
Malam pun tiba, sesudah sholat maghrib Fisha pun makan malam bersama dengan ibu dan adiknya, setelahnya dia mengerjakan soal-soal ulangan karena sebentar lagi UN, dia harus belajar bersungguh-sungguh agar nilainya bagus dan mendapatkan beasiswa, karena menurutnya lumayan bisa meringankan beban biaya orang tuanya.
Akhirnya belajar pun selesai, Fisha berbaring dan melihat jam ternyata sudah pukul 21.00, pantas saja dia menguap matanya, tak kuat menahan kantuk yang melanda.
“Ternyata belajarku lumayan lama ya, sampai aku gak tau waktu, hmmm aku sholat isya' dulu terus tidur!” huaaammm (suara menguap), dia membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, karena saking ngantuknya hingga menitikkan air mata.
lalu Fisha berdiri dan ke kamar mandi untuk menyelesaikan ritualnya dari sikat gigi, pakai sabun muka, dan mengambil air wudlu, setelah itu sholat, wirid sebentar dan bersiap untuk tidur.
***
Dia berdo'a sebelum tidur dan memejamkan matanya, 1 ... 2 ... 3 ... ciluuuuk baaaaaa ternyata pangeran kodok muncul dalam ingatannya menatapnya dengan mengedipkan matanya serta tersenyum manis di bibirnya.
Sehingga dia kembali membuka matanya dan melongo karena belum penuh kesadarannya, pikirannya kosong dan dia melamun serta memonyongkan bibirnya sambil menggerutu kesal ke ubun-ubun. Dia pun duduk dengan frustasi meremas rambutnya dan bergumam lirih!
“Aaaaahhhhh, ihhh kurang ajar! Dasar! Kenapa dia muncul tuh orang, apa salah dan dosaku ya Allah, hmmm, mau tidur kenapa susah amat sih,” menggerutu sambil menepuk-nepuk kasur dengan menggerutukkan giginya dan berteriak seperti orang gila.
Di luar pintu, tok, tok, tok .... “Nak sayang, kenapa? Ada apa berteriak?” panik ibu.
“Eh ... aduh ibu denger, mati aku, dikira gila jelasnya,” sambil mengusap wajahnya kasar dan menahan malu. Kreeek ... pintu terbuka, “Gak apa Bu, hanya sedikit mimpi buruk saja,” sambil mengintip di balik pintu.
“Oh yaudah met malem Nak!” sambil mencium keningku.
“malem juga Bu,” sambil ku mencium balik pipi ibu.
Dan kembali duduk di tepi kasur sambil melamun, bergumam-gumam dalam hati,
Aihhh, dia itu kenapa selalu menatapku, dan juga apa itu arti tatapannya, tatapannya aneh sekali dan itu matanya selalu kedip-kedip, emang lampu disko atau lampu yang wattnya udah agak konslet, ihhh dasar mesum.
Dia pun mengambil hp nya dan mulai pesan suara untuk beberapa kata karena memang dia polos, dan dia males mengetik sehingga pakai pesan suara saja. Yang dia lakukan adalah:
“Mbah google oh ... mbah google ... jawablah pertanyaanku.”
__ADS_1
Tring tidak dapat diketahui.
“Apa? Mbah google masak bodoh amat gak denger apa yang aku maksud, dan gak jawab tanyaku sih? Apa suaraku kurang kenceng? Frustasi aku ahhh ... ehhh ... aku yang bodoh masak bicara sama google, emang dia teman curhat yang tau hatiku.” Fisha pun ketawa karena kekonyolannya.
“Ok google pertanyaanku adalah tatapan dengan berkedip adalah ....”
Kring ... jawabannya google adalah dengan suara khas google, tatapan mata berkedip adalah tatapan mata merayu, genit, kadang berbohong karena untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
“Apa! Kampret, jadi tatapan aneh berkedip itu maksudnya merayu, lalu untuk apa merayuku, apa dia mesum, orang cabul, kok serem amat, masak ganteng mesum sih ihhh,” ujarnya bergidik ngeri dan menutup muka dengan bantalnya.
“Yaudah, oke google ayo tidur! Hmm zaman sekarang sudah semakin oke, hp pun bisa diajak adu mulut, tapi aku kutekup (kurang teknologi update), gara-gara gak boleh Ibu main hp sebelum kuliah, huh aduh, hmmm.” Fisha ketawa sampai keras lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, karena dengan bodohnya mengajak google bicara.
