepakatan kita semua, kalau kamu mau pulang harus nurut,” lanjutnya, Fisha melirik ke semuannya mereka menganggukkan kepala, membuat Fisha sebal lalu mereka ketawa.


Mereka sangat akrab jadi memanggilnya pun ayah ibu sama seperti Fisha, semuanya anak orang kaya, Fisha saja yang sederhana. Mereka sering ditinggal orang tuanya dan kesepian, berkat geng percabaian berlevel mereka bisa melupakan kesepiannya.


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing karna ayah ibu menyuruhnya agar mereka istirahat besok sekolah, lusa UN. Jadi harus extra bekerja keras, mereka pun mengiyakannya.


---------------


Note:


Kakak-kakak kesayangan ... jangan pelit like ya ... 😭🤔, nie lihat partku selalu panjang 1000 lebih terus kan kayak kereta ....


apa kalian tidak menyukaiku ya, hingga like saja enggan, maaf ya kakak-kakak kalau aku menyebalkan, semua orang pengen dihargai ... 😭, dukung terus aku ya, semoga Allah membalas kalian semua dengan keberkahan, amin


Kalau aku gak sibuk pasti sehari up 2x, kalau sibuk cuma sekali saja, terimakasih kakak-kakak kesayangan lopyupolepel .... ❤, beri⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2