
Setelah mendapatkan izin dari kedua orang tua Fisha, mereka pun berangkat kencan dengan wajah senang di keduanya, di jalan Awan mengemudi dengan sesekali melirik ke arah Fisha, mereka tiada henti-hentinya menyunggingkan senyumnya saling canggung dan saling bergantian menatap muka. Lalu Fisha pun membuka suaranya karena dia merasa malu Awan yang terus memperhatikannya dengan tatapan mesumnya itu.
“Hon, apaan sih kamu itu, lihat ke depan sana!” tunjuk Fisha ke arah depan kemudi.
“Bahaya nyetir kok mandang aku melulu, kenapa sih? Iya aku tau aku begitu cantik mempesona, baru tau kamu.” Fisha berbicara dengan nada ketus agar malunya tidak kentara, padahal di hatinya dia sangat senang bagaikan bunga yang bermekaran karena tatapan Awan itu.
“Hehe, gak apa dong lihat kesayangan yang cantik jelita ini, lagian besok juga aku udah berangkat ke Jogja jadi mana sempet lihat lagi, kecuali kalau kamu udah ke Malang pasti akan aku tatap terus dan aku kunjungi, eh ngomong-ngomong kapan ke Malangnya?” tanya Awan dengan menatap jalan dan sesekali menatap Fisha, lalu dia meraih tangan Fisha, membuat Fisha tegang seperti tersengat listrik.
Gila, mimpi apa aku semalam, hey jantung jangan kenceng-kenceng, mati aku kalau Awan denger. Batin Fisha.
“Hey, ditanya malah bengong, hey ... Ney ... kenapa kamu juga berkeringat, sakit?” Awan mencolek dan memperhatikan Fisha lalu menyentuh kening Fisha, Fisha pun menepisnya dengan lembut.
“Enggak, lagian kamu, ini di mobil dan ini juga di jalan, apa-apaan ini mesum sekali, nanti ada yang lihat bagaimana?” gerutu Fisha sambil memanyunkan bibirnya.
“Gak ada yang lihat, ini kaca super yang didesain khusus, jadi tidak akan kelihatan dari luar,” balas Awan dengan tersenyum menggoda.
“Oh iya dech iya, aku lupa kalau kamu horang kaya, apapun mah bebas horang kaya itu, uang tinggal metik kayak daun haha,” canda Fisha dengan menekan kata horang kaya, dan Awan pun mencolek hidung Fisha, Fisha pun tersenyum.
“Ney, kamu belum jawab pertanyaanku,” tanya ulang Awan.
“Yang mana? Oh Malang? Lusa aku berangkat, kenapa? Mau ikut?” canda Fisha dengan menoleh ke arah Awan.
“Boleh juga kalau aku ikut,” jawab Awan dengan menoleh ke Fisha, mereka saling menatap dan jantung pun bergemuruh, lalu mengalihkan pandangannya dengan senyum yang tersembunyi.
--------
Mereka pun sampai, Awan pun memarkirkan mobilnya karena sudah sampai di tempat yang diinginkannya. Mereka berjalan dan sesekali menatap, lalu Awan dengan mencoba memberanikan diri memegang tangan Fisha, Fisha awalnya menolaknya, namun dengan jurus muka Awan yang memelas membuat Fisha menyerah dan Awan berhasil menggenggam tangan Fisha, mereka pun bergandengan tangan seperti para ABG lainnya.
“Hon di mana ini? Kok aku gak pernah tau ya ada tempat seperti ini.” Fisha menatap Awan dengan penuh tanya, mereka terus berjalan beriringan dan sesekali Fisha menoleh ke sana dan ke mari memperhatikan keindahan tempatnya.
“Oh ini di CITO, memangnya kamu gak pernah kesini sama Sasa, Sesil mungkin,” tanya Awan
“Kalau aku tau, ngapain aku nanya, kamu ini huh, lagian Sasa sama Sesil mana pernah ke mana pun, kita tuh alim tau, mereka tidak akan ke mana-mana kalau aku gak ke mana, sedangkan tau sendiri ayah ibu gak akan boleh aku kluyuran, kan aku masih kecil haha,” jelas Fisha panjang lebar. Membuat Awan tersenyum lalu menggelengkan kepala.