“Emmm oke, besok kalau dia menatap seperti itu lagi akan aku colok dengan pulpen, atau aku tendang dia, ihhh tapi kenapa kalau aku ditatap serasa salah tingkah, ada apa dengan jantungku,” sambil memegangi dadanya dan tidur dengan berselonjoran, menutup mukanya dengan selimut. Dia pun masuk ke alam mimpi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Fajar pun menyingsing, alarm suara ayam jago kencang, kukukuruyuuuk kak Fisha bangun ayo bangun kukuruyukkkk kuuuk kuuuuk begitu bunyinya sejak hari ini wkwk, biasanya alarm cuma bergetar saja, tapi sekarang diganti ini agar gak lambat bangunnya katanya.
Dia bangun dengan mengumpulkan nyawanya dan terduduk dengan mengerjapkan mata di tepi ranjang, setelahnya dia melaksanakan ritual seperti biasa bangun pagi sholat shubuh, bersih-bersih, lalu selesai makan, pamit dan berangkat sekolah bersama Sasa.
“Ihhh Sesil mana ya? Tumben lama? Apa gak masuk?” tanya Fisha dengan memainkan pulpen dengan tangannya.
“Emmm iya ya ... tumben, apa tidak chat semalam Fish, sama kamu?”
“Gak kok, aku semalam gak hp an, aku males hp an kalau gak penting amat, kamu tau sendiri aku gak seberapa hobby sosmed, kalau ketahuan ibuku mati aku, tau sendiri ibuku katanya kalau belum kuliah dilarang hp an dengan sering,” ujar Fisha ketawa dan menggigit bibir atas dan bawah dengan menaikkan alisnya.
“Ihh iya aku tau, jangan begitu mukamu, serem tau! Jangan mencoba menggodaku, aku gak tertarik,” kata Sasa mengancam sambil memukul pelan bahu Fisha.
“Ihh iya siapa juga yang merayu, kampret kamu, ehhh itu Sesil,” ucap Fisha sambil menunjuk ke arah Sesil.
“Hai sayang-sayangku assalamu'alaikum,” sambil duduk di bangku sebelah Fisha.
__ADS_1
“Wa'alaikumsalam,” serempak mereka menjawab.
“Ehh, kenapa baru berangkat? Tumben siang? Untung belum masuk,” runtut Fisha.
“Iya kenapa? Untung belum masuk, sekarang waktunya pak Anton galak itu, males aku, killer pengen aku buntel kresek mukanya, hahaha,” ucap Sasa ketawa sambil berbisik.
“Haha aku tadi telat bangun, agak kesiangan, untung gak kebablasan! Mati aku, kalau iya bisa dikasih nilai 0 aku sama pak killer,” bisik Sesil.
Bel berbunyi, murid-murid masuk, Alby masuk dan melirik Sesil, sedangkan Sesil acuh dia memainkan bukunya dan membuka ke sembarang arah. dan Awan dia menatap Fisha sambil mengedipkan mata, Fisha pun bergidik ngeri, dia bergumam:
Aish tatapan aneh itu lagi, mesum amat sih dia, pengen aku patahkan tangannya, maunya aku colok matanya, tapi udah ada guru di belakangnya.
Fisha melototkan matanya. Awan tersenyum dengan menggerakkan kedua alisnya. Rasanya Fisha udah gak tahan pengen teriak, sambil menggigit kedua bibirnya, dan membenturkan kepala ke meja dengan pelan.
Guru pun datang, dia melihat kelakuan aneh Fisha, dia menggelengkan kepalanya dan bertanya:
“Fisha kamu kenapa? Sakit?” tanyanya dengan menatap sekilas karena keanehan muridnya.
Wow dunia runtuh, tumben guru killer perhatian sama murid sedikit, biasanya dikit-dikit ngomel suaranya kayak petir, mimpi apa aku semalam. Gumamnya sambil bengong.
Tok, tok, tok ... guru mengetuk bangku Fisha. “Eh malah bengong kamu,” lanjutnya.
“Eh gak apa Pak, tadi kelilipan saja,” jawab Fisha sambil cengengesan.
“Oh yaudah, yuk Anak-Anak kita mulai pelajarannya, buka halaman 50 dan dibaca, kalau ada yang gak paham bisa ditanyakan, Bapak mengoreksi PR murid sebelah sebentar,” Kata pak Anton dengan serius.
“Baik Pak! Siap laksanakan!” ujar anak-anak dengan agak malas karena emang gak suka dengan pelajarannya dan orangnya.
----------
Nota:
__ADS_1
Makasih sudah mau mampir selalu ke novel recehku kakak-kakak, semoga kalian terhibur .... 😍😘
Ketik Favorit agar selalu tau update terbaruku, klik like dan vote ya kak, bantuin dukung aku kakak ... 😍💪, cium jauh dariku .... ❤