__ADS_1
Aku berpacaran dari gua mana ya kok bawelnya ampun, super sekali, tapi imut sih dia, maka-nya aku jatuh cinta.
“Haha iya alim banget jos dech, tokcer.” Awan mengangkat jari jempolnya menunjukkan ke arah Fisha, Fisha pun ketawa.
“Oh ngomong-ngomong CITO itu kepanjangannya apa Hon?” tanya Fisha.
“Baca sendiri tuh di luar, kan ada tulisannya Ney, tulisannya besar sekali,” Awan menunjukkan arah tulisan ke Fisha di luar.
“Gak mau males, aku mau tanya kamu aja, kamu pelit sekali, dasar! Yaudah gak penting aku gak penasaran weeek,” Fisha pun berjalan mendahului Awan dengan dibuat pura-pura kesal, membuat Awan tersenyum.
“Ngambek nie haha,” Awan berjalan dengan cepat menyusul Fisha dan langsung tersusul karena langkah kakinya yang panjang.
Awan mencolek Fisha dengan menggodanya dan merangkulnya, namun Fisha cuek dan mengabaikannya, membuat Awan tertawa terbahak-bahak.
“Udah ah Sayangku, ayok ke bioskop ada film seru lho.” Awan menawari Fisha dengan menaikkan satu alisnya.
“Iya kah, aku penasaran dech, tapi aku lapar ....” Rengek Fisha bergelanyut manja di bahu Awan, membuatnya tersenyum.
“Iya apalagi kalau sudah nikah bisa puas banget, ups.” Fisha menutupi mulutnya karena keceplosan ngomong.
“Apa kamu bilang? Kamu bilang apa?” Awan pura-pura tuli padahal dia dengar dan berniat menggoda Fisha. Fisha yang ditanya dia mengusap kasar mukanya.
“Udah diam! Aku lapar,” ucap Fisha mengalihkan pembicaraan, Awan pun tertawa dengan masih menggandeng Fisha.
Malunya aku kok bisa keceplosan, tanggungjawab kamu hey dewi cinta, kenapa aku bisa keceplosan, itu ulahmu ya kan, kurang ajar, mau taruh di mana mukaku haha. Batin Fisha.
“Mau makan apa? Pizza? Burger? Susie? Atau apa?” tanya Awan menyebutkan menu-menu yang ada di tempat-tempat dengan melipat-lipat jarinya.
“Ada ikan asin gak di sini? Nasi jagung ikan asin.” balas Fisha dengan entengnya sambil menahan tawa.
“Apa? Mana ada Ney.” Awan menepuk jidatnya, sedangkan Fisha melepas tawa yang sedari tadi ditahan.
“Oh kamu ngerjain aku ya ....” Awan menggelitik Fisha, mereka dimabuk kepayang mengabaikan semua yang melihatnya.
__ADS_1
“Pizza aja yuuuk ...,” Ajak Awan dan Fisha mengangguk pasrah.
--------
Ada seseorang dan temannya yang memperhatikan mereka dan menunjuk-nunjuk mereka berdua.
“Eh bukannya itu Fisha dan Awan?” ucap seseorang tersebut.
“Mana-mana ...,” jawab temannya yang lain.
“Eh iya, Fisha ... Awan ...,” teriaknya dengan kencang, Fisha dan Awan pun menoleh dan mereka kaget bukan main karena lagi saling menyuapi, Fisha pun tersedak.
Uhuk, uhuk, uhuk ....
Awan pun menyodorkan minumnya dan memukul punggung Fisha lalu mengelusnya dengan lembut.
“Kamu tak apa?” tanya Awan khawatir, Fisha mengangguk lalu menatap mereka yang berteriak tadi.
“Eh kalian ... ngapaen kalian ada di sini?”
-------
Note :
Gemes dech like-nya pada pelit haha,
Gak baik kakak-kakak kesayangan aku patah hati nie karena ulah kalian ... 🙄😎
Jangan lupa mampir di karya keduaku udah lumayan lho episode-nya ... Judulnya:
*Pangeran Gayung & Putri Tidur.
Terimakasih, dukung terus aku ya dengan segenap hati dan ikhlas, Allah yang membalasnya💋
__ADS_